{"id":8011,"date":"2017-06-21T12:16:55","date_gmt":"2017-06-21T05:16:55","guid":{"rendered":"http:\/\/library.uc.ac.id\/?p=8011"},"modified":"2025-05-01T12:37:15","modified_gmt":"2025-05-01T05:37:15","slug":"guru-besar-pertama-media-di-indonesia-rachmah-ida-lima-tahun-perjuangkan-gelar-profesor","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/guru-besar-pertama-media-di-indonesia-rachmah-ida-lima-tahun-perjuangkan-gelar-profesor\/","title":{"rendered":"Guru Besar Pertama Media di Indonesia Rachmah Ida Lima Tahun Perjuangkan Gelar Profesor"},"content":{"rendered":"<p><a ref=\"magnificPopup\" href=\"https:\/\/dieng.blob.core.windows.net\/library\/2017\/06\/Guru-Besar-Pertama-Media-di-Indonesia-Rachmah-Ida.-Jawa-Pos.18-April-2015.Hal_.2539.jpg\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"alignnone  wp-image-8012\" src=\"https:\/\/dieng.blob.core.windows.net\/library\/2017\/06\/Guru-Besar-Pertama-Media-di-Indonesia-Rachmah-Ida.-Jawa-Pos.18-April-2015.Hal_.2539.jpg\" alt=\"Guru Besar Pertama Media di Indonesia Rachmah Ida. Jawa Pos.18 April 2015.Hal.25,39\" width=\"1189\" height=\"1662\" \/><\/a><\/p>\n<p>Kartini telah tiada lebih dari seabad lalu. Namun, semangatnya terus letari dengan bermunculnya Kartini-Kartini baru. Salah satunya di Surabaya. Kota ini telah melahirkan satu-satunya guru besar di bidang media se-Indonesia. Dia adalah Prof Dra Rachmah Ida Commas PhD.<\/p>\n<p><strong>MUNIROH <\/strong><\/p>\n<p>Empat rak penuh buku menghiasi ruangan di lantai 2 sebuah rumah di daerah Royal Residence, Wiyung. Ratusan buku itu memiliki tema hampir sama, tentang media. Mulai <em>Studi Media dan Kajian Budaya, Indonesia Film Cultures, <\/em>hingga <em>Digital Future for\u00a0 Cultural and Media studies.<\/em><\/p>\n<p>Beberapa di antaranya adalah buku karangan si empu perpustakan mini itu, Rachmah Ida. \u201cMahasiswa sering datang ke sini baca buku. Koleksi tentang media di perpustakan ini lengkap,\u201d ujarnya ditemui pada Kamis (16\/4). Belajar di perpustkan pribadi itu memberikan satu keuntungan besar. Peminjam buku tentang media bisa bertemu langsung dengan ahlinya. Sepekan lagi dosen Departemen Ilmu Komunikasi Universitas Airlangga (Unair) itu akan dikukuhkan sebagai guru besar (gubes) di Rektorat Unair, Sabtu (25\/4). Ida menjadi guru besar pertama di Indonesia dalam bidang media. Butuh perjuangan untuk meraih gelar profesor. Dia telah menyerahkan berbagai persyaratan ke Kemendikbud sejak Desember 2009. Ida menyertakan belasan judul buku hasil karyawan, termasuk jurnal-jurnal internasional. <em>Baca Lima&#8230; <\/em>Hal 39.<\/p>\n<p><strong>Lewati Segala Tantangan Berkat Dukungan Keluarga<\/strong><\/p>\n<p><strong>Lima&#8230;<\/strong><\/p>\n<p>Sambungan dari hal 25<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Namun, tim penilai angka kredit mengembalikan dokumen itu karena dianggap masih kurang memenuhi syarat. Berkali-kali terjadi begitu. \u201cSaya serahkan, beberapa waktu kemudian dikembalikan lagi,\u201d katanya. Banyak yang meragukan Ida mampu lolos menjadi gubes, mengingat golongan pangkatnya masih III-d. Umumnya gelar gubes hanya mampu ditembus golongan jabatan IV. \u201cProsesnya tidak mudah. Tapi, saya punya keyakinan bisa. Akhirnya saya mamu dan loncat jabatan,\u201d ucapnya.<\/p>\n<p>Perempuan 46 tahun itu menerima SK resmi sebagai gubes pada Desember 2014, lima tahun sejak mengajukan dokumen persyaratan. \u201cSaya memperjuangkan gelar profesor itu karena ingin membuktikan bahwa studi tentang media ternyata memiliki masa depan yang cerah,\u201d ujarnya. Meski begitu, bagi Ida, perjuangan menjadi gubes sebenarnya dimulai belasan tahun lalu. Ida masuk kuliah sebagai mahasiswa komunikasi pada 1988. Ibu dari Zahra Aisya, 18, itu merupakan angkatan pertama di Komunikasi FISIP Unair. Selama kuliah, dia menjadi penerima beasiswa tunjangan ikatan dinas (TID).