{"id":8301,"date":"2017-07-14T09:09:49","date_gmt":"2017-07-14T02:09:49","guid":{"rendered":"http:\/\/library.uc.ac.id\/?p=8301"},"modified":"2017-07-19T08:22:51","modified_gmt":"2017-07-19T01:22:51","slug":"jelajah-doclang-dan-bubur-ayam-di-jembatan-merah","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/jelajah-doclang-dan-bubur-ayam-di-jembatan-merah\/","title":{"rendered":"Jelajah Doclang dan Bubur Ayam di Jembatan Merah"},"content":{"rendered":"<p><a ref=\"magnificPopup\" href=\"https:\/\/dieng.blob.core.windows.net\/library\/2017\/07\/Jelajah-Doclang-dan-Bubur-Ayam-di-Jembatan-Merah.-Tabloid-Kontan.30-Maret-6-April-2015.Hal_.40.jpg\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"alignnone  wp-image-8302\" src=\"https:\/\/dieng.blob.core.windows.net\/library\/2017\/07\/Jelajah-Doclang-dan-Bubur-Ayam-di-Jembatan-Merah.-Tabloid-Kontan.30-Maret-6-April-2015.Hal_.40.jpg\" alt=\"Jelajah Doclang dan Bubur Ayam di Jembatan Merah. Tabloid Kontan.30 Maret-6 April 2015.Hal.40\" width=\"1230\" height=\"1901\" \/><\/a><\/p>\n<p>Begadangan sembari menyantap bubut dan doclang di Jembatan Merah, Bogor.<\/p>\n<p>Mimi Silvia<\/p>\n<p>Jalan Veteran merupakan salah satu kawasan paling sibuk di Kota Bogor. Sepenggal jalan yang dekat dengan jembatan merah ini memang enggak ada matinya. Kehidupan di jalan yang terletak di daerah yang tak jauh dari Stasiun Bogor ini berlangsung selama 24jam nonstop.<\/p>\n<p>Pagi hingga malam, Jalan Veteran merupakan pusat niaya. Sedang malam sampai pagi, ajalang sepanjang kurang lebih 400 meter ini menjelma menjadi pusat kuliner, khususnya doclang dan belasan pedagang bubur ayam yang membuka lapak kakilima di Jalan Veteran.<\/p>\n<p>Beberapa kedai di antaranya menjadi legenda lantaran sudah puluhan tahun bercokl di Jalan Veteran dan punya banyak langganan. Sebut saja doclang Naryam dan doclang Pak Amir, lalu Bubur Ayam Pak Kumis serta Bubur Ayam Ajib.<\/p>\n<p>Oh, iya, doclang adalah makanan khas Bogor, mirip kupat tahu. Kudapan ini terdiri dari pesor, kentang rebus yang digoreng, tahu rebus, telur rebus, dan kerupuk atau emping tangkil, dengan siraman bumbu kacang kaya rempah. Pesor adalah semacam ketupat tapi dibungkus daun patat dan bentuknya segi empat.<\/p>\n<p>Adapun bubur ayam di Jalan Veteran, sih, isinya sama dengan bubur ayam kebanyakan. Yang membedakan cara penyajian yang menggunakan piring. Bukan mangkuk, yang sekaligus menjadi ciri khas bubur ayam di Jembatan merah.<\/p>\n<p>Bagaimana, Anda siap jelajah kuliner malam di Jembatan Merah? Gampang, kok, menjangkau lokasi ini terutama jika menumpang kereta comuterline. Dari stasiun Bogor, anda cukup jalan kaki. Begitu keluar stasiun, silakan belok kiri lalu menyeberang lewat jembatan merah, dan anda sudah menginjakkan kaki di Jalan Veteran. Usat kuliner baru benar-benar hidup selepas jam sembilan malam.<\/p>\n<p>Doclam Maryam<\/p>\n<p>Lapak kedai ini tepat di depan pangkas rambut Karunia Baru, Jalan Veteran Nomor 23. Kedai yang berdiri sejak 1970-an ini buka mulai jam empat sore sampai tiga dini hari. Doclang racikan Maryam, pemilik kedai, memang pilihan yang tepat dikala lapar. Habis, porsinya tergolong besar.<\/p>\n<p>Potongan pesornya gede-gede. Sementara potongan tahu goreng dan kentang rebus yang digoreng seukuran ibu jari orang dewasa. Tak ketinggalan telur rebus dibelah dua. Semua itu disiram saus kacang dan kecap manis. Sentuhan terakhir taburan bawang merah goreng, perasan jeruk nipis, serta kerupuk.<\/p>\n<p>Jangan buru-buru mencicipi. Aduk dulu agar kuah kacang berkelir cokelat rata mengenai semua isi doclang.\u00a0 Saus kacangnya agak sedikit cair. Berasa gurih, namun dominan rasa manis. Butiran kacangnya halus saat mengenai lidah. Bila ingin sensasi pedas menyengat, Anda tinggal meminta sambal.<\/p>\n<p>Rasa bumbu kacang makin mantap saat bertemu pesor yang padat. Maklum, menurut Maryam, proses perebusan pesor mencapai sembilan jam.<\/p>\n<p>Kunci kelezatan doclang buatan Maryam ada pada kuah kacang. Proses kelahirannya, setelah kacang tanah sudah digoreng digiling halus, tahap berikutnya dicampur tepung beras, gula merah, bawang putih, gula, serta garam. \u201c<\/p>\n<p>\u201cEnggak ada bumbu rahasia,\u201d ujar perempuan 54 tahun ini.