{"id":4759,"date":"2017-03-02T18:03:21","date_gmt":"2017-03-02T11:03:21","guid":{"rendered":"http:\/\/library.uc.ac.id\/?p=4759"},"modified":"2025-05-01T12:22:54","modified_gmt":"2025-05-01T05:22:54","slug":"bahaya-komplikasi-diabetes-tanp-penanganan-yang-tepatjaga-agar-tak-lagi-gagal-ginjal","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/bahaya-komplikasi-diabetes-tanp-penanganan-yang-tepatjaga-agar-tak-lagi-gagal-ginjal\/","title":{"rendered":"Jaga agar Tak Jadi Gagal Ginjal"},"content":{"rendered":"<p><a ref=\"magnificPopup\" href=\"https:\/\/dieng.blob.core.windows.net\/library\/2017\/03\/Bahaya-Komplikasi-Diabetes-tanp-Penanganan-yang-TepatJaga-agar-tak-Lagi-Gagal-Ginjal-Jawa-Pos.-26-Juli-2016.-Hal.23.2.jpg\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"alignnone  wp-image-4765\" src=\"https:\/\/dieng.blob.core.windows.net\/library\/2017\/03\/Bahaya-Komplikasi-Diabetes-tanp-Penanganan-yang-TepatJaga-agar-tak-Lagi-Gagal-Ginjal-Jawa-Pos.-26-Juli-2016.-Hal.23.2.jpg\" alt=\"Bahaya Komplikasi Diabetes tanp Penanganan yang Tepat,Jaga agar tak Lagi Gagal Ginjal, Jawa Pos. 26 Juli 2016. Hal.23.\" width=\"972\" height=\"739\" srcset=\"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-content\/uploads\/2017\/03\/Bahaya-Komplikasi-Diabetes-tanp-Penanganan-yang-TepatJaga-agar-tak-Lagi-Gagal-Ginjal-Jawa-Pos.-26-Juli-2016.-Hal.23.2.jpg 1896w, https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-content\/uploads\/2017\/03\/Bahaya-Komplikasi-Diabetes-tanp-Penanganan-yang-TepatJaga-agar-tak-Lagi-Gagal-Ginjal-Jawa-Pos.-26-Juli-2016.-Hal.23.2-300x228.jpg 300w, https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-content\/uploads\/2017\/03\/Bahaya-Komplikasi-Diabetes-tanp-Penanganan-yang-TepatJaga-agar-tak-Lagi-Gagal-Ginjal-Jawa-Pos.-26-Juli-2016.-Hal.23.2-1030x784.jpg 1030w, https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-content\/uploads\/2017\/03\/Bahaya-Komplikasi-Diabetes-tanp-Penanganan-yang-TepatJaga-agar-tak-Lagi-Gagal-Ginjal-Jawa-Pos.-26-Juli-2016.-Hal.23.2-1500x1142.jpg 1500w, https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-content\/uploads\/2017\/03\/Bahaya-Komplikasi-Diabetes-tanp-Penanganan-yang-TepatJaga-agar-tak-Lagi-Gagal-Ginjal-Jawa-Pos.-26-Juli-2016.-Hal.23.2-705x537.jpg 705w, https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-content\/uploads\/2017\/03\/Bahaya-Komplikasi-Diabetes-tanp-Penanganan-yang-TepatJaga-agar-tak-Lagi-Gagal-Ginjal-Jawa-Pos.-26-Juli-2016.-Hal.23.2-450x342.jpg 450w\" sizes=\"auto, (max-width: 972px) 100vw, 972px\" \/><\/a><\/p>\n<p><strong>Diabetes merupakan penyakit yang menyebabkan aktivitas sehari-hari penderitanya terganggu . Bahkan jika tidak ditangani dengan tepat, diabetes bisa berkembang secara progresif dan menimbulkan komplikasi penyakit yang lebih berat. Misalnya , gagal ginjal.<\/strong><\/p>\n<p><strong>\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0 GAGAL<\/strong> ginjal merupakan penyakit yang tidak\u00a0 bisa disembuhkan . Perawatannya difokuskan untuk mencegah dan memperlambat agar penyakit tidak berkembang serta meredakan rasa sakit. Saat ini di Indonesia , diabetes merupakan penyebab tertinggi terjadinya gagal ginjal.Di ikuti penyakit batu saluran kemih dan darah tinggi .<\/p>\n<p>Karena itu, penderita diabetes sejak dini harus mencegah terjadinya gangguan ginjal akibat komplikasi diabetes atau nefropati diabetic agar tidak menjadi gagal ginjal. Apalagi, penderita diabetes rentan menderita nefropati diabetik terkait dengan lamanya dia mengindap diabetes.\u201dDiabetes yang diderita lebih dari lima tahun bisa menganggu organ lain. Jika baru menderita, belum bisa terlihat,\u201d kata dokter spesialis penyakit dalam Prof Dr dr Parlindungan Siregar SpPD KGH.