{"id":4646,"date":"2017-02-28T13:51:40","date_gmt":"2017-02-28T06:51:40","guid":{"rendered":"http:\/\/library.uc.ac.id\/?p=4646"},"modified":"2025-05-01T12:37:20","modified_gmt":"2025-05-01T05:37:20","slug":"aleta-baun-perjuangan-belum-selesai","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/aleta-baun-perjuangan-belum-selesai\/","title":{"rendered":"Aleta Baun Perjuangan Belum Selesai"},"content":{"rendered":"<p><a ref=\"magnificPopup\" href=\"https:\/\/dieng.blob.core.windows.net\/library\/2017\/02\/Aleta-Baun_Perjuangan-belum-Selesai.-Kompas-20-Februari.Hal_.16.jpg\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"alignnone  wp-image-4648\" src=\"https:\/\/dieng.blob.core.windows.net\/library\/2017\/02\/Aleta-Baun_Perjuangan-belum-Selesai.-Kompas-20-Februari.Hal_.16.jpg\" alt=\"Aleta Baun_Perjuangan belum Selesai. Kompas 20 Februari.Hal.16\" width=\"952\" height=\"744\" \/><\/a><\/p>\n<p>Tugas yang diemban Aleta Baum (54) tidak menjadi lebih ringan setelah ia mendapat penghargaan Yap Thiam Hien 2016. Perempuan yang bertahun-tahun melawan perusakan lingkungan di kabupaten Timor Tengah Selatan, Nusa Tenggara Timur, itu merasa perjuangannya belum selesai<\/p>\n<p><strong>Oleh Kornelis Kewa Ama &amp; Rini Kustiasih<\/strong><\/p>\n<p>Tambang-tambang itu membongkar gunung batu keramat Nausus yang menjadi ibu dari gunung-gunung batu, tempat nama-nama marga kami berasal. Kami tidak bisa tinggal diam,\u201dkata Aleta ketika menerima penghargaan Yap Thiam Hien di Jakarta, 25 Junuari lalu. Kini, apa yang diperjuangkan Aleta telah berhasil. Sejumlah perusahaan yang merusak gunung batu keramat dan lingkungan di kabupaten Timor Tengah Selatan telah angkat kaki. Namun, ia mengakui harus bekerja lebih keras untuk mempertahankan lingkungan. Ia masih memiliki satu agenda besar, yakni memberdayakan masyarakat adat di daratan Flores dan Sumba. Lembaga adat sudah terbentuk, tetapi peran serta masyarakat dalam menjaga lingkungan dan memperjuangkan hak-hak masyarakat masih lemah. \u201cMaret dan April ini saya akan berkunjung ke dua pulau itu. Saya akan mengumpulkan masyarakat adat, melakukan konsolidasi, dan memberi pemahaman tentang peran serta mereka atas lingkungan,\u201dkata Aleta saat ditemui di Kupang, NTT, Jumat (10\/2).<\/p>\n<p>Penghargaan Yap Thiam Hien 2016 tidak membuat Aleta terlena. Perempuan asal lelobatan, Timor itu justru terlecut untuk terus berjaung melestarikan lingkungan dan menghimpun dukungan. \u201cNTT ini gersang, kering dan berbatu. Saya akan terus melangkah di sisa hidup ini dan saya butuh dukungan dari sejumlah pihak,\u201dkatanya.<\/p>\n<p><strong>Awal Perjuangan<\/strong><\/p>\n<p>Nama Aleta Baun tidak asing bagi masyarakat NTT, khususnya mayarakat NTT, khususnya masyarakat Timor. Mereka akrab menyapa Aleta dengan mama sebutan yang biasa disematkan kepada para pejuang perawat, pelindung dan penolong. Nama perempaun itu mencuat sejak tahun 2006 ketika ia memperjuangkan lingkungan dan\u00a0 hak-hak masyarakat adat di kecamatan Mollo, Mollo Utara dan Mollo Selatan, Kabupaten Timor Tengah Selatan. Saat itu, ia menyaksikan gunung batu setinggi sekitar 750 meter diatas permukaan laut di desa Tunue, Kecamatan Mollo Utara, hancur diterjang alat \u2013alat berat perusahaan tambang. Padahal, tempat itu dikeramatkan. Masyarakat Tunue sering membawa upeti, persembahan kepada leluhur di gunung batu itu.