{"id":666,"date":"2015-07-07T15:37:29","date_gmt":"2015-07-07T08:37:29","guid":{"rendered":"http:\/\/library.uc.ac.id\/?p=666"},"modified":"2025-05-01T12:37:28","modified_gmt":"2025-05-01T05:37:28","slug":"penggerak-pelestarian-penyu-pulau-sembilan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/penggerak-pelestarian-penyu-pulau-sembilan\/","title":{"rendered":"Abdul Malik Penggerak Pelestarian Penyu Pulau Sembilan"},"content":{"rendered":"<p><a ref=\"magnificPopup\" href=\"https:\/\/dieng.blob.core.windows.net\/library\/2015\/07\/Penggerak-Pelestarian-Penyu-Pulau-Sembilan.-Kompas.-10-Juni-2015.Hal_.16.jpg\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"alignnone size-full wp-image-667\" src=\"https:\/\/dieng.blob.core.windows.net\/library\/2015\/07\/Penggerak-Pelestarian-Penyu-Pulau-Sembilan.-Kompas.-10-Juni-2015.Hal_.16.jpg\" alt=\"Penggerak-Pelestarian-Penyu-Pulau-Sembilan.-Kompas.-10-Juni-2015.Hal.16\" width=\"1500\" height=\"1301\" \/><\/a><\/p>\n<p><strong>Terlahir sebagai anak kepulauan, Abdul Malik (37) sangat akrab dengan laut dan beraneka ragam kehidupan di laut. Hampir tiap saat, ia menyaksikan penyu naik ke pulau kecil yang bibir pantainya berpasir lembut untuk melepaskan telurnya. Namun lambat laun, jumlah penyu yang naik ke pantai untuk bertelur semakin berkurang. Kegelisahan mulai mengganggunya.<\/strong><\/p>\n<p><strong>OLEH JUMARTO YULIANUS<\/strong><\/p>\n<p>Kemanakah penyu-penyu di Pulau Sembilan? Malik lalu menghela napas. Setidaknya hingga umur 18 tahun, ia turut menyebabkan penyu di kampung halamannya berkurang. Pulau sembilan adlaah sebuah kecamatan di Kabupaten Kotabaru, Kalimantan Selatan, yang berupa gugusan pulau-pulau kecil dengan luas wilayah 4,76 kilometer persegi.<\/p>\n<p>\u201cDi sini, telur penyu diambil untuk dikonsumsi dan diperjualbelikan secara bebas. Tak jarang pula, induknya ditangkap dan dijadikan lauk,\u201d kata Malik saat ditemui di Pulau Marabatuan, pusat Kecamatan Pulau Sembilan, akhir\u00a0 Mei lalu. Pusat kecamatan pulau terluar ini terletak di selatan Kotabaru dengan jarak 82 mil laut (152 kilometer). Untuk mencapai pulau terluar ini, perlu waktu sekitar 10 jam dari Kotabaru ke Marabatuan dengan menumpang kapal laut (kapal perintis).<\/p>\n<p>Malik mengatakan, dirinya baru mengetahui sedikit tentang penyu sebagai kelompol reptil yang dilindungi undang-undang pada 1996. Menurut Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya, perdagangan satwa dilindungi seperti penyu, penjual maupun pembeli bisa dihukum penjara 5 tahun dan denda Rp 100 juta.<\/p>\n<p>Setelah mengetahui keberadaan penyu sebagai hewan yang dilindungi, kata Malik, ia memutuskan untuk tidak lagi mengonsumsi daging maupun telur penyu. Padahal, bagi masyarakat di pulau terluar Kalimantan Selatan, itu mengonsumsi daging dan telur penyu adalah hal biasa. \u201cSaya lalu mencari tahu lebih banyak tentang penyu,\u201d ucapnya.<\/p>\n<p>Dengan bertambahnya wawasan tentang penyu, Malik semakin menaruh perhatian pada kelestarian penyu di daerahnya. Tahun 2006, ia mengenal ProFaunda, lalu bergabung disitu sebagai suporter. ProFauna merupakan sebuah lembaga independen nonprofit berjaringan internasional yang bergerak di bidang perlindungan dan pelestarian satwa liar dan habitatnya.<\/p>\n<p>Berselang satu tahun setelah menjadi suporter ProFauna, Malik berkesempatan mengikuti diklat perlindungan dan pelestarian satwa liar dan habitatnya yang diadakan lembaga tersebut di Samarinda, Kalimantan Timur. \u201cSaat mengikuti diklat selama empat hari, saya lebih fokus pada sesi perlindungan dan pelestarian penyu,\u201d kata guru SD ini.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><strong>Membuat gerakan<\/strong><\/p>\n<p>Sepulang dari Samarinda, Malik mulai mengumpulkan rekan-rekan guru angkatan muda di wilayah Pulau Sembilan dan mengajak mereka berbuat sesuatu demi kelestarian penyu. Para guru, anak-anak kepulauan setempat yang merupakan generasi muda terdidik, akhirnya sepakat membuat gerakan pelestarian penyu.