{"id":4701,"date":"2017-02-28T15:40:29","date_gmt":"2017-02-28T08:40:29","guid":{"rendered":"http:\/\/library.uc.ac.id\/?p=4701"},"modified":"2025-05-01T12:37:20","modified_gmt":"2025-05-01T05:37:20","slug":"subandi-giyanto-jangan-berebut-kursi","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/subandi-giyanto-jangan-berebut-kursi\/","title":{"rendered":"Subandi Giyanto &#8220;Jangan Berebut Kursi&#8221;"},"content":{"rendered":"<p><a ref=\"magnificPopup\" href=\"https:\/\/dieng.blob.core.windows.net\/library\/2017\/02\/Subandi-Giyanto_Jangan-Berebut-Kursi.Kompas-14-Februari-2017.Hal_.16.jpg\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"alignnone  wp-image-4702\" src=\"https:\/\/dieng.blob.core.windows.net\/library\/2017\/02\/Subandi-Giyanto_Jangan-Berebut-Kursi.Kompas-14-Februari-2017.Hal_.16.jpg\" alt=\"Subandi Giyanto_Jangan Berebut Kursi.Kompas 14 Februari 2017.Hal.16\" width=\"946\" height=\"718\" \/><\/a><\/p>\n<p>Lewat lukisan kaca, Subandi Giyanto menyampaikan \u201cpitutur\u201d atau petuah leluhur. Pesan bijak itu, menurut Subandi, masih relevan sampai hari ini. Diungkapkan lewat figur punakawan dengan gaya jenaka, ia berharap\u00a0 pesan-pesan itu menjadikan orang terhibur sekaligus belajar hidup secara arif. \u201cbecik ketitik ala ketara\u201d merupakan petuah dalam bahasa Jawa yang bisa dibilang cukup populer dalam masyarakat Jawa.<\/p>\n<p><strong>OLEH FRANS SARTONO<\/strong><\/p>\n<p>Terjemahan bebasnya, \u201csiapa yang baik akan ketahuan dan siapa yang buruk atau jahat akan ketahuan pula pada akhirnya.\u201d<\/p>\n<p>Petuah itu tertulis di bagian tengah atas lukisan kaca karya Subandi Giyanto. Di bawah <em>pitutur<\/em> itu ada tokoh Punakawan Semar, Petruk, dan Gareng. Digambarkan Semar dan Gareng bertelanjang dada. Sementara Petruk mengenakan pakaian kebesaran berupa semacam jas merah, lengkap dengan <em>kethu<\/em> atau topi kebesaran yang lazim digunakan tokoh raja dalam pewayangan.<\/p>\n<p>Pada lukisan lain tertera petuah <em>aja rebutan kursi<\/em> atau jangan berebut kursi. Pada lukisan itu tiga anak semar, yaitu Petruk, Gareng, dan Bagong berebut kursi. Pada lukisan ini kursi menjadi metafora kedudukan, kekuasaan. Petuah jangan berebut kursi, dikatakan Subandi, menjadi semacam pengingat untuk tidak saling \u201cberkelahi\u201d berebut kekuasaan sehingga melupakan persaudaraan.<\/p>\n<p>Begitulah cara Subandi menyampaikan <em>pitutur<\/em> atau petuah dengan medium lukisan kaca. Pitutur \u201cklasik\u201d yang tertuang dalam karya Subandi antara lain <em>aja watak wani wiring<\/em> (jangan punya watak tidak tahu malu). Digambarkan Petruk berjas-dasi, satu tangannya memasukkan uang ke kotak amal, tetapi tangan yang lain merogoh kantong bagong.<\/p>\n<p>\u201cOrang korupsi, <em>nyolong <\/em>kok tidak malu. Kalau ketahuan kan wiring, tercemar namanya,\u201d kata Subandi yang merupakan abdi dalem keraton Yogyakarta bernama Mas Wedono Dwijo Cermo Wiguno.<\/p>\n<p>Pesan bijak lain adalah <em>asu gedhe menang kerahe<\/em> (anjing besar akan menang bertarung); <em>rebut balung tanpa isi<\/em> (berebut tulan tanpa isi); <em>eling lan waspada<\/em> (sadar dan waspada); <em>ojo dumeh<\/em> (jangan mentang-mentang); serta <em>melik nggendong lali <\/em>atau keinginan berlebihan bisa membuat orang lupa diri.<\/p>\n<p>\u201c<em>Wulang wuruk<\/em> (ajaran\/petunjuk) dalam masyarakat Jawa itu sangat bermanfaat dan masih relevan sampai hari ini. Akan tetapi, pitutur itu, mungkin akan dilupakan kalau para penuturnya sudah habis. Saya menurunkan atau mewariskan pesan itu dalam bentuk gambar,\u201d kata Subandi tentang pilihan tema pada lukisan kacanya.<\/p>\n<p><strong>Penyungging Wayang<\/strong><\/p>\n<p>Lukisan kaca yang ditekuni Subandi merupakan jenis seni rupa yang terpinggirkan dalam perkembangan seni rupa masa kini. Ciri-ciri seni rakyatnya cukup menonjol tampak dari olah visual yang terbatas pada pola-pola penggayaan yang bertumpu pada seni rupa wayang kulit. Hal itu tampak pada figure-figur tokoh wayang ataupun narasinya.