{"id":761,"date":"2015-07-08T13:59:59","date_gmt":"2015-07-08T06:59:59","guid":{"rendered":"http:\/\/library.uc.ac.id\/?p=761"},"modified":"2017-04-27T09:44:55","modified_gmt":"2017-04-27T02:44:55","slug":"chinese-food-tak-sebatas-makanan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/chinese-food-tak-sebatas-makanan\/","title":{"rendered":"Chinese Food Tak Sebatas Makanan"},"content":{"rendered":"<p>&nbsp;<\/p>\n<p><a ref=\"magnificPopup\" href=\"https:\/\/dieng.blob.core.windows.net\/library\/2015\/07\/Chinese-Food-Tak-Sebatas-Makanan.Marketeers.Mei-2015.076-077.jpg\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"alignnone size-full wp-image-762\" src=\"https:\/\/dieng.blob.core.windows.net\/library\/2015\/07\/Chinese-Food-Tak-Sebatas-Makanan.Marketeers.Mei-2015.076-077.jpg\" alt=\"Chinese Food Tak Sebatas Makanan.Marketeers.Mei 2015.076-077\" width=\"4800\" height=\"3072\" \/><\/a><\/p>\n<p>Disadari atau tidak, chinese food ternyata menyimpan kompleksitas yang jauh lebih besar di banding bumbu penyusun makanan itu. Kebudayaan, sejarah masa lalu, dan kontur wilayah adalah tiga hal yang membuat masakan Tiongkok penuh ragam.<\/p>\n<p><em>Every plate of food has a story to tell<\/em>. Seperti pula pada <em>chinese food<\/em> (masakan khas China) yang menjadi salah satu makanan paling popoler di dunia. Hmpir seluruh penjuru bumi, selalu bersemayam restoran <em>chinese<\/em>. Seiring perkembangan kuliner di Indonesia, pemilik restoran <em>chinese food <\/em>mulai malakukan spesifikasi tertentu terhadap menu yang di tawarkan. Hal ini pula di lakukan Boga Group, <em>master franchisor <\/em>berbagai merek <em>food and beverage,<\/em> melalui tiga merek restoran <em>chinese<\/em>-nya, yaitu Paradise Inn, Paradise Dynasti, dan Canton Paradise.<\/p>\n<p>Pendiri dan presidan Direktur Boga Group Kusnadi Raharja mengatakan, tren kuliner telah bergeser dari redtoran umum ke restoran yang menawarkan meniu-menu spesifik. Tren ini di picu oleh fenomena restoran Jepang yang sejak tiga tahun lalu mulai melakukan klaasifikasi berdasarkan jenis masakan, seperti restoran khusus menjual ramen, tempura, soba, bahkan unagi. \u2018\u2019saya melihat tren\u00a0 itu terjadi juga dalam <em>chinese food<\/em>. Sama seperti masakan Indonesia, saat ingin masakan minang, kita pergi ke restoran padang. Untuk menikmati masakan Jawa Barat, pergi ke restoran Sunda\u2019\u2019 paparnya.<\/p>\n<p>Dalam praktiknya Boga Group\u00a0 melakukan spesialisasi masakan <em>chinese<\/em> berdasarkan wilayah dari mana masakan itu berasal. Sebab, dengan luas yang begitu besar, negeri Tiongkok memiliki budaya dan sejarah\u00a0 kuliner yang berbeda. Menurut Kusnadi, hal itu masih belun di pahami oleh ke banyakan konsumen di Indonesia.<\/p>\n<p>\u2018\u2019Mereka hanya mengenal <em>chinese<\/em> <em>food<\/em> memiliki ragam dan cita rasa yang berbeda, konsumen Tionghoa di Indonesia tidak melihat itu sebagai suatu hal yang berbeda. Namun, generasi kedua sudah lebih mengerti,\u2019\u2019 tuturnya.<\/p>\n<p>Boga Group memiliki tiga merek restoran <em>dining<\/em> menawarkan\u00a0 menu <em>chinese food. Pertama,<\/em> Paradise Dynasti, mengusung konsep masakan Tiongkok Utara yang jenis masakannya banyak menggunakan bahan gandum atau mie. Biasanya, masakan jenis ini berkembang di daratan Beijing dan Shanghai. Cita rasa masakan utara lebih pedas dari yang lain, karena banyak menggunakan <em>ma la<\/em> atau cabe Tiongkok. Rasa pedas itu juga di pengaruhi oleh masakan Schezuan, kota yang tida jauh dari Beijing. Masakan jenis ini lebih menonjolkan rasa pedas yang ekstrem dari penggunaan paprika, bawang putih, dan cabai.<\/p>\n<p>\u2018\u2019Di Tiongkok Utara, lebig banyak menggunakan gandum. Mengapa? Karena iklim disana cukup dingin sehingga padi tidak bisa tumbuh. Alhasil, mereka mengandalkan gandum sebagai sumber karbohidrat. Sedangkan di Tiongkok Selatan, beras menjadi makanan yang umum,\u2019\u2019 terangnya.<\/p>\n<p>Sedangkan Paradise Inn lebih kepada <em>home cooking <\/em>alias masakan yang bisa di kreasikan di rumah. Menunya sederhana, seperti sup,\u00a0 ayam goreng, cumi, dan tahu.