<\/p>\n<p>Menurut Malik, dua jenis penyu yang dijumpai di Pulau Sembilan, yakni penyu hijau (<em>Chelonia mydas<\/em>) dan penyu sisik (<em>Eretmochelys imbricata<\/em>), sudah makin berkurang jumlahnya. Pulau-pulau kecil di wilayah Pulau Sembilan, seperti Pulai Danauwan, Pamalikan, dan Kalambau, yang merupakam surga bagi penyu untuk bertelur dan berkembang biak sudah tidak seramai dulu. \u201cDulu, setiap hari, bisa dijumpai 10-20 ekor penyu yang bertelur di pantai. Sekarang, paling banyak 5-7 ekor saja,\u201d tuturnya.<\/p>\n<p>Pada dasarnya, kata Malik, masyarakat kepulauan menyadari bahwa jumlah penyu yang bertelur di pantai terus berkurang setiap tahun. Namun, mereka tidak berpikir aktivitas mengambil telur penyu sebagai salah satu penyebabnya. \u201cMenurut mereka, penyu berkurang karena masih ada nelayan luar yang memburu dan menangkapnya meski mereka sendiri sudah berhenti menangkap penyu,\u201d ungkapnya.<\/p>\n<p>Adanya pandangan masyarakat yang demikian, membuat Malik dan rekan-rekannya mencoba memberikan pemahaman kepada masyarakat bahwa pemanfaatan penyu secara langsung diambil daging ataupun telurnya akan menyebabkan populasi penyu berkurang. \u201cKami mengajak masyarakat menangkarkan sebagian dari telur agar penyu tetap bisa berkembang biak,\u201d katanya.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><strong>Tak dihiraukan<\/strong><\/p>\n<p>Namun, ajakan Malik dan 11 rekannya sering kali tak dihiraukan. Sebagian warga menganggap kelompok guru muda ini sebagai tukang usik atau pengganggu kehidupan nelayan. \u201cSaat kami menyuarakan pentingnya konservasi penyu, kami dibilang hanya akan menghilangkan penghasilan mereka,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p>Beberapa nelayan yang setiap hari menikati hasil penjualan telur penyu, karena penyu bertelur di areal kebun mereka, lalu menunjukkan sikap tidak suka. Dialog dan pendekatan dari hati ke hati sering kali menemukan jalan buntu. Malik dan rekan-rekannya bukan hanya tak dihiraukan, melainkan juga ditentang warga kepulauan.<\/p>\n<p>Menghadapi warga kepulauan, yang sejatinya keluarganya sendiri, Malik bersama rekan-rekannya tak bisa frontal. Mereka pun membuat gerakan diam-diam. \u201cAkhir pekan, kami biasanya bermalam di pulau, tempat penyu bertelur. Setlah penyu naik dan bertelur, kami biasanya menghilangkan jejaknya atau memindahkan telurnya ke tempat yang aman,\u201d katanya.<\/p>\n<p>Selain itu, secara swadaya, Malik mengajak rekannya membuat kaus bergambar penyu dengan kalimat imbauan untuk menjaga kelestarian penyu. Kaus tidak hanya untuk dipakai kalangannya sendiri, tetapi juga dibagikan secara gratis kepada motoris kapal nelayan, yang biasa mengantar-jemput penumoang dari dermaga ke kapal perintis yang sedang sandar. \u201cDengan melihat kaus itu, kami berharap muncul kesadaran masyarakat untuk menjaga kelestarian penyu,\u201d ucapnya.<\/p>\n<p>Menurut Malik, kelompok mereka akan tetap hidup menyuarakan pelestarian penyu meskipun sampai sekarang tidak memiliki struktur organisasi yang jelas, dan tidak juga mendapat dukungan dari aparatur desa maupun kecamatan. Di tengah berbagai tantangan, Malik bersama rekannya berupaya mencari solusi terbaik, yakni bagaimana kelestarian penyu tetap terjaga, tetapi masyarakat tidak kehilangan mata pencarian.