{"id":7527,"date":"2017-06-12T09:50:02","date_gmt":"2017-06-12T02:50:02","guid":{"rendered":"http:\/\/library.uc.ac.id\/?p=7527"},"modified":"2017-06-13T17:44:43","modified_gmt":"2017-06-13T10:44:43","slug":"menu-kambing-wah-di-kota-gudeg","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/menu-kambing-wah-di-kota-gudeg\/","title":{"rendered":"Menu Kambing Wah di Kota Gudeg"},"content":{"rendered":"<p><a ref=\"magnificPopup\" href=\"https:\/\/dieng.blob.core.windows.net\/library\/2017\/06\/Menu-Kambing-Wah-di-Kota-Gudeg.-Tabloid-Kontan.-24-30-Agustus-2015.Hal_.40.jpg\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"alignnone size-full wp-image-7528\" src=\"https:\/\/dieng.blob.core.windows.net\/library\/2017\/06\/Menu-Kambing-Wah-di-Kota-Gudeg.-Tabloid-Kontan.-24-30-Agustus-2015.Hal_.40.jpg\" alt=\"Menu Kambing Wah di Kota Gudeg. Tabloid Kontan. 24-30 Agustus 2015.Hal.40\" width=\"1150\" height=\"1674\" \/><\/a><\/p>\n<p>Mencicipi menu kambing di kedai Pak Syamsun yang bikin nagih. Fransiska Firlana<\/p>\n<p>Siang itu, Sabtu 15 Agustus 2015, terik matahari memanggang Yogyakarta. Namun panasnya sinar mentari tak menyurutkan senyum Syamsuri menyapa setiap pembeli yang datang ke warung sate kambing miliknya. Meski nama kedai Sate Kambing Pak Syamsuri, banyak Olahan kambing bisa dipesan_<\/p>\n<p>Menu kedai ini mencakup sate bakar, sate goreng, tong-seng, tengkleng, hingga gulai. Banderol harga tiap sajian masing-masing Rp 20.000 per parsi. Harga gulai lebih murah, kita cukup membayar Rp 5.000 per porsi. Tentu tersedia nasi hangat dan es teh pula.<\/p>\n<p>Lelaki bertubuh tambun ini ramah menimpali aneka peltanyaan dari pelanggan sekalipun tangannya sibuk meracik bumbu di atas Waian yang panas. Antrean pembeli yang cukup panjang siang itu tak membuatnya panik_ Asistennya pun tak kalah cekatan mencatat aneka. pesanan pembeli. Sekalipun dikerjakan sambil mengobrol dengan pembeli, jangan pikir Syamsuri lamban menyajikan Olahan aneka daging di kedai- nya. Tak kurang dari 15 menit, Syamsuri sudah bisa menyelesaikan pesanan seporsi tengkleng, seporsi tongseng, seporsi sate goreng, dan sate bakar.<\/p>\n<p>Wah, secepat itu? Lalu rasanya? Anda tak akan menyesal jajan di kedai milik lelaki yang sudah berjualan aneka olahan daging kambing sejak 23 tahun lalu ini. Mantap pokoknya!<\/p>\n<p>Sate bakarnya empuk, kematangannya pas, dan rasanya yang manis pedas membuat gigi tak ingin berhenti menarik tiga potong daging yang tersemat di tiap tusuknya.<\/p>\n<p>Sate gorengnya tak kalah sedap. Sekalipun namanya sate goreng, dagingnya tidak ditusuk pada bilah bambu. Potongan daging kambing ditumis dengan racikan bumbu seperti bawang putih dan lada serta diadu dengan irisan kol. Kuah <em>nyemek<\/em> melengkapi hidangan sate goreng. &#8220;Seger sekali kuahnya. Citarasanya asam manis, pedas jadi satu. Pas empuknya, pas rasanya, &#8221; ujar Dimas Rizky yang menjuial jaian di kedai Pak Syamsuri sesuai dengan aniuran temannya di Jakarta.<\/p>\n<p>Pembeli Syamsuri memang tak cuma dari Yogyakarta. Banyak wisatawan Kota Gudeg yang sengaja mampir ke kedai ini, sekalipun lokasinya cukup jauh dari pusat Yogyakarta, &#8220;Terakhir rombongan Ayu Ting Ting makan di sini. Pak Abraham Samad juga pernah. Yang cukup rutin Pak Adnan Buyung Nasution,&#8221; kata Syamsuri sambil menunjukkan fotonya bersama pengacara kondang itu.<\/p>\n<p>Bahkan, Syamstlli pernah ditawari Adnan untuk membuka kedai di Jakarta. Namun dia menolak. Tokoh lain yang pernah mencicipi racikan daging kambing Syamsuri adalah Todung Mulya Lubis.<\/p>\n<p><strong>Kambing muda <\/strong><\/p>\n<p>Olahan daging kambing Syamsuri ntemang kondang. Citarasa dan keramahan sang penjual membuat pembelinya tergoda untuk kembali. &#8220;Saya seminggu sekali pasti makan di sini. Dan Pak Syamsuri sudah tahu menu pesanan sayasekali- pun saya belum memesan,&#8221; kata Suparno, seorang pelanggan Syamsuri. Tengkleng menjadi menu waiib Suparno setiap. kali makan di kedai Syamsuri.<\/p>\n<p>Bumbu tengkleng meresap pada daging yang masih membalut tulang. Sedikit tarikan, daging bakal lepas dari tulang dengan mudah. Slurrp&#8230; sesendok kuah dengan rasa asam, manis, dan pedas menyatu tak terpisahkan menciptakan kenikmatan daging tengkleng hingga sendok terakhir.<\/p>\n<p>Menurut Syamsuri, tak ada resep khusus yapg ia gunakan Saat mem\u00e6sak. Dia hanya memilih kambing yang usianya di bawah tiga bulan. Dalam sehari, Syamsuri bisa memotong 7 ekor\u201410 ekor kambing.