{"id":8916,"date":"2017-07-21T10:40:07","date_gmt":"2017-07-21T03:40:07","guid":{"rendered":"http:\/\/library.uc.ac.id\/?p=8916"},"modified":"2025-05-01T12:37:14","modified_gmt":"2025-05-01T05:37:14","slug":"nina-estanto-menanamkan-sikap-toleran-kepada-anak","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/nina-estanto-menanamkan-sikap-toleran-kepada-anak\/","title":{"rendered":"Nina Estanto &#8211; Menanamkan Sikap Toleran kepada Anak"},"content":{"rendered":"<p><a ref=\"magnificPopup\" href=\"https:\/\/dieng.blob.core.windows.net\/library\/2017\/07\/Menanamkan-Sikap-Toleran-kepada-Anak.-Kompas.-7-Januari-2015.Hal_.16.jpg\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"alignnone  wp-image-8917\" src=\"https:\/\/dieng.blob.core.windows.net\/library\/2017\/07\/Menanamkan-Sikap-Toleran-kepada-Anak.-Kompas.-7-Januari-2015.Hal_.16-1500x1297.jpg\" alt=\"Menanamkan Sikap Toleran kepada Anak. Kompas. 7 Januari 2015.Hal.16\" width=\"823\" height=\"712\" \/><\/a><\/p>\n<p><strong>Kepedulian pada kebutuhan perkembangan anak menjadi prinsip Nina Estanto (42) dalam mengelola lembaga pendidikan yang ia dirikan pada awal tahun 2002. Dan, keprihatinannya pada nilai toleransi negeri ini membuatnya mendirikan sekolah untuk anak usia dini dan sekolah dasar agar bisa menanamkan nilai toleransi sejak dini.<\/strong><\/p>\n<p><strong>OLEH IMAM PRIHADIYOKO<\/strong><\/p>\n<p>\u201cToleransi itu bukan barang sekali jadi, tidak bisa instan, dan amat sulit ditumbuhkan ketika orang sudah dewasa. Nilai toleransi itu akan lebih kuat internalisasinya ketika diberikan sejak anak masih di taman kanak-kanak,\u201d ujar Nina, di Jakarta, Senin (5\/1), ketika ditemui di salah satu dari tiga sekolah prasekolah dan satu sekolah dasar Putik Jakarta yang ia didirikan.<\/p>\n<p>Ketika ia mendirikan sekolah, Jakarta saat itu sedang \u201cdihujani\u201d dogma-dogma pendidikan ala Singapura untuk anak balita. Slogan mempersiapkan anak siap bertarung dalam era globalisasi, anak balita Anda harus pintar berbahasa Inggris, anak balita harus bisa membaca sedini mungkin, dan anak balita harus menguasai komputer seawal mungkin.<\/p>\n<p>\u201cKetika itu saya merasa, kok, ada yang kurang pas. Saya merasa kasihan sekali, ya, anak balita pada zaman itu. Belum lagi bisa lancar bicara, belum menguasai bahasa ibu, sudah harus berpikir persaingan di era globalisasi,\u201d ujar Nina yang ketika itu juga sedang mencari sekolah untuk anaknya.<\/p>\n<p>Padahal, sejatinya, menurut Nina, anak balita haruslah menikmati masa kanak-kanaknya dengan bermain. Dalam bermain itu, anak belajar banyak nilai tentang kehidupan.<\/p>\n<p>\u201cNilai-nilai kehidupan yang sebenarnya, itulah yang paling penting untuk dipelajari oleh seorang anak. Nilai bagaimana dia bisa mengekspresikan perasaannya dengan bicara yang sopan, nilai untuk berempati dan berbagi dengan sesama, nilai untuk <em>struggle<\/em> saat menghadapi masalah dengan teman, nilai untuk mandiri, serta nilai akan cintanya kepada orangtua, keluarga, tanah airnya, dan budayanya. Termasuk juga nilai toleransi,\u201d ujar Nina yang amat suka berburu kuliner tradisional ini.<\/p>\n<p>Idealisme seperti inilah yang terus diperjuangkan Putik sejak awal. Idealisme untuk terus membuat anak-anak berbahagia menikmati masa kanak-kanaknya, dekat dengan ayah bundanya, lancar mengekspresikan perasaannya tanpa hambatan bahasa, dan bangga sebagai anak Indonesia.<\/p>\n<p>Nama Putik dipakai untuk nama lembaga pendidikan yang ia dirikan karena Nina berkeinginan ikut merawat generasi muda.<\/p>\n<p>\u201cPutik itu ibarat bakal buah, bakal bunga, yang perlu dirawat dengan baik agar pertumbuhannya baik,\u201d ujar Nina.<\/p>\n<p>Suatu ketika, Nina bercerita, ada anak yang berulang tahun dan meminta teman-temannya untuk mengenakan baju dengan tema Minion. Salah satu temannya bilang ia tidak suka dengan Minion sehingga tidak mau menggunakan baju yang bertema Minion. Keduanya lalu dipertemukan untuk mencari jalan keluar dengan didampingi guru. Akhirnya, sang anak yang berulang tahun menawarkan agar temannya mengenakan baju atau kaus yang bernuansa kuning, dan ini bisa disepakati oleh temannya.<\/p>\n<p>\u201cNah, ketika seorang anak punya pendapar, dan pendapatnya itu tidak disepakati temannya, ia belajar untuk menerima sekaligus menghargai perbedaan pendapat. Meski tidak sepakat, ia belajar untuk tidak menghina temannya yang berbeda pendapat,\u201d ujar Nina yang beberapa kali menegaskan bahwa toleransi menghargai perbedaan pendapat semacam ini memang mudah diucapkan, tetapi tidak mudah dijalankan.