<\/p>\n<p>Unsur dekoratif pada karya Subandi sangat menonjol. Selalu ada dua gunung biru sebagai latar. Di depan gunung ada sawah atau ubin dalam semacam pendopo. Satu lagi, lukisan Subandi sering di bingkai oleh gorden seperti panggung pertunjukkan wayang.<\/p>\n<p>Dengan kerangka artistic seperti itu, Subandi memasukkan unsur-unsur baru, kekinian, misalnya dalam lukisan berjudul \u201cSing Eling Lan Waspada,\u201d ia menampilkan Petruk naik skuter sambil menenggak minuman. Ia mengenakan <em>blue jeans<\/em> dan <em>T-shirt<\/em>. Di belakangnya duduk perempuan dengan gaun merah. \u201ckontradiksi\u201d bentuk-bentuk wayang dan non wayang akan memberikan tegangan kreatif, baik bagi seniman maupun penikmat.<\/p>\n<p>SUBANDI GIYANTO<\/p>\n<p>Lahir\u00a0\u00a0\u00a0 : Bantul, 22 Juni 1958<\/p>\n<p>Pendidikan\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0 : SSRI, Jurusan Seni Rupa IKIP Negeri Yogyakarta<\/p>\n<p>Pekerjaan\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0 : Pelukis, Guru SMK Negri 5 Yogyakarta<\/p>\n<p>Sejumlah Pameran\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0 :<\/p>\n<ul>\n<li>Pameran tunggal lukisan Gambar Pitutur, 2004, Galerry Pitoe Yogyakarta<\/li>\n<li>Pameran Tjap Petroek, Bentara Budaya Yogyakarta, 2004<\/li>\n<li>Pameran lukisan kaca Tradisi dan Perkembangannya, Bentera Budaya Jakarta 2005<\/li>\n<li>Pameran Seni Rupa Sanggarbambu, di Balai Rupa Rumah Budaya Tembi, Yogyakarta 2006<\/li>\n<li>Pameran Petruk Nagih Janji, di Bentara Budaya Yogyakarta dan Balai Soedjatmoko, Solo<\/li>\n<\/ul>\n<p>Subandi lahir dan tumbuh dalam keluarga penyungging dan penatah wayang kulit di Desa Bangunjiwo, Kecamatan Kasihan, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Ayahnya Giyanto dan paman-paman Subandi adalah para penatah wayang. Umur 7 tahun, Subandi kecil sudah belajar menata wayang.<\/p>\n<p>Lukis kaca mulai dikenal Subandi saat bergabung dengan sanggar bamboo pada awal 1975. Di sanggar tempat berhimpun seniman terkemuka Yogyakarta inilah Subandi mengenal Hardiyono, seorang seniman lukis kaca yang saat itu aktif di Pasar Seni Ancol, Jakarta.<\/p>\n<p>\u201cPertama kali sangat sulit karena menggunakan teknik terbalik. Tapi ternyata lukisan kaca dengan tema wayung laku keras,\u201d kata Subandi yang lulus dari sekolah menengah Seni Rupa Indonesia, Yogyakarta, 1975.<\/p>\n<p><strong>Social Politik<\/strong><\/p>\n<p>Subandi mulai menggunakan tema <em>pitutur <\/em>dan kemudian mengarah ke komentar social setelah dilibatkan Butet Kartaredjasa dalam produksi Teater Gandrik pada awal 1980-an. Oleh Butet ia di mintak membuat lukisan di atas kertas seukuran ubin untuk keperluan pentas. Lukisan itu bermuatan tema social politik.<\/p>\n<p>\u201csaya berpikir, kalau ini saya bikin di lukisan kaca, orang mungkin akan suka. Ternyata benar dan sekarang keterusan.\u201d<\/p>\n<p>Petuah leluhur itu dirasa Bandi berlaku pada segala zaman. Ia melihat situasi sekitarnya dan ia merasa perlu mengingatkan orang pada pesan-pesan tersebut. Selain itu, ia sebagai pribadi juga merasa perlu membuat karya sebagai semacam pelepasan ketegangan Subandi atas situasi yang menurut dia menekan. Lukisan \u201cOjo Rebutan Kursi,\u201d misalnya, dibuat Bandi sebagai respons atas situasi social politik menjelang 1998. \u201cSecara psikis, saat itu saya juga tertekan,\u201d kata Subandi.<\/p>\n<p>Begitu pula ketika kasus yang kemudian dikenal sebagai \u201ccicak vs buaya\u201d mencuat, Bandi merespons dalam lukisannya. Suatu kali ia membaca berita tentang psien yang ditolak oleh sebuah rumah sakit, maka lahirlah karya \u201cOrang miskin dilarang sakit.