<\/p>\n<p>Karena itu, ketika lulus, Ida mesti mengabdi pada negara sebaga dosen. \u201cHati saya sudah cocok menjadi dosen. Niatnya berbagai ilmu. Senang melihat mahasiswa dari tidak tahu menjadi tahu,\u201d ujarnya. Lulus pada 1992, Ida menjadi dosen di almamater. Lima tahun kemudian, dia mendapat beasiswa master dari ASTAS AusAID, Australia. Ida memutuskan melanjutkan pendidikan di bidang <em>media studies <\/em>di Edith Cowan University, Perth. Ida sering dianggap aneh oleh rekan-rekannya. Alasannya, penerima beasiswa yang lain memilih jurusan bisnis atau <em>development studies.<\/em> \u201cMereka kaget, tidak tahu apa itu <em>media studies. <\/em>Jadi, saya satu-satunya penerima beasiswa <em>media studies <\/em>dari Indonesia,\u201d ucapnya.<\/p>\n<p>Saat berada di Negara Kanguru itulah, Ida sadar betapa jauh perbedaan antara pengajaran ilmu komunikasi di Australia dan Indonesia. Di sana, perspektif media lebih kritis. Menyoal tentang postmodernisme, globalisasi, gender, dan berorientasi pada audiens. \u201cDi Indonesia, penonton dinilai pasif. Padahal, mereka aktif membentuk makna,\u201d ungkapnya. Selama menempuh S-2, dia memilih isu tentang media dan gender. Ketika tesis, Ida meneliti majalah perempuan yang digawangi gender berbeda. Yakni, <em>Kartini <\/em>yang saat itu dipimpin mantan Menteri Penerangan Harmoko dan <em>Femina<\/em> yang dipegang perempuan sebagai ibu. Sedangkan yang lain menekankan perempuan karir.<\/p>\n<p>Menurut perempuan alumnus SMAN 5 Surabaya itu, ada suka dan duka selama sekolah. Ida pernah kebingungan menulis tesis. Teori-teori kritis Eropa di bidang komunikasi membuatnya kesulitasa. \u201cSaat menghadapi masa berat itu, saya berpikir apa yang saya cari jauh-jauh ke Australia. Apalagi, demi menemani saya, suami dan anak ikut, meninggalkan semua di Surabaya,\u201d ujar Ida. Namun, kehadiran keluarga tak sia-sia. Berkat dukungan mereka, Ida berhasil melewati masa-masa berat studi. Ida pulang ke Surabaya pada 1999. Membawa gelar doktor di bidang media, banyak rekan dosen yang mengolok-olok. Mereka menanyakan untuk apa belajar <em>media studies.<\/em> \u201cKatanya <em>nggak <\/em>bakal <em>payu <\/em>(laris). Yang laris\u00a0 itu <em>public relation <\/em>(PR). Saya tidak apa-apa. Waktu itu, saya yakin teori-teori kritis itu akan banyak digunakan ke depan,\u201d katanya.<\/p>\n<p>Selanjutnya, pada 2002, Ida kembali ke Australia untuk mengambil program doktor, kali ini Curtin University of Technology, Perth. Dia mengungkapkan, pembimbingnya semasa kuliah, Profesor Krishna Sen, menjadi pendorong untuk belajar lebih banyak tentang media. Ida akhirnya meraih <em>doctor os philosophy <\/em>pada 2006. Ida menegaskan, semua kesuksesan yang telah diraihnya tidak akan terwujud tanpa keluarga. Di saat dia akan menyerah, sang suami Herry Juliartono selalu menguatkan. \u201cTugas perempuan memang berat. Tapi, jika ada tekad dan dukungan keluarga, semua asti bisa,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p>Menurut Ida, menjadi seorang dengan jabatan fungsional tertinggi bagi dosen tidak membuatnya berhenti berjuang. Menurut dia, perjuangan perempuan dalam dunia publik tidak bermaksud melawan kodrat, tidak juga mengalahkan laki-laki. Namun, dia menyebut ingin menunjukkan kemampuan personal setiap perempuan. \u201cPerempuan Indoenesia harus semakin kreatif dan berkontribusi pada dinamika demokrasi. Memilih menjadi ibu rumah tangga pun amalan yang baik,\u201d tegasnya.