<\/p>\n<p><strong>Hidup toleran<\/strong><\/p>\n<p>Toleransi dan bersikap sopan itu tidak hanya untuk menghormati orang yang berbeda agama, tetapi juga terhadap orang yang status sosial ekonomi berbeda, orang yang punya pendapat berbeda, ataupun kelompok yang berbeda.<\/p>\n<p>\u201cKita bisa mempunyai pendapat dan mengungkapkan pendapat itu tanpa takut, tetapi disampaikan dengan tidak menghina pilihan ataupun kesukaan orang lain,\u201d ujar Nina yang berharap seluruh anak negeri ini mampu memahami esensi toleransi dalam praktik, tidak sekadar dalam kata-kata.<\/p>\n<p>\u201cSaya melihat pendidikan anak di Inggris ketika kuliah di sana, tidak hanya mengajarkan akademik, tetapi juga sopan santun. Anak diajarkan untuk mengucapkan permisi, terima kasih, tolong, dan mengakui kesalahan. Ini sepertinya cocok dengan masyarakat Indonesia yang ingin pendidikan maju, tetapi tidak melupakan budaya,\u201d ujar Nina yang sejak tahun lalu berkeinginan mendirikan sekolah tingkat lanjutan.<\/p>\n<p>Soal penerapan toleransi ini, Nina pun banyak mencari rujukan dari para ahli, salah satunya Jennifer Holladay, direktur dari Tolerance.org, sebuah organisasi yang membantu orangtua untuk mengajarkan toleransi kepada anak-anak.<\/p>\n<p>Holladay menjelaskan bahwa memperkenalkan toleransi pada anak-anak akan membentuk karakter yang terbuka dan berempati pada sekitarnya. Tidak hanya itu, anak-anak juga akan mengerti bagaimana menghargai dan bertanggung jawab. Ini merupakan modal utama bagi anak untuk bisa mencintai hidup yang dijalaninya.<\/p>\n<p>Masih merujuk pada Holladay, Nina menjelaskan empat langkah yang dilakukan untuk menanamkan toleransi pada anak. Pertama, jadikan toleransi sebagai salah satu topik harian karena membentuk karakter yang bisa bertoleransi butuh waktu dan proses. Awali dengan konsep menghargai dan mengenal perbedaan. Bisa dengan memberi contoh pada keluarga terlebih dahulu, dimana setiap anggota keluarga memiliki keunikan masing-masing.<\/p>\n<p>Kedua, identifikasi toleransi melalui pembicaraan ringan. Kunci dari poin ini menurut dia adalah memanfaatkan setiap momen untuk berdialog mengenai toleransi. Apabila di sekitar kita ada yang memberikan stereotip terhadap seseorang, ajak anak untuk berdiskusi. Tanyakan apa pendapatnya dan biarkan mereka mengeksplorasi pendapatnya. Lalu, lengkapi dengan pemahaman saling menghargai dan terbuka terhadap perbedaan.<\/p>\n<p>Ketiga, dekatkan anak-anak pada informasi mengenai keberagaman budaya, suku, agama, dan keyakinan. Ini bisa dilakukan melalui buku bacaan yang mengangkat tema mengenai multikultural dan toleransi. Selain buku, alat musik dari sejumlah daerah juga bisa dimanfaatkan untuk mengajarkan anak-anak terbuka pada keunikan setiap daerah. Atau, saat liburan, anak diajak untuk mengunjungi daerah-daerah baru dengan kebiasaan atau ritual berbeda.<\/p>\n<p>Keempat, terus memotivasi anak untuk mau berbagi. Pada momen-momen tertentu, seperti perayaan agama atau saat ulang tahunnya, ajak anak untuk mau berbagi kepada orang-orang yang kurang beruntung. Selain mengajarkan mereka untuk berinteraksi dengan orang lain, cara ini juga akan membentuk rasa empati anak. Dengan demikian, anak dapat lebih terbuka menerima segala perbedaan.<\/p>\n<p>Seandainya semua anak Indonesia mendapat pengalaman semacam ini, Nina membayangkan, Indonesia akan menjadi negeri yang paling nyaman di dunia untuk ditinggali.<\/p>\n<p><strong>NINA ESTANTO<\/strong><\/p>\n<p><strong>\u25aa<\/strong><strong> Lahir<\/strong>\u00a0\u00a0\u00a0 : Solo, 18 Desember 1972<\/p>\n<p><strong>\u25aa<\/strong><strong> Suami<\/strong>\u00a0 : Bob Dafonso Estanto<\/p>\n<p><strong>\u25aa<\/strong><strong> Anak\u00a0\u00a0\u00a0 <\/strong>:<\/p>\n<ul>\n<li>Khalista Diva Estanto (15)<\/li>\n<li>Kiara Daviana Estanto (12)<\/li>\n<li>Benawa Daniswan Estanto (6)<\/li>\n<\/ul>\n<p><strong>\u25aa<\/strong><strong> Pendidikan<\/strong> :<\/p>\n<ul>\n<li>Jurusan Ilmu Politik Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia (1997)<\/li>\n<li>Journalism Studies in Faculty of English, University of Strathclyde Glasgow, United Kingdom (2001)<\/li>\n<\/ul>\n<p>Sumber:\u00a0Kompas.Rabu.7 Januari 2015.Hal.16<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Kepedulian pada kebutuhan perkembangan anak menjadi prinsip Nina Estanto (42) dalam mengelola lembaga pendidikan yang ia dirikan pada awal tahun 2002. Dan, keprihatinannya pada nilai toleransi negeri ini membuatnya mendirikan sekolah untuk anak usia dini dan sekolah dasar agar bisa menanamkan nilai toleransi sejak dini. OLEH IMAM PRIHADIYOKO \u201cToleransi itu bukan barang sekali jadi, tