{"id":8429,"date":"2017-07-17T12:00:30","date_gmt":"2017-07-17T05:00:30","guid":{"rendered":"http:\/\/library.uc.ac.id\/?p=8429"},"modified":"2025-05-01T12:33:15","modified_gmt":"2025-05-01T05:33:15","slug":"yang-sejujurnya-tentang-ketidakjujuran","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/yang-sejujurnya-tentang-ketidakjujuran\/","title":{"rendered":"Yang Sejujurnya tentang Ketidakjujuran"},"content":{"rendered":"<p><a ref=\"magnificPopup\" href=\"https:\/\/dieng.blob.core.windows.net\/library\/2017\/07\/Yang-Sejujurnya-tentang-Ketidakjujuran.-Kompas.27-Maret-2015.Hal_.B.jpg\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"alignnone  wp-image-8430\" src=\"https:\/\/dieng.blob.core.windows.net\/library\/2017\/07\/Yang-Sejujurnya-tentang-Ketidakjujuran.-Kompas.27-Maret-2015.Hal_.B.jpg\" alt=\"Yang Sejujurnya tentang Ketidakjujuran. Kompas.27 Maret 2015.Hal.B\" width=\"827\" height=\"836\" \/><\/a><\/p>\n<p>Oleh : HENRY MANAMPIRING<\/p>\n<p>Berbohong. Mungkin kata ini adalah salah satu konsep \u201cdosa\u201d yang paling awal kita kenal sejak kecil. Saat kita masih kecil, orangtua mungkin pernah (atau sering?) mengingatkan kita, \u201cJangan bohong! Bohong itu dosa!\u201d Kemudian kita beranjak dewasa, memiliki anak, dan kembali mengingatkan mereka untuk tidak berbohong.<\/p>\n<p>Berbohong dan ketidakjujuran adalah konsep yang sangat luas dan ada begitu banyak variasinya. Dari anak kecil yang tidak mengaku kalau dia sudah memakan permen, siswa yang menyontek di saat ujian, pacar yang tidak mengaku tidak kenal dengan seorang pengusaha yang telah memberinya uang miliaran. Mungkin hampir kita semua pernah berbohong atau berlaku tidak jujur di dalam hidup kita, sadar atau tidak.<\/p>\n<p>Perilaku berbohong yang sedemikian universal (tidak mengenal usia, kelamin, atau kedudukan), membuat Profesor Dan Ariely memutuskan untuk menelitinya lebih lanjut melalui berbagai eksperimen yang mengukur ketidakjujuran dalam kondisi yang berbeda-beda. Temuan dari eksperimen-eksperimen ini dituangkan dalam bukunya The (Honest) Truth About Dishonesty. Profesor Ariely tidak hanya memahami lebih baik berbagai aspek ketidakjujuran, tapi juga menemukan cara-cara yang berpotensi mengurangi kecenderungan orang untuk tidak jujur.<\/p>\n<p>Peran standar moral<\/p>\n<p>Mengingatkan orang akan \u201cstandar moral\u201d sebelum melakukan sesuatu bisa mengarungi tendensi untuk tidak jujur. Dalam salah satu eksperimen, kelompok subyek yang dimintamenyebutkan 10 Perintah Tuhan sebelum mengerjakan tugas menjadi lebih tidak curang dibanding kelompok kontrol yang tidak melakukannya. Profesor Ariely menemukan bahwa standard moral ini tidak harus religius. Standar\u00a0 moral sekuler (bahwa menyontek\/berbuat curang itu salah) pun sama efektifnya mengurangi ketidakjujuran ketika seseorang diminta mengingat dan menyetujui secara eksplisit. Ariely berspekulasi apakah membikin orang membuat pernyataan janji untuk jujur setiap kali sebelum mengerakan sesuatu bisa menguranggi kecenderungan berbohong.<\/p>\n<p>Jarak psikologis dengan ketidakjujuran<\/p>\n<p>Dalam ilustrasi lain yang melibatkan golf, Ariely menemukan fenomena menarik. Pemain golf sering curang dengan memindahkan bola ke posisi yang lebih menguntungkan saat tidak ada yang melihat. Hal itu dapat dilakukan dengan berbagai cara: menggeser bola dengan stik, dengan kaki, atau dengan tangan langsung. Ketika di survey, pe-golf lebih merasa nyaman ketika menggeser bola menggunakan stik golf, dan merasa paling berat dengan menggunakan tangan.\u00a0 Ariely menyebutnya \u201cjarak psikologis\u201d. Semakin jauh jarak psikologis kita dengan perbuatan curang, maka kita merasa semakin mudah melakukannya. Menggeser bola dengan stik memberikan jarak itu, karena stik menjadi perantara antara bola dan tubuh kita. Sementara itu, memegang langsung dengan tangan terasa lebih berat karena memang diniatkan.<\/p>\n<p>Tidak jujur tanpa sadar<\/p>\n<p>Ketidakjujuran bisa juga dilakukan tanpa sadar, tetapi terjadi karena ada \u201cbias\u201d yang belum tentu disadari oleh si pelaku. Salah satunya adalah motivasi tersembunyi yang mempengaruhi pengambilan keputusan. Ariely menggunakan ilustrasi seorang dokter gigi yang baru saja membeli sebuah rperalatan terapi tertentu yang sangat mahal. Adanya motivasi untuk \u201cmengembalikan modal\u201d bisa membuat si dokter gigi ini untuk menganjurkan pasiennya menggunakan terapi dengan peralatan canggih itu, walaupun secara medis sebenarnya tidak perlu. Si dokter belum tentu berniat untuk menyesatkan si pasien, tetapi motivasi bawah sadar bisa mengaburkan kejernihan pertimbangannya.