{"id":6799,"date":"2017-05-12T16:20:28","date_gmt":"2017-05-12T09:20:28","guid":{"rendered":"http:\/\/library.uc.ac.id\/?p=6799"},"modified":"2025-05-01T12:37:18","modified_gmt":"2025-05-01T05:37:18","slug":"avo-juhartono-menyeimbangkan-konservasi-dan-kesejahteraan-warga","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/avo-juhartono-menyeimbangkan-konservasi-dan-kesejahteraan-warga\/","title":{"rendered":"Avo Juhartono Menyeimbangkan Konservasi dan Kesejahteraan Warga"},"content":{"rendered":"<p><a ref=\"magnificPopup\" href=\"https:\/\/dieng.blob.core.windows.net\/library\/2017\/05\/Avo-Menyeimbangkan-Konservasi-dan-Kesejahteraan-Warga.-Kompas.-23-Desember-2016.-Hal-16.jpg\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"alignnone  wp-image-6800\" src=\"https:\/\/dieng.blob.core.windows.net\/library\/2017\/05\/Avo-Menyeimbangkan-Konservasi-dan-Kesejahteraan-Warga.-Kompas.-23-Desember-2016.-Hal-16.jpg\" alt=\"Avo Menyeimbangkan Konservasi dan Kesejahteraan Warga. Kompas. 23 Desember 2016. Hal 16\" width=\"967\" height=\"847\" \/><\/a><\/p>\n<p><strong>MENYEIMBANGKAN KONVERSI DAN KESEJAHTERAAN WARGA <\/strong><\/p>\n<p>Upaya konservasi lingkungan atau hutan tanpa melibatkan peran serta masyarakat hanyalah akan menjadi logan. Begitu pula jika upaya konservasi itutidak memperhatikan kesejahrataan warga disekitar hutan, maka kepedulian warga terhadap hutan akan tipis dan rasa kepemilikan terhadap hutan yang lestari hanyalah angan-angan.<\/p>\n<p><strong>OLEH RINI KUSTIASIH<\/strong><\/p>\n<p>Kesimpulan itu terpatri di benak Avo Juhartono (46). Bapak dua anak yang tinggal di Cigugur., Kabupaten Kuningan, Jawa Barat, itu sejak remaja telah keluar masuk hutan. Selain karena menjadi anggota kelompok pecinta alam disekolahnya, SMA 2 Kuningan, ia sendiri tinggal disekitar hutan.<\/p>\n<p>Rumahnya berdampingan dengan instalasi reservoir air bersih yang disalurkan dari hulu Ciremai, hanya sekitar 7 kilometer dari jalur pendakian utama Gunung Ciremai di Desa Patulungan, Kecamatan Cigugur.<\/p>\n<p>\u201cMasyarakat sekitar hutan sekarang amat butuh pemberdayaan. Tanpa adanya nilai ekonomi dari konservasi hutan dan lingkungan, mereka akan mudah masuk lagi ke hutan secara illegal. Atau kalau ada api, mereka akan abai saja\u201d ujar Avo yang mengingatkan tentang kebakaran yang melanda Ciremai pada Agustus hingga awal Oktober lalu. Pada kejadian itu, lebih dari 127 hektar hutan ciremai terbakar.<\/p>\n<p>Avo, Ketua Komunitas Hijau Kuningan, yang juga relawan Badan Penanggulang Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kuningan, ini menjelaskan kebakaran di Ciremai itu terjadi di ketinggian 2.700 meter diatas permukaan laut (mdpl) dan terus merambat hingga mengenai hamparan Bungan edelweiss di bagian puncak gunung yang berada diatas ketinggian 3.000 mdpl. Hampir separuh kawasan edelweiss hangus terbakar dan hal itulah yang terutama membuat Avo miris dan sedih.<\/p>\n<p>Selama ia aktif sebagai pegiat lingkungan yang tergabung dalam Aktivitas Anak Rimba (Akar) di Kuningan, faktor manusia menjadi penyebab dominan terjadi kebakaran dihutan. Karena itu, manusia harus jadi prioritas dalam mencegah kebakaran hutan.<\/p>\n<p>Paling tidak ada tiga problem yang berkaitan dengan manusia. Pertama, karena bagian beberapa bagian hutan Ciremai berbatasan langsung dengan kebun warga sehinga ketika warga membersihkan kebunnya dengan membakar ranting dan daun-daun kering, api bisa jadi tidak terkendali dan merambat ke hutan. Kedua, kebakaran di Ciremai seringkali terjadi di jalur utama yang sering dilintasi warga sekitar hutan dan pendaki. Ketiga, problem social ekonomi yang dialami warga sekitar hutan memicu aksi untuk \u201cmerusak\u201d hutan. Dua problem pertama mudah diatasi dengan himbauan dan larangan. Namun untuk penyabab ketiga, ada unsur kesengajaan yang dilatarbelakangi motif ekonomi. Sebagian warga ada yang melakukan itu untuk membuka lahan atau sekedar melampiaskan kekesalannya karena kesenjangan yang dialami. Untuk penyebab yang ketiga itu, himbauan saja tidak cukup harus ada pemberdayaan ekonomi. Problem ekonomi-sosial di Ciremai berawal dari perubahan pengelola hutan. Sejak 2004, pengelola hutan Ciremai beralih dari perhutani kepada Balai taman Nasional Gunung Ciremai (TNGC). Peralihan itu mengubah cara hidup dan relasi antara warga sekitar hutan dan Ciremai. Saat dikelola perhutani, sistem pengelolaan hutan bersama masyarakat (PHBM) memungkinkan warga bercocok tanam di bawah tegakan pohon.