{"id":6618,"date":"2017-05-03T17:39:24","date_gmt":"2017-05-03T10:39:24","guid":{"rendered":"http:\/\/library.uc.ac.id\/?p=6618"},"modified":"2025-05-01T12:37:19","modified_gmt":"2025-05-01T05:37:19","slug":"atep-wahyudin-setia-dampingi-korban-banjir","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/atep-wahyudin-setia-dampingi-korban-banjir\/","title":{"rendered":"Atep Wahyudin Setia Dampingi Korban Banjir"},"content":{"rendered":"<p><a ref=\"magnificPopup\" href=\"https:\/\/dieng.blob.core.windows.net\/library\/2017\/05\/Atep-Wahyudin_Setia-Dampingi-Korban-Banjir.Kompas.20-Maret-2017.Hal_.16.jpg\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"alignnone  wp-image-6619\" src=\"https:\/\/dieng.blob.core.windows.net\/library\/2017\/05\/Atep-Wahyudin_Setia-Dampingi-Korban-Banjir.Kompas.20-Maret-2017.Hal_.16.jpg\" alt=\"Atep Wahyudin_Setia Dampingi Korban Banjir.Kompas.20 Maret 2017.Hal.16\" width=\"984\" height=\"658\" \/><\/a><\/p>\n<p>Jauh dari hidup berkecukupan, atep wahyudin (34) punya segudang peran mulia. Sejak enam tahun lalu,\u00a0 ia setia mendampingi derita nasib pengungsi banjir kabupaten bandung setiap musim hujan tiba.<\/p>\n<p>Tubuh kurus atep masih meringkuk saat ditemui di pengungsian warga di gedung inkanas, kecamatan baleendah,kabupaten bandung,jawa barat,selasa (7\/3) siang. Topi lusuh menutup muka warga cigosol, kecamatan baleendah itu. Kawasan baleendah, sebelah selatan bandung, dikenal sebagai kawasan langganan banjir yang tidak pernah mampu diselesaikan pihak pemerintah setempat. Bahkan, terkesan antartingkat pemerintah saling tuding siapa paling bertanggung jawab atas derita warga yang tak pernah usai. Digedung inkanas itu tidak ada kasur empuk yang jadi alas tidurnya. Hanya terpal biru yang ditumpuk berlapis memisahkan dia dengan lantai kotor. Udara dingin yang dibawa hujan diluar gedung sepertinya leluasa menembus kemeja tipis belelnya. \u201ckebetulan sedang tidak enak badan. Mungkin terlalu lama begadang. Sudah Sembilan hari, saya berada disini bersama warga korban banjir\u201d kata atep setelah dibangunkan temannya. Atep bukan petugas pemerintah yang bertugas mengurus pengungsi. Namun,penjual cendol itu menjadi tumpuan para pengungsi. Sejak tahun 2011, ia mengerjakan banyak hal bagi pengungsi. Mulai dari menyebarkan prakiraan cuaca badan meteorology, klimatologi dan geofisika (bmkg) hingga membantu korban banjir mengungsi tanpa bayaran. \u201csaya tulus dan iklas melakukannya. Mereka saudara dalam bencana\u201d katanya. Ia menunjukkan bukti ketulusannya saaat keisya (4) melintas didepannya. Kulitnya putih dan sehat meski tinggal di pengungsian. Seperti teman sebayanya, keisya adalah anak anak korban banjir. Sepanjang hidupnya dihabiskan di pengungsian setiap musim hujan datang. \u201cdulu saat ibunya,ari anggaraeni, mengandung keisya, saya bantu bawa ke rumah sakit untuk melahirkan\u201d katanya. Kenangannya kembali saat hujan turun di satu sore di cigosol, empat tahun lalu. Terjadi selama beberapa hari, hujan meluapkan sungai cisangkuy anak sunga citarum, hingga 1 meter-1,5 meter. Atep ikut mengantar ari hampir Sembilan bulan saat itu. \u201cbanyak yang melahirkan saat banjir datang. Pernah ada yang saya bantu cari rumah sakit waktu banjir,anaknya lantas dinamai inka, merujuk nama gedung ini,inkanas\u201d katanya. Perjuangan atep,ia nekat menerjang banjir menuju rumah ari. Sampai disana, ari sudah menunggu didepan pintu bersama ayah dan suaminya. Tak mampu berjalan sendiri karena banjir sudah semakin tinggi, atep memapah ari menembus luapan air sungai yang dingin. Perut buncit ari tak terlihat tertutup air. Saat itu benar benar sudah terasa bayi akan keluar\u201d kata ari,yang saat itu baru berusia 19 tahun. Saat itu,bukan hal mudah mendapatkan tumpangan sampan untuk membawa ari, si ibu hamil yang akan melahirkan. \u201csekarang relative lebih aman karena ada polisi yang ikut membantu proses evakuasi\u201d katanya. Akan tetapi, melihat keisya tumbuh sehat dan besar, hatinya seperti teriris. Hingga kini,dia belum bertemu anaknya, anis sekarwahyuni. Dilahirkan setahun lalu, anis tinggal digarut bersama ibunya. Bahkan, sepucuk fotopun tak ia miliki. Ia tak mendapat izin dari mertuanya bertemu anis. Atep tidak tahu persis mengapa keluarga istrinya di garut tak mengizinkan dia bertemu anaknya. Ia hanya menduga, penghasilannya sebagai tukang cendol tak banyak. Ditambah kebiasaannya menolong korban banjir, dianggap kerap menyisihkan kepentingan keluarga. \u201csetelah semua ini selesai, saya akan pulang ke garut. Sekarang, saya pilih focus membantu korban banjir\u201d katanya.