{"id":40578,"date":"2022-12-14T16:27:45","date_gmt":"2022-12-14T09:27:45","guid":{"rendered":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/?p=40578"},"modified":"2025-09-16T14:35:07","modified_gmt":"2025-09-16T07:35:07","slug":"wisatawan-etis-untuk-pariwisata-berkualitas-jawa-pos-13-desember-2022-hal-4-dewa-gs-htb","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wisatawan-etis-untuk-pariwisata-berkualitas-jawa-pos-13-desember-2022-hal-4-dewa-gs-htb\/","title":{"rendered":"Wisatawan Etis untuk Pariwisata Berkualitas. Jawa Pos. 13 Desember 2022. Hal.4. Dewa GS. HTB"},"content":{"rendered":"<p><a ref=\"magnificPopup\" href=\"https:\/\/static.uc.ac.id\/library\/2022\/12\/WhatsApp-Image-2022-12-13-at-08.22.37.jpeg\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"alignnone size-full wp-image-40579\" src=\"https:\/\/static.uc.ac.id\/library\/2022\/12\/WhatsApp-Image-2022-12-13-at-08.22.37.jpeg\" alt=\"\" width=\"1280\" height=\"1186\" srcset=\"https:\/\/static.uc.ac.id\/library\/2022\/12\/WhatsApp-Image-2022-12-13-at-08.22.37.jpeg 1280w, https:\/\/static.uc.ac.id\/library\/2022\/12\/WhatsApp-Image-2022-12-13-at-08.22.37-300x278.jpeg 300w, https:\/\/static.uc.ac.id\/library\/2022\/12\/WhatsApp-Image-2022-12-13-at-08.22.37-1030x954.jpeg 1030w, https:\/\/static.uc.ac.id\/library\/2022\/12\/WhatsApp-Image-2022-12-13-at-08.22.37-768x712.jpeg 768w, https:\/\/static.uc.ac.id\/library\/2022\/12\/WhatsApp-Image-2022-12-13-at-08.22.37-705x653.jpeg 705w\" sizes=\"auto, (max-width: 1280px) 100vw, 1280px\" \/><\/a><\/p>\n<blockquote><p><strong>ANCAMAN<\/strong> pidana KUHP Pasal 415 dan 416 tentang seks pranikah takabarkan memengaruhi kunjung an wisatawan asing ke Indonesia Pasal yang bersifat delik aduan itu ditengarai menghambat aktivitas wisata. Isu moralitas justru melekat pada pernyataan penolakan, di mana seakan-akanwisata bebas tanpa nilai. Sebaliknya dengan anggapan semacam itu, seluruh pelaku dan konsumen wisata adalah amoral.<\/p><\/blockquote>\n<p>Melalui momentum ini seharusnya bijak menyikapi pesan moral di balik peraturan perundang-undangan tersebut Sekaligus sebagai koreksi atas perilakunegatif yang tidak sesuai dengan norma dan moralitas. Menghadirkan pariwisata yang berkualitas tidak hanya dari aspek fisik dan lahiriah yang tampak, tetapi pada pertumbuhan karakter dan nilai-nilai positif yang universal Pariwisata seharusnya mendekatkan umat manusia kepada Tuhan Pencipta dengan rasa syukur dan sikap hidup positif pada sesama dan lingkungan.<\/p>\n<p>Dr Terence H. Hull, Dr Endang Sulistyaningsih, dan Prof Dr Gavin W. Jones menulis buku berjudul Pelacuran di Indonesia: Sejarah dan Perkembangan. Menurut mereka, tidak usah munafik mengutuk pekerjaan para pelacur Sebab, mereka tidak pernah ada tanpa desakan para pelanggan, yang kalau mau jujur, kian hari kian meningkat oleh berbagai alasan yang secara rasional (bukan moral) bisa dipahami, Misalnya mundurnya usia perkawinan, tingginyaangkaper ceraian, meningkatnya mobilitas penduduk, gaya hidup, pendapatan masyarakat, dan tantangan yang dihadapi (James J. Spillane, 2002). Konon, sejarah komersialisasi tubuh di dunia ini lamanya sama dengan peradaban manusia. Mungkin pernyataan itu bisa diterima ketika kita merasakan bahwa sumber pelacuran ada padakegagalan setiap kita untuk mengendalikan diri, memilih yang baik, dan setia pada pasangan hidup. Kesannya klise, tetapi di sini kita melihat ada dimensi yang sulit sekaligus rumit untuk mengentaskan tata sosial dari jerat- jerat lembah hitam.