<\/p>\n<p>Aleta yang sejak kecil diajari orang tuannya untuk mencintai lingkungan, pun marah. Ia melapor kepada kepala desa Tunue tetapi justru dituduh menghambat pembangunan pemerintah, bahkan diancam bakal dilaporkan kepada aparat penegak hukum. Tidak gentar, Aleta mengumpulkan sekitar 20 perempuan dari kampung asalnya, Lelobatan dan 15 perempuan dari Desa Tunue. Mereka berunjuk rasa dengan menenun di celah tiang batu, bekas tambang selama hampir satu tahun, yakni Mei 2006-April 2017. Akibat aksi para perempuan itu, dua perusahaan yang menambang marmer di gunung batu Desa Tunue terpaksa menghentikan operasinya. Aksi tak berhenti di situ. Ketika mendengar informasi bahwa gunung batu di Desa Fatumnasi, 10 kilometer dari Tunue, akan dieksploitasi perusahaan, Aleta bertindak. Kali ini, ia nekat menghadang alat berat yang mengeruk dasar gunung batu. \u201csaya pasang badan sampai petugas keamanan dari perusahaan yang juga putra daerah setempat menarik saya ke lar dari lokasi. Namun saya tidak berhenti berjuang,\u201dkatanya. Ia mengerahkan sekitar tujuh perempuan dari desa Fatumnasi untuk melakukan aksi serupa. Mereka membawa perempuan dan anak-anak mengolah lahan pertanian di sekitar gunung batu itu. Ketujuh perempuan itu kemudian membuat petisi menolak tambang di futumnasi tetapi belakangan mereka menarik diri, kecuali Aleta.<\/p>\n<p><strong>Dikejar Teror<\/strong><\/p>\n<p>Pertengahan 2007, Aleta diseret di pengadilan dengan dakwaan menghalang-halangi pembangunan. Sejak diperiksadi kepolisian sector hingga disidang di pengadilan Negeri Soe, ia terus diteror dan diintimidasi oknum aparat keamanan. Setelah memeriksa sejumlah saksi, terutama kepala suku dan masyarakat adat dari Tunue dan Fatumnasi, hakim pengadilan negeri Soe menegaskan Aleta tidak bersalah. Perempuan itu pun dibebaskan meski terror dan intimidasi belum berhenti menderanya.<\/p>\n<p>Aleta balik menggugat bupati Soe, tetapi siding gugatan itu dimentahkan pengadilan negeri Soe. Sejak itu, Aleta diincar. Rumahnya di Soe dilempari, bahkan ia diancam dibunuh oleh sekelompok orang. Aleta mengamankan ketiga putranya bersama suaminya ke rumah keluarga di Soe. Ia mengamankan diri di rumah-rumah penduduk di desa-desa Mollo Utara, Mollo Selatan, dan Kecamatan Mollo. Ia bergeser dari rumah ke rumah pada malam hari. Dalam persembunyian, Aleta bertemu dengan masyrakat adat. Kepada mereka, ia menanamkan pemahaman akan pentingnya gunung batu dan hutan di bawah kaki gunung Mutis untuk kelangsungan hidup masyarakat.<\/p>\n<p>Gunung Mutis harus diselamatkan. Tanah itu simbol daging manusia batu itu tulang, air itu darah manusia, tumbuh-tumbuhan atau hutan simbol rambut dan pakaian manusia. Gunung batu itu altar tempat dewa langit datang menyampaikan pesan kepada leluhur dan para ketua adat,\u201dkata Aleta. Kegigihan Aleta membuahkan hasil. Masyarakat sepakat bergerak mengusir perusahaan-perusahaan perusak lingkungan. Pada 2008-2009, dua perusahaan tambang mangan Mollo akhirnya hengkang dari wilayah itu. Pada tahun 2010, giliran dua perusahaan tambang marmer angkat kaki dari Timor Tengah Selatan. Perjuangan Aleta dihargai lembaga-lembaga lingkungan dan hak asasi manusia nasional dan internasional. Pada 2013, Aleta mendapatkan Gold-man Environmental Prize yang diserahkan di San Fransisco Amerika Serikat, bahkan ia sempat berbincang dengan presiden Barack Obama. Aleta kemudian mendapat penghargaan Yap Thiam Hien 2016, anugerah untuk para pejuang hak asasi manusia, yang diserahkan akhir Januari 2017.<\/p>\n<p>Dewan juri Yap Thiam Hien mengapresiasi gerakan damai atau non kekerasan yang diprakarsi Aleta yang digalang disalah satu daerah paling kering di Tanah Air. Kegiatan itu juga berbasis kearifan lokal. \u201cPerjuangan Aleta sangat monumental dalam menegakkan hak akan lingkungan hidup yang sehat dan juga hak-hak adat rakyat Mollo. Hutan, gunung, sungai dan tanah adalah hak adat rakyat Mollo, yang sejak terun temurun diakui dan dinikmati oleh rakyat.\u201dKata Todung Mulya Lubis, Ketua Yayasan Yap Thiam Hien, di Jakarta. Aleta bersyukur atas penghargaan tersebut. Anugerah itu menegaskan bahwa apa yang ia perjuangkan adalah benar. Namun, perjuangan itu belum selesai. Tangtangan berikutnya bagaimana memulihkan alam yang telah rusak dan mengembangkan praktik ekonomi berkelanjutan yang menyejahterakan warga.