\u00a0 Selain itu, boga memilki Canton Paradise yang menyajikan makanan Kantonis, masakan yang berasal dari wilayah Guangdom di selatan Tiongkok. Tipe masakan ini sangat popular di hampir semua negara, termasuk Hong Kong, diantaranya nasi goreng, bubur, maupun dim sum. Metode memasak Kanton di anggap paling mudah dan cepat, seperti menumis, mengukus, dan menggoreng.<\/p>\n<p>Tak hanya berbeda dengan jenis masakan, ketiga restoran itu juga mengusung spesialis masakan tertentu. Misalnya, Paradise Dynasti menawarkan kesempatan para konsumen untuk menikmati makanan khas rakyat Tiongkok, yaitu <em>xiao long bao<\/em> dengan delapan warna berbeda. Disana, tersaji delapan jenis rasa <em>xiao long bao, <\/em>seperti kepiting telur, keju, bawang putih, herbal, <em>ma la,foie gras <\/em>(hati angsa), dan <em>truffle <\/em>hitam. Sedangkan Paradise Inn lebih menonjolkan menu dup yang beragam, seperti <em>teochew prawn roll, hotplate tofu, <\/em>dan <em>egg rio spinach.<\/em><\/p>\n<p>Lelaki ytang merintis usahanya sejak tahun 2002 ini mengakui bahwa tak semua konsumennya sadar dan paham betul akan perbedaan restoran-resorannya itu, bahkan konsumen etnis Tionghoa. Katanya, konsumen etnis Tionghoa yang bertandang ke restorannya sudah menerima jenis masakan <em>chinese<\/em> apapun. Maka itu, Boga Group masih terus mengedukasi konsumen lokal soal kuliner tiongkok.<\/p>\n<p>Walau meenyajikan masakan bercedrita rasa <em>chinese,<\/em> Kusnadi menyangkal jika ketiga resotrannya itu nyasar secara khusus pasar etnis Tionghoa. Sebab, katanya, utnuk generasi Paradise Dynasti Bali, konsumennya didominasi Kum turis. \u2018\u2019Kami tidak spesifik mensegmwnkan diri sebagai\u00a0 restoran untuk masyarakat Tionghoa saja. Kalau anda perhatikan saat makan siang tiba, konsumen non Tionghoa pun sering makan di tempat kami,\u2019\u2019 imbuh pria lulisan Carnegie Mellon University ini.<\/p>\n<p>Bahkan Kuasnadi juga menolak apa bila kerja sama Boga dengan Citibank dan Paninbank di kaitkn dengan strateginya menggaetkan pasar etnis Tionghoa. Kerja sama yang memberikan potingan harga bagi pengguna kartu kredit kedua bank itu lebih kepada cara perusahaannya meningkatkan transaksi pembelanjaan.<\/p>\n<p>Kendati demikian, pada kenyataannya memang masyarakat Tionghoa kerap bertandang ke restoran itu, khususnya untuk menyantap hidangan nonhalal. Satu yang menjadi cacatan Boga adalah masyarakat Tionghoa sangat gemar makan bersama keluarga. Di sdalam masyarakat Tionghoa, makan bersama di anggap sebagai sarana mempererat tali persaudaraan dan kesempatan berkumpul dengan sanak keluarga dan teman. Karenanya, interior yang di usung Boga Group untuk ke tiga restorannya itu sangat mengakomodir filosofi tersebut. Salah satunya dengan menyajikan meja makan melingkar yang membuat komunikasi antara anggota keluarga semakin lebih mudah.<\/p>\n<p><strong>\u2018<em>\u2019MEREKA HANYA MENGENAL CHINESE FOOD IS CHINESE FOOD. PADAHAL, CHINESE FOOD MEMILIKI RAGAM DAN CITA RASA BERBEDA ANTARA SATU DAERAH DENGAN DAERAH LAIN. SAYA RASA, KONSUMEN TIONGHOA DI INDONESIA TIDAK MELIHAT ITU SEBAGAI SESUATU HAL YANG BERBEDA.\u2019\u2019<\/em><\/strong><\/p>\n<p>Di bandingkan dengan merek restoran Boga lainnya seperti Bakerzin, Pepper Luch dan Master Wok, Boga cukup sangat selektif mengembangkan jaringan <em>restoran chinese food<\/em>-nya dengan <em>positioning<\/em> serta profil konsumen yang unik, Boga Group hanya memboyang tiga restorannya itu ke kota-kota yang memiliki demografi yang sama. Saat ini, ketiga restoran itu baru memiliki lima gerai Paradise Dynasti, Satu Paradise Iin, dan satu Paradise Canton Paradise.<\/p>\n<p>Ketiga restoran itu memang tidak bisa hadir di seluruh nusantara. Paradise cukup unik karena pelanggannya mengonsumsi non halal. Kami akan kembangkan merek ini ke Medan, Surabaya, Bali, dan juga Jakarta,\u2019\u2019 ucap lelaki yang dulu sempat menjadi wakil direktur salah satu perusahaan distribusi farmasi terkemuka di Indonesia.