<\/p>\n<p>Dia menjelaskan, diabetes merupakan gangguan metebolis menahun Karena pankers tidak memproduksi cukup insulin atau tubuh tidak menggunakan insulin yang diproduksi secara efektif. Insulin adalah hormone yang mengatur keseimbangan kadar gula darah. Akibat ketidakseimbangan hormone tersebut, terjadi peningkatan konsentrasi glukosa di dalam darah (hiperglikemia).<\/p>\n<p>Internis yang juga merupakan konsultan <em>nephrology and hypertension<\/em> di Siloam Hospitals Lippo Village itu mengungkapkan , seseorang mengindap diabetes jika hasil tes gula darah puasa dia atas 136 mg\/dl dan gula darah dua jam sesudah makan lebih dari 200 mg\/dl. Diabetes juga diketahui dari hasil tes yang menunjukkan kadar gula darah normal saat berpuasa 70\/100 mg\/dl dan dua jam setelah makan di bawah 200 mg\/dl.<\/p>\n<p>Gula darah yang tinggi itu merangsang hormone <em>renin angiotensin aldosterone<\/em> (RAA) <em>system<\/em> yang mengakibatkan pembuluh darah mengerut hingga tekanan darah naik. \u201c Kondisi gagal ginjal yang disebabkan kada gula tinggi di dalam tubuh akan merangsang hormone RAA <em>system<\/em> sehingga menganggu pemuluh darah ginjal,\u201d kata Parlindungan.<\/p>\n<p>Dia menjelaskan , di dalam ginjal terdapat satuan unit fungsional ginjal atau nefron. Nefron berfungsi untuk menyeleksi zat mana yang diserap tubuh atau harus dibuang melalui urine. Terganggunya pembuluh darah ginjal mengakibatkan aliran darah ke ginjal tinggi sehingga terjadi hiperfiltrasi. Seiring waktu, tingginya tingkat glukosa akan merusak jutaan unit penyaringan kecil di setiap ginjal. Kondisi tersebut lama-kelamaan bisa merusak nefron sehingga fungsi ginjal menurun.<\/p>\n<p>Bagi orang-orang dengan diabetes,masalah ginjal biasanya terlihat selama <em>check-up<\/em> dengan dokter mereka. Kadang-kadang seseorang memiliki diabetes tiper 2 tanpa menyadarinya. Hal itu berarti tinggi kadar gula darah mereka tak terkendali sehingga perlahan-lahan merusak ginjal .<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Apabila sudah didiagnosis terkena nefropati diabetic, pengobatan yang dilakukan adalah memperlambat penurunan fungsi ginjal. Caranya dengan mengatur gula dan mengonsumsi obat-obatan yang bermanfaat untuk memperlambat proses .\u201d Ada lima stadium mencapai gagal ginjal. Stadium 5 sudah ginjal kronik sehingga harus melakukan cuci darah . Kalau gula darahnya bisa diatur dengan baik, perjalanannya bisa lebih lambat,\u201d tandas Parlindungan. <strong>(swn\/c7\/aan)<\/strong><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><strong>Deteksi Dini , Lalu Jaga Pola Diet<\/strong><\/p>\n<p><strong>\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0 <\/strong><strong>DIABETES <\/strong>merupakan penyakit yang berbahaya jika penderita tidak menyadarinya.Menilik data International Diabetes Federation (IDF) , pada 2013 diperkirakan ada 382 juta orang di dunia yang hidup dengan diabetes. Sekitar 175 juta di antaranya belum terdiagnosis sehingga terancam berkembang secara progresif tanpa disadari dan tanpa pencegahan. Diabetes juga disebut sebagai <em>silent killer<\/em> Karena sering tidak disadari penderitanya dan saat diketahui sudah terjadi komplikasi .<\/p>\n<p>Dokter spesialis penyakit dalam Prof Dr dr Parlindungan Siregar SpPD KGH mengungkapkan , faktor risiko utama diabetes adalah genetik. Secara generik, sifat penurunanya berdasar hukum pewarisan sifat atau lebih dikenal dengan hukum mendel.Misalnya, di antara lima anak, terdapat dua anak yang memiliki kemungkinkan mengindap diabetes. Tiga lainnya tidak. \u201cGenetik berpengaruh hingga 98 persen . Artinya, jika tidak ada turunan yang terkena diabetes, bisa dibilang tidak ada bakat untuk terkena diabetes,\u201dujar Parlindungan.