\u201d<\/p>\n<p>Karya \u2013karya Subandi ternyata disukai orang. Lukisan \u201cOjo Rebutan Kursi,\u201d misalnya, dibuat sampai 15 kali dengan perubahan sedikit disana-sini. Karyanya dikoleksi kolektor sejumlah Negara, termasuk Taiwan, Jepang, Tiongkok, Belanda, Jerman, Australia, Amerika Serikat dan Australia.<\/p>\n<p>Subandi, lewat karyanya, ingin berbagai kearifan warisan<em> pitutur<\/em> leluhur kepada orang banyak, termasuk penikmat lukisannya.<\/p>\n<p>\u201cSaya memosisikan diri sebagai orang netral. Saya memvisualkan <em>pitutur<\/em> leluhur supaya kehidupan menjadi tenang. Jika <em>pitutur<\/em> tersebut dijalankan, dimanfaatkan, semoga kita menjadi lebih arif,\u201d kata Subandi.<\/p>\n<p>Sumber: Kompas 14 Februari 2017 hal 16<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Lewat lukisan kaca, Subandi Giyanto menyampaikan \u201cpitutur\u201d atau petuah leluhur. Pesan bijak itu, menurut Subandi, masih relevan sampai hari ini. Diungkapkan lewat figur punakawan dengan gaya jenaka, ia berharap\u00a0 pesan-pesan itu menjadikan orang terhibur sekaligus belajar hidup secara arif. \u201cbecik ketitik ala ketara\u201d merupakan petuah dalam bahasa Jawa yang bisa dibilang cukup populer dalam masyarakat&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":4702,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[6],"tags":[],"class_list":["post-4701","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-artikel"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v27.3 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>Subandi Giyanto &quot;Jangan Berebut Kursi&quot; - Library<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/subandi-giyanto-jangan-berebut-kursi\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Subandi Giyanto &quot;Jangan Berebut Kursi&quot; - Library\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Lewat lukisan kaca, Subandi Giyanto menyampaikan \u201cpitutur\u201d atau petuah leluhur. Pesan bijak itu, menurut Subandi, masih relevan sampai hari ini. Diungkapkan lewat figur punakawan dengan gaya jenaka, ia berharap\u00a0 pesan-pesan itu menjadikan orang terhibur sekaligus belajar hidup secara arif. \u201cbecik ketitik ala ketara\u201d merupakan petuah dalam bahasa Jawa yang bisa dibilang cukup populer dalam masyarakat...\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/subandi-giyanto-jangan-berebut-kursi\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Library\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2017-02-28T08:40:29+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2025-05-01T05:37:20+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-content\/uploads\/2017\/02\/Subandi-Giyanto_Jangan-Berebut-Kursi.Kompas-14-Februari-2017.Hal_.16-e1488271218713.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"846\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"704\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"admin_library\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Ditulis oleh\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"admin_library\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"4 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/subandi-giyanto-jangan-berebut-kursi\\\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/subandi-giyanto-jangan-berebut-kursi\\\/\"},\"author\":{\"name\":\"admin_library\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/4cffc04a138a391647832a76dc126824\"},\"headline\":\"Subandi Giyanto &#8220;Jangan Berebut Kursi&#8221;\",\"datePublished\":\"2017-02-28T08:40:29+00:00\",\"dateModified\":\"2025-05-01T05:37:20+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/subandi-giyanto-jangan-berebut-kursi\\\/\"},\"wordCount\":898,\"commentCount\":0,\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/subandi-giyanto-jangan-berebut-kursi\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2017\\\/02\\\/Subandi-Giyanto_Jangan-Berebut-Kursi.Kompas-14-Februari-2017.Hal_.16-e1488271218713.jpg\",\"articleSection\":[\"Artikel