<\/p>\n<p>Sebelum menjadi gubes, Ida telah memimpin departemen komunikasi. Termasuk pernah menjadi asesor Badan Akreditasi Nasional Pendidikan Tinggi (BAN-PT). Kini, dia menjabat ketua program studi S-2 menjadi di Program Pascasarjana Unair. Selain itu, banyak prestasi yang diraih. Misalnya, dua kali menjadi dosen berprestasi Unair. Lalu, penerima Masri Singarimbun Awards dalam penelitiannya tentang khitan pada perempuan. Ada lagi Asian Muslim Action Network (AMAN) Awards, juga untuk penelitian. Termasuk menjadi ahli media antropologi pertama di Indonesia. \u201cSaya mengembangkan etnografi audiens,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p>Ida menulis banyak buku. Di antaranya, <em>Komunikasi Politik, Media, dan Demokrasi <\/em>serta <em>Imagining Muslim Women in Indonesia Ramadan Soap Operas. <\/em>Disertasinya yang berjudul <em>Watching Indonesia Sinetron <\/em>juga dibutuhkan penerbit Jerman. \u201cYang terbaru tahun ini <em>Imagining Community in Contemporary Surabaya. <\/em>\u00a0Tentang program <em>Cangkrukan <\/em>di <em>JTV,\u201d <\/em>ujarnya. Kini, Ida mengaku berbangga banyak mahasiswa sarjana dan master yang mengambil <em>media studies. <\/em>Dia juga memulai proyek <em>Media Islam and Sectarianism Visiting Research Fellow <\/em>di Center for Muslim State and Society di the University of Western Australia. Dia meneliti tentang pemuatan kasus Sunn-Syiah di media dn konservatisme di media <em>online. <\/em>Selain itu, Ida memantau perkembangan media cetak, elektronik, dan <em>online<\/em>.<\/p>\n<p>Ida menambahkan, pihaknya berharap media saat ini bisa memberikan pencerahan pada khalayak. Dalam srtian, memberikan informasi yang bernanfaat. Ida mencotohkan kasus begal yang diberitakan dengan edukasi modus dan cara mengindari pembegalan. Dalam pandangannya, kebanyakan media televisi hanya memberikan hiburan dan sesi sensasional. Dia berharap media dan warga melakukan tugasnya masing-masing. Untuk media, mereka sebaiknya lebih berusaha memahami khalayak dan tidak mendramatisasi. Menurut dia. Media yang berjumlah banyak itu berusaha menyajikan hiburan, tapi tidak menghibur. Mereka tidak menampilkan konten yang sesuai kebutuhan masyarakat. \u201cPadahal, penonton televisi itu ada yang tingkat literasinya rendah. Mereka melihat fakta sama seperti di media. Belum lagi banyaknya program TV yang seragam,\u201d ungkapnya. Untuk masyarakat, Ida menyarankan agar semakin melek media. Audiens sebaiknya memiliki <em>self censorship <\/em>atas konstruksi media. Pilih yang berguna dan bisa dipakai. \u201cUntuk media cetak, saya yakin akan terus bertahan meski banyak gempuran jurnalisme <em>online. <\/em>Sebab, membaca koran telah menjadi media <em>habit,\u201d <\/em>ucapnya. (*\/c17\/ayi)<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><strong>Sumber:<\/strong> Jawa Pos, 18 April 2015 . Hal 25, 39.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Kartini telah tiada lebih dari seabad lalu. Namun, semangatnya terus letari dengan bermunculnya Kartini-Kartini baru. Salah satunya di Surabaya. Kota ini telah melahirkan satu-satunya guru besar di bidang media se-Indonesia. Dia adalah Prof Dra Rachmah Ida Commas PhD. MUNIROH Empat rak penuh buku menghiasi ruangan di lantai 2 sebuah rumah di daerah Royal Residence, Wiyung&#8230;.<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":8012,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[6],"tags":[],"class_list":["post-8011","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-artikel"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v27.4 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>Guru Besar Pertama Media di Indonesia Rachmah Ida Lima Tahun Perjuangkan Gelar Profesor - Library<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/guru-besar-pertama-media-di-indonesia-rachmah-ida-lima-tahun-perjuangkan-gelar-profesor\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Guru Besar Pertama Media di Indonesia Rachmah Ida Lima Tahun Perjuangkan Gelar Profesor - Library\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Kartini telah tiada lebih dari seabad lalu. Namun, semangatnya terus letari dengan bermunculnya Kartini-Kartini baru. Salah satunya di Surabaya. Kota ini telah melahirkan satu-satunya guru besar di bidang media se-Indonesia. Dia adalah Prof Dra Rachmah Ida Commas PhD. MUNIROH Empat rak penuh buku menghiasi ruangan di lantai 2 sebuah rumah di daerah Royal Residence, Wiyung....