<\/p>\n<p>Koordinator pengungsian<\/p>\n<p>Ketergantungan pengungsi di inkanas pada atep, yang sebagian besar warga kampung cigosol dan kampung uak itu, terbilang tinggi. Mulai dari mencari kunci gedung saat hendak diisi pengungsi hingga menghubungi tokoh masyarakat guna meringankan kebutuhan pengungsi. \u201calasan atep tetap dipilih jadi kordinator pengungsian karena banyak kenal orang penting mulai dari polisi, camat, hingga anggota dprd\u201d kata tatang sumpena (35), warga cigosol. \u201csaya biasa jual cendol didepan kantor kecamatan baleendah. Saya banyak kenal orang disana\u201d kata atep. Salah seorang pengungsi yang resah adalah lilies sumiyati(37), warga cigosol. Sejak 28 februari atau sudah Sembilan hari dia tinggal di pengungsian. Ia datang bersama empat anaknya. Paling bungsu bernama fiza,yang siang itu tidur dalam gendongnya. Bayi yang terlihat masih merah itu baru lahir seminggu yang lalu. \u201cseperti kakak kakaknya, ia menghabiskan hari hari pertama setelah melahirkan di pengungsian. Sulit menata hidup apabila terus begini. Ingin pindah, tetapi mau ke mana\u201d katanya. Atep hanya terdiam menndengar keluh kesah itu. Ia tak bisa berbuat banyak. Seperti lilies, ia juga harus mengungsi karena tempat tinggalnya terendam banjir. \u201crencana tahun ini mandiri jualan cendol sepertinya gagal. Semua bahan dan alat terendam banjir\u201d kata atep. Selama ini, dia berjualan cendol menggunakan dana pemilik modal. Akan tetapi, kedatangan satu per satu pengungsi mulai kembali ke pengungsian menghentikan cerita rencana masa depannya. Pagi hingga siang hari, pengungsi biasanya kerja atau sekedar menjenguk rumah yang terendam lalu pulang saat sore dan malam. Suasana dengan cepat penuh sesak. Orang tua melepas lelah diantara baju basah yang dijemur didalam ruangan lembab itu. Sementara dilantai putih penuh noda, anak anak duduk bermain seperti tanpa beban. Riuh pengungsian seperti mengajak atep bangkit dari duduknya. Ia mulai lagi rutinitas di pengungsian selama enam tahun terakhir. Ia mulai menghitung jumlah pengungsi agar datanya bisa dijadikan acuan pembagian bantuan pangan dan sandang yang adil. Terhitung ada 273 orang. Memadati aula 140 meter persegi itu. \u201csaya akan terus berada disini selama dibutuhkan. Saya siap bantu\u201d kata asep ,meyakinkan.<\/p>\n<p>Sumber: Kompas.20-Maret-2017.Hal_.16<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Jauh dari hidup berkecukupan, atep wahyudin (34) punya segudang peran mulia. Sejak enam tahun lalu,\u00a0 ia setia mendampingi derita nasib pengungsi banjir kabupaten bandung setiap musim hujan tiba. Tubuh kurus atep masih meringkuk saat ditemui di pengungsian warga di gedung inkanas, kecamatan baleendah,kabupaten bandung,jawa barat,selasa (7\/3) siang. Topi lusuh menutup muka warga cigosol, kecamatan baleendah&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":6619,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[6],"tags":[],"class_list":["post-6618","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-artikel"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v27.4 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>Atep Wahyudin Setia Dampingi Korban Banjir - Library<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/atep-wahyudin-setia-dampingi-korban-banjir\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Atep Wahyudin Setia Dampingi Korban Banjir - Library\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Jauh dari hidup berkecukupan, atep wahyudin (34) punya segudang peran mulia. Sejak enam tahun lalu,\u00a0 ia setia mendampingi derita nasib pengungsi banjir kabupaten bandung setiap musim hujan tiba. Tubuh kurus atep masih meringkuk saat ditemui di pengungsian warga di gedung inkanas, kecamatan baleendah,kabupaten bandung,jawa barat,selasa (7\/3) siang. Topi lusuh menutup muka warga cigosol, kecamatan baleendah...\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/atep-wahyudin-setia-dampingi-korban-banjir\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Library\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2017-05-03T10:39:24+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2025-05-01T05:37:19+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-content\/uploads\/2017\/05\/Atep-Wahyudin_Setia-Dampingi-Korban-Banjir.Kompas.20-Maret-2017.Hal_.16-e1493807952211.