<\/p>\n<p>ALETA BAUN<\/p>\n<p>Lahir\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0 : Lelobatan, Timor, 16 Maret 1963<\/p>\n<p>Suami\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0 : Liftus Sanam<\/p>\n<p>Anak\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0 : Maria Sanam (18), Yordan Sanam (16), Ainina Sanam (12)<\/p>\n<p>Pendidikan\u00a0\u00a0 : SMA Kristen Soe, Timor Tengah Selatan<\/p>\n<p>Kegiatan\/Pekerjaan\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0 :<\/p>\n<p>&#8211; Aktivis lingkungan dan hak asasi manusia<\/p>\n<p>&#8211; Anggota DPRD NTT 2014-2019<\/p>\n<p>Penghargaan :<\/p>\n<ul>\n<li>Yap Thiam Hien (2016)<\/li>\n<li>Goldman Environmental Prize (2013)<\/li>\n<li>Pejuang nasional lingkungan hidup dari kementrian lingkungan hidup dan kehutanan (2009\/2010)<\/li>\n<\/ul>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Sumber:\u00a0Kompas, 20 Februari 2017<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Tugas yang diemban Aleta Baum (54) tidak menjadi lebih ringan setelah ia mendapat penghargaan Yap Thiam Hien 2016. Perempuan yang bertahun-tahun melawan perusakan lingkungan di kabupaten Timor Tengah Selatan, Nusa Tenggara Timur, itu merasa perjuangannya belum selesai Oleh Kornelis Kewa Ama &amp; Rini Kustiasih Tambang-tambang itu membongkar gunung batu keramat Nausus yang menjadi ibu dari&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":4648,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[6],"tags":[],"class_list":["post-4646","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-artikel"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v27.4 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>Aleta Baun Perjuangan Belum Selesai - Library<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/aleta-baun-perjuangan-belum-selesai\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Aleta Baun Perjuangan Belum Selesai - Library\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Tugas yang diemban Aleta Baum (54) tidak menjadi lebih ringan setelah ia mendapat penghargaan Yap Thiam Hien 2016. Perempuan yang bertahun-tahun melawan perusakan lingkungan di kabupaten Timor Tengah Selatan, Nusa Tenggara Timur, itu merasa perjuangannya belum selesai Oleh Kornelis Kewa Ama &amp; Rini Kustiasih Tambang-tambang itu membongkar gunung batu keramat Nausus yang menjadi ibu dari...\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/aleta-baun-perjuangan-belum-selesai\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Library\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2017-02-28T06:51:40+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2025-05-01T05:37:20+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-content\/uploads\/2017\/02\/Aleta-Baun_Perjuangan-belum-Selesai.-Kompas-20-Februari.Hal_.16-e1488264689172.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"624\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"386\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"admin_library\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Ditulis oleh\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"admin_library\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"5 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/aleta-baun-perjuangan-belum-selesai\\\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/aleta-baun-perjuangan-belum-selesai\\\/\"},\"author\":{\"name\":\"admin_library\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/4cffc04a138a391647832a76dc126824\"},\"headline\":\"Aleta Baun Perjuangan Belum Selesai\",\"datePublished\":\"2017-02-28T06:51:40+00:00\",\"dateModified\":\"2025-05-01T05:37:20+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/aleta-baun-perjuangan-belum-selesai\\\/\"},\"wordCount\":965,\"commentCount\":0,\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/aleta-baun-perjuangan-belum-selesai\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2017\\\/02\\\/Aleta-Baun_Perjuangan-belum-Selesai.