<\/p>\n<p>Pada dasarnya, Paradise Inn,Paradise Dynasti, dan Canton Paradise merupakan restoran yang berasal dari Singapura di bawah manajemen Paradise Group. Didirikan tahun 2002 oleh Edward Chua. Paradise Group memiliki lini restoran <em>chinese<\/em> <em>\u00a0<\/em>dengan konsep masakan dan interioir berbeda, seperti One Paradise, ParaThai, Seafood Paradise, Paradise Pavillion, dan Taste Paradise. Kedua merek restoran yang terakhir di sebut itu adalah restoran tipe <em>fine dining <\/em>yang dapat merongoh kocek jutaan rupiah untuk satu kali kunjungan.<\/p>\n<p>Kusnadi mengaku bahwa saat ini membawa Taste Paradise ke Indonesia, sebab pihaknya masih belum melihat kebutuhan <em>chinese fine dining<\/em> yang begitu besar di dalam negeri. \u2018\u2019saat ini kami belum membawanya. Sebab, secara frekuensi, makan <em>dining<\/em> terbesar masih di restoran kelas menengah. Meskipun Indonesia, sudah ada restoran semacam itu,\u2019\u2019 terusnya.<\/p>\n<p>Dengan memiliki lebih dari seratus gerai di Indonesia, Gora Group membawahi enam merek, yaitu Paradise Dynasti, Paradise Iin,Canton Paradise, Bakerzin, Pepper Lunch, Master Wok, dan Boga Catering. Selain itu , Boga juga menaungi merek pakaian anak-anak Poney. Tahun ini,\u00a0 Kusnadi menargetkan pendapatan bisa tumbuh 8% dari tahun sebelumnya. Selain berada di mall-mall besar Jakarta, Boga Group telah merambah pasar Medan, Palembang, Bandung, Yogyakarta, Surabaya, Bali, dan Makassar. Tahun ini, Boga berencana menanmbah tiga wilayah ekspansi, yaitu Pekan Baru, Balikpapan, dan Manado.<\/p>\n<p><strong>Sumber:\u00a0<\/strong>Marketeers.Mei-2015.076-077<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>&nbsp; Disadari atau tidak, chinese food ternyata menyimpan kompleksitas yang jauh lebih besar di banding bumbu penyusun makanan itu. Kebudayaan, sejarah masa lalu, dan kontur wilayah adalah tiga hal yang membuat masakan Tiongkok penuh ragam. Every plate of food has a story to tell. Seperti pula pada chinese food (masakan khas China) yang menjadi salah&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":762,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[],"class_list":["post-761","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-uncategorized-id"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v27.3 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>Chinese Food Tak Sebatas Makanan - Library<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/chinese-food-tak-sebatas-makanan\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Chinese Food Tak Sebatas Makanan - Library\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"&nbsp; Disadari atau tidak, chinese food ternyata menyimpan kompleksitas yang jauh lebih besar di banding bumbu penyusun makanan itu. Kebudayaan, sejarah masa lalu, dan kontur wilayah adalah tiga hal yang membuat masakan Tiongkok penuh ragam. Every plate of food has a story to tell. Seperti pula pada chinese food (masakan khas China) yang menjadi salah...\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/chinese-food-tak-sebatas-makanan\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Library\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2015-07-08T06:59:59+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2017-04-27T02:44:55+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-content\/uploads\/2015\/07\/Chinese-Food-Tak-Sebatas-Makanan.Marketeers.Mei-2015.076-077-e1492751999699.