<\/p>\n<p>Mengentaskan praktik komersialisasi tubuh dan sex tourism sama halnya mengenaskan setiap pribadi kita sendiri dari kebiasaan negatif yang merendahkan martabat luhur seks Memperdagangkan tubuh hanya menambah dosa. Perlulah kita semakin mempertajam model wisata yang sehat dan pariwisata yang berkualitas. Hal-hal yang di referensikan Hermawan Kartajaya dapat menjadi acuan dalam pemetaan kebutuhan wisata yang sehat dan pariwisata yang berkualitas Pertama, wisata yang mempertajam intelligence quotient (IQ). Di saat kita berwisata, merupakan waktu yang kondusif untuk menggali dan menemukan ide-ide baru yang tidak pernah kita bayangkan sebelumnya. Kedua, melatih emotional quotient (EQ) melalui hidup bersama komu nitas global (ekspatriat dan turis) di tengah masyarakat yang plural. Ketiga, memanfaatkan waktu yang berharga dalam berwisata untuk membangun inner spiritual quotient (SQ) kita Bukan dalam arti spiritualitas Leberagamaan, melain kan kesadaran jati diri kita sebagai manusia. Mari dikembangkan model wisata yang sehat.<\/p>\n<p>Ada yang mengaitkan pasal zina KUHP dengan kinerja pariwisata Indonesia. Ada sebagian anggapan sex tourism adalah juga sebagian daya tarik orang asingke Indonesia Sebegitu besarkah daya tarik sex tourism sehingga hanya karenanya orang rela ke Indonesia?<\/p>\n<p>Logika sehat dan sederhana menyatakan, kepuasan berwisata atau mengunjungi suatu daerah akan tercipta manakala pengor banan yang dikeluarkan menuju kelokasiwisata (biaya, waktu, dan tenaga) setimpal dengan keindahan, pelayanan, dan kesan yang diperoleh keseluruhan yang ada di daerah tersebut Artinya, rumus total quality dalam pariwisata meniscayakan kesan positif wisatawan mulai datang sampai kembali lagi.<\/p>\n<p>Melalui rumusan sederhana itu, pendapat pasal zina KUHP ber dampak, apalagi berdampak sistemis yang berimbas pada penurunan perjalanan wisata ke Indonesia, dapat dipatahkan. Sex tourism hanyalah mengundang rasa ingin tahu wisa tawan untuk melihat. Berbeda cerita bila orang berkunjung ke Indonesia hanya untuk sex tourism dan lalu kembali ke daerah asalnya. Motivasi kunjungan kelompok ini tidak masuk hitungan dalam strategi pemba ngunan sektor pariwisata daerah mana pun di Indonesia<\/p>\n<p>Karena itu, justru momentum KUHP mestinya cermat ditangkap sebagai peluang stakeholder pari wisata di Indonesia untuk men dongkrak dampak positif dari ke bijakan tersebut. Tanpa bermaksud melepaskan fakta prostitusi tetap eksis, namun baiklah bila pasal KUHP yang dinilai mengganggu pariwisata dapat dimaknai seba liknya, membangun pariwisata yang berkualitas dengan mening katkan daya tarik bagi wisatawan keluarga. Family package mestinya ditangkap sebagai peluang yang bisa dikembangkan di Indonesia. Di samping juga pasar senior tourism yang cocok dengan environment Indonesia umumnya dan Bali khususnya.<\/p>\n<p>Saat ini sangatlah penting dukungan dari pasar yang loyal untuk pariwisata yang berkualitas. Tidak hanya bisnis yang etis yang menjadi tuntutan pengelola industri dan pelaku usaha. Tetapi juga konsumen yang berkeutamaan dan yang mencintai produk dalam negeri yang menjadi fondasi bisnis dalam negeri Bertens (2000) menyatakan keutamaan bisa didefinisikan sebagai disposisi watak yang telah diperoleh seseorang dan memung kinkan dia unnik bertingkah laku baik secara moral<\/p>\n<p>Diantara keutamaan yang harus menandai pebisnis perorangan bisa disebut antara lain kejujuran, fairness, kepercayaan dan keuletan. Keutamaan tidak boleh dibatasi pada taraf pribadi saja, tetapi selalu harus di tempatkan dalam konteks komuniter. Karena itu, seseorang adalah orang yang baik jika memiliki keutamaan, hidup yang baik adalah virtuous life hidup yang berkeutamaan.<\/p>\n<p>Konsumen yang berkeutamaanlah yang dibutuhkan di setiap lini bisnis di tanah air. Dari sisi wisatawan yang bertanggungjawab tidak melakukan tindakan kriminal dan aspek lain yang bertentangan dengan nilaidan nona masyarakat yang pada akhir nya merugikan reputasi pariwisata dalam negeri. Di sinilah letak implementasi pariwisata yang berkualitas (quality tourism), dimana kehadiran konsumen memberimanfaat secara positif kepada lingkungan, masyarakat, dan pelaku\u00a0usaha.