<\/p>\n<p>Warga sekitar Ciremai ketika itu bisa bertanam sayur dilahan hutan. Beberapa dari warga juga mengembangkan kopi dan tanaman buah-buahan. \u201cKetika pengelolaan dilakuan TNGC, warga dilarang menanam diantara tegakan. Warga sekitar hutan otomatis kehilangan lahan yang bisa mereka mamfaatkan. Hutan menjadi berjarak dengan mereka. \u201ckata Avo\u201d<\/p>\n<p><strong>Jasa Lingkungan<\/strong><\/p>\n<p>Kebakaran hutan yang besar pada Agustus-Oktober lalu, menurut Avo, juga dampak dari kurangnya koordinasi antara pengelola TNGC dan warga. Dengan jumlah polisi hutan yang amat terbatas, tidak jarang seorang polisi hutan bertanggung jawab atas ratusan sampai ribuan hektar lahan hutan. Misalnya, di Bantar agung, Majalengka, seorang petugas resor mengawasi 1.742 ha lahan. Akibatnya, jika terjadi kebakaran hutan, petugas tidak mampu mengawasinya pada saat seperti itu, wargalah yang dimintai tolong.<\/p>\n<p>\u201cPada sisi ini, warga sulit bergerak karena mereka seolah taka da kepentingan dengan hutan. Boleh jadi mereka kian tak peduli dengan kondisi hutan\u201d Kata Avo.<\/p>\n<p>Itulah kondisi riil yang mesti dihadapi pengelola hutan ketika mereka tidak mampu menyinergikan kelestarian hutan dengan kesejahraan warga. Disisi lain warga disekitar hutan diwajibkan menjaga hutan dari kerusakan dan api.<\/p>\n<p>Avo juga mempertanyakan fungsi jasa lingkungan dari kelestarian hutan itu sendiri. Warga di hilir menikmati air yang melimpah dari kelestarian hutan dan beberapa perusahaan swasta lokal di Cirebon dan Kuningan yang mengolah air dari Ciremai itu menjadi air mineral dalam kemasan.<\/p>\n<p>Mengapa kelestarian hutan lebih menguntungkan warga di hilir, sementara warga sekitar Ciremai kurang menikmatinya? Gugatan terus mengendap dibenaknya, hingga tahun 2000 ia dan kawan-kawannya dari akar Kuningan memelopori kawasan wisata alam Lembah Cilengkrang di Desa Pajambon, Kramatmulya, Kuningan. Objek wisata tersebut dikelola warga, bekerjasama dengan perhutani., yang kini diteruskan dengan TNGC. Negara juga untung karena objek wisata ini menyumbang penerimaan negara bukan pajak (PNBP). Meski\u00a0 wisata tersebut hasilnya tidak sebesar jika dibandingkan dengan bertanam sayuran, warga mendapat mamfaat pengelolaan hutan. Konsep pengelolan wisata alam itu kini banyak diduplikasi warga yang bekerja sama dengan TNGC.<\/p>\n<p>Hal lain yang belum dilihat pengelolaan hutan ialah potensi buah-buahan tropis disekitar hutan. Dilereng-lereng Ciremai, warga banyak menanam avokad, jambu biji, salak, kapusung, dan durian. \u201cAndaikata diolah, Ciremai bisa menjadi sentra buah-buahan tropis diwilayah timur Jawa Barat. Bayangkan jika itu dikelola dengan promosi dan pengemasan desa wisata yang bertema buah-buahan atau terobosan lain. Misalnya, dengan tawaran kolam renang air hangat di tengah sejuknya udara Ciremai,\u201d kata Avo.<\/p>\n<p>Ide-ide terobosan tersebut berputar dikepalanya. Wajar saja ia dijuluki \u201cAvo\u201d kependekan dari nama ahli kimia Amadeo Avogadro yang merumuskan teori atom molekul. Teman-temannya sesame pecinta alam semasa di SMA memangilnya \u201cAvogadro\u201d lalu menjadi \u201cAvo\u201d lantara nilai kimia selalu bagus. \u201cNama saya sebenarnya pendek. Ju Hartono, ujarnya tertawa.