<\/p>\n<p>Salah satu \u201ckorban\u201d kelezatan doclang bikinan Maryam adalah Rachman. \u201cRasanya enak dan pas dimulut, selain itu porsinya banyak bahkan bisa minta tambah untuk isinya,\u201d kata pria 34 tahun yang berprofesi sebagai karyawan swasta ini. Dia tidak segan-segan mengantre untuk bisa mendapatkan doclang sehrga Rp8.000 pas per porsi.<\/p>\n<p>Doclang pak Amir<\/p>\n<p>Doclang pak Amir adalah pelopor kedai doclang di Jalan Veteran. Posisinya tidak jauhd dari doclang Maryam. Kedai yang beroperasi dari jam empat sore hingga sebelas malam ini sudah bercokol di jalan tersebut sejak 1950 silam. Riwayatnya sudah tiga generasi. Pemilik awalnya adalah ayah Amir yang kemudian diteruskan Amir dan kini dikelola Hari Agus Setiawan, anak Amir. \u201cKalau bicara doclang Jembatan Merah, ya, Doclang Pak Amir,\u201d kata Hari.<\/p>\n<p>Penyajiannya tak jauh berbeda dengan doclang Maryam. Hanya tampak tekstur yang berbeda pada saus kacangnya lebih pekat dan teksturnya kelihatan lebih kasar.<\/p>\n<p>Saat dicicipi, kuah kacang besutan kedai ini terasa lebih pedas dibanding dengan kuah kacang doclang Maryam. Tekstur kuah kacang yang kasar cocok dengan potongan tahu dan kentang rebus yang digoreng lebih lama dari tahu dan kentang rebus doclang Maryam.<\/p>\n<p>Waktu pembuatan pesornya juga lebih lama ketimbang pesor doclang Maryam. Hari memakai beras pilihan yang dibungkus daun patat lalu direbus selama 12 jam. Enggak heran, pesornya lebih padat.<\/p>\n<p>Sebagai pelopor doclang di Jalan Veteran, kedai ini pastinya punya banyak pelanggan bahkan dari luar Bogor. Betty, salah satunya. Wanita yang tinggal di Bandung ini selalu menyempatkan diri ke doclang doclang Pak Amir bila sedang ke Bogor atau Jakarta. \u201cRasa kuah kacangnya khas,\u201d ungkap Betty.<\/p>\n<p>Harga satu porsi doclang di kedai ini juga Rp8.000. doclang Pak Amir juga punya dua cabang di daerah Leuwiliang dan Taman Yasmin, Bogor.<\/p>\n<p>Bubur Ayam Ajib<\/p>\n<p>Dari belasan tukang bubur Jalan Veteran, Bubur Ayam Ajib merupakan salah satu penghuni terlama di jalan itu. Betapa tidak? Kedai ini sudah ada disitu sejak 1960-an. Saban hari, kedai ini buka dari jam sembilan malam hingga tiga pagi.<\/p>\n<p>Abdul Khaidir yang meneruskan usaha bubur sang ayah enggak pelit memberikan suwiran daging ayam pada buburnya yang tersaji di atas piring, banyak banget! Alhasil, setiap suapan bubur selalu ada suwiran daging ayam.<\/p>\n<p>Buburnya, sih, agak encer dengan rasa sedikit hambar. Tapi, rasanya menjadi nikmat setelah beradu dengan kecap kaldu. Sementara daging ayamnya terasa lembut saat digigit. Rasa bubur racikan kedai ini makin ramai dengan kehadiran kacang kedelai goreng. Biar lebih seru, tambahkan sate usus atawa ati ampela. Dua-duanya juga boleh, sesuai selera.<\/p>\n<p>Salah satu rahasia kenikmatan bubur kedai ini ada pada kecap kaldunya. Khaidir bilang, kecap kaldu merupakan buatan ayahnya yang menggabungkan kecap asin dan kaldu ayam. \u201cJadi, saya tidak pakai kecap asin terpisah,\u201d katanya.<\/p>\n<p>Yang mau ketagihan bubur ayam kedia ini, enggak perlu keluar banyak uang, kok, cukup Rp 9.000 per porsi. Tambah Rp 2.000 untuk satu tusuk sate usus atau ati ampela.<\/p>\n<p>Bubur Pak Kumis<\/p>\n<p>Umur kedai ini tidak setua bubur ayam Ajib. Meski begitu, bubur ayam Pak Kumis yang berdiri sepuluh tahun lalu merupakan salah satu bubur ayam favorit di Jalan Veteran. Tidak mengehrankan, kedai yang buka jam sembilan malam, dan tutup pukul tiga dinihari tersebut memiliki banyak pelanggan.<\/p>\n<p>Sama dengan bubur ayam Ajib, kedai milik Abdulrahman yang setiap hari di panggil Pak Kumis ini juga menyajikan buburnya dengan piring. Sekilas, bubur ayam pak Kumis enggak beda dengan bubur ayam Ajib. Perbedaan yang paling kentara adalah tidka memakai kedelai. Setelah dicicipi, baru ketahuan bedanya.<\/p>\n<p>Buburnya sangat kental. Rasanya gurih dan asin. Lalu, rasa suwiran daging ayamnya lebih keras dibanding dengan bubur ayam Ajib. Cuma, secara keseluruhan, rasa buburnya sedap.