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><strong>ABDUL MALIK<\/strong><\/p>\n<p><strong>\u25aa Lahir<\/strong> : Marabatuan, Pulau Sembilan, 21 Maret 1978<\/p>\n<p><strong>\u25aa Pendidikan<\/strong>:<\/p>\n<ul>\n<li>SD Negeri 1 Tengah, Marabatuan, Pulau Sembilan (1984-1990)<\/li>\n<li>SMP PGRI Saijaan, Marabatuan, Pulau Sembilan ( 1990-1993)<\/li>\n<li>SMA Negeri 1 Kusan Hilir, Tanah Bumbu (1993-1996)<\/li>\n<li>D-2 Pendidikan Guru Sekolah Dasar Akademi Keguruan Paris Barantai, Kotabaru (2000-2003)<\/li>\n<li>S-1 Pendidikan Bahasa Indonesia STKIP Paris Barantai, Kotabaru (lulus 2013)<\/li>\n<\/ul>\n<p><strong>\u25aa Pekerjaan<\/strong> :<\/p>\n<ul>\n<li>Guru PNS di SD Negeri Teluk Sungai, Matasirih, Pulau Sembilan (2003-2008)<\/li>\n<li>Guru PNS di SD Negeri 1 Tengah, Marabatuan, Pulau Sembilan (2008-sekarang)<\/li>\n<\/ul>\n<p><strong>\u25aa Organisasi <\/strong>: Suporter ProFauna Indonesia<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><strong>UC Lib-Collect<\/strong><\/p>\n<p><strong>Kompas. Rabu. 10 Juni 2015. Hal 16<\/strong><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Terlahir sebagai anak kepulauan, Abdul Malik (37) sangat akrab dengan laut dan beraneka ragam kehidupan di laut. Hampir tiap saat, ia menyaksikan penyu naik ke pulau kecil yang bibir pantainya berpasir lembut untuk melepaskan telurnya. Namun lambat laun, jumlah penyu yang naik ke pantai untuk bertelur semakin berkurang. Kegelisahan mulai mengganggunya. OLEH JUMARTO YULIANUS Kemanakah&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":667,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[6],"tags":[],"class_list":["post-666","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-artikel"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v27.4 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>Abdul Malik Penggerak Pelestarian Penyu Pulau Sembilan - Library<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/penggerak-pelestarian-penyu-pulau-sembilan\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Abdul Malik Penggerak Pelestarian Penyu Pulau Sembilan - Library\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Terlahir sebagai anak kepulauan, Abdul Malik (37) sangat akrab dengan laut dan beraneka ragam kehidupan di laut. Hampir tiap saat, ia menyaksikan penyu naik ke pulau kecil yang bibir pantainya berpasir lembut untuk melepaskan telurnya. Namun lambat laun, jumlah penyu yang naik ke pantai untuk bertelur semakin berkurang. Kegelisahan mulai mengganggunya. OLEH JUMARTO YULIANUS Kemanakah...\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/penggerak-pelestarian-penyu-pulau-sembilan\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Library\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2015-07-07T08:37:29+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2025-05-01T05:37:28+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-content\/uploads\/2015\/07\/Penggerak-Pelestarian-Penyu-Pulau-Sembilan.-Kompas.-10-Juni-2015.Hal_.16-e1487044760725.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"690\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"570\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"admin_library\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Ditulis oleh\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"admin_library\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"4 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/penggerak-pelestarian-penyu-pulau-sembilan\\\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/penggerak-pelestarian-penyu-pulau-sembilan\\\/\"},\"author\":{\"name\":\"admin_library\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/4cffc04a138a391647832a76dc126824\"},\"headline\":\"Abdul Malik Penggerak Pelestarian Penyu Pulau Sembilan\",\"datePublished\":\"2015-07-07T08:37:29+00:00\",\"dateModified\":\"2025-05-01T05:37:28+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/penggerak-pelestarian-penyu-pulau-sembilan\\\/\"},\"wordCount\":873,\"commentCount\":0,\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/penggerak-pelestarian-penyu-pulau-sembilan\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2015\\\/07\\\/Penggerak-Pelestarian-Penyu-Pulau-Sembilan.-Kompas.