<\/p>\n<p>Bentuk bias bawah sadar ini juga ditemui dalam bentuk keinginan \u201cmembalas kebaikan\u201d. Ariely memberikan ilustrasi tenaga sales dari perusahaan farmasi yang kerap berkunjung kepada dokter dengan membawa hadiah-hadiah kecil. Tanpa sadar, segala kebaikan ini bisa membuat sang dokter menjadi bias dan ingin membalas kebaikan dengan meresepkan obat dari perusahaana si tenaga sales walaupun belum tentu itu obat yang terbaik. Dalam bahasa KPK mungkin ini yang disebut \u201cgratifikasi\u201d. Pemberian dan \u201cpelayanan\u201d ekstra yang membuat si penerima menjadi sungkan atau ingin membalasnya dengan cara yang sebenarnya merugikan orang lain atau publik.<\/p>\n<p>Terlalu lelah untuk jujur?<\/p>\n<p>Ariely juga menemukan kemungkinan hubungan antara kejujuran dan kelelahan mental. Melalui eksperimen, Ariely dan rekan-rekannya menemukan bahwa kelompok subyek yang harus mengerjakan tantangan mental yang berat akan sulit untuk menahan godaan camilan tidak sehat di akhir tugas. Inilah konsp \u201cego depletion\u201d, yaitu kemauan melawan godaan itu memerlukan upaya dan energi. Kemauan (willpower) itu bagaikan otot. Jika terus-menerus dipakai mengangkat beban tanpa istirahat di akhirnya akan pegal dan kehilangan kekuatannya, termasuk melawan godaan untuk tidak jujur atau curang. Itulah sebabnya mengapa sesudah seharian berjuang untuk diet dan menolak makanan tidak sehat, pada penghujung hari akhirnya seseorang bisa menyerah kepada godaan makanan tidak sehat karena kemauan (willpower) yang sudah lelah digunakan seharian.<\/p>\n<p>Kreativitas dan ketidakjujuran<\/p>\n<p>Sebuah penelitian oleh University of California menemukan bahwa para pembohong patagonis (pathological liars), yaitu mereka yang kebiasaan berbohongnya sudah bisa dianggap sebagai penyakit, memiliki struktur otak yang berbeda dari orang pada umumnya. Di bagian otak prefrontal cortex yang bertanggung jawab untuk pengambilan keputusan, nalar, dan pertimbangan moral, para pembohong patagonis memiliki lebih banyak sel otak penghubung. Hal ini memungkinkan mereka lebih mudah menghubungkan berbagai ingatan, ide, dan konsep. Mekanisme yang sama yang memungkinkan seseorang untuk kreatif. Apakah ini yang membuat mereka berbohong dengan meyakinkan? Atau dengan kata lain, apakah semakin kreatif seseorang, makan semakin lihai berbohongkah dia?<\/p>\n<p>Ini semua adalah sebagian dari temuan dan spekulasi yang menarik dari buku The (Honest) Truth About Dishonest tulisan Dan Ariely. Pembaca yang menyukai topik psikologi dan perilaku manusia pasti akan sangat menikmati buku ini. Buku ini tidak hanya membantu kita mengerti lebih baik mengenai ketidakjujuran, tetapi juga mungkin memberi pencerahan untuk solusi mengurangi perilaku tidak jujur di sekitar kita. Topik yang rasanya masih terus menghiasi berita akhir-akhir ini.<\/p>\n<p><strong>Sumber<\/strong> : Kompas, 27 Maret 2015<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Oleh : HENRY MANAMPIRING Berbohong. Mungkin kata ini adalah salah satu konsep \u201cdosa\u201d yang paling awal kita kenal sejak kecil. Saat kita masih kecil, orangtua mungkin pernah (atau sering?) mengingatkan kita, \u201cJangan bohong! Bohong itu dosa!\u201d Kemudian kita beranjak dewasa, memiliki anak, dan kembali mengingatkan mereka untuk tidak berbohong. Berbohong dan ketidakjujuran adalah konsep yang&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":8430,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[6],"tags":[],"class_list":["post-8429","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-artikel"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v27.4 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>Yang Sejujurnya tentang Ketidakjujuran - Library<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/yang-sejujurnya-tentang-ketidakjujuran\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Yang Sejujurnya tentang Ketidakjujuran - Library\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Oleh : HENRY MANAMPIRING Berbohong. Mungkin kata ini adalah salah satu konsep \u201cdosa\u201d yang paling awal kita kenal sejak kecil. Saat kita masih kecil, orangtua mungkin pernah (atau sering?) mengingatkan kita, \u201cJangan bohong! Bohong itu dosa!\u201d Kemudian kita beranjak dewasa, memiliki anak, dan kembali mengingatkan mereka untuk tidak berbohong. Berbohong dan ketidakjujuran adalah konsep yang...\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/yang-sejujurnya-tentang-ketidakjujuran\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Library\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2017-07-17T05:00:30+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2025-05-01T05:33:15+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-content\/uploads\/2017\/07\/Yang-Sejujurnya-tentang-Ketidakjujuran.