{"id":8739,"date":"2017-07-19T10:56:58","date_gmt":"2017-07-19T03:56:58","guid":{"rendered":"http:\/\/library.uc.ac.id\/?p=8739"},"modified":"2025-05-01T12:33:15","modified_gmt":"2025-05-01T05:33:15","slug":"anak-berbohong-mungkin-akibat-dari-rasa-takut","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/anak-berbohong-mungkin-akibat-dari-rasa-takut\/","title":{"rendered":"Anak Berbohong Mungkin Akibat dari Rasa Takut"},"content":{"rendered":"<p><a ref=\"magnificPopup\" href=\"https:\/\/dieng.blob.core.windows.net\/library\/2017\/07\/Anak-Berbohong-Mungkin-Akibat-dari-Rasa-Takut.-Epoch-Times.12-18-Februari-2015.Hal_.8.jpg\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"alignnone size-full wp-image-8740\" src=\"https:\/\/dieng.blob.core.windows.net\/library\/2017\/07\/Anak-Berbohong-Mungkin-Akibat-dari-Rasa-Takut.-Epoch-Times.12-18-Februari-2015.Hal_.8.jpg\" alt=\"Anak Berbohong Mungkin Akibat dari Rasa Takut. Epoch Times.12-18 Februari 2015.Hal.8\" width=\"743\" height=\"2418\" \/><\/a><\/p>\n<p>EPOCH TIMES<\/p>\n<p>Salah satu hal yang tidak bisa ditolerir orangtua dan guru adalah anak-anak berbohong. Namun, ada beberapa anak yang tidak pernah berbohong? Penyakit kronis \u201cberbohong\u201d yang menakutkan dan sulit sembuh ini benar-benar membuat sakit kepala orangtua.<\/p>\n<p>Selama 3 tahun lamanya, sebuah Institute of Psychology, melakukan survey terhadap 430 keluarga di 13 kota 7 provinsi, dan menemukan ada sekitar 50% anak-anak sudah mulai berbohong sejak usia 3 tahun. Seiring dengan bertambahnya usia, perbandingannya semakin meningkat, saat menginjak usia 9 tahun, anak-anak yang pernah berbohong naik menjadi 70%, sementara itu, data survey dari psikolog di Amerika Serikat bahkan lebih mengerikan : sebanyak 2\/3 anak-anak di Amerika sudah berkatatidak jujur atau mulai berbohong menjelang usia 3 tahun, dan setelah berusia 7 tahun, sebanyak 98% anak-anak pernah berbohong.<\/p>\n<p>Ditilik dari permukaan, anak-anak tidak mengetahui seberapa seriusnya akibat berbohong itu, jadi berkata bohong semaunya. Sebenarnya, pandangan ini tidak memahami karakteristik psikologis anak. Menurut penelitian para psikolog, ditemukan bahwa ada kalanya anak-anak berkata bohong karena telah mengatakan yang sebenarnya, namun justru mendapat hukuman, karena itu, untuk selanjutnya tidak berani lagi mengatakan yang sebenarnya. Selain itu, penanganan orang tua yang keliru juga mudah menyebabkan anak-anak untuk berbohong.<\/p>\n<p>Filsuf Bertrand Russell pernah berkata: \u201cAnak-anak yang tidak jujur hampir selalu disebabkan oleh akibat dari rasa takutnya.\u201d<\/p>\n<p>Hasil analisis dari pakar masalah psikologis anak-anak yang melakukan studi sepanjang tahun mengatakan: Ada beberapa factor yang menyebabkan anak-anak berbohong, salah satunya karena tidak mempunyai pilihan lain ! Mereka bilang, ada kalanya berbohong itu karena paksaan orang tua ! Mungkin ini yang tidak pernah terpikirkan oleh banyak orang tua.<\/p>\n<p>Terkadang anak-anak tidak ingin berbohong, tetapi ketika tidak bisa mengatakan yang sebenarnya, orang tua selalu menekankan anak-anak untuk mengatakannya, sehingga anak-anak dengan terpaksa berkata bohong. Sebenarnya pada saat seperti ini, orang tua seharusnya membiarkan anak-anak untuk diam saja, ia memiliki hak untuk diam. Hal ini juga sejatinya direnungkan baik-baik oleh para orang tua! Ketika orang dewasa dilanda dilemma, Anda bisa memilih bungkam untuk mempertahankan posisi sendiri, sementara itu, di bawah tekanan orang dewasa, anak-anak harus mengatakannya. Namun, ia akan di hukum jika benar-benar mengatakannya, jadi mau tidak mau anak-anak terpaksa berdusta.<\/p>\n<p>Kalau begitu, apa yang sebaiknya dikalukan orangtua untuk mengoreksi anak-anak yang berkata bohong?<\/p>\n<p>Jangan sembarangan memastikan dengan mengatakan bahwa moral anak-anak itu tidak baik. Jika anak-anak telah berbohong, maka Anda harus secara sungguh-sungguh mengoreksi (kesalahan-berbohong) pertama kalinya anak-anak berbohong. Jangan bercakak pinggang marah-marah, atau menggambar: \u201cHanya bohong saja kan? Ah, namanya juga anak-anak!\u201d Apalagi menyindirnya : \u201cWow, hebat juga anak ini, kita berdua dibohongi seperti orang bodoh!\u201d<\/p>\n<p>Orangtua harus bisa mengetahui atau merasakan perilaku bohong anak-anak. Ketika untuk pertama kalinya anak-anak berkata bohong tidak peduli apa pun motifnya, ia akan selalu tampak tegang, takut diketahui orangtua, dan ditegur, namun juga selalu menaruh suatu perasaan mujur, mengira orangtua belum tentu peduli dengan kata-katanya, dan pasti akan percaya padanya.