<\/p>\n<p>Pak Kumis juga menggunakan kecap kaldu bikinan sendiri. Adapun, kunci kelezatan buburnya, kata dia, ada pada bumbu rahasia yang pastinya tidak mau diungkap.<\/p>\n<p>Walhasil, saking enaknya, Ane, seorang pelanggan, bisa sampai tiga kali dalam sepekan menyambangi kedai ini. Ia mengaku sudah 10 tahun menjadi pelanggan Bubur Pak Kumus. \u201cSaya sudah coba berbagai bubur ayam di Jembatan Merah, ini yang paling lezat,\u201d kata wanita 32 tahun ini. Harganya juga Rp9.000 semangkuk.<\/p>\n<p>Nah, sia yang mau begadangan di Bogor?<\/p>\n<p>Doclang Maryam, Doclang Pak Amir, Bubur Ayam Ajib, Bubur Pak Kumis<\/p>\n<p>Jln Veteran, Bogor<\/p>\n<p>Koordinat GPS :<\/p>\n<p>56\u00b059.5440\u2019 \u2013 E106\u00b0788.7346\u2019<\/p>\n<p><strong>Sumber<\/strong> : Kontan, 30 Maret \u2013 6 April 2015, hlmn 40<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Begadangan sembari menyantap bubut dan doclang di Jembatan Merah, Bogor. Mimi Silvia Jalan Veteran merupakan salah satu kawasan paling sibuk di Kota Bogor. Sepenggal jalan yang dekat dengan jembatan merah ini memang enggak ada matinya. Kehidupan di jalan yang terletak di daerah yang tak jauh dari Stasiun Bogor ini berlangsung selama 24jam nonstop. Pagi hingga&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":8302,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[],"class_list":["post-8301","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-uncategorized-id"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v27.4 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>Jelajah Doclang dan Bubur Ayam di Jembatan Merah - Library<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/jelajah-doclang-dan-bubur-ayam-di-jembatan-merah\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Jelajah Doclang dan Bubur Ayam di Jembatan Merah - Library\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Begadangan sembari menyantap bubut dan doclang di Jembatan Merah, Bogor. Mimi Silvia Jalan Veteran merupakan salah satu kawasan paling sibuk di Kota Bogor. Sepenggal jalan yang dekat dengan jembatan merah ini memang enggak ada matinya. Kehidupan di jalan yang terletak di daerah yang tak jauh dari Stasiun Bogor ini berlangsung selama 24jam nonstop. Pagi hingga...\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/jelajah-doclang-dan-bubur-ayam-di-jembatan-merah\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Library\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2017-07-14T02:09:49+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2017-07-19T01:22:51+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-content\/uploads\/2017\/07\/Jelajah-Doclang-dan-Bubur-Ayam-di-Jembatan-Merah.-Tabloid-Kontan.30-Maret-6-April-2015.Hal_.40-e1499997998412.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"553\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"381\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"admin_library\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Ditulis oleh\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"admin_library\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"6 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/jelajah-doclang-dan-bubur-ayam-di-jembatan-merah\\\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/jelajah-doclang-dan-bubur-ayam-di-jembatan-merah\\\/\"},\"author\":{\"name\":\"admin_library\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/4cffc04a138a391647832a76dc126824\"},\"headline\":\"Jelajah Doclang dan Bubur Ayam di Jembatan Merah\",\"datePublished\":\"2017-07-14T02:09:49+00:00\",\"dateModified\":\"2017-07-19T01:22:51+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/jelajah-doclang-dan-bubur-ayam-di-jembatan-merah\\\/\"},\"wordCount\":1118,\"commentCount\":0,\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/jelajah-doclang-dan-bubur-ayam-di-jembatan-merah\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2017\\\/07\\\/Jelajah-Doclang-dan-Bubur-Ayam-di-Jembatan-Merah.