\u00a0<strong>(*)<\/strong><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>ANCAMAN pidana KUHP Pasal 415 dan 416 tentang seks pranikah takabarkan memengaruhi kunjung an wisatawan asing ke Indonesia Pasal yang bersifat delik aduan itu ditengarai menghambat aktivitas wisata. Isu moralitas justru melekat pada pernyataan penolakan, di mana seakan-akanwisata bebas tanpa nilai. Sebaliknya dengan anggapan semacam itu, seluruh pelaku dan konsumen wisata adalah amoral. Melalui momentum&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":78556,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[4413],"tags":[],"class_list":["post-40578","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-uc-news-desember-2022"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v27.4 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>Wisatawan Etis untuk Pariwisata Berkualitas. Jawa Pos. 13 Desember 2022. Hal.4. Dewa GS. HTB - Library<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wisatawan-etis-untuk-pariwisata-berkualitas-jawa-pos-13-desember-2022-hal-4-dewa-gs-htb\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Wisatawan Etis untuk Pariwisata Berkualitas. Jawa Pos. 13 Desember 2022. Hal.4. Dewa GS. HTB - Library\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"ANCAMAN pidana KUHP Pasal 415 dan 416 tentang seks pranikah takabarkan memengaruhi kunjung an wisatawan asing ke Indonesia Pasal yang bersifat delik aduan itu ditengarai menghambat aktivitas wisata. Isu moralitas justru melekat pada pernyataan penolakan, di mana seakan-akanwisata bebas tanpa nilai. Sebaliknya dengan anggapan semacam itu, seluruh pelaku dan konsumen wisata adalah amoral. Melalui momentum...\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wisatawan-etis-untuk-pariwisata-berkualitas-jawa-pos-13-desember-2022-hal-4-dewa-gs-htb\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Library\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2022-12-14T09:27:45+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2025-09-16T07:35:07+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/static.uc.ac.id\/library\/2022\/12\/gv.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"1060\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"464\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"admin_library\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Ditulis oleh\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"admin_library\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"5 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/wisatawan-etis-untuk-pariwisata-berkualitas-jawa-pos-13-desember-2022-hal-4-dewa-gs-htb\\\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/wisatawan-etis-untuk-pariwisata-berkualitas-jawa-pos-13-desember-2022-hal-4-dewa-gs-htb\\\/\"},\"author\":{\"name\":\"admin_library\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/4cffc04a138a391647832a76dc126824\"},\"headline\":\"Wisatawan Etis untuk Pariwisata Berkualitas. Jawa Pos. 13 Desember 2022. Hal.4. Dewa GS. HTB\",\"datePublished\":\"2022-12-14T09:27:45+00:00\",\"dateModified\":\"2025-09-16T07:35:07+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/wisatawan-etis-untuk-pariwisata-berkualitas-jawa-pos-13-desember-2022-hal-4-dewa-gs-htb\\\/\"},\"wordCount\":820,\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/wisatawan-etis-untuk-pariwisata-berkualitas-jawa-pos-13-desember-2022-hal-4-dewa-gs-htb\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/static.uc.ac.id\\\/library\\\/2022\\\/12\\\/gv.jpg\",\"articleSection\":[\"UC News Desember 2022\"],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/wisatawan-etis-untuk-pariwisata-berkualitas-jawa-pos-13-desember-2022-hal-4-dewa-gs-htb\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/wisatawan-etis-untuk-pariwisata-berkualitas-jawa-pos-13-desember-2022-hal-4-dewa-gs-htb\\\/\",\"name\":\"Wisatawan Etis untuk Pariwisata Berkualitas. Jawa Pos. 13 Desember 2022. Hal.4. Dewa GS. HTB - Library\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/wisatawan-etis-untuk-pariwisata-berkualitas-jawa-pos-13-desember-2022-hal-4-dewa-gs-htb\\\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/wisatawan-etis-untuk-pariwisata-berkualitas-jawa-pos-13-desember-2022-hal-4-dewa-gs-htb\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/static.uc.ac.id\\\/library\\\/2022\\\/12\\\/gv.jpg\",\"datePublished\":\"2022-12-14T09:27:45+00:00\",\"dateModified\":\"2025-09-16T07:35:07+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/4cffc04a138a391647832a76dc126824\"},\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/wisatawan-etis-untuk-pariwisata-berkualitas-jawa-pos-13-desember-2022-hal-4-dewa-gs-htb\\\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/wisatawan-etis-untuk-pariwisata-berkualitas-jawa-pos-13-desember-2022-hal-4-dewa-gs-htb\\\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/wisatawan-etis-untuk-pariwisata-berkualitas-jawa-pos-13-desember-2022-hal-4-dewa-gs-htb\\\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/static.uc.ac.id\\\/library\\\/2022\\\/12\\\/gv.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/static.uc.ac.id\\\/library\\\/2022\\\/12\\\/gv.jpg\",\"width\":1060,\"height\":464},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/wisatawan-etis-untuk-pariwisata-berkualitas-jawa-pos-13-desember-2022-hal-4-dewa-gs-htb\\\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Wisatawan Etis untuk Pariwisata Berkualitas. Jawa Pos. 13 Desember 2022. Hal.4. Dewa GS. HTB\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/\",\"name\":\"Library\",\"description\":\"UC\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/4cffc04a138a391647832a76dc126824\",\"name\":\"admin_library\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/75781214a801ee0700a52770a6367c89fe1bf1dccd2c5f0a079ece6c531f4bae?s=96&d=mm&r=g\",\"url\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/75781214a801ee0700a52770a6367c89fe1bf1dccd2c5f0a079ece6c531f4bae?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/75781214a801ee0700a52770a6367c89fe1bf1dccd2c5f0a079ece6c531f4bae?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"admin_library\"},\"url\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/author\\\/admin_library\\\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Wisatawan Etis untuk Pariwisata Berkualitas. Jawa Pos. 13 Desember 2022. Hal.4. Dewa GS. HTB - Library","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wisatawan-etis-untuk-pariwisata-berkualitas-jawa-pos-13-desember-2022-hal-4-dewa-gs-htb\/","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Wisatawan Etis untuk Pariwisata Berkualitas. Jawa Pos. 13 Desember 2022. Hal.4. Dewa GS. HTB - Library","og_description":"ANCAMAN pidana KUHP Pasal 415 dan 416 tentang seks pranikah takabarkan memengaruhi kunjung an wisatawan asing ke Indonesia Pasal yang bersifat delik aduan itu ditengarai menghambat aktivitas wisata. Isu moralitas justru melekat pada pernyataan penolakan, di mana seakan-akanwisata bebas tanpa nilai. Sebaliknya dengan anggapan semacam itu, seluruh pelaku dan konsumen wisata adalah amoral. Melalui momentum...","og_url":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wisatawan-etis-untuk-pariwisata-berkualitas-jawa-pos-13-desember-2022-hal-4-dewa-gs-htb\/","og_site_name":"Library","article_published_time":"2022-12-14T09:27:45+00:00","article_modified_time":"2025-09-16T07:35:07+00:00","og_image":[{"width":1060,"height":464,"url":"https:\/\/static.uc.ac.id\/library\/2022\/12\/gv.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"admin_library","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Ditulis oleh":"admin_library","Estimasi waktu membaca":"5 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wisatawan-etis-untuk-pariwisata-berkualitas-jawa-pos-13-desember-2022-hal-4-dewa-gs-htb\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wisatawan-etis-untuk-pariwisata-berkualitas-jawa-pos-13-desember-2022-hal-4-dewa-gs-htb\/"},"author":{"name":"admin_library","@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/#\/schema\/person\/4cffc04a138a391647832a76dc126824"},"headline":"Wisatawan