<\/p>\n<p><strong>SUMBER<\/strong>: KOMPAS, RABU, 23 DESEMBER 2015<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>MENYEIMBANGKAN KONVERSI DAN KESEJAHTERAAN WARGA Upaya konservasi lingkungan atau hutan tanpa melibatkan peran serta masyarakat hanyalah akan menjadi logan. Begitu pula jika upaya konservasi itutidak memperhatikan kesejahrataan warga disekitar hutan, maka kepedulian warga terhadap hutan akan tipis dan rasa kepemilikan terhadap hutan yang lestari hanyalah angan-angan. OLEH RINI KUSTIASIH Kesimpulan itu terpatri di benak Avo&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":6800,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[6],"tags":[],"class_list":["post-6799","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-artikel"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v27.4 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>Avo Juhartono Menyeimbangkan Konservasi dan Kesejahteraan Warga - Library<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/avo-juhartono-menyeimbangkan-konservasi-dan-kesejahteraan-warga\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Avo Juhartono Menyeimbangkan Konservasi dan Kesejahteraan Warga - Library\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"MENYEIMBANGKAN KONVERSI DAN KESEJAHTERAAN WARGA Upaya konservasi lingkungan atau hutan tanpa melibatkan peran serta masyarakat hanyalah akan menjadi logan. Begitu pula jika upaya konservasi itutidak memperhatikan kesejahrataan warga disekitar hutan, maka kepedulian warga terhadap hutan akan tipis dan rasa kepemilikan terhadap hutan yang lestari hanyalah angan-angan. OLEH RINI KUSTIASIH Kesimpulan itu terpatri di benak Avo...\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/avo-juhartono-menyeimbangkan-konservasi-dan-kesejahteraan-warga\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Library\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2017-05-12T09:20:28+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2025-05-01T05:37:18+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-content\/uploads\/2017\/05\/Avo-Menyeimbangkan-Konservasi-dan-Kesejahteraan-Warga.-Kompas.-23-Desember-2016.-Hal-16-e1494580819492.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"999\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"1586\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"admin_library\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Ditulis oleh\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"admin_library\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"4 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/avo-juhartono-menyeimbangkan-konservasi-dan-kesejahteraan-warga\\\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/avo-juhartono-menyeimbangkan-konservasi-dan-kesejahteraan-warga\\\/\"},\"author\":{\"name\":\"admin_library\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/4cffc04a138a391647832a76dc126824\"},\"headline\":\"Avo Juhartono Menyeimbangkan Konservasi dan Kesejahteraan Warga\",\"datePublished\":\"2017-05-12T09:20:28+00:00\",\"dateModified\":\"2025-05-01T05:37:18+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/avo-juhartono-menyeimbangkan-konservasi-dan-kesejahteraan-warga\\\/\"},\"wordCount\":871,\"commentCount\":0,\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/avo-juhartono-menyeimbangkan-konservasi-dan-kesejahteraan-warga\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2017\\\/05\\\/Avo-Menyeimbangkan-Konservasi-dan-Kesejahteraan-Warga.-Kompas.-23-Desember-2016.-Hal-16-e1494580819492.jpg\",\"articleSection\":[\"Artikel Koran\"],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/avo-juhartono-menyeimbangkan-konservasi-dan-kesejahteraan-warga\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/avo-juhartono-menyeimbangkan-konservasi-dan-kesejahteraan-warga\\\/\",\"name\":\"Avo Juhartono Menyeimbangkan Konservasi dan Kesejahteraan Warga - Library\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/avo-juhartono-menyeimbangkan-konservasi-dan-kesejahteraan-warga\\\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/avo-juhartono-menyeimbangkan-konservasi-dan-kesejahteraan-warga\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2017\\\/05\\\/Avo-Menyeimbangkan-Konservasi-dan-Kesejahteraan-Warga.