<\/p>\n<p>Penyakit diabetes terbagi dua jenis . Pertama, diabetes tipe 1 yang dialami saat pankreas sama sekali tidak memproduksi insulin. Tipe tersebut membuat penderitanya sangat bergantung pada insulin dan bisa menyerang seseorang di umur yang cukup muda, sekitar 12 tahun ke atas. Penderitanya\u00a0\u00a0 bisa mengalami koma saat tidak mendapatkan insulin.<\/p>\n<p>Kemudian, diabetes tipe 2 yang terjadi saat tubuh tidak menghasilkan pankreas dengan efektif . Pada tipe 2 , awalnya penderita memiliki insulin yang cukup. Namun, menginjak usia 30 tahun, muncul gejala diabetes.<\/p>\n<p>Parlindungan menjelaskan, ada tiga gejala klasik diabetes yang disebut 3P. Gejala tersebut adalah <em>polidipsia <\/em>(terus-menerus meras haus), <em>polifagia<\/em> (keinginan\u00a0 untuk terus makan) , dan <em>poliuria<\/em> ( sering buang air kecil) .\u201d Ini menjadi gejala awal diabetes . Jadi , kalau orang tua atau kakek nenek menderita diabetes , gula darah meraka harus rutin diperiksa agar semakin cepat diketahu dan ditangani,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p>Untuk mengendalikan diabetes , penderita harus menjaga pola diet atau mengatur pola makan . Khususnya membatasi asupan karbohidrat. Misalnya, jika tinggi badan 160 sentimeter, berat badan idealnya 60 kg dengan asupan 1.500 kalori per hari. \u201c Ahli gizi yang akan mengatur 1.500 kalori ini terbagi atas apa saja. Pastinya , karbohidrat dibatasi,\u201d papar Parlindungan . <strong>(swm\/c7\/aan<\/strong>)<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Sumber:\u00a0Jawa-Pos.-26-Juli-2016.-Hal.23.2<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Diabetes merupakan penyakit yang menyebabkan aktivitas sehari-hari penderitanya terganggu . Bahkan jika tidak ditangani dengan tepat, diabetes bisa berkembang secara progresif dan menimbulkan komplikasi penyakit yang lebih berat. Misalnya , gagal ginjal. \u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0 GAGAL ginjal merupakan penyakit yang tidak\u00a0 bisa disembuhkan . Perawatannya difokuskan untuk mencegah dan memperlambat agar penyakit tidak berkembang serta meredakan rasa&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":4760,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[6],"tags":[],"class_list":["post-4759","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-artikel"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v27.4 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>Jaga agar Tak Jadi Gagal Ginjal - Library<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/bahaya-komplikasi-diabetes-tanp-penanganan-yang-tepatjaga-agar-tak-lagi-gagal-ginjal\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Jaga agar Tak Jadi Gagal Ginjal - Library\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Diabetes merupakan penyakit yang menyebabkan aktivitas sehari-hari penderitanya terganggu . Bahkan jika tidak ditangani dengan tepat, diabetes bisa berkembang secara progresif dan menimbulkan komplikasi penyakit yang lebih berat. Misalnya , gagal ginjal. \u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0 GAGAL ginjal merupakan penyakit yang tidak\u00a0 bisa disembuhkan . Perawatannya difokuskan untuk mencegah dan memperlambat agar penyakit tidak berkembang serta meredakan rasa...