Etis untuk Pariwisata Berkualitas. Jawa Pos. 13 Desember 2022. Hal.4. Dewa GS. HTB","datePublished":"2022-12-14T09:27:45+00:00","dateModified":"2025-09-16T07:35:07+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wisatawan-etis-untuk-pariwisata-berkualitas-jawa-pos-13-desember-2022-hal-4-dewa-gs-htb\/"},"wordCount":820,"image":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wisatawan-etis-untuk-pariwisata-berkualitas-jawa-pos-13-desember-2022-hal-4-dewa-gs-htb\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/static.uc.ac.id\/library\/2022\/12\/gv.jpg","articleSection":["UC News Desember 2022"],"inLanguage":"id"},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wisatawan-etis-untuk-pariwisata-berkualitas-jawa-pos-13-desember-2022-hal-4-dewa-gs-htb\/","url":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wisatawan-etis-untuk-pariwisata-berkualitas-jawa-pos-13-desember-2022-hal-4-dewa-gs-htb\/","name":"Wisatawan Etis untuk Pariwisata Berkualitas. Jawa Pos. 13 Desember 2022. Hal.4. Dewa GS. HTB - Library","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wisatawan-etis-untuk-pariwisata-berkualitas-jawa-pos-13-desember-2022-hal-4-dewa-gs-htb\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wisatawan-etis-untuk-pariwisata-berkualitas-jawa-pos-13-desember-2022-hal-4-dewa-gs-htb\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/static.uc.ac.id\/library\/2022\/12\/gv.jpg","datePublished":"2022-12-14T09:27:45+00:00","dateModified":"2025-09-16T07:35:07+00:00","author":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/#\/schema\/person\/4cffc04a138a391647832a76dc126824"},"breadcrumb":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wisatawan-etis-untuk-pariwisata-berkualitas-jawa-pos-13-desember-2022-hal-4-dewa-gs-htb\/#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wisatawan-etis-untuk-pariwisata-berkualitas-jawa-pos-13-desember-2022-hal-4-dewa-gs-htb\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wisatawan-etis-untuk-pariwisata-berkualitas-jawa-pos-13-desember-2022-hal-4-dewa-gs-htb\/#primaryimage","url":"https:\/\/static.uc.ac.id\/library\/2022\/12\/gv.jpg","contentUrl":"https:\/\/static.uc.ac.id\/library\/2022\/12\/gv.jpg","width":1060,"height":464},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wisatawan-etis-untuk-pariwisata-berkualitas-jawa-pos-13-desember-2022-hal-4-dewa-gs-htb\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Wisatawan Etis untuk Pariwisata Berkualitas. Jawa Pos. 13 Desember 2022. Hal.4. Dewa GS. HTB"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/#website","url":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/","name":"Library","description":"UC","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/#\/schema\/person\/4cffc04a138a391647832a76dc126824","name":"admin_library","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/75781214a801ee0700a52770a6367c89fe1bf1dccd2c5f0a079ece6c531f4bae?s=96&d=mm&r=g","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/75781214a801ee0700a52770a6367c89fe1bf1dccd2c5f0a079ece6c531f4bae?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/75781214a801ee0700a52770a6367c89fe1bf1dccd2c5f0a079ece6c531f4bae?s=96&d=mm&r=g","caption":"admin_library"},"url":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/author\/admin_library\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/40578","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=40578"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/40578\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":46882,"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/40578\/revisions\/46882"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-json\/wp\/v2\/media\/78556"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=40578"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=40578"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=40578"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}