<\/p>\n<p>Anda ingin mencicipi kenikmatan olahan kambing Syamsuri? Datang saja ke warung Sate Kambing Pak Syamsuri di Sambilegi, Sleman, Yograkarta. Dari arah Yograkarta, lokasinya sebelum Bandar Udara Adi Sucipto. Sebelum pom bensin belok kiri_ Kira-kira 2 kilometer, Anda akan dengan mudah menemukan kedai sederhana ini. Jangan khawatir, area parkir mobil cukup luas. Tapi ingat, warung ini hanya buka mulai pukul 09.00 sampai 16.00.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><strong>Manjakan Lidah dengan Kuah Hangat ala Coca Suki<\/strong><\/p>\n<p><strong>Terkenal dengan Shabu di Jepang dan Hot Pot di China, Suki pun mulai dikenal secara luas sebagai versi dari Thailand. Tak ada perbedaan yang terterlalu signifikan, tapi karena berasal dari Thailand, cita rasa asam pedas dari Tom Yam pun ditambahkan dalam variasi kuah yang dimiliki. Di Indonesia pun suki sudah mulai digemari dan salah satu restoran yang menyediakannya adalah Coca Suki.<\/p>\n<p><\/strong><\/p>\n<p>Restoran yang berdiri sejak tahun 1992 di daerah Cideng ini memadukan nuansa Indonesia dan Thailand dalam desain interior yang digunakan. Dengan dominasi warna coklat, suasana yang ditawarkan adalah rasa nyaman dan ketenangan.<\/p>\n<p>Coca Suki memiliki paket untuk dua orang hingga 10 orang. Porsi paket yang diberikan pun cukup besar dan lengkap sehingga tetap mengenyangkan. Menu yang ditawarkan sudah lengkap. Dengan Coca <em>Sauce<\/em> yang meniadi ciri khas dari restoran, Coca Suki juga hadir dengan menu makanan laut, daging, sayur-sayuran, dan buah, yang dibuat dengan menggunakan FRESIH INGREDIENTS dan HOMEMADE. Harganya pun cukup terjangkau sehingga cocok sebagai tempat bersantap bersama dengan teman atau keluarga.<br \/>\nCoca Suki juga menyediakan menu ala carter yang sewaktu- waktu dapat dipesan dengan beragam menu yang ditawarkan. Menu pentbuka misalnya, berbagai jenis selada ditawarkan. Contohnya saja Selada Ikan Gurih, Selada Thai Seafood, hingga Selada Manga Pedas dan Selada Pepaya Pedas. Untuk menu suki, ditawarkan Abalone, Pacific Clam, Kepala Ikan, hingga Kepiting Hidup. Sedangkan untuk pilihan daging sapinya terdiri dari tiga pilihan tempat, yaitu Amerika Serikat, New Zealand, dan lokal. Berbagai jenis bakso, sayuran, dan jamur pun turut mendampingi. Es Cendol ala Thai, Es Campur ala Coca, Ketan Durian, dan Singkong ala Thai adalah beberapa menu makanan penutup yang sayang untuk dilewatkan. Jika tak ingin makan suki, tak masalah. Coca Suki pun menawarkan beragam menu nasi goreng dan bakmie. Tak hanya itu, Bebek Panggang, Avam Goreng Asin, Kepala Ikan Goreng, Ubur-Ubur Minyak Wijen bisa menjadi menu pilihan. Nikmati pula bersama dengan promo dari ANZ Card, yaitu &#8220;<em>l Dines <\/em><em>for free<\/em>&#8221; setiap hari Rabu dan hemat 15% untuk hari lainnya hingga 31 Januari 2016. Selamat menikmati!<\/p>\n<p>Temukan penawaran menarik ANZ Spot disini Gedung BRI 2, 8th floor. Kau4446, JakartaJl. Ir. H. Juanda no. 17 B-173 Dago \u2014 Bandung 40132 Lippo Mall Kemang, LJG floor\/D-10 Jl. Kemang Raya, Jakarta Selatan.Komplek Rukan Graha Mas Blok A 2 \u2014 3 Jl. Raya perjuangan no.l, Kebon Jeruk, Jakarta.<\/p>\n<p><strong>Sumber :<\/strong> Tabloid Kontan, 24-30 Agustus 2015, Hal.40<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Mencicipi menu kambing di kedai Pak Syamsun yang bikin nagih. Fransiska Firlana Siang itu, Sabtu 15 Agustus 2015, terik matahari memanggang Yogyakarta. Namun panasnya sinar mentari tak menyurutkan senyum Syamsuri menyapa setiap pembeli yang datang ke warung sate kambing miliknya. Meski nama kedai Sate Kambing Pak Syamsuri, banyak Olahan kambing bisa dipesan_ Menu kedai ini&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":7528,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[],"class_list":["post-7527","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-uncategorized-id"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v27.4 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>Menu Kambing Wah di Kota Gudeg - Library<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/menu-kambing-wah-di-kota-gudeg\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Menu Kambing Wah di Kota Gudeg - Library\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Mencicipi menu kambing di kedai Pak Syamsun yang bikin nagih. Fransiska Firlana Siang itu, Sabtu 15 Agustus 2015, terik matahari memanggang Yogyakarta. Namun panasnya sinar mentari tak menyurutkan senyum Syamsuri menyapa setiap pembeli yang datang ke warung sate kambing miliknya. Meski nama kedai Sate Kambing Pak Syamsuri, banyak Olahan kambing bisa dipesan_ Menu kedai ini...