{"id":755,"date":"2015-07-08T13:58:01","date_gmt":"2015-07-08T06:58:01","guid":{"rendered":"http:\/\/library.uc.ac.id\/?p=755"},"modified":"2025-05-01T12:33:16","modified_gmt":"2025-05-01T05:33:16","slug":"tukar","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/tukar\/","title":{"rendered":"Tukar"},"content":{"rendered":"<p><a ref=\"magnificPopup\" href=\"https:\/\/dieng.blob.core.windows.net\/library\/2015\/07\/Tukar.Tempo_.18-24-Mei-2015.122.jpg\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"alignnone  wp-image-756\" src=\"https:\/\/dieng.blob.core.windows.net\/library\/2015\/07\/Tukar.Tempo_.18-24-Mei-2015.122.jpg\" alt=\"Tukar.Tempo.18-24 Mei 2015.122\" width=\"888\" height=\"1171\" \/><\/a><\/p>\n<p>Uang bisa mempertemukan pelbagai hal yang jauh dan tak jauh. Saya ingat film The Cup.<\/p>\n<p>Di sebuah biara pengungsian di kaki Himalaya yang sunyi, Orgyen, seorang rahib remaja, mengidap ketagihan satu hal duniawi: ia keranjingan sepak bola. Ketika di Eropa Piala Dunia diperebutkan dan kesebelasan Prancis dan Brazil berlaga di babak final, Orgyen dan temannya, Lodo, mengerahkan teman-temannya seasrama untuk iuran. Mereka ingin menyewa pesawat TV dan antenna parabola dari seorang pedagang India di kampong sebelah.<\/p>\n<p>Iuran terkumpul, tapi uang tak cukup. Orgyen yang keras hati itu akhirnya membujuk Nyima, bocah yang baru mengungsi dari Tibet, agar ikhlas menggadaikan arloji pemberian orang tuanya.<\/p>\n<p>Target dana yang dikumpulkan pun tercapai. Bocah-bocah itu berhasil. Mereka bisa mengikuti final Piala Dunia lewat televise.<\/p>\n<p>Tapi di tengah riuh rendah penghuni biara, ketika mereka mengikuti pertandingan di layar TV, Orgyen tak tenteram. Ia merasa bersalah pada Nyima. Ia pun kembali ke kamarnya. Anak berumur 14 tahun itu mengambil pisau kuno pemberian ibunya: ia ingin menebus arloji yang digadaikan dengan benda yang berharga bagi dirinya-dengan miliknya sendiri.<\/p>\n<p>Di biara di kaki Himalaya itu, arloji, pisau, antenna dan parabola benda-benda yang berbeda sejarah dan perannya bertemu. Mereka saling menggantikan.<\/p>\n<p>Kita bisa meihatnya sebagai isyarat tiadanya keterikatan manusia kepada pemeliknya-sebuah dasar ethis Buddhisme. Tapi kita juga bisa melihat bahwa yang terjadi adalah pertukaran-tak berbeda dengan yang terjadi di Mall Pondok Indah atau di sisi remang tempat pelacuran. Dalam kegiatan yang disebut \u201cpasar\u201d, seks, gaun, buku filsafat, kitab doa, dan potongan rambut dengan cekatan berpindah dari satu tempat ke tempat lain. Semua berada di satu daratan: arena jual-beli.<\/p>\n<p>Pelbagai hal itu dilepaskan dari sifat unik masing-masing; mereka diterjemahkan jadi sesuatu yang ada karena bisa dipertukarkan. Mereka dipasangi pengukur yang berlaku umum di sebuah masyarakat. Semuanya dihadirkan dalam rupiah, dolar, atau dinar. Dengan itulah mereka saling ketemu. Marx benar: uang membentuk \u201cpersaudaraan\u201d hal-hal yang pada dasarnya mustahil berkaitan-die verbruderung der unmoglichkeiten.<\/p>\n<p>Tapi sebenarnya ada yang lain yang terjadi di luar \u201cpersaudaraan\u201d itu. Uang memutus pertalian. Dalam film The Cup, ia memisahkan Nyima dari arloji yang merupakan bagian hidupnya sebagai pengungsi, memisahkan Orgyen dari pisau yang diberikan ibunya ketika ia pergi memasuki kehidupan biara.<\/p>\n<p>Uang membuat benda-benda tak istimewa, bisa jadi bagian hidup siapa saja-sebagaimana halnya uang itu sendiri. Lembar rupiah itu benda yang banal, kertas sehari-hari yang ditemukan di mana-mana, yang sebenarnya kosong; bobotnya ditentukan dari waktu ke waktu oleh orang ramai.<\/p>\n<p>Dilihat secara demikian, uang memisahkan, tapi sekaligus jadi perantara antar obyek-obyek.<\/p>\n<p>Syahdan, ada seseorang bernama Li Changgeng. Ia hidup beberapa dasawarsa yang lalu di wilayah Jiangyou, Provinsi Sichuan, Tiongkok. Saya menemukannya dalam buku yang disusun sastrawan Liao Yiwu dari wawancaranya dengan orang-orang lapisan bawah yang diterjemahkan dalam The Corpose Walker.<\/p>\n<p>Li Changgeng seoranng juru tangis dalam upacara berkabung. Sejak berumur 12 tahun, ia bekerja dengan keahlian itu bersama grupnya. \u201cKebanyakan orang yang kehilangan anggota keluarganya meledak tangisnya dan mulai meraung-raung ketika melihat tubuh si mendiang,\u201d cerita Li. \u201cTapi raungan mereka tak bertahan lam. Rasa sedih segera akan merasuk ke jantung, mereka terguncang atau pingsan. Tapi bagi kami, begitu kami bisa mendapat suasana hati yang pas, kami kendalikan emosi dengan mudah kami membuat improvisasi. Kami bisa meraung lama, selama yang dipesan.\u201d<\/p>\n<p>Lalu tambahnya: \u201cDalam upacara pemakaman besar, jika bayarannya bagus, kami makin banyak improvisasi untuk menyenangkan hati tuan rumah.\u201d<\/p>\n<p>Tangis, dalam profesi Li, adalah dukacita yang dipisahkan dari orang yang menangis. Tangis itu telah jadi obyek; ia hanya sebuah komoditas, ekspresi berkabung yang dipertukarkan dengan upah.\u201dDukacita\u201d itu bukan datang dari dalam, bukan kepunyaan Li. Bertahun-tahun jadi juru tangis professional, ia mengakui: \u201cLama-kelamaan, kami tak punya perasaan lagi.\u201d<\/p>\n<p>Kalimat yang sama agaknya bisa diucapkan bintang jelita YY atau ZZ, di belakang punggung kliennya, setelah layanan seksual mereka diterjemahkan ke dalam angka-angka dolar.<\/p>\n<p>Dengan uang, semua jasa dan benda seakan-akan berkembang mandiri, bukan bagina pribadi YY atau ZZ, Orggyen atau Li. Tapi pada saat yang sama, benda dan jasa itu juga jadi daftar dan dangkal. Mereka tak punya sejarah lagi; mereka tak membutuhkannya.<\/p>\n<p>Mungkin itu sebabnya masyarakat yang hidup dari uang ke uang adalah masyarakat yang tak perlu kenang-kenangan. Kalau tak salah, itulah yang dimaksudkan Georg Simmel sebagai \u201ckini yang tak punya dimensi\u201d, ketika ia membahas panjang lebar hubungan uang, waktu, dan kehidupan.<\/p>\n<p>\u201cKini yang tak punya dimensi\u201d adalah waktu hidup yang tak punya apa pun yang dalam dan mempesona. Untunglah manusia masih punya saat dimana ia mengalami kedalaman \u201ckini dengan pelbagai dimensi\u201d- msalnya dalam momen religious dan estetik yang hening.<\/p>\n<p>Sayangnya, momen-momen itu sering berubah jadi ekspresi baik yang bersifat keagamaan maupun berbentuk seni yang dipamerkan untuk diperjualbelikan. Ramai, meriah, tapi sebenarnya resah\u2026.<\/p>\n<p>Saya ingat The Cup. Di akhir film, Orgyen mendengarkan ceramah biarawan sepuh seraya melipat kertas ke dalam bentuk teratai. Lambing pencerahan yang tenteram. Saat yang tak ternilai.<\/p>\n<p>Sumber : Tempo , Mei 2015<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Uang bisa mempertemukan pelbagai hal yang jauh dan tak jauh. Saya ingat film The Cup. Di sebuah biara pengungsian di kaki Himalaya yang sunyi, Orgyen, seorang rahib remaja, mengidap ketagihan satu hal duniawi: ia keranjingan sepak bola. Ketika di Eropa Piala Dunia diperebutkan dan kesebelasan Prancis dan Brazil berlaga di babak final, Orgyen dan temannya,&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":756,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[6],"tags":[],"class_list":["post-755","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-artikel"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v27.4 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>Tukar - Library<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/tukar\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Tukar - Library\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Uang bisa mempertemukan pelbagai hal yang jauh dan tak jauh. Saya ingat film The Cup. Di sebuah biara pengungsian di kaki Himalaya yang sunyi, Orgyen, seorang rahib remaja, mengidap ketagihan satu hal duniawi: ia keranjingan sepak bola. Ketika di Eropa Piala Dunia diperebutkan dan kesebelasan Prancis dan Brazil berlaga di babak final, Orgyen dan temannya,...\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/tukar\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Library\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2015-07-08T06:58:01+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2025-05-01T05:33:16+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-content\/uploads\/2015\/07\/Tukar.Tempo_.18-24-Mei-2015.122-e1487047234580.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"2241\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"519\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"admin_library\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Ditulis oleh\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"admin_library\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"4 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/tukar\\\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/tukar\\\/\"},\"author\":{\"name\":\"admin_library\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/4cffc04a138a391647832a76dc126824\"},\"headline\":\"Tukar\",\"datePublished\":\"2015-07-08T06:58:01+00:00\",\"dateModified\":\"2025-05-01T05:33:16+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/tukar\\\/\"},\"wordCount\":784,\"commentCount\":0,\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/tukar\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2015\\\/07\\\/Tukar.Tempo_.18-24-Mei-2015.122-e1487047234580.jpg\",\"articleSection\":[\"Artikel Koran\"],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/tukar\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/tukar\\\/\",\"name\":\"Tukar - Library\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/tukar\\\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/tukar\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2015\\\/07\\\/Tukar.Tempo_.18-24-Mei-2015.122-e1487047234580.jpg\",\"datePublished\":\"2015-07-08T06:58:01+00:00\",\"dateModified\":\"2025-05-01T05:33:16+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/4cffc04a138a391647832a76dc126824\"},\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/tukar\\\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/tukar\\\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/tukar\\\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2015\\\/07\\\/Tukar.Tempo_.18-24-Mei-2015.122-e1487047234580.