-Tabloid-Kontan.30-Maret-6-April-2015.Hal_.40-e1499997998412.jpg\",\"articleSection\":[\"Uncategorized @id\"],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/jelajah-doclang-dan-bubur-ayam-di-jembatan-merah\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/jelajah-doclang-dan-bubur-ayam-di-jembatan-merah\\\/\",\"name\":\"Jelajah Doclang dan Bubur Ayam di Jembatan Merah - Library\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/jelajah-doclang-dan-bubur-ayam-di-jembatan-merah\\\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/jelajah-doclang-dan-bubur-ayam-di-jembatan-merah\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2017\\\/07\\\/Jelajah-Doclang-dan-Bubur-Ayam-di-Jembatan-Merah.-Tabloid-Kontan.30-Maret-6-April-2015.Hal_.40-e1499997998412.jpg\",\"datePublished\":\"2017-07-14T02:09:49+00:00\",\"dateModified\":\"2017-07-19T01:22:51+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/4cffc04a138a391647832a76dc126824\"},\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/jelajah-doclang-dan-bubur-ayam-di-jembatan-merah\\\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/jelajah-doclang-dan-bubur-ayam-di-jembatan-merah\\\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/jelajah-doclang-dan-bubur-ayam-di-jembatan-merah\\\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2017\\\/07\\\/Jelajah-Doclang-dan-Bubur-Ayam-di-Jembatan-Merah.-Tabloid-Kontan.30-Maret-6-April-2015.Hal_.40-e1499997998412.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2017\\\/07\\\/Jelajah-Doclang-dan-Bubur-Ayam-di-Jembatan-Merah.-Tabloid-Kontan.30-Maret-6-April-2015.Hal_.40-e1499997998412.jpg\",\"width\":553,\"height\":381},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/jelajah-doclang-dan-bubur-ayam-di-jembatan-merah\\\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Jelajah Doclang dan Bubur Ayam di Jembatan Merah\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/\",\"name\":\"Library\",\"description\":\"UC\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/4cffc04a138a391647832a76dc126824\",\"name\":\"admin_library\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/75781214a801ee0700a52770a6367c89fe1bf1dccd2c5f0a079ece6c531f4bae?s=96&d=mm&r=g\",\"url\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/75781214a801ee0700a52770a6367c89fe1bf1dccd2c5f0a079ece6c531f4bae?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/75781214a801ee0700a52770a6367c89fe1bf1dccd2c5f0a079ece6c531f4bae?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"admin_library\"},\"url\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/author\\\/admin_library\\\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Jelajah Doclang dan Bubur Ayam di Jembatan Merah - Library","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/jelajah-doclang-dan-bubur-ayam-di-jembatan-merah\/","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Jelajah Doclang dan Bubur Ayam di Jembatan Merah - Library","og_description":"Begadangan sembari menyantap bubut dan doclang di Jembatan Merah, Bogor. Mimi Silvia Jalan Veteran merupakan salah satu kawasan paling sibuk di Kota Bogor. Sepenggal jalan yang dekat dengan jembatan merah ini memang enggak ada matinya. Kehidupan di jalan yang terletak di daerah yang tak jauh dari Stasiun Bogor ini berlangsung selama 24jam nonstop. Pagi hingga...","og_url":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/jelajah-doclang-dan-bubur-ayam-di-jembatan-merah\/","og_site_name":"Library","article_published_time":"2017-07-14T02:09:49+00:00","article_modified_time":"2017-07-19T01:22:51+00:00","og_image":[{"width":553,"height":381,"url":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-content\/uploads\/2017\/07\/Jelajah-Doclang-dan-Bubur-Ayam-di-Jembatan-Merah.-Tabloid-Kontan.30-Maret-6-April-2015.Hal_.40-e1499997998412.