<\/p>\n<p>Beberapa kali berbohong untuk pertama kalinya, dimana jika tidak diketahui orangtua dan ditegur, ia akan diam-diam merasa puas diri dan bangga, sehingga volume untuk berbohong di lain kesempatan akan bertambah. Jika diketahui orangtua dan ditegur, maka ia tidak akan berani sembarangan berbohong lagi.<\/p>\n<p>Setelah orangtua mengetahui anak itu berbohong, maka langkah selannjutnya yang penting adalah mendidik anak-anak, bantu dia untuk mengetahui akan bahaya dari berbohong. Ketika anak-anak mengaku berbohong itu salah, dan setelah menyatakan akan memperbaikinya, maka orang tua harus menyambutnya, menyatakan keyakinan bahwa ia akan memperbaikinya, menjadi sesosok orang yang jujur dan disukai semua orang. Sehingga dengan demikian, anak-anak akan mendapatkan dorongan semangat, dan secara bertahap menumbuhkan kebiasaan baik untuk bersikap jujur.<\/p>\n<p>Pada saat mengubah metode pendidikan perkuat sentiment komunikasi dengan anak-anak. Ada juga orangtua, dimana setelah anak-anak mengakui kesalahannya, justru memarahi atau malah memukul anak-anak. Cara seperti ini secara serius telaah melukai harga diri anak-anak, dan acapkali akan berakibat sebaliknya.<\/p>\n<p>Memperbaiki kebiasaan buruk berbohong anak-anak, kuncinya adalah mendidik anak yang jujur dan tulus dalam memperlakukan orang lain, moral yang baik dalam menangani sesuatu. Memperlakukan orang lain dengan tulus dan jujur, baru bisa mendapatkan kepercayaan dari orang lain, baru bisa merajut persahabatan dalam pergaulan sehari-hari dan menjadi teman sejati. Jujur dalam menangani sesuatu, baru bisa menemukan cara yang paling efektif dalam memecahkan masalah, baru bisa benar-benar berhasil melakukan sejumlah hal yang sesungguhnya dalam praktik yang terus berkembang, sehingga dengan demikian akan meraih prestasi dan kesuksesan.<\/p>\n<p><strong>Sumber<\/strong> : Epoch Times. 12-18 Februari 2015 Hal 8<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>EPOCH TIMES Salah satu hal yang tidak bisa ditolerir orangtua dan guru adalah anak-anak berbohong. Namun, ada beberapa anak yang tidak pernah berbohong? Penyakit kronis \u201cberbohong\u201d yang menakutkan dan sulit sembuh ini benar-benar membuat sakit kepala orangtua. Selama 3 tahun lamanya, sebuah Institute of Psychology, melakukan survey terhadap 430 keluarga di 13 kota 7 provinsi,&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":8740,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[6],"tags":[],"class_list":["post-8739","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-artikel"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v27.4 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>Anak Berbohong Mungkin Akibat dari Rasa Takut - Library<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/anak-berbohong-mungkin-akibat-dari-rasa-takut\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Anak Berbohong Mungkin Akibat dari Rasa Takut - Library\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"EPOCH TIMES Salah satu hal yang tidak bisa ditolerir orangtua dan guru adalah anak-anak berbohong. Namun, ada beberapa anak yang tidak pernah berbohong? Penyakit kronis \u201cberbohong\u201d yang menakutkan dan sulit sembuh ini benar-benar membuat sakit kepala orangtua. Selama 3 tahun lamanya, sebuah Institute of Psychology, melakukan survey terhadap 430 keluarga di 13 kota 7 provinsi,...\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/anak-berbohong-mungkin-akibat-dari-rasa-takut\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Library\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2017-07-19T03:56:58+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2025-05-01T05:33:15+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-content\/uploads\/2017\/07\/Anak-Berbohong-Mungkin-Akibat-dari-Rasa-Takut.-Epoch-Times.12-18-Februari-2015.Hal_.8-e1500436603607.