-Kompas-20-Februari.Hal_.16-e1488264689172.jpg\",\"articleSection\":[\"Artikel Koran\"],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/aleta-baun-perjuangan-belum-selesai\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/aleta-baun-perjuangan-belum-selesai\\\/\",\"name\":\"Aleta Baun Perjuangan Belum Selesai - Library\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/aleta-baun-perjuangan-belum-selesai\\\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/aleta-baun-perjuangan-belum-selesai\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2017\\\/02\\\/Aleta-Baun_Perjuangan-belum-Selesai.-Kompas-20-Februari.Hal_.16-e1488264689172.jpg\",\"datePublished\":\"2017-02-28T06:51:40+00:00\",\"dateModified\":\"2025-05-01T05:37:20+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/4cffc04a138a391647832a76dc126824\"},\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/aleta-baun-perjuangan-belum-selesai\\\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/aleta-baun-perjuangan-belum-selesai\\\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/aleta-baun-perjuangan-belum-selesai\\\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2017\\\/02\\\/Aleta-Baun_Perjuangan-belum-Selesai.-Kompas-20-Februari.Hal_.16-e1488264689172.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2017\\\/02\\\/Aleta-Baun_Perjuangan-belum-Selesai.-Kompas-20-Februari.Hal_.16-e1488264689172.jpg\",\"width\":624,\"height\":386},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/aleta-baun-perjuangan-belum-selesai\\\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Aleta Baun Perjuangan Belum Selesai\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/\",\"name\":\"Library\",\"description\":\"UC\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/4cffc04a138a391647832a76dc126824\",\"name\":\"admin_library\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/75781214a801ee0700a52770a6367c89fe1bf1dccd2c5f0a079ece6c531f4bae?s=96&d=mm&r=g\",\"url\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/75781214a801ee0700a52770a6367c89fe1bf1dccd2c5f0a079ece6c531f4bae?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/75781214a801ee0700a52770a6367c89fe1bf1dccd2c5f0a079ece6c531f4bae?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"admin_library\"},\"url\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/author\\\/admin_library\\\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Aleta Baun Perjuangan Belum Selesai - Library","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/aleta-baun-perjuangan-belum-selesai\/","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Aleta Baun Perjuangan Belum Selesai - Library","og_description":"Tugas yang diemban Aleta Baum (54) tidak menjadi lebih ringan setelah ia mendapat penghargaan Yap Thiam Hien 2016. Perempuan yang bertahun-tahun melawan perusakan lingkungan di kabupaten Timor Tengah Selatan, Nusa Tenggara Timur, itu merasa perjuangannya belum selesai Oleh Kornelis Kewa Ama &amp; Rini Kustiasih Tambang-tambang itu membongkar gunung batu keramat Nausus yang menjadi ibu dari...","og_url":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/aleta-baun-perjuangan-belum-selesai\/","og_site_name":"Library","article_published_time":"2017-02-28T06:51:40+00:00","article_modified_time":"2025-05-01T05:37:20+00:00","og_image":[{"width":624,"height":386,"url":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-content\/uploads\/2017\/02\/Aleta-Baun_Perjuangan-belum-Selesai.-Kompas-20-Februari.Hal_.16-e1488264689172.