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"admin_library","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Ditulis oleh":"admin_library","Estimasi waktu membaca":"6 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/jelajah-doclang-dan-bubur-ayam-di-jembatan-merah\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/jelajah-doclang-dan-bubur-ayam-di-jembatan-merah\/"},"author":{"name":"admin_library","@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/#\/schema\/person\/4cffc04a138a391647832a76dc126824"},"headline":"Jelajah Doclang dan Bubur Ayam di Jembatan Merah","datePublished":"2017-07-14T02:09:49+00:00","dateModified":"2017-07-19T01:22:51+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/jelajah-doclang-dan-bubur-ayam-di-jembatan-merah\/"},"wordCount":1118,"commentCount":0,"image":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/jelajah-doclang-dan-bubur-ayam-di-jembatan-merah\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-content\/uploads\/2017\/07\/Jelajah-Doclang-dan-Bubur-Ayam-di-Jembatan-Merah.-Tabloid-Kontan.30-Maret-6-April-2015.Hal_.40-e1499997998412.jpg","articleSection":["Uncategorized @id"],"inLanguage":"id"},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/jelajah-doclang-dan-bubur-ayam-di-jembatan-merah\/","url":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/jelajah-doclang-dan-bubur-ayam-di-jembatan-merah\/","name":"Jelajah Doclang dan Bubur Ayam di Jembatan Merah - Library","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/jelajah-doclang-dan-bubur-ayam-di-jembatan-merah\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/jelajah-doclang-dan-bubur-ayam-di-jembatan-merah\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-content\/uploads\/2017\/07\/Jelajah-Doclang-dan-Bubur-Ayam-di-Jembatan-Merah.-Tabloid-Kontan.30-Maret-6-April-2015.Hal_.40-e1499997998412.jpg","datePublished":"2017-07-14T02:09:49+00:00","dateModified":"2017-07-19T01:22:51+00:00","author":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/#\/schema\/person\/4cffc04a138a391647832a76dc126824"},"breadcrumb":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/jelajah-doclang-dan-bubur-ayam-di-jembatan-merah\/#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/jelajah-doclang-dan-bubur-ayam-di-jembatan-merah\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/jelajah-doclang-dan-bubur-ayam-di-jembatan-merah\/#primaryimage","url":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-content\/uploads\/2017\/07\/Jelajah-Doclang-dan-Bubur-Ayam-di-Jembatan-Merah.-Tabloid-Kontan.30-Maret-6-April-2015.Hal_.40-e1499997998412.jpg","contentUrl":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-content\/uploads\/2017\/07\/Jelajah-Doclang-dan-Bubur-Ayam-di-Jembatan-Merah.-Tabloid-Kontan.30-Maret-6-April-2015.Hal_.40-e1499997998412.jpg","width":553,"height":381},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/jelajah-doclang-dan-bubur-ayam-di-jembatan-merah\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Jelajah Doclang dan Bubur Ayam di Jembatan Merah"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/#website","url":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/","name":"Library","description":"UC","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/#\/schema\/person\/4cffc04a138a391647832a76dc126824","name":"admin_library","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/75781214a801ee0700a52770a6367c89fe1bf1dccd2c5f0a079ece6c531f4bae?s=96&d=mm&r=g","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/75781214a801ee0700a52770a6367c89fe1bf1dccd2c5f0a079ece6c531f4bae?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/75781214a801ee0700a52770a6367c89fe1bf1dccd2c5f0a079ece6c531f4bae?s=96&d=mm&r=g","caption":"admin_library"},"url":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/author\/admin_library\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/8301","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=8301"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/8301\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":8652,"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/8301\/revisions\/8652"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-json\/wp\/v2\/media\/8302"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=8301"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=8301"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=8301"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}