-10-Juni-2015.Hal_.16-e1487044760725.jpg\",\"articleSection\":[\"Artikel Koran\"],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/penggerak-pelestarian-penyu-pulau-sembilan\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/penggerak-pelestarian-penyu-pulau-sembilan\\\/\",\"name\":\"Abdul Malik Penggerak Pelestarian Penyu Pulau Sembilan - Library\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/penggerak-pelestarian-penyu-pulau-sembilan\\\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/penggerak-pelestarian-penyu-pulau-sembilan\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2015\\\/07\\\/Penggerak-Pelestarian-Penyu-Pulau-Sembilan.-Kompas.-10-Juni-2015.Hal_.16-e1487044760725.jpg\",\"datePublished\":\"2015-07-07T08:37:29+00:00\",\"dateModified\":\"2025-05-01T05:37:28+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/4cffc04a138a391647832a76dc126824\"},\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/penggerak-pelestarian-penyu-pulau-sembilan\\\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/penggerak-pelestarian-penyu-pulau-sembilan\\\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/penggerak-pelestarian-penyu-pulau-sembilan\\\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2015\\\/07\\\/Penggerak-Pelestarian-Penyu-Pulau-Sembilan.-Kompas.-10-Juni-2015.Hal_.16-e1487044760725.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2015\\\/07\\\/Penggerak-Pelestarian-Penyu-Pulau-Sembilan.-Kompas.-10-Juni-2015.Hal_.16-e1487044760725.jpg\",\"width\":690,\"height\":570},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/penggerak-pelestarian-penyu-pulau-sembilan\\\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Abdul Malik Penggerak Pelestarian Penyu Pulau Sembilan\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/\",\"name\":\"Library\",\"description\":\"UC\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/4cffc04a138a391647832a76dc126824\",\"name\":\"admin_library\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/75781214a801ee0700a52770a6367c89fe1bf1dccd2c5f0a079ece6c531f4bae?s=96&d=mm&r=g\",\"url\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/75781214a801ee0700a52770a6367c89fe1bf1dccd2c5f0a079ece6c531f4bae?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/75781214a801ee0700a52770a6367c89fe1bf1dccd2c5f0a079ece6c531f4bae?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"admin_library\"},\"url\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/author\\\/admin_library\\\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Abdul Malik Penggerak Pelestarian Penyu Pulau Sembilan - Library","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/penggerak-pelestarian-penyu-pulau-sembilan\/","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Abdul Malik Penggerak Pelestarian Penyu Pulau Sembilan - Library","og_description":"Terlahir sebagai anak kepulauan, Abdul Malik (37) sangat akrab dengan laut dan beraneka ragam kehidupan di laut. Hampir tiap saat, ia menyaksikan penyu naik ke pulau kecil yang bibir pantainya berpasir lembut untuk melepaskan telurnya. Namun lambat laun, jumlah penyu yang naik ke pantai untuk bertelur semakin berkurang. Kegelisahan mulai mengganggunya. OLEH JUMARTO YULIANUS Kemanakah...","og_url":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/penggerak-pelestarian-penyu-pulau-sembilan\/","og_site_name":"Library","article_published_time":"2015-07-07T08:37:29+00:00","article_modified_time":"2025-05-01T05:37:28+00:00","og_image":[{"width":690,"height":570,"url":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-content\/uploads\/2015\/07\/Penggerak-Pelestarian-Penyu-Pulau-Sembilan.-Kompas.-10-Juni-2015.Hal_.16-e1487044760725.