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2015\\\/07\\\/Tukar.Tempo_.18-24-Mei-2015.122-e1487047234580.jpg\",\"width\":2241,\"height\":519},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/tukar\\\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Tukar\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/\",\"name\":\"Library\",\"description\":\"UC\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/4cffc04a138a391647832a76dc126824\",\"name\":\"admin_library\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/75781214a801ee0700a52770a6367c89fe1bf1dccd2c5f0a079ece6c531f4bae?s=96&d=mm&r=g\",\"url\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/75781214a801ee0700a52770a6367c89fe1bf1dccd2c5f0a079ece6c531f4bae?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/75781214a801ee0700a52770a6367c89fe1bf1dccd2c5f0a079ece6c531f4bae?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"admin_library\"},\"url\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/author\\\/admin_library\\\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Tukar - Library","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/tukar\/","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Tukar - Library","og_description":"Uang bisa mempertemukan pelbagai hal yang jauh dan tak jauh. Saya ingat film The Cup. Di sebuah biara pengungsian di kaki Himalaya yang sunyi, Orgyen, seorang rahib remaja, mengidap ketagihan satu hal duniawi: ia keranjingan sepak bola. Ketika di Eropa Piala Dunia diperebutkan dan kesebelasan Prancis dan Brazil berlaga di babak final, Orgyen dan temannya,...","og_url":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/tukar\/","og_site_name":"Library","article_published_time":"2015-07-08T06:58:01+00:00","article_modified_time":"2025-05-01T05:33:16+00:00","og_image":[{"width":2241,"height":519,"url":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-content\/uploads\/2015\/07\/Tukar.Tempo_.18-24-Mei-2015.122-e1487047234580.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"admin_library","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Ditulis oleh":"admin_library","Estimasi waktu membaca":"4 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/tukar\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/tukar\/"},"author":{"name":"admin_library","@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/#\/schema\/person\/4cffc04a138a391647832a76dc126824"},"headline":"Tukar","datePublished":"2015-07-08T06:58:01+00:00","dateModified":"2025-05-01T05:33:16+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/tukar\/"},"wordCount":784,"commentCount":0,"image":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/tukar\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-content\/uploads\/2015\/07\/Tukar.Tempo_.18-24-Mei-2015.122-e1487047234580.jpg","articleSection":["Artikel Koran"],"inLanguage":"id"},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/tukar\/","url":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/tukar\/","name":"Tukar - Library","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/tukar\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/tukar\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-content\/uploads\/2015\/07\/Tukar.Tempo_.18-24-Mei-2015.122-e1487047234580.jpg","datePublished":"2015-07-08T06:58:01+00:00","dateModified":"2025-05-01T05:33:16+00:00","author":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/#\/schema\/person\/4cffc04a138a391647832a76dc126824"},"breadcrumb":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/tukar\/#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/tukar\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/tukar\/#primaryimage","url":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-content\/uploads\/2015\/07\/Tukar.Tempo_.18-24-Mei-2015.122-e1487047234580.jpg","contentUrl":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-content\/uploads\/2015\/07\/Tukar.Tempo_.18-24-Mei-2015.122-e1487047234580.jpg","width":2241,"height":519},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/tukar\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Tukar"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/#website","url":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/","name":"Library","description":"UC","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/#\/schema\/person\/4cffc04a138a391647832a76dc126824","name":"admin_library","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/75781214a801ee0700a52770a6367c89fe1bf1dccd2c5f0a079ece6c531f4bae?s=96&d=mm&r=g","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/75781214a801ee0700a52770a6367c89fe1bf1dccd2c5f0a079ece6c531f4bae?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/75781214a801ee0700a52770a6367c89fe1bf1dccd2c5f0a079ece6c531f4bae?s=96&d=mm&r=g","caption":"admin_library"},"url":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/author\/admin_library\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/755","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=755"}],"version-history":[{"count":5,"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/755\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":6042,"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/755\/revisions\/6042"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-json\/wp\/v2\/media\/756"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=755"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=755"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=755"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}