\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/guru-besar-pertama-media-di-indonesia-rachmah-ida-lima-tahun-perjuangkan-gelar-profesor\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Library\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2017-06-21T05:16:55+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2025-05-01T05:37:15+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-content\/uploads\/2017\/06\/Guru-Besar-Pertama-Media-di-Indonesia-Rachmah-Ida.-Jawa-Pos.18-April-2015.Hal_.2539-e1498022198811.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"659\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"609\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"admin_library\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Ditulis oleh\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"admin_library\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"6 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/guru-besar-pertama-media-di-indonesia-rachmah-ida-lima-tahun-perjuangkan-gelar-profesor\\\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/guru-besar-pertama-media-di-indonesia-rachmah-ida-lima-tahun-perjuangkan-gelar-profesor\\\/\"},\"author\":{\"name\":\"admin_library\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/4cffc04a138a391647832a76dc126824\"},\"headline\":\"Guru Besar Pertama Media di Indonesia Rachmah Ida Lima Tahun Perjuangkan Gelar Profesor\",\"datePublished\":\"2017-06-21T05:16:55+00:00\",\"dateModified\":\"2025-05-01T05:37:15+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/guru-besar-pertama-media-di-indonesia-rachmah-ida-lima-tahun-perjuangkan-gelar-profesor\\\/\"},\"wordCount\":1125,\"commentCount\":0,\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/guru-besar-pertama-media-di-indonesia-rachmah-ida-lima-tahun-perjuangkan-gelar-profesor\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2017\\\/06\\\/Guru-Besar-Pertama-Media-di-Indonesia-Rachmah-Ida.-Jawa-Pos.18-April-2015.Hal_.2539-e1498022198811.jpg\",\"articleSection\":[\"Artikel Koran\"],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/guru-besar-pertama-media-di-indonesia-rachmah-ida-lima-tahun-perjuangkan-gelar-profesor\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/guru-besar-pertama-media-di-indonesia-rachmah-ida-lima-tahun-perjuangkan-gelar-profesor\\\/\",\"name\":\"Guru Besar Pertama Media di Indonesia Rachmah Ida Lima Tahun Perjuangkan Gelar Profesor - Library\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/guru-besar-pertama-media-di-indonesia-rachmah-ida-lima-tahun-perjuangkan-gelar-profesor\\\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/guru-besar-pertama-media-di-indonesia-rachmah-ida-lima-tahun-perjuangkan-gelar-profesor\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2017\\\/06\\\/Guru-Besar-Pertama-Media-di-Indonesia-Rachmah-Ida.-Jawa-Pos.18-April-2015.Hal_.2539-e1498022198811.jpg\",\"datePublished\":\"2017-06-21T05:16:55+00:00\",\"dateModified\":\"2025-05-01T05:37:15+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/4cffc04a138a391647832a76dc126824\"},\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/guru-besar-pertama-media-di-indonesia-rachmah-ida-lima-tahun-perjuangkan-gelar-profesor\\\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/guru-besar-pertama-media-di-indonesia-rachmah-ida-lima-tahun-perjuangkan-gelar-profesor\\\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/guru-besar-pertama-media-di-indonesia-rachmah-ida-lima-tahun-perjuangkan-gelar-profesor\\\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2017\\\/06\\\/Guru-Besar-Pertama-Media-di-Indonesia-Rachmah-Ida.