{"id":7181,"date":"2017-06-05T10:13:30","date_gmt":"2017-06-05T03:13:30","guid":{"rendered":"http:\/\/library.uc.ac.id\/?p=7181"},"modified":"2025-05-01T12:37:18","modified_gmt":"2025-05-01T05:37:18","slug":"suminah-jalan-sunyi-pengelola-sampah","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/suminah-jalan-sunyi-pengelola-sampah\/","title":{"rendered":"Suminah Jalan Sunyi Pengelola Sampah"},"content":{"rendered":"<p><a ref=\"magnificPopup\" href=\"https:\/\/dieng.blob.core.windows.net\/library\/2017\/06\/Suminah_Jalan-Sunyi-Pengelola-Sampah.-Kompas.-5-April-2017.-Hal.-16.jpg\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"alignnone  wp-image-7182\" src=\"https:\/\/dieng.blob.core.windows.net\/library\/2017\/06\/Suminah_Jalan-Sunyi-Pengelola-Sampah.-Kompas.-5-April-2017.-Hal.-16.jpg\" alt=\"Suminah_Jalan Sunyi Pengelola Sampah. Kompas. 5 April 2017. Hal. 16\" width=\"1136\" height=\"875\" \/><\/a><\/p>\n<p>Lima tahun lalu, warga desa Cemandi, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur, resah karena sampah berserakan di pinggir jalan, sungai, dan pemukiman. Namun, berkast kepedulian dan kerelaan Suminah (50), tumpukan sampah itu kini sirna.<\/p>\n<p>Oleh Runik Sri Astuti<\/p>\n<p>Hujan deras baru saja reda saat Suminah bersepeda menuju tempat penampungan sementara (TPS) sampah rumah tangga di Desa Semandi, Kecamatan Sedati, Rabu (1\/2). Sesampai di sana, dia bertemu Ghofur (27) dan Yanto (35) yang tengah membakar sampah di dalam tungku pembakaran tanpa robong.<\/p>\n<p>Bergegas Suminah membantu menggaruk dan membalik tumpukan sampah yang sedang dibakar. Dia menyisihkan sampah kering seperti tisu dan kertas. Sampah kering nantinya digunakan untuk bahan pembakaran.<\/p>\n<p>Saat ia sedang sibuk mengurus sampah, tiba-tiba Kepala Desa Cemandi Ayub Sa\u2019i datang. Ini bukan kunjungan yang pertama. Ayub kerap mampir ke TPS untuk memastikan kelancaran proses pengolahan sampah.<\/p>\n<p>\u201cJumlah warga Desa Cemandi mencapai 6.524 jiwa, yang terbagi dalam L700 keluarga. Setiap hari mereka menghasilkan sampah 16 ton atau setara dengan dua truk. Apabila tidak dikelola dengan baik, dampaknya pasti luar biasa,\u201d tutur Ayub.<\/p>\n<p>Lima Tahun Lalu<\/p>\n<p>Dia masih ingat peristiwa lima tahun lalu saat sampah belum terkelola. Warga membuang sampah di sembarang tempat. Bagi yang punya sisa tanah perkarangan, mereka menggali tanah untuk mengubur sampah. Namun, bagi yang tak punya perkarangan, sampahnya dibuang di tepi jalan, sungai, atau selokan.<\/p>\n<p>Akibatnya, lingkungan menjadi kumuh dan aliran air sungai terhambat. Bau busuk sampah juga meruap dan menngundang lalat penyebar penyakit.<\/p>\n<p>Saat itu, Suminah masih menjadi juragan bakso yang mempekerjakan delapan karyawan. Namun, Suminah kesulitan mempertahankan bisnisnya lantaran ketatnya persaingan.<\/p>\n<p>Di tengah kegalauannya mencari usaha baru, Suminah ditawari oleh perangkat desa untuk mengelola sampah. Dia menerima tawaran itu karena tidak ada satu warga pun yang mau menjadi relawan dengan alasan beragam.<\/p>\n<p>Selain tidak ada upah, persoalan yang dihadapi sangat kompleks. Pengelola mesti mencari solusi mengatasi gunungan sampah setinggi 4 meter di lahan kosong di tepi sungai. Mereka mesti mencari sumber dana, merekrut atau pekerja yang mau mengurus sampah, dan membangun TPS swakelola.<\/p>\n<p>Suminah bersyukur saat itu ada dana Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM) Mandiri Pedesaan tahun 2012 sebesar Rp 50 juta. Namun, dia tak menyangka uang itu cepat habis. \u201cTernyata mengelola sampah itu butuh modal besar,\u201d ucapnya.<\/p>\n<p>Uang Rp 50 juta dia gunakan untuk membangun instalasi TPS berukuran 6 meter x 24 meter dan membuat dua tungku pembakaran sampah tanpa cerobong.<\/p>\n<p>Sebelumnya, dia harus membersihkan gunungan sampah setinggi 4 meter yang menutup lahan untuk TPS. Di luar dugaan, biaya angkut sampah ke tempat pemrosesan sampah terpadu (TPST) menghabiskan 12 juta.<\/p>\n<p>Beruntung saat itu desa membantu dengan dana kas. Setelah itu, untuk membiayai kegiatan operasional TPS, dia terpaksa memungut iuran dari warga sebesar Rp 10.000 per rumah per bulan. Pengelolaan sampah yang dilakukan Suminah meliputi kegiatan pengumpulan, pengangkutan, pemrosesan, daur ulang, pembuangan, atau pembakaran.<\/p>\n<p>Di TPS sampah di proses, yakni dipilih guna diambil yang bernilai ekonomi dan bisa di daur ulang. Dalam proses pemilahan ini Suminah di bantu mertuanya, Mbok Yem (70). Sempat ada lima pemilah, tetapi mereka mundur satu per satu Karena beralih kerja di Pabrik.