Koran\"],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/subandi-giyanto-jangan-berebut-kursi\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/subandi-giyanto-jangan-berebut-kursi\\\/\",\"name\":\"Subandi Giyanto \\\"Jangan Berebut Kursi\\\" - Library\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/subandi-giyanto-jangan-berebut-kursi\\\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/subandi-giyanto-jangan-berebut-kursi\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2017\\\/02\\\/Subandi-Giyanto_Jangan-Berebut-Kursi.Kompas-14-Februari-2017.Hal_.16-e1488271218713.jpg\",\"datePublished\":\"2017-02-28T08:40:29+00:00\",\"dateModified\":\"2025-05-01T05:37:20+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/4cffc04a138a391647832a76dc126824\"},\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/subandi-giyanto-jangan-berebut-kursi\\\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/subandi-giyanto-jangan-berebut-kursi\\\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/subandi-giyanto-jangan-berebut-kursi\\\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2017\\\/02\\\/Subandi-Giyanto_Jangan-Berebut-Kursi.Kompas-14-Februari-2017.Hal_.16-e1488271218713.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2017\\\/02\\\/Subandi-Giyanto_Jangan-Berebut-Kursi.Kompas-14-Februari-2017.Hal_.16-e1488271218713.jpg\",\"width\":846,\"height\":704},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/subandi-giyanto-jangan-berebut-kursi\\\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Subandi Giyanto &#8220;Jangan Berebut Kursi&#8221;\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/\",\"name\":\"Library\",\"description\":\"UC\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/4cffc04a138a391647832a76dc126824\",\"name\":\"admin_library\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/75781214a801ee0700a52770a6367c89fe1bf1dccd2c5f0a079ece6c531f4bae?s=96&d=mm&r=g\",\"url\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/75781214a801ee0700a52770a6367c89fe1bf1dccd2c5f0a079ece6c531f4bae?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/75781214a801ee0700a52770a6367c89fe1bf1dccd2c5f0a079ece6c531f4bae?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"admin_library\"},\"url\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/author\\\/admin_library\\\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Subandi Giyanto \"Jangan Berebut Kursi\" - Library","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/subandi-giyanto-jangan-berebut-kursi\/","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Subandi Giyanto \"Jangan Berebut Kursi\" - Library","og_description":"Lewat lukisan kaca, Subandi Giyanto menyampaikan \u201cpitutur\u201d atau petuah leluhur. Pesan bijak itu, menurut Subandi, masih relevan sampai hari ini. Diungkapkan lewat figur punakawan dengan gaya jenaka, ia berharap\u00a0 pesan-pesan itu menjadikan orang terhibur sekaligus belajar hidup secara arif. \u201cbecik ketitik ala ketara\u201d merupakan petuah dalam bahasa Jawa yang bisa dibilang cukup populer dalam masyarakat...","og_url":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/subandi-giyanto-jangan-berebut-kursi\/","og_site_name":"Library","article_published_time":"2017-02-28T08:40:29+00:00","article_modified_time":"2025-05-01T05:37:20+00:00","og_image":[{"width":846,"height":704,"url":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-content\/uploads\/2017\/02\/Subandi-Giyanto_Jangan-Berebut-Kursi.Kompas-14-Februari-2017.Hal_.16-e1488271218713.