-Jawa-Pos.18-April-2015.Hal_.2539-e1498022198811.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2017\\\/06\\\/Guru-Besar-Pertama-Media-di-Indonesia-Rachmah-Ida.-Jawa-Pos.18-April-2015.Hal_.2539-e1498022198811.jpg\",\"width\":659,\"height\":609},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/guru-besar-pertama-media-di-indonesia-rachmah-ida-lima-tahun-perjuangkan-gelar-profesor\\\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Guru Besar Pertama Media di Indonesia Rachmah Ida Lima Tahun Perjuangkan Gelar Profesor\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/\",\"name\":\"Library\",\"description\":\"UC\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/4cffc04a138a391647832a76dc126824\",\"name\":\"admin_library\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/75781214a801ee0700a52770a6367c89fe1bf1dccd2c5f0a079ece6c531f4bae?s=96&d=mm&r=g\",\"url\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/75781214a801ee0700a52770a6367c89fe1bf1dccd2c5f0a079ece6c531f4bae?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/75781214a801ee0700a52770a6367c89fe1bf1dccd2c5f0a079ece6c531f4bae?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"admin_library\"},\"url\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/author\\\/admin_library\\\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Guru Besar Pertama Media di Indonesia Rachmah Ida Lima Tahun Perjuangkan Gelar Profesor - Library","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/guru-besar-pertama-media-di-indonesia-rachmah-ida-lima-tahun-perjuangkan-gelar-profesor\/","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Guru Besar Pertama Media di Indonesia Rachmah Ida Lima Tahun Perjuangkan Gelar Profesor - Library","og_description":"Kartini telah tiada lebih dari seabad lalu. Namun, semangatnya terus letari dengan bermunculnya Kartini-Kartini baru. Salah satunya di Surabaya. Kota ini telah melahirkan satu-satunya guru besar di bidang media se-Indonesia. Dia adalah Prof Dra Rachmah Ida Commas PhD. MUNIROH Empat rak penuh buku menghiasi ruangan di lantai 2 sebuah rumah di daerah Royal Residence, Wiyung....","og_url":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/guru-besar-pertama-media-di-indonesia-rachmah-ida-lima-tahun-perjuangkan-gelar-profesor\/","og_site_name":"Library","article_published_time":"2017-06-21T05:16:55+00:00","article_modified_time":"2025-05-01T05:37:15+00:00","og_image":[{"width":659,"height":609,"url":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-content\/uploads\/2017\/06\/Guru-Besar-Pertama-Media-di-Indonesia-Rachmah-Ida.-Jawa-Pos.18-April-2015.Hal_.2539-e1498022198811.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"admin_library","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Ditulis oleh":"admin_library","Estimasi waktu membaca":"6 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/guru-besar-pertama-media-di-indonesia-rachmah-ida-lima-tahun-perjuangkan-gelar-profesor\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/guru-besar-pertama-media-di-indonesia-rachmah-ida-lima-tahun-perjuangkan-gelar-profesor\/"},"author":{"name":"admin_library","@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/#\/schema\/person\/4cffc04a138a391647832a76dc126824"},"headline":"Guru Besar Pertama Media di Indonesia Rachmah Ida Lima Tahun Perjuangkan Gelar Profesor","datePublished":"2017-06-21T05:16:55+00:00","dateModified":"2025-05-01T05:37:15+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/guru-besar-pertama-media-di-indonesia-rachmah-ida-lima-tahun-perjuangkan-gelar-profesor\/"},"wordCount":1125,"commentCount":0,"image":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/guru-besar-pertama-media-di-indonesia-rachmah-ida-lima-tahun-perjuangkan-gelar-profesor\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-content\/uploads\/2017\/06\/Guru-Besar-Pertama-Media-di-Indonesia-Rachmah-Ida.