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"302\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"429\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"admin_library\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Ditulis oleh\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"admin_library\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"3 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/anak-berbohong-mungkin-akibat-dari-rasa-takut\\\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/anak-berbohong-mungkin-akibat-dari-rasa-takut\\\/\"},\"author\":{\"name\":\"admin_library\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/4cffc04a138a391647832a76dc126824\"},\"headline\":\"Anak Berbohong Mungkin Akibat dari Rasa Takut\",\"datePublished\":\"2017-07-19T03:56:58+00:00\",\"dateModified\":\"2025-05-01T05:33:15+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/anak-berbohong-mungkin-akibat-dari-rasa-takut\\\/\"},\"wordCount\":698,\"commentCount\":0,\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/anak-berbohong-mungkin-akibat-dari-rasa-takut\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2017\\\/07\\\/Anak-Berbohong-Mungkin-Akibat-dari-Rasa-Takut.-Epoch-Times.12-18-Februari-2015.Hal_.8-e1500436603607.jpg\",\"articleSection\":[\"Artikel Koran\"],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/anak-berbohong-mungkin-akibat-dari-rasa-takut\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/anak-berbohong-mungkin-akibat-dari-rasa-takut\\\/\",\"name\":\"Anak Berbohong Mungkin Akibat dari Rasa Takut - Library\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/anak-berbohong-mungkin-akibat-dari-rasa-takut\\\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/anak-berbohong-mungkin-akibat-dari-rasa-takut\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2017\\\/07\\\/Anak-Berbohong-Mungkin-Akibat-dari-Rasa-Takut.-Epoch-Times.12-18-Februari-2015.Hal_.8-e1500436603607.jpg\",\"datePublished\":\"2017-07-19T03:56:58+00:00\",\"dateModified\":\"2025-05-01T05:33:15+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/4cffc04a138a391647832a76dc126824\"},\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/anak-berbohong-mungkin-akibat-dari-rasa-takut\\\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/anak-berbohong-mungkin-akibat-dari-rasa-takut\\\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/anak-berbohong-mungkin-akibat-dari-rasa-takut\\\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2017\\\/07\\\/Anak-Berbohong-Mungkin-Akibat-dari-Rasa-Takut.-Epoch-Times.12-18-Februari-2015.Hal_.8-e1500436603607.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2017\\\/07\\\/Anak-Berbohong-Mungkin-Akibat-dari-Rasa-Takut.-Epoch-Times.12-18-Februari-2015.Hal_.8-e1500436603607.jpg\",\"width\":302,\"height\":429},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/anak-berbohong-mungkin-akibat-dari-rasa-takut\\\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Anak Berbohong Mungkin Akibat dari Rasa Takut\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/\",\"name\":\"Library\",\"description\":\"UC\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/4cffc04a138a391647832a76dc126824\",\"name\":\"admin_library\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/75781214a801ee0700a52770a6367c89fe1bf1dccd2c5f0a079ece6c531f4bae?s=96&d=mm&r=g\",\"url\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/75781214a801ee0700a52770a6367c89fe1bf1dccd2c5f0a079ece6c531f4bae?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/75781214a801ee0700a52770a6367c89fe1bf1dccd2c5f0a079ece6c531f4bae?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"admin_library\"},\"url\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/author\\\/admin_library\\\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Anak Berbohong Mungkin Akibat dari Rasa Takut - Library","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/anak-berbohong-mungkin-akibat-dari-rasa-takut\/","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Anak Berbohong Mungkin Akibat dari Rasa Takut - Library","og_description":"EPOCH TIMES Salah satu hal yang tidak bisa ditolerir orangtua dan guru adalah anak-anak berbohong. Namun, ada beberapa anak yang tidak pernah berbohong? Penyakit kronis \u201cberbohong\u201d yang menakutkan dan sulit sembuh ini benar-benar membuat sakit kepala orangtua. Selama 3 tahun lamanya, sebuah Institute of Psychology, melakukan survey terhadap 430 keluarga di 13 kota 7 provinsi,...","og_url":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/anak-berbohong-mungkin-akibat-dari-rasa-takut\/","og_site_name":"Library","article_published_time":"2017-07-19T03:56:58+00:00","article_modified_time":"2025-05-01T05:33:15+00:00","og_image":[{"width":302,"height":429,"url":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-content\/uploads\/2017\/07\/Anak-Berbohong-Mungkin-Akibat-dari-Rasa-Takut.