<\/p>\n<p>Penghasilan buruh pabrik lebih menggiurkan karena upah minimum Kabupaten Sidoarjo mencapai Rp 3.290.000 per orang per bulan. Ada pun penghasilan memilah sampai tak menentu. Apabila rajin dan tidak takut kotor, bisa dapat Rp 600.000 per minggu, tetapi hal itu jarang terjadi.<\/p>\n<p>SUMINAH<\/p>\n<p>Lahir : Jombang 22 November 1967<\/p>\n<p>Suami\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0 : Ikhwan<\/p>\n<p>Anak\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0 :<\/p>\n<ul>\n<li>Angga Setiawan (26)<\/li>\n<li>Puput Dewi Anggraini (23)<\/li>\n<li>Icang Ramadafani (18)<\/li>\n<\/ul>\n<p>Pendidikan<\/p>\n<ul>\n<li>SDN 1 Semelo, Ddesa Kayen, Kecamatan Bandar Kedungmulyo, Kabupaten Jombang<\/li>\n<li>SMPN 1 Perak, Kabupaten Jombang<\/li>\n<\/ul>\n<p>Pekerjaan\u00a0\u00a0\u00a0 : Pengelola Tempat Pemrosesan Sampah Desa Cemandi, Sidoarjo.<\/p>\n<p>Setelah dipilah, sisa sampah kemudian dimasukkan ke tungku pembakaran. Ghofur bertugas menangani pembakaran.<\/p>\n<p>Dulu ada dua orang yang menangani pembakaran. Namun, seperti para pemilah sampah, rekan Ghofur pun mundur karena upahnya rendah, Rp 1,3 juta perbulan. Selain mertuanya, suami Suminah juga kerap membantu mengurus sampah di sela-sela kesibukannya bekerja.<\/p>\n<p>Agar hemat biaya, Suminah menggunakan bahan bakar sampah dari Bandar Udara Juanda karena isinya kebanyakan tisu, gelas, berbahan kertas, dan tempat makan sekali pakai. Harga sampah ini lebih murah disbanding dengan bahan bakar minyak. Dia harus berpikir keras untuk menghemat.<\/p>\n<p>\u201cUntuk bayar upah Yanto dan Ghofur serta biaya operasional harian seperti bahan bakar minyak kendaraan pengangkut sampah, listrik, dan perbaikan kecil seperti tungku rusak, dananya kerap kurang,\u201d ujar suami Suminah.<\/p>\n<p>Otodidak<\/p>\n<p>Istri karyawan operator alat berat ini punya pengalaman pahit dalam menangani popok bayi sekali pakai. Karena butuh waktu lama, minimal dua hari pembakaran tanpa henti untuk membuat popok menjadi abu, Suminah pun bereksperimen.<\/p>\n<p>Dia mengumpulkan semua popok bayi dan menguburnya di dalam kubangan. Namun, tak di sangka, beberapa hari kemudian, popok itu meledak dan mengeluarkan suara keras seperti bom.<\/p>\n<p>Suminah benar-benar secara otodidak mengelola sampah karena tak punya pengetahuan dan pengalaman. Namun, dia pernah belajar pengolahan sampah di Desa Siwalanpanji dan melakukan studi banding ke Surabaya untuk mengetahui jenis sampah yang bernilai ekonomi.<\/p>\n<p>Selain peduli, ikhlas, dan banyak belajar, Suminah juga dituntut sabar. Sebab, dia kerap menerima protes dari warga hanya karena telah mengambil sampah.<\/p>\n<p>Atas pendidikan dan kerelaannya mengelola sampah, Suminah mendapat penghargaan dari Dinas Pertamanan dan Keberhasilan Kabupaten Sidoarjo pada 2016. Kepala Dinas Pertamanan dan Kebersihan Kabupaten Sidoarjo bahrul Amig mengatakan, kendati masih banyak kekurangan, kepedulian Suminah untuk mengelola sampah dan mecegah bencana lingkungan patut diapresiasi.<\/p>\n<p>Apabila di Indonesia banyak Suminah, setiap kota atau kabupaten mungkin tak perlu membangun tempat pembuangan sampah akhir karena pengolahan sampah tuntas di TPS masing-masing.<\/p>\n<p><strong>Sumber :<\/strong> Kompas. 5 April 2017 Hal 16<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Lima tahun lalu, warga desa Cemandi, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur, resah karena sampah berserakan di pinggir jalan, sungai, dan pemukiman. Namun, berkast kepedulian dan kerelaan Suminah (50), tumpukan sampah itu kini sirna. Oleh Runik Sri Astuti Hujan deras baru saja reda saat Suminah bersepeda menuju tempat penampungan sementara (TPS) sampah rumah tangga di Desa Semandi,&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":7182,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[6],"tags":[],"class_list":["post-7181","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-artikel"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v27.4 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>Suminah Jalan Sunyi Pengelola Sampah - Library<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/suminah-jalan-sunyi-pengelola-sampah\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Suminah Jalan Sunyi Pengelola Sampah - Library\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Lima tahun lalu, warga desa Cemandi, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur, resah karena sampah berserakan di pinggir jalan, sungai, dan pemukiman. Namun, berkast kepedulian dan kerelaan Suminah (50), tumpukan sampah itu kini sirna. Oleh Runik Sri Astuti Hujan deras baru saja reda saat Suminah bersepeda menuju tempat penampungan sementara (TPS) sampah rumah tangga di Desa Semandi,...