\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/menu-kambing-wah-di-kota-gudeg\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Library\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2017-06-12T02:50:02+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2017-06-13T10:44:43+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-content\/uploads\/2017\/06\/Menu-Kambing-Wah-di-Kota-Gudeg.-Tabloid-Kontan.-24-30-Agustus-2015.Hal_.40-e1497235793624.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"251\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"217\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"admin_library\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Ditulis oleh\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"admin_library\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"5 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/menu-kambing-wah-di-kota-gudeg\\\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/menu-kambing-wah-di-kota-gudeg\\\/\"},\"author\":{\"name\":\"admin_library\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/4cffc04a138a391647832a76dc126824\"},\"headline\":\"Menu Kambing Wah di Kota Gudeg\",\"datePublished\":\"2017-06-12T02:50:02+00:00\",\"dateModified\":\"2017-06-13T10:44:43+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/menu-kambing-wah-di-kota-gudeg\\\/\"},\"wordCount\":927,\"commentCount\":0,\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/menu-kambing-wah-di-kota-gudeg\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2017\\\/06\\\/Menu-Kambing-Wah-di-Kota-Gudeg.-Tabloid-Kontan.-24-30-Agustus-2015.Hal_.40-e1497235793624.jpg\",\"articleSection\":[\"Uncategorized @id\"],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/menu-kambing-wah-di-kota-gudeg\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/menu-kambing-wah-di-kota-gudeg\\\/\",\"name\":\"Menu Kambing Wah di Kota Gudeg - Library\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/menu-kambing-wah-di-kota-gudeg\\\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/menu-kambing-wah-di-kota-gudeg\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2017\\\/06\\\/Menu-Kambing-Wah-di-Kota-Gudeg.-Tabloid-Kontan.-24-30-Agustus-2015.Hal_.40-e1497235793624.jpg\",\"datePublished\":\"2017-06-12T02:50:02+00:00\",\"dateModified\":\"2017-06-13T10:44:43+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/4cffc04a138a391647832a76dc126824\"},\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/menu-kambing-wah-di-kota-gudeg\\\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/menu-kambing-wah-di-kota-gudeg\\\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/menu-kambing-wah-di-kota-gudeg\\\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2017\\\/06\\\/Menu-Kambing-Wah-di-Kota-Gudeg.-Tabloid-Kontan.-24-30-Agustus-2015.Hal_.40-e1497235793624.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2017\\\/06\\\/Menu-Kambing-Wah-di-Kota-Gudeg.-Tabloid-Kontan.-24-30-Agustus-2015.Hal_.40-e1497235793624.jpg\",\"width\":251,\"height\":217},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/menu-kambing-wah-di-kota-gudeg\\\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Menu Kambing Wah di Kota Gudeg\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/\",\"name\":\"Library\",\"description\":\"UC\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/4cffc04a138a391647832a76dc126824\",\"name\":\"admin_library\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/75781214a801ee0700a52770a6367c89fe1bf1dccd2c5f0a079ece6c531f4bae?s=96&d=mm&r=g\",\"url\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/75781214a801ee0700a52770a6367c89fe1bf1dccd2c5f0a079ece6c531f4bae?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/75781214a801ee0700a52770a6367c89fe1bf1dccd2c5f0a079ece6c531f4bae?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"admin_library\"},\"url\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/author\\\/admin_library\\\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Menu Kambing Wah di Kota Gudeg - Library","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/menu-kambing-wah-di-kota-gudeg\/","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Menu Kambing Wah di Kota Gudeg - Library","og_description":"Mencicipi menu kambing di kedai Pak Syamsun yang bikin nagih. Fransiska Firlana Siang itu, Sabtu 15 Agustus 2015, terik matahari memanggang Yogyakarta. Namun panasnya sinar mentari tak menyurutkan senyum Syamsuri menyapa setiap pembeli yang datang ke warung sate kambing miliknya. Meski nama kedai Sate Kambing Pak Syamsuri, banyak Olahan kambing bisa dipesan_ Menu kedai ini...","og_url":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/menu-kambing-wah-di-kota-gudeg\/","og_site_name":"Library","article_published_time":"2017-06-12T02:50:02+00:00","article_modified_time":"2017-06-13T10:44:43+00:00","og_image":[{"width":251,"height":217,"url":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-content\/uploads\/2017\/06\/Menu-Kambing-Wah-di-Kota-Gudeg.