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"admin_library","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Ditulis oleh":"admin_library","Estimasi waktu membaca":"4 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/penggerak-pelestarian-penyu-pulau-sembilan\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/penggerak-pelestarian-penyu-pulau-sembilan\/"},"author":{"name":"admin_library","@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/#\/schema\/person\/4cffc04a138a391647832a76dc126824"},"headline":"Abdul Malik Penggerak Pelestarian Penyu Pulau Sembilan","datePublished":"2015-07-07T08:37:29+00:00","dateModified":"2025-05-01T05:37:28+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/penggerak-pelestarian-penyu-pulau-sembilan\/"},"wordCount":873,"commentCount":0,"image":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/penggerak-pelestarian-penyu-pulau-sembilan\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-content\/uploads\/2015\/07\/Penggerak-Pelestarian-Penyu-Pulau-Sembilan.-Kompas.-10-Juni-2015.Hal_.16-e1487044760725.jpg","articleSection":["Artikel Koran"],"inLanguage":"id"},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/penggerak-pelestarian-penyu-pulau-sembilan\/","url":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/penggerak-pelestarian-penyu-pulau-sembilan\/","name":"Abdul Malik Penggerak Pelestarian Penyu Pulau Sembilan - Library","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/penggerak-pelestarian-penyu-pulau-sembilan\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/penggerak-pelestarian-penyu-pulau-sembilan\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-content\/uploads\/2015\/07\/Penggerak-Pelestarian-Penyu-Pulau-Sembilan.-Kompas.-10-Juni-2015.Hal_.16-e1487044760725.jpg","datePublished":"2015-07-07T08:37:29+00:00","dateModified":"2025-05-01T05:37:28+00:00","author":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/#\/schema\/person\/4cffc04a138a391647832a76dc126824"},"breadcrumb":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/penggerak-pelestarian-penyu-pulau-sembilan\/#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/penggerak-pelestarian-penyu-pulau-sembilan\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/penggerak-pelestarian-penyu-pulau-sembilan\/#primaryimage","url":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-content\/uploads\/2015\/07\/Penggerak-Pelestarian-Penyu-Pulau-Sembilan.-Kompas.-10-Juni-2015.Hal_.16-e1487044760725.jpg","contentUrl":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-content\/uploads\/2015\/07\/Penggerak-Pelestarian-Penyu-Pulau-Sembilan.-Kompas.-10-Juni-2015.Hal_.16-e1487044760725.jpg","width":690,"height":570},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/penggerak-pelestarian-penyu-pulau-sembilan\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Abdul Malik Penggerak Pelestarian Penyu Pulau Sembilan"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/#website","url":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/","name":"Library","description":"UC","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/#\/schema\/person\/4cffc04a138a391647832a76dc126824","name":"admin_library","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/75781214a801ee0700a52770a6367c89fe1bf1dccd2c5f0a079ece6c531f4bae?s=96&d=mm&r=g","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/75781214a801ee0700a52770a6367c89fe1bf1dccd2c5f0a079ece6c531f4bae?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/75781214a801ee0700a52770a6367c89fe1bf1dccd2c5f0a079ece6c531f4bae?s=96&d=mm&r=g","caption":"admin_library"},"url":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/author\/admin_library\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/666","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=666"}],"version-history":[{"count":4,"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/666\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":4379,"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/666\/revisions\/4379"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-json\/wp\/v2\/media\/667"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=666"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=666"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=666"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}