\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/suminah-jalan-sunyi-pengelola-sampah\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Library\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2017-06-05T03:13:30+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2025-05-01T05:37:18+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-content\/uploads\/2017\/06\/Suminah_Jalan-Sunyi-Pengelola-Sampah.-Kompas.-5-April-2017.-Hal.-16-e1496632371130.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"886\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"590\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"admin_library\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Ditulis oleh\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"admin_library\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"4 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/suminah-jalan-sunyi-pengelola-sampah\\\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/suminah-jalan-sunyi-pengelola-sampah\\\/\"},\"author\":{\"name\":\"admin_library\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/4cffc04a138a391647832a76dc126824\"},\"headline\":\"Suminah Jalan Sunyi Pengelola Sampah\",\"datePublished\":\"2017-06-05T03:13:30+00:00\",\"dateModified\":\"2025-05-01T05:37:18+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/suminah-jalan-sunyi-pengelola-sampah\\\/\"},\"wordCount\":868,\"commentCount\":0,\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/suminah-jalan-sunyi-pengelola-sampah\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2017\\\/06\\\/Suminah_Jalan-Sunyi-Pengelola-Sampah.-Kompas.-5-April-2017.-Hal.-16-e1496632371130.jpg\",\"articleSection\":[\"Artikel Koran\"],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/suminah-jalan-sunyi-pengelola-sampah\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/suminah-jalan-sunyi-pengelola-sampah\\\/\",\"name\":\"Suminah Jalan Sunyi Pengelola Sampah - Library\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/suminah-jalan-sunyi-pengelola-sampah\\\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/suminah-jalan-sunyi-pengelola-sampah\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2017\\\/06\\\/Suminah_Jalan-Sunyi-Pengelola-Sampah.-Kompas.-5-April-2017.-Hal.-16-e1496632371130.jpg\",\"datePublished\":\"2017-06-05T03:13:30+00:00\",\"dateModified\":\"2025-05-01T05:37:18+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/4cffc04a138a391647832a76dc126824\"},\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/suminah-jalan-sunyi-pengelola-sampah\\\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/suminah-jalan-sunyi-pengelola-sampah\\\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/suminah-jalan-sunyi-pengelola-sampah\\\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2017\\\/06\\\/Suminah_Jalan-Sunyi-Pengelola-Sampah.-Kompas.-5-April-2017.-Hal.-16-e1496632371130.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2017\\\/06\\\/Suminah_Jalan-Sunyi-Pengelola-Sampah.-Kompas.-5-April-2017.-Hal.-16-e1496632371130.jpg\",\"width\":886,\"height\":590},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/suminah-jalan-sunyi-pengelola-sampah\\\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Suminah Jalan Sunyi Pengelola Sampah\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/\",\"name\":\"Library\",\"description\":\"UC\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/4cffc04a138a391647832a76dc126824\",\"name\":\"admin_library\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/75781214a801ee0700a52770a6367c89fe1bf1dccd2c5f0a079ece6c531f4bae?s=96&d=mm&r=g\",\"url\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/75781214a801ee0700a52770a6367c89fe1bf1dccd2c5f0a079ece6c531f4bae?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/75781214a801ee0700a52770a6367c89fe1bf1dccd2c5f0a079ece6c531f4bae?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"admin_library\"},\"url\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/author\\\/admin_library\\\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Suminah Jalan Sunyi Pengelola Sampah - Library","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/suminah-jalan-sunyi-pengelola-sampah\/","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Suminah Jalan Sunyi Pengelola Sampah - Library","og_description":"Lima tahun lalu, warga desa Cemandi, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur, resah karena sampah berserakan di pinggir jalan, sungai, dan pemukiman. Namun, berkast kepedulian dan kerelaan Suminah (50), tumpukan sampah itu kini sirna. Oleh Runik Sri Astuti Hujan deras baru saja reda saat Suminah bersepeda menuju tempat penampungan sementara (TPS) sampah rumah tangga di Desa Semandi,...","og_url":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/suminah-jalan-sunyi-pengelola-sampah\/","og_site_name":"Library","article_published_time":"2017-06-05T03:13:30+00:00","article_modified_time":"2025-05-01T05:37:18+00:00","og_image":[{"width":886,"height":590,"url":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-content\/uploads\/2017\/06\/Suminah_Jalan-Sunyi-Pengelola-Sampah.