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"admin_library","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Ditulis oleh":"admin_library","Estimasi waktu membaca":"4 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/subandi-giyanto-jangan-berebut-kursi\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/subandi-giyanto-jangan-berebut-kursi\/"},"author":{"name":"admin_library","@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/#\/schema\/person\/4cffc04a138a391647832a76dc126824"},"headline":"Subandi Giyanto &#8220;Jangan Berebut Kursi&#8221;","datePublished":"2017-02-28T08:40:29+00:00","dateModified":"2025-05-01T05:37:20+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/subandi-giyanto-jangan-berebut-kursi\/"},"wordCount":898,"commentCount":0,"image":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/subandi-giyanto-jangan-berebut-kursi\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-content\/uploads\/2017\/02\/Subandi-Giyanto_Jangan-Berebut-Kursi.Kompas-14-Februari-2017.Hal_.16-e1488271218713.jpg","articleSection":["Artikel Koran"],"inLanguage":"id"},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/subandi-giyanto-jangan-berebut-kursi\/","url":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/subandi-giyanto-jangan-berebut-kursi\/","name":"Subandi Giyanto \"Jangan Berebut Kursi\" - Library","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/subandi-giyanto-jangan-berebut-kursi\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/subandi-giyanto-jangan-berebut-kursi\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-content\/uploads\/2017\/02\/Subandi-Giyanto_Jangan-Berebut-Kursi.Kompas-14-Februari-2017.Hal_.16-e1488271218713.jpg","datePublished":"2017-02-28T08:40:29+00:00","dateModified":"2025-05-01T05:37:20+00:00","author":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/#\/schema\/person\/4cffc04a138a391647832a76dc126824"},"breadcrumb":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/subandi-giyanto-jangan-berebut-kursi\/#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/subandi-giyanto-jangan-berebut-kursi\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/subandi-giyanto-jangan-berebut-kursi\/#primaryimage","url":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-content\/uploads\/2017\/02\/Subandi-Giyanto_Jangan-Berebut-Kursi.Kompas-14-Februari-2017.Hal_.16-e1488271218713.jpg","contentUrl":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-content\/uploads\/2017\/02\/Subandi-Giyanto_Jangan-Berebut-Kursi.Kompas-14-Februari-2017.Hal_.16-e1488271218713.jpg","width":846,"height":704},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/subandi-giyanto-jangan-berebut-kursi\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Subandi Giyanto &#8220;Jangan Berebut Kursi&#8221;"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/#website","url":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/","name":"Library","description":"UC","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/#\/schema\/person\/4cffc04a138a391647832a76dc126824","name":"admin_library","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/75781214a801ee0700a52770a6367c89fe1bf1dccd2c5f0a079ece6c531f4bae?s=96&d=mm&r=g","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/75781214a801ee0700a52770a6367c89fe1bf1dccd2c5f0a079ece6c531f4bae?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/75781214a801ee0700a52770a6367c89fe1bf1dccd2c5f0a079ece6c531f4bae?s=96&d=mm&r=g","caption":"admin_library"},"url":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/author\/admin_library\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4701","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=4701"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4701\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":4751,"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4701\/revisions\/4751"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-json\/wp\/v2\/media\/4702"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=4701"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=4701"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=4701"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}