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"1332\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"1488\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"admin_library\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Ditulis oleh\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"admin_library\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"6 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/chinese-food-tak-sebatas-makanan\\\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/chinese-food-tak-sebatas-makanan\\\/\"},\"author\":{\"name\":\"admin_library\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/4cffc04a138a391647832a76dc126824\"},\"headline\":\"Chinese Food Tak Sebatas Makanan\",\"datePublished\":\"2015-07-08T06:59:59+00:00\",\"dateModified\":\"2017-04-27T02:44:55+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/chinese-food-tak-sebatas-makanan\\\/\"},\"wordCount\":1138,\"commentCount\":0,\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/chinese-food-tak-sebatas-makanan\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2015\\\/07\\\/Chinese-Food-Tak-Sebatas-Makanan.Marketeers.Mei-2015.076-077-e1492751999699.jpg\",\"articleSection\":[\"Uncategorized @id\"],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/chinese-food-tak-sebatas-makanan\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/chinese-food-tak-sebatas-makanan\\\/\",\"name\":\"Chinese Food Tak Sebatas Makanan - Library\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/chinese-food-tak-sebatas-makanan\\\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/chinese-food-tak-sebatas-makanan\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2015\\\/07\\\/Chinese-Food-Tak-Sebatas-Makanan.Marketeers.Mei-2015.076-077-e1492751999699.jpg\",\"datePublished\":\"2015-07-08T06:59:59+00:00\",\"dateModified\":\"2017-04-27T02:44:55+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/4cffc04a138a391647832a76dc126824\"},\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/chinese-food-tak-sebatas-makanan\\\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/chinese-food-tak-sebatas-makanan\\\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/chinese-food-tak-sebatas-makanan\\\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2015\\\/07\\\/Chinese-Food-Tak-Sebatas-Makanan.Marketeers.Mei-2015.076-077-e1492751999699.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2015\\\/07\\\/Chinese-Food-Tak-Sebatas-Makanan.Marketeers.Mei-2015.076-077-e1492751999699.jpg\",\"width\":1332,\"height\":1488},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/chinese-food-tak-sebatas-makanan\\\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Chinese Food Tak Sebatas Makanan\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/\",\"name\":\"Library\",\"description\":\"UC\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/4cffc04a138a391647832a76dc126824\",\"name\":\"admin_library\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/75781214a801ee0700a52770a6367c89fe1bf1dccd2c5f0a079ece6c531f4bae?s=96&d=mm&r=g\",\"url\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/75781214a801ee0700a52770a6367c89fe1bf1dccd2c5f0a079ece6c531f4bae?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/75781214a801ee0700a52770a6367c89fe1bf1dccd2c5f0a079ece6c531f4bae?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"admin_library\"},\"url\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/author\\\/admin_library\\\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Chinese Food Tak Sebatas Makanan - Library","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/chinese-food-tak-sebatas-makanan\/","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Chinese Food Tak Sebatas Makanan - Library","og_description":"&nbsp; Disadari atau tidak, chinese food ternyata menyimpan kompleksitas yang jauh lebih besar di banding bumbu penyusun makanan itu. Kebudayaan, sejarah masa lalu, dan kontur wilayah adalah tiga hal yang membuat masakan Tiongkok penuh ragam. Every plate of food has a story to tell. Seperti pula pada chinese food (masakan khas China) yang menjadi salah...","og_url":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/chinese-food-tak-sebatas-makanan\/","og_site_name":"Library","article_published_time":"2015-07-08T06:59:59+00:00","article_modified_time":"2017-04-27T02:44:55+00:00","og_image":[{"width":1332,"height":1488,"url":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-content\/uploads\/2015\/07\/Chinese-Food-Tak-Sebatas-Makanan.Marketeers.Mei-2015.076-077-e1492751999699.