\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/bahaya-komplikasi-diabetes-tanp-penanganan-yang-tepatjaga-agar-tak-lagi-gagal-ginjal\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Library\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2017-03-02T11:03:21+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2025-05-01T05:22:54+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-content\/uploads\/2017\/03\/Bahaya-Komplikasi-Diabetes-tanp-Penanganan-yang-TepatJaga-agar-tak-Lagi-Gagal-Ginjal-Jawa-Pos.-26-Juli-2016.-Hal.23..jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"1800\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"1458\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"admin_library\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Ditulis oleh\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"admin_library\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"4 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/bahaya-komplikasi-diabetes-tanp-penanganan-yang-tepatjaga-agar-tak-lagi-gagal-ginjal\\\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/bahaya-komplikasi-diabetes-tanp-penanganan-yang-tepatjaga-agar-tak-lagi-gagal-ginjal\\\/\"},\"author\":{\"name\":\"admin_library\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/4cffc04a138a391647832a76dc126824\"},\"headline\":\"Jaga agar Tak Jadi Gagal Ginjal\",\"datePublished\":\"2017-03-02T11:03:21+00:00\",\"dateModified\":\"2025-05-01T05:22:54+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/bahaya-komplikasi-diabetes-tanp-penanganan-yang-tepatjaga-agar-tak-lagi-gagal-ginjal\\\/\"},\"wordCount\":768,\"commentCount\":0,\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/bahaya-komplikasi-diabetes-tanp-penanganan-yang-tepatjaga-agar-tak-lagi-gagal-ginjal\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2017\\\/03\\\/Bahaya-Komplikasi-Diabetes-tanp-Penanganan-yang-TepatJaga-agar-tak-Lagi-Gagal-Ginjal-Jawa-Pos.-26-Juli-2016.-Hal.23..jpg\",\"articleSection\":[\"Artikel Koran\"],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/bahaya-komplikasi-diabetes-tanp-penanganan-yang-tepatjaga-agar-tak-lagi-gagal-ginjal\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/bahaya-komplikasi-diabetes-tanp-penanganan-yang-tepatjaga-agar-tak-lagi-gagal-ginjal\\\/\",\"name\":\"Jaga agar Tak Jadi Gagal Ginjal - Library\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/bahaya-komplikasi-diabetes-tanp-penanganan-yang-tepatjaga-agar-tak-lagi-gagal-ginjal\\\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/bahaya-komplikasi-diabetes-tanp-penanganan-yang-tepatjaga-agar-tak-lagi-gagal-ginjal\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2017\\\/03\\\/Bahaya-Komplikasi-Diabetes-tanp-Penanganan-yang-TepatJaga-agar-tak-Lagi-Gagal-Ginjal-Jawa-Pos.-26-Juli-2016.-Hal.23..jpg\",\"datePublished\":\"2017-03-02T11:03:21+00:00\",\"dateModified\":\"2025-05-01T05:22:54+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/4cffc04a138a391647832a76dc126824\"},\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/bahaya-komplikasi-diabetes-tanp-penanganan-yang-tepatjaga-agar-tak-lagi-gagal-ginjal\\\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/bahaya-komplikasi-diabetes-tanp-penanganan-yang-tepatjaga-agar-tak-lagi-gagal-ginjal\\\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/bahaya-komplikasi-diabetes-tanp-penanganan-yang-tepatjaga-agar-tak-lagi-gagal-ginjal\\\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2017\\\/03\\\/Bahaya-Komplikasi-Diabetes-tanp-Penanganan-yang-TepatJaga-agar-tak-Lagi-Gagal-Ginjal-Jawa-Pos.-26-Juli-2016.-Hal.23..jpg\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2017\\\/03\\\/Bahaya-Komplikasi-Diabetes-tanp-Penanganan-yang-TepatJaga-agar-tak-Lagi-Gagal-Ginjal-Jawa-Pos.-26-Juli-2016.