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"693\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"1245\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"admin_library\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Ditulis oleh\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"admin_library\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"4 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/atep-wahyudin-setia-dampingi-korban-banjir\\\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/atep-wahyudin-setia-dampingi-korban-banjir\\\/\"},\"author\":{\"name\":\"admin_library\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/4cffc04a138a391647832a76dc126824\"},\"headline\":\"Atep Wahyudin Setia Dampingi Korban Banjir\",\"datePublished\":\"2017-05-03T10:39:24+00:00\",\"dateModified\":\"2025-05-01T05:37:19+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/atep-wahyudin-setia-dampingi-korban-banjir\\\/\"},\"wordCount\":824,\"commentCount\":0,\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/atep-wahyudin-setia-dampingi-korban-banjir\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2017\\\/05\\\/Atep-Wahyudin_Setia-Dampingi-Korban-Banjir.Kompas.20-Maret-2017.Hal_.16-e1493807952211.jpg\",\"articleSection\":[\"Artikel Koran\"],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/atep-wahyudin-setia-dampingi-korban-banjir\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/atep-wahyudin-setia-dampingi-korban-banjir\\\/\",\"name\":\"Atep Wahyudin Setia Dampingi Korban Banjir - Library\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/atep-wahyudin-setia-dampingi-korban-banjir\\\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/atep-wahyudin-setia-dampingi-korban-banjir\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2017\\\/05\\\/Atep-Wahyudin_Setia-Dampingi-Korban-Banjir.Kompas.20-Maret-2017.Hal_.16-e1493807952211.jpg\",\"datePublished\":\"2017-05-03T10:39:24+00:00\",\"dateModified\":\"2025-05-01T05:37:19+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/4cffc04a138a391647832a76dc126824\"},\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/atep-wahyudin-setia-dampingi-korban-banjir\\\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/atep-wahyudin-setia-dampingi-korban-banjir\\\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/atep-wahyudin-setia-dampingi-korban-banjir\\\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2017\\\/05\\\/Atep-Wahyudin_Setia-Dampingi-Korban-Banjir.Kompas.20-Maret-2017.Hal_.16-e1493807952211.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2017\\\/05\\\/Atep-Wahyudin_Setia-Dampingi-Korban-Banjir.Kompas.20-Maret-2017.Hal_.16-e1493807952211.jpg\",\"width\":693,\"height\":1245},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/atep-wahyudin-setia-dampingi-korban-banjir\\\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Atep Wahyudin Setia Dampingi Korban Banjir\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/\",\"name\":\"Library\",\"description\":\"UC\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/4cffc04a138a391647832a76dc126824\",\"name\":\"admin_library\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/75781214a801ee0700a52770a6367c89fe1bf1dccd2c5f0a079ece6c531f4bae?s=96&d=mm&r=g\",\"url\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/75781214a801ee0700a52770a6367c89fe1bf1dccd2c5f0a079ece6c531f4bae?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/75781214a801ee0700a52770a6367c89fe1bf1dccd2c5f0a079ece6c531f4bae?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"admin_library\"},\"url\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/author\\\/admin_library\\\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Atep Wahyudin Setia Dampingi Korban Banjir - Library","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/atep-wahyudin-setia-dampingi-korban-banjir\/","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Atep Wahyudin Setia Dampingi Korban Banjir - Library","og_description":"Jauh dari hidup berkecukupan, atep wahyudin (34) punya segudang peran mulia. Sejak enam tahun lalu,\u00a0 ia setia mendampingi derita nasib pengungsi banjir kabupaten bandung setiap musim hujan tiba. Tubuh kurus atep masih meringkuk saat ditemui di pengungsian warga di gedung inkanas, kecamatan baleendah,kabupaten bandung,jawa barat,selasa (7\/3) siang. Topi lusuh menutup muka warga cigosol, kecamatan baleendah...","og_url":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/atep-wahyudin-setia-dampingi-korban-banjir\/","og_site_name":"Library","article_published_time":"2017-05-03T10:39:24+00:00","article_modified_time":"2025-05-01T05:37:19+00:00","og_image":[{"width":693,"height":1245,"url":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-content\/uploads\/2017\/05\/Atep-Wahyudin_Setia-Dampingi-Korban-Banjir.Kompas.20-Maret-2017.Hal_.16-e1493807952211.