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"admin_library","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Ditulis oleh":"admin_library","Estimasi waktu membaca":"6 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/chinese-food-tak-sebatas-makanan\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/chinese-food-tak-sebatas-makanan\/"},"author":{"name":"admin_library","@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/#\/schema\/person\/4cffc04a138a391647832a76dc126824"},"headline":"Chinese Food Tak Sebatas Makanan","datePublished":"2015-07-08T06:59:59+00:00","dateModified":"2017-04-27T02:44:55+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/chinese-food-tak-sebatas-makanan\/"},"wordCount":1138,"commentCount":0,"image":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/chinese-food-tak-sebatas-makanan\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-content\/uploads\/2015\/07\/Chinese-Food-Tak-Sebatas-Makanan.Marketeers.Mei-2015.076-077-e1492751999699.jpg","articleSection":["Uncategorized @id"],"inLanguage":"id"},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/chinese-food-tak-sebatas-makanan\/","url":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/chinese-food-tak-sebatas-makanan\/","name":"Chinese Food Tak Sebatas Makanan - Library","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/chinese-food-tak-sebatas-makanan\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/chinese-food-tak-sebatas-makanan\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-content\/uploads\/2015\/07\/Chinese-Food-Tak-Sebatas-Makanan.Marketeers.Mei-2015.076-077-e1492751999699.jpg","datePublished":"2015-07-08T06:59:59+00:00","dateModified":"2017-04-27T02:44:55+00:00","author":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/#\/schema\/person\/4cffc04a138a391647832a76dc126824"},"breadcrumb":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/chinese-food-tak-sebatas-makanan\/#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/chinese-food-tak-sebatas-makanan\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/chinese-food-tak-sebatas-makanan\/#primaryimage","url":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-content\/uploads\/2015\/07\/Chinese-Food-Tak-Sebatas-Makanan.Marketeers.Mei-2015.076-077-e1492751999699.jpg","contentUrl":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-content\/uploads\/2015\/07\/Chinese-Food-Tak-Sebatas-Makanan.Marketeers.Mei-2015.076-077-e1492751999699.jpg","width":1332,"height":1488},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/chinese-food-tak-sebatas-makanan\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Chinese Food Tak Sebatas Makanan"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/#website","url":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/","name":"Library","description":"UC","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/#\/schema\/person\/4cffc04a138a391647832a76dc126824","name":"admin_library","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/75781214a801ee0700a52770a6367c89fe1bf1dccd2c5f0a079ece6c531f4bae?s=96&d=mm&r=g","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/75781214a801ee0700a52770a6367c89fe1bf1dccd2c5f0a079ece6c531f4bae?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/75781214a801ee0700a52770a6367c89fe1bf1dccd2c5f0a079ece6c531f4bae?s=96&d=mm&r=g","caption":"admin_library"},"url":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/author\/admin_library\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/761","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=761"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/761\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":6511,"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/761\/revisions\/6511"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-json\/wp\/v2\/media\/762"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=761"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=761"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=761"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}