-Jawa-Pos.18-April-2015.Hal_.2539-e1498022198811.jpg","articleSection":["Artikel Koran"],"inLanguage":"id"},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/guru-besar-pertama-media-di-indonesia-rachmah-ida-lima-tahun-perjuangkan-gelar-profesor\/","url":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/guru-besar-pertama-media-di-indonesia-rachmah-ida-lima-tahun-perjuangkan-gelar-profesor\/","name":"Guru Besar Pertama Media di Indonesia Rachmah Ida Lima Tahun Perjuangkan Gelar Profesor - Library","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/guru-besar-pertama-media-di-indonesia-rachmah-ida-lima-tahun-perjuangkan-gelar-profesor\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/guru-besar-pertama-media-di-indonesia-rachmah-ida-lima-tahun-perjuangkan-gelar-profesor\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-content\/uploads\/2017\/06\/Guru-Besar-Pertama-Media-di-Indonesia-Rachmah-Ida.-Jawa-Pos.18-April-2015.Hal_.2539-e1498022198811.jpg","datePublished":"2017-06-21T05:16:55+00:00","dateModified":"2025-05-01T05:37:15+00:00","author":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/#\/schema\/person\/4cffc04a138a391647832a76dc126824"},"breadcrumb":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/guru-besar-pertama-media-di-indonesia-rachmah-ida-lima-tahun-perjuangkan-gelar-profesor\/#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/guru-besar-pertama-media-di-indonesia-rachmah-ida-lima-tahun-perjuangkan-gelar-profesor\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/guru-besar-pertama-media-di-indonesia-rachmah-ida-lima-tahun-perjuangkan-gelar-profesor\/#primaryimage","url":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-content\/uploads\/2017\/06\/Guru-Besar-Pertama-Media-di-Indonesia-Rachmah-Ida.-Jawa-Pos.18-April-2015.Hal_.2539-e1498022198811.jpg","contentUrl":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-content\/uploads\/2017\/06\/Guru-Besar-Pertama-Media-di-Indonesia-Rachmah-Ida.-Jawa-Pos.18-April-2015.Hal_.2539-e1498022198811.jpg","width":659,"height":609},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/guru-besar-pertama-media-di-indonesia-rachmah-ida-lima-tahun-perjuangkan-gelar-profesor\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Guru Besar Pertama Media di Indonesia Rachmah Ida Lima Tahun Perjuangkan Gelar Profesor"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/#website","url":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/","name":"Library","description":"UC","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/#\/schema\/person\/4cffc04a138a391647832a76dc126824","name":"admin_library","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/75781214a801ee0700a52770a6367c89fe1bf1dccd2c5f0a079ece6c531f4bae?s=96&d=mm&r=g","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/75781214a801ee0700a52770a6367c89fe1bf1dccd2c5f0a079ece6c531f4bae?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/75781214a801ee0700a52770a6367c89fe1bf1dccd2c5f0a079ece6c531f4bae?s=96&d=mm&r=g","caption":"admin_library"},"url":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/author\/admin_library\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/8011","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=8011"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/8011\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":8047,"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/8011\/revisions\/8047"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-json\/wp\/v2\/media\/8012"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=8011"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=8011"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=8011"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}