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"admin_library","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Ditulis oleh":"admin_library","Estimasi waktu membaca":"4 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/atep-wahyudin-setia-dampingi-korban-banjir\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/atep-wahyudin-setia-dampingi-korban-banjir\/"},"author":{"name":"admin_library","@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/#\/schema\/person\/4cffc04a138a391647832a76dc126824"},"headline":"Atep Wahyudin Setia Dampingi Korban Banjir","datePublished":"2017-05-03T10:39:24+00:00","dateModified":"2025-05-01T05:37:19+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/atep-wahyudin-setia-dampingi-korban-banjir\/"},"wordCount":824,"commentCount":0,"image":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/atep-wahyudin-setia-dampingi-korban-banjir\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-content\/uploads\/2017\/05\/Atep-Wahyudin_Setia-Dampingi-Korban-Banjir.Kompas.20-Maret-2017.Hal_.16-e1493807952211.jpg","articleSection":["Artikel Koran"],"inLanguage":"id"},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/atep-wahyudin-setia-dampingi-korban-banjir\/","url":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/atep-wahyudin-setia-dampingi-korban-banjir\/","name":"Atep Wahyudin Setia Dampingi Korban Banjir - Library","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/atep-wahyudin-setia-dampingi-korban-banjir\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/atep-wahyudin-setia-dampingi-korban-banjir\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-content\/uploads\/2017\/05\/Atep-Wahyudin_Setia-Dampingi-Korban-Banjir.Kompas.20-Maret-2017.Hal_.16-e1493807952211.jpg","datePublished":"2017-05-03T10:39:24+00:00","dateModified":"2025-05-01T05:37:19+00:00","author":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/#\/schema\/person\/4cffc04a138a391647832a76dc126824"},"breadcrumb":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/atep-wahyudin-setia-dampingi-korban-banjir\/#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/atep-wahyudin-setia-dampingi-korban-banjir\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/atep-wahyudin-setia-dampingi-korban-banjir\/#primaryimage","url":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-content\/uploads\/2017\/05\/Atep-Wahyudin_Setia-Dampingi-Korban-Banjir.Kompas.20-Maret-2017.Hal_.16-e1493807952211.jpg","contentUrl":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-content\/uploads\/2017\/05\/Atep-Wahyudin_Setia-Dampingi-Korban-Banjir.Kompas.20-Maret-2017.Hal_.16-e1493807952211.jpg","width":693,"height":1245},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/atep-wahyudin-setia-dampingi-korban-banjir\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Atep Wahyudin Setia Dampingi Korban Banjir"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/#website","url":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/","name":"Library","description":"UC","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/#\/schema\/person\/4cffc04a138a391647832a76dc126824","name":"admin_library","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/75781214a801ee0700a52770a6367c89fe1bf1dccd2c5f0a079ece6c531f4bae?s=96&d=mm&r=g","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/75781214a801ee0700a52770a6367c89fe1bf1dccd2c5f0a079ece6c531f4bae?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/75781214a801ee0700a52770a6367c89fe1bf1dccd2c5f0a079ece6c531f4bae?s=96&d=mm&r=g","caption":"admin_library"},"url":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/author\/admin_library\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/6618","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=6618"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/6618\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":7442,"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/6618\/revisions\/7442"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-json\/wp\/v2\/media\/6619"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=6618"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=6618"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=6618"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}