-Kompas.-5-April-2017.-Hal.-16-e1496632371130.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"admin_library","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Ditulis oleh":"admin_library","Estimasi waktu membaca":"4 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/suminah-jalan-sunyi-pengelola-sampah\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/suminah-jalan-sunyi-pengelola-sampah\/"},"author":{"name":"admin_library","@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/#\/schema\/person\/4cffc04a138a391647832a76dc126824"},"headline":"Suminah Jalan Sunyi Pengelola Sampah","datePublished":"2017-06-05T03:13:30+00:00","dateModified":"2025-05-01T05:37:18+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/suminah-jalan-sunyi-pengelola-sampah\/"},"wordCount":868,"commentCount":0,"image":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/suminah-jalan-sunyi-pengelola-sampah\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-content\/uploads\/2017\/06\/Suminah_Jalan-Sunyi-Pengelola-Sampah.-Kompas.-5-April-2017.-Hal.-16-e1496632371130.jpg","articleSection":["Artikel Koran"],"inLanguage":"id"},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/suminah-jalan-sunyi-pengelola-sampah\/","url":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/suminah-jalan-sunyi-pengelola-sampah\/","name":"Suminah Jalan Sunyi Pengelola Sampah - Library","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/suminah-jalan-sunyi-pengelola-sampah\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/suminah-jalan-sunyi-pengelola-sampah\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-content\/uploads\/2017\/06\/Suminah_Jalan-Sunyi-Pengelola-Sampah.-Kompas.-5-April-2017.-Hal.-16-e1496632371130.jpg","datePublished":"2017-06-05T03:13:30+00:00","dateModified":"2025-05-01T05:37:18+00:00","author":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/#\/schema\/person\/4cffc04a138a391647832a76dc126824"},"breadcrumb":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/suminah-jalan-sunyi-pengelola-sampah\/#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/suminah-jalan-sunyi-pengelola-sampah\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/suminah-jalan-sunyi-pengelola-sampah\/#primaryimage","url":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-content\/uploads\/2017\/06\/Suminah_Jalan-Sunyi-Pengelola-Sampah.-Kompas.-5-April-2017.-Hal.-16-e1496632371130.jpg","contentUrl":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-content\/uploads\/2017\/06\/Suminah_Jalan-Sunyi-Pengelola-Sampah.-Kompas.-5-April-2017.-Hal.-16-e1496632371130.jpg","width":886,"height":590},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/suminah-jalan-sunyi-pengelola-sampah\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Suminah Jalan Sunyi Pengelola Sampah"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/#website","url":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/","name":"Library","description":"UC","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/#\/schema\/person\/4cffc04a138a391647832a76dc126824","name":"admin_library","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/75781214a801ee0700a52770a6367c89fe1bf1dccd2c5f0a079ece6c531f4bae?s=96&d=mm&r=g","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/75781214a801ee0700a52770a6367c89fe1bf1dccd2c5f0a079ece6c531f4bae?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/75781214a801ee0700a52770a6367c89fe1bf1dccd2c5f0a079ece6c531f4bae?s=96&d=mm&r=g","caption":"admin_library"},"url":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/author\/admin_library\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/7181","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=7181"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/7181\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":7750,"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/7181\/revisions\/7750"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-json\/wp\/v2\/media\/7182"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=7181"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=7181"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=7181"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}