-Hal.23..jpg\",\"width\":1800,\"height\":1458},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/bahaya-komplikasi-diabetes-tanp-penanganan-yang-tepatjaga-agar-tak-lagi-gagal-ginjal\\\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Jaga agar Tak Jadi Gagal Ginjal\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/\",\"name\":\"Library\",\"description\":\"UC\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/4cffc04a138a391647832a76dc126824\",\"name\":\"admin_library\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/75781214a801ee0700a52770a6367c89fe1bf1dccd2c5f0a079ece6c531f4bae?s=96&d=mm&r=g\",\"url\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/75781214a801ee0700a52770a6367c89fe1bf1dccd2c5f0a079ece6c531f4bae?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/75781214a801ee0700a52770a6367c89fe1bf1dccd2c5f0a079ece6c531f4bae?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"admin_library\"},\"url\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/author\\\/admin_library\\\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Jaga agar Tak Jadi Gagal Ginjal - Library","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/bahaya-komplikasi-diabetes-tanp-penanganan-yang-tepatjaga-agar-tak-lagi-gagal-ginjal\/","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Jaga agar Tak Jadi Gagal Ginjal - Library","og_description":"Diabetes merupakan penyakit yang menyebabkan aktivitas sehari-hari penderitanya terganggu . Bahkan jika tidak ditangani dengan tepat, diabetes bisa berkembang secara progresif dan menimbulkan komplikasi penyakit yang lebih berat. Misalnya , gagal ginjal. \u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0 GAGAL ginjal merupakan penyakit yang tidak\u00a0 bisa disembuhkan . Perawatannya difokuskan untuk mencegah dan memperlambat agar penyakit tidak berkembang serta meredakan rasa...","og_url":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/bahaya-komplikasi-diabetes-tanp-penanganan-yang-tepatjaga-agar-tak-lagi-gagal-ginjal\/","og_site_name":"Library","article_published_time":"2017-03-02T11:03:21+00:00","article_modified_time":"2025-05-01T05:22:54+00:00","og_image":[{"width":1800,"height":1458,"url":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-content\/uploads\/2017\/03\/Bahaya-Komplikasi-Diabetes-tanp-Penanganan-yang-TepatJaga-agar-tak-Lagi-Gagal-Ginjal-Jawa-Pos.-26-Juli-2016.-Hal.23..jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"admin_library","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Ditulis oleh":"admin_library","Estimasi waktu membaca":"4 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/bahaya-komplikasi-diabetes-tanp-penanganan-yang-tepatjaga-agar-tak-lagi-gagal-ginjal\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/bahaya-komplikasi-diabetes-tanp-penanganan-yang-tepatjaga-agar-tak-lagi-gagal-ginjal\/"},"author":{"name":"admin_library","@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/#\/schema\/person\/4cffc04a138a391647832a76dc126824"},"headline":"Jaga agar Tak Jadi Gagal Ginjal","datePublished":"2017-03-02T11:03:21+00:00","dateModified":"2025-05-01T05:22:54+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/bahaya-komplikasi-diabetes-tanp-penanganan-yang-tepatjaga-agar-tak-lagi-gagal-ginjal\/"},"wordCount":768,"commentCount":0,"image":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/bahaya-komplikasi-diabetes-tanp-penanganan-yang-tepatjaga-agar-tak-lagi-gagal-ginjal\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-content\/uploads\/2017\/03\/Bahaya-Komplikasi-Diabetes-tanp-Penanganan-yang-TepatJaga-agar-tak-Lagi-Gagal-Ginjal-Jawa-Pos.-26-Juli-2016.