-Kompas.-23-Desember-2016.-Hal-16-e1494580819492.jpg\",\"datePublished\":\"2017-05-12T09:20:28+00:00\",\"dateModified\":\"2025-05-01T05:37:18+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/4cffc04a138a391647832a76dc126824\"},\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/avo-juhartono-menyeimbangkan-konservasi-dan-kesejahteraan-warga\\\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/avo-juhartono-menyeimbangkan-konservasi-dan-kesejahteraan-warga\\\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/avo-juhartono-menyeimbangkan-konservasi-dan-kesejahteraan-warga\\\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2017\\\/05\\\/Avo-Menyeimbangkan-Konservasi-dan-Kesejahteraan-Warga.-Kompas.-23-Desember-2016.-Hal-16-e1494580819492.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2017\\\/05\\\/Avo-Menyeimbangkan-Konservasi-dan-Kesejahteraan-Warga.-Kompas.-23-Desember-2016.-Hal-16-e1494580819492.jpg\",\"width\":999,\"height\":1586},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/avo-juhartono-menyeimbangkan-konservasi-dan-kesejahteraan-warga\\\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Avo Juhartono Menyeimbangkan Konservasi dan Kesejahteraan Warga\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/\",\"name\":\"Library\",\"description\":\"UC\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/4cffc04a138a391647832a76dc126824\",\"name\":\"admin_library\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/75781214a801ee0700a52770a6367c89fe1bf1dccd2c5f0a079ece6c531f4bae?s=96&d=mm&r=g\",\"url\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/75781214a801ee0700a52770a6367c89fe1bf1dccd2c5f0a079ece6c531f4bae?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/75781214a801ee0700a52770a6367c89fe1bf1dccd2c5f0a079ece6c531f4bae?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"admin_library\"},\"url\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/author\\\/admin_library\\\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Avo Juhartono Menyeimbangkan Konservasi dan Kesejahteraan Warga - Library","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/avo-juhartono-menyeimbangkan-konservasi-dan-kesejahteraan-warga\/","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Avo Juhartono Menyeimbangkan Konservasi dan Kesejahteraan Warga - Library","og_description":"MENYEIMBANGKAN KONVERSI DAN KESEJAHTERAAN WARGA Upaya konservasi lingkungan atau hutan tanpa melibatkan peran serta masyarakat hanyalah akan menjadi logan. Begitu pula jika upaya konservasi itutidak memperhatikan kesejahrataan warga disekitar hutan, maka kepedulian warga terhadap hutan akan tipis dan rasa kepemilikan terhadap hutan yang lestari hanyalah angan-angan. OLEH RINI KUSTIASIH Kesimpulan itu terpatri di benak Avo...","og_url":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/avo-juhartono-menyeimbangkan-konservasi-dan-kesejahteraan-warga\/","og_site_name":"Library","article_published_time":"2017-05-12T09:20:28+00:00","article_modified_time":"2025-05-01T05:37:18+00:00","og_image":[{"width":999,"height":1586,"url":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-content\/uploads\/2017\/05\/Avo-Menyeimbangkan-Konservasi-dan-Kesejahteraan-Warga.-Kompas.-23-Desember-2016.-Hal-16-e1494580819492.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"admin_library","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Ditulis oleh":"admin_library","Estimasi waktu membaca":"4 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/avo-juhartono-menyeimbangkan-konservasi-dan-kesejahteraan-warga\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/avo-juhartono-menyeimbangkan-konservasi-dan-kesejahteraan-warga\/"},"author":{"name":"admin_library","@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/#\/schema\/person\/4cffc04a138a391647832a76dc126824"},"headline":"Avo Juhartono Menyeimbangkan Konservasi dan Kesejahteraan Warga","datePublished":"2017-05-12T09:20:28+00:00","dateModified":"2025-05-01T05:37:18+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/avo-juhartono-menyeimbangkan-konservasi-dan-kesejahteraan-warga\/"},"wordCount":871,"commentCount":0,"image":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/avo-juhartono-menyeimbangkan-konservasi-dan-kesejahteraan-warga\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-content\/uploads\/2017\/05\/Avo-Menyeimbangkan-Konservasi-dan-Kesejahteraan-Warga.