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"admin_library","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Ditulis oleh":"admin_library","Estimasi waktu membaca":"5 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/aleta-baun-perjuangan-belum-selesai\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/aleta-baun-perjuangan-belum-selesai\/"},"author":{"name":"admin_library","@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/#\/schema\/person\/4cffc04a138a391647832a76dc126824"},"headline":"Aleta Baun Perjuangan Belum Selesai","datePublished":"2017-02-28T06:51:40+00:00","dateModified":"2025-05-01T05:37:20+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/aleta-baun-perjuangan-belum-selesai\/"},"wordCount":965,"commentCount":0,"image":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/aleta-baun-perjuangan-belum-selesai\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-content\/uploads\/2017\/02\/Aleta-Baun_Perjuangan-belum-Selesai.-Kompas-20-Februari.Hal_.16-e1488264689172.jpg","articleSection":["Artikel Koran"],"inLanguage":"id"},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/aleta-baun-perjuangan-belum-selesai\/","url":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/aleta-baun-perjuangan-belum-selesai\/","name":"Aleta Baun Perjuangan Belum Selesai - Library","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/aleta-baun-perjuangan-belum-selesai\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/aleta-baun-perjuangan-belum-selesai\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-content\/uploads\/2017\/02\/Aleta-Baun_Perjuangan-belum-Selesai.-Kompas-20-Februari.Hal_.16-e1488264689172.jpg","datePublished":"2017-02-28T06:51:40+00:00","dateModified":"2025-05-01T05:37:20+00:00","author":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/#\/schema\/person\/4cffc04a138a391647832a76dc126824"},"breadcrumb":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/aleta-baun-perjuangan-belum-selesai\/#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/aleta-baun-perjuangan-belum-selesai\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/aleta-baun-perjuangan-belum-selesai\/#primaryimage","url":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-content\/uploads\/2017\/02\/Aleta-Baun_Perjuangan-belum-Selesai.-Kompas-20-Februari.Hal_.16-e1488264689172.jpg","contentUrl":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-content\/uploads\/2017\/02\/Aleta-Baun_Perjuangan-belum-Selesai.-Kompas-20-Februari.Hal_.16-e1488264689172.jpg","width":624,"height":386},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/aleta-baun-perjuangan-belum-selesai\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Aleta Baun Perjuangan Belum Selesai"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/#website","url":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/","name":"Library","description":"UC","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/#\/schema\/person\/4cffc04a138a391647832a76dc126824","name":"admin_library","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/75781214a801ee0700a52770a6367c89fe1bf1dccd2c5f0a079ece6c531f4bae?s=96&d=mm&r=g","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/75781214a801ee0700a52770a6367c89fe1bf1dccd2c5f0a079ece6c531f4bae?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/75781214a801ee0700a52770a6367c89fe1bf1dccd2c5f0a079ece6c531f4bae?s=96&d=mm&r=g","caption":"admin_library"},"url":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/author\/admin_library\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4646","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=4646"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4646\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":4753,"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4646\/revisions\/4753"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-json\/wp\/v2\/media\/4648"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=4646"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=4646"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=4646"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}