-Kompas.27-Maret-2015.Hal_.B-e1500267588700.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"1457\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"310\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"admin_library\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Ditulis oleh\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"admin_library\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"4 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/yang-sejujurnya-tentang-ketidakjujuran\\\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/yang-sejujurnya-tentang-ketidakjujuran\\\/\"},\"author\":{\"name\":\"admin_library\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/4cffc04a138a391647832a76dc126824\"},\"headline\":\"Yang Sejujurnya tentang Ketidakjujuran\",\"datePublished\":\"2017-07-17T05:00:30+00:00\",\"dateModified\":\"2025-05-01T05:33:15+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/yang-sejujurnya-tentang-ketidakjujuran\\\/\"},\"wordCount\":847,\"commentCount\":0,\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/yang-sejujurnya-tentang-ketidakjujuran\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2017\\\/07\\\/Yang-Sejujurnya-tentang-Ketidakjujuran.-Kompas.27-Maret-2015.Hal_.B-e1500267588700.jpg\",\"articleSection\":[\"Artikel Koran\"],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/yang-sejujurnya-tentang-ketidakjujuran\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/yang-sejujurnya-tentang-ketidakjujuran\\\/\",\"name\":\"Yang Sejujurnya tentang Ketidakjujuran - Library\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/yang-sejujurnya-tentang-ketidakjujuran\\\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/yang-sejujurnya-tentang-ketidakjujuran\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2017\\\/07\\\/Yang-Sejujurnya-tentang-Ketidakjujuran.-Kompas.27-Maret-2015.Hal_.B-e1500267588700.jpg\",\"datePublished\":\"2017-07-17T05:00:30+00:00\",\"dateModified\":\"2025-05-01T05:33:15+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/4cffc04a138a391647832a76dc126824\"},\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/yang-sejujurnya-tentang-ketidakjujuran\\\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/yang-sejujurnya-tentang-ketidakjujuran\\\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/yang-sejujurnya-tentang-ketidakjujuran\\\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2017\\\/07\\\/Yang-Sejujurnya-tentang-Ketidakjujuran.-Kompas.27-Maret-2015.Hal_.B-e1500267588700.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2017\\\/07\\\/Yang-Sejujurnya-tentang-Ketidakjujuran.-Kompas.27-Maret-2015.Hal_.B-e1500267588700.jpg\",\"width\":1457,\"height\":310},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/yang-sejujurnya-tentang-ketidakjujuran\\\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Yang Sejujurnya tentang Ketidakjujuran\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/\",\"name\":\"Library\",\"description\":\"UC\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/4cffc04a138a391647832a76dc126824\",\"name\":\"admin_library\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/75781214a801ee0700a52770a6367c89fe1bf1dccd2c5f0a079ece6c531f4bae?s=96&d=mm&r=g\",\"url\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/75781214a801ee0700a52770a6367c89fe1bf1dccd2c5f0a079ece6c531f4bae?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/75781214a801ee0700a52770a6367c89fe1bf1dccd2c5f0a079ece6c531f4bae?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"admin_library\"},\"url\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/author\\\/admin_library\\\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Yang Sejujurnya tentang Ketidakjujuran - Library","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/yang-sejujurnya-tentang-ketidakjujuran\/","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Yang Sejujurnya tentang Ketidakjujuran - Library","og_description":"Oleh : HENRY MANAMPIRING Berbohong. Mungkin kata ini adalah salah satu konsep \u201cdosa\u201d yang paling awal kita kenal sejak kecil. Saat kita masih kecil, orangtua mungkin pernah (atau sering?) mengingatkan kita, \u201cJangan bohong! Bohong itu dosa!