-Kompas.-23-Desember-2016.-Hal-16-e1494580819492.jpg","articleSection":["Artikel Koran"],"inLanguage":"id"},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/avo-juhartono-menyeimbangkan-konservasi-dan-kesejahteraan-warga\/","url":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/avo-juhartono-menyeimbangkan-konservasi-dan-kesejahteraan-warga\/","name":"Avo Juhartono Menyeimbangkan Konservasi dan Kesejahteraan Warga - Library","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/avo-juhartono-menyeimbangkan-konservasi-dan-kesejahteraan-warga\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/avo-juhartono-menyeimbangkan-konservasi-dan-kesejahteraan-warga\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-content\/uploads\/2017\/05\/Avo-Menyeimbangkan-Konservasi-dan-Kesejahteraan-Warga.-Kompas.-23-Desember-2016.-Hal-16-e1494580819492.jpg","datePublished":"2017-05-12T09:20:28+00:00","dateModified":"2025-05-01T05:37:18+00:00","author":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/#\/schema\/person\/4cffc04a138a391647832a76dc126824"},"breadcrumb":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/avo-juhartono-menyeimbangkan-konservasi-dan-kesejahteraan-warga\/#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/avo-juhartono-menyeimbangkan-konservasi-dan-kesejahteraan-warga\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/avo-juhartono-menyeimbangkan-konservasi-dan-kesejahteraan-warga\/#primaryimage","url":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-content\/uploads\/2017\/05\/Avo-Menyeimbangkan-Konservasi-dan-Kesejahteraan-Warga.-Kompas.-23-Desember-2016.-Hal-16-e1494580819492.jpg","contentUrl":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-content\/uploads\/2017\/05\/Avo-Menyeimbangkan-Konservasi-dan-Kesejahteraan-Warga.-Kompas.-23-Desember-2016.-Hal-16-e1494580819492.jpg","width":999,"height":1586},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/avo-juhartono-menyeimbangkan-konservasi-dan-kesejahteraan-warga\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Avo Juhartono Menyeimbangkan Konservasi dan Kesejahteraan Warga"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/#website","url":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/","name":"Library","description":"UC","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/#\/schema\/person\/4cffc04a138a391647832a76dc126824","name":"admin_library","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/75781214a801ee0700a52770a6367c89fe1bf1dccd2c5f0a079ece6c531f4bae?s=96&d=mm&r=g","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/75781214a801ee0700a52770a6367c89fe1bf1dccd2c5f0a079ece6c531f4bae?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/75781214a801ee0700a52770a6367c89fe1bf1dccd2c5f0a079ece6c531f4bae?s=96&d=mm&r=g","caption":"admin_library"},"url":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/author\/admin_library\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/6799","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=6799"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/6799\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":8597,"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/6799\/revisions\/8597"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-json\/wp\/v2\/media\/6800"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=6799"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=6799"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=6799"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}