-Tabloid-Kontan.-24-30-Agustus-2015.Hal_.40-e1497235793624.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"admin_library","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Ditulis oleh":"admin_library","Estimasi waktu membaca":"5 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/menu-kambing-wah-di-kota-gudeg\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/menu-kambing-wah-di-kota-gudeg\/"},"author":{"name":"admin_library","@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/#\/schema\/person\/4cffc04a138a391647832a76dc126824"},"headline":"Menu Kambing Wah di Kota Gudeg","datePublished":"2017-06-12T02:50:02+00:00","dateModified":"2017-06-13T10:44:43+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/menu-kambing-wah-di-kota-gudeg\/"},"wordCount":927,"commentCount":0,"image":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/menu-kambing-wah-di-kota-gudeg\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-content\/uploads\/2017\/06\/Menu-Kambing-Wah-di-Kota-Gudeg.-Tabloid-Kontan.-24-30-Agustus-2015.Hal_.40-e1497235793624.jpg","articleSection":["Uncategorized @id"],"inLanguage":"id"},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/menu-kambing-wah-di-kota-gudeg\/","url":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/menu-kambing-wah-di-kota-gudeg\/","name":"Menu Kambing Wah di Kota Gudeg - Library","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/menu-kambing-wah-di-kota-gudeg\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/menu-kambing-wah-di-kota-gudeg\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-content\/uploads\/2017\/06\/Menu-Kambing-Wah-di-Kota-Gudeg.-Tabloid-Kontan.-24-30-Agustus-2015.Hal_.40-e1497235793624.jpg","datePublished":"2017-06-12T02:50:02+00:00","dateModified":"2017-06-13T10:44:43+00:00","author":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/#\/schema\/person\/4cffc04a138a391647832a76dc126824"},"breadcrumb":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/menu-kambing-wah-di-kota-gudeg\/#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/menu-kambing-wah-di-kota-gudeg\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/menu-kambing-wah-di-kota-gudeg\/#primaryimage","url":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-content\/uploads\/2017\/06\/Menu-Kambing-Wah-di-Kota-Gudeg.-Tabloid-Kontan.-24-30-Agustus-2015.Hal_.40-e1497235793624.jpg","contentUrl":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-content\/uploads\/2017\/06\/Menu-Kambing-Wah-di-Kota-Gudeg.-Tabloid-Kontan.-24-30-Agustus-2015.Hal_.40-e1497235793624.jpg","width":251,"height":217},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/menu-kambing-wah-di-kota-gudeg\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Menu Kambing Wah di Kota Gudeg"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/#website","url":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/","name":"Library","description":"UC","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/#\/schema\/person\/4cffc04a138a391647832a76dc126824","name":"admin_library","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/75781214a801ee0700a52770a6367c89fe1bf1dccd2c5f0a079ece6c531f4bae?s=96&d=mm&r=g","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/75781214a801ee0700a52770a6367c89fe1bf1dccd2c5f0a079ece6c531f4bae?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/75781214a801ee0700a52770a6367c89fe1bf1dccd2c5f0a079ece6c531f4bae?s=96&d=mm&r=g","caption":"admin_library"},"url":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/author\/admin_library\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/7527","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=7527"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/7527\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":7721,"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/7527\/revisions\/7721"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-json\/wp\/v2\/media\/7528"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=7527"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=7527"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=7527"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}