\u201d Kemudian kita beranjak dewasa, memiliki anak, dan kembali mengingatkan mereka untuk tidak berbohong. Berbohong dan ketidakjujuran adalah konsep yang...","og_url":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/yang-sejujurnya-tentang-ketidakjujuran\/","og_site_name":"Library","article_published_time":"2017-07-17T05:00:30+00:00","article_modified_time":"2025-05-01T05:33:15+00:00","og_image":[{"width":1457,"height":310,"url":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-content\/uploads\/2017\/07\/Yang-Sejujurnya-tentang-Ketidakjujuran.-Kompas.27-Maret-2015.Hal_.B-e1500267588700.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"admin_library","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Ditulis oleh":"admin_library","Estimasi waktu membaca":"4 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/yang-sejujurnya-tentang-ketidakjujuran\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/yang-sejujurnya-tentang-ketidakjujuran\/"},"author":{"name":"admin_library","@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/#\/schema\/person\/4cffc04a138a391647832a76dc126824"},"headline":"Yang Sejujurnya tentang Ketidakjujuran","datePublished":"2017-07-17T05:00:30+00:00","dateModified":"2025-05-01T05:33:15+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/yang-sejujurnya-tentang-ketidakjujuran\/"},"wordCount":847,"commentCount":0,"image":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/yang-sejujurnya-tentang-ketidakjujuran\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-content\/uploads\/2017\/07\/Yang-Sejujurnya-tentang-Ketidakjujuran.-Kompas.27-Maret-2015.Hal_.B-e1500267588700.jpg","articleSection":["Artikel Koran"],"inLanguage":"id"},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/yang-sejujurnya-tentang-ketidakjujuran\/","url":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/yang-sejujurnya-tentang-ketidakjujuran\/","name":"Yang Sejujurnya tentang Ketidakjujuran - Library","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/yang-sejujurnya-tentang-ketidakjujuran\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/yang-sejujurnya-tentang-ketidakjujuran\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-content\/uploads\/2017\/07\/Yang-Sejujurnya-tentang-Ketidakjujuran.-Kompas.27-Maret-2015.Hal_.B-e1500267588700.jpg","datePublished":"2017-07-17T05:00:30+00:00","dateModified":"2025-05-01T05:33:15+00:00","author":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/#\/schema\/person\/4cffc04a138a391647832a76dc126824"},"breadcrumb":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/yang-sejujurnya-tentang-ketidakjujuran\/#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/yang-sejujurnya-tentang-ketidakjujuran\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/yang-sejujurnya-tentang-ketidakjujuran\/#primaryimage","url":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-content\/uploads\/2017\/07\/Yang-Sejujurnya-tentang-Ketidakjujuran.-Kompas.27-Maret-2015.Hal_.B-e1500267588700.jpg","contentUrl":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-content\/uploads\/2017\/07\/Yang-Sejujurnya-tentang-Ketidakjujuran.-Kompas.27-Maret-2015.Hal_.B-e1500267588700.jpg","width":1457,"height":310},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/yang-sejujurnya-tentang-ketidakjujuran\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Yang Sejujurnya tentang Ketidakjujuran"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/#website","url":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/","name":"Library","description":"UC","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/#\/schema\/person\/4cffc04a138a391647832a76dc126824","name":"admin_library","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/75781214a801ee0700a52770a6367c89fe1bf1dccd2c5f0a079ece6c531f4bae?s=96&d=mm&r=g","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/75781214a801ee0700a52770a6367c89fe1bf1dccd2c5f0a079ece6c531f4bae?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/75781214a801ee0700a52770a6367c89fe1bf1dccd2c5f0a079ece6c531f4bae?s=96&d=mm&r=g","caption":"admin_library"},"url":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/author\/admin_library\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/8429","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=8429"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/8429\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":8776,"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/8429\/revisions\/8776"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-json\/wp\/v2\/media\/8430"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=8429"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=8429"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=8429"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}