-Hal.23..jpg","articleSection":["Artikel Koran"],"inLanguage":"id"},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/bahaya-komplikasi-diabetes-tanp-penanganan-yang-tepatjaga-agar-tak-lagi-gagal-ginjal\/","url":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/bahaya-komplikasi-diabetes-tanp-penanganan-yang-tepatjaga-agar-tak-lagi-gagal-ginjal\/","name":"Jaga agar Tak Jadi Gagal Ginjal - Library","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/bahaya-komplikasi-diabetes-tanp-penanganan-yang-tepatjaga-agar-tak-lagi-gagal-ginjal\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/bahaya-komplikasi-diabetes-tanp-penanganan-yang-tepatjaga-agar-tak-lagi-gagal-ginjal\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-content\/uploads\/2017\/03\/Bahaya-Komplikasi-Diabetes-tanp-Penanganan-yang-TepatJaga-agar-tak-Lagi-Gagal-Ginjal-Jawa-Pos.-26-Juli-2016.-Hal.23..jpg","datePublished":"2017-03-02T11:03:21+00:00","dateModified":"2025-05-01T05:22:54+00:00","author":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/#\/schema\/person\/4cffc04a138a391647832a76dc126824"},"breadcrumb":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/bahaya-komplikasi-diabetes-tanp-penanganan-yang-tepatjaga-agar-tak-lagi-gagal-ginjal\/#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/bahaya-komplikasi-diabetes-tanp-penanganan-yang-tepatjaga-agar-tak-lagi-gagal-ginjal\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/bahaya-komplikasi-diabetes-tanp-penanganan-yang-tepatjaga-agar-tak-lagi-gagal-ginjal\/#primaryimage","url":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-content\/uploads\/2017\/03\/Bahaya-Komplikasi-Diabetes-tanp-Penanganan-yang-TepatJaga-agar-tak-Lagi-Gagal-Ginjal-Jawa-Pos.-26-Juli-2016.-Hal.23..jpg","contentUrl":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-content\/uploads\/2017\/03\/Bahaya-Komplikasi-Diabetes-tanp-Penanganan-yang-TepatJaga-agar-tak-Lagi-Gagal-Ginjal-Jawa-Pos.-26-Juli-2016.-Hal.23..jpg","width":1800,"height":1458},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/bahaya-komplikasi-diabetes-tanp-penanganan-yang-tepatjaga-agar-tak-lagi-gagal-ginjal\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Jaga agar Tak Jadi Gagal Ginjal"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/#website","url":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/","name":"Library","description":"UC","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/#\/schema\/person\/4cffc04a138a391647832a76dc126824","name":"admin_library","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/75781214a801ee0700a52770a6367c89fe1bf1dccd2c5f0a079ece6c531f4bae?s=96&d=mm&r=g","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/75781214a801ee0700a52770a6367c89fe1bf1dccd2c5f0a079ece6c531f4bae?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/75781214a801ee0700a52770a6367c89fe1bf1dccd2c5f0a079ece6c531f4bae?s=96&d=mm&r=g","caption":"admin_library"},"url":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/author\/admin_library\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4759","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=4759"}],"version-history":[{"count":5,"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4759\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":6099,"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4759\/revisions\/6099"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-json\/wp\/v2\/media\/4760"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=4759"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=4759"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=4759"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}