-Epoch-Times.12-18-Februari-2015.Hal_.8-e1500436603607.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"admin_library","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Ditulis oleh":"admin_library","Estimasi waktu membaca":"3 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/anak-berbohong-mungkin-akibat-dari-rasa-takut\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/anak-berbohong-mungkin-akibat-dari-rasa-takut\/"},"author":{"name":"admin_library","@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/#\/schema\/person\/4cffc04a138a391647832a76dc126824"},"headline":"Anak Berbohong Mungkin Akibat dari Rasa Takut","datePublished":"2017-07-19T03:56:58+00:00","dateModified":"2025-05-01T05:33:15+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/anak-berbohong-mungkin-akibat-dari-rasa-takut\/"},"wordCount":698,"commentCount":0,"image":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/anak-berbohong-mungkin-akibat-dari-rasa-takut\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-content\/uploads\/2017\/07\/Anak-Berbohong-Mungkin-Akibat-dari-Rasa-Takut.-Epoch-Times.12-18-Februari-2015.Hal_.8-e1500436603607.jpg","articleSection":["Artikel Koran"],"inLanguage":"id"},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/anak-berbohong-mungkin-akibat-dari-rasa-takut\/","url":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/anak-berbohong-mungkin-akibat-dari-rasa-takut\/","name":"Anak Berbohong Mungkin Akibat dari Rasa Takut - Library","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/anak-berbohong-mungkin-akibat-dari-rasa-takut\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/anak-berbohong-mungkin-akibat-dari-rasa-takut\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-content\/uploads\/2017\/07\/Anak-Berbohong-Mungkin-Akibat-dari-Rasa-Takut.-Epoch-Times.12-18-Februari-2015.Hal_.8-e1500436603607.jpg","datePublished":"2017-07-19T03:56:58+00:00","dateModified":"2025-05-01T05:33:15+00:00","author":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/#\/schema\/person\/4cffc04a138a391647832a76dc126824"},"breadcrumb":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/anak-berbohong-mungkin-akibat-dari-rasa-takut\/#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/anak-berbohong-mungkin-akibat-dari-rasa-takut\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/anak-berbohong-mungkin-akibat-dari-rasa-takut\/#primaryimage","url":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-content\/uploads\/2017\/07\/Anak-Berbohong-Mungkin-Akibat-dari-Rasa-Takut.-Epoch-Times.12-18-Februari-2015.Hal_.8-e1500436603607.jpg","contentUrl":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-content\/uploads\/2017\/07\/Anak-Berbohong-Mungkin-Akibat-dari-Rasa-Takut.-Epoch-Times.12-18-Februari-2015.Hal_.8-e1500436603607.jpg","width":302,"height":429},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/anak-berbohong-mungkin-akibat-dari-rasa-takut\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Anak Berbohong Mungkin Akibat dari Rasa Takut"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/#website","url":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/","name":"Library","description":"UC","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/#\/schema\/person\/4cffc04a138a391647832a76dc126824","name":"admin_library","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/75781214a801ee0700a52770a6367c89fe1bf1dccd2c5f0a079ece6c531f4bae?s=96&d=mm&r=g","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/75781214a801ee0700a52770a6367c89fe1bf1dccd2c5f0a079ece6c531f4bae?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/75781214a801ee0700a52770a6367c89fe1bf1dccd2c5f0a079ece6c531f4bae?s=96&d=mm&r=g","caption":"admin_library"},"url":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/author\/admin_library\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/8739","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=8739"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/8739\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":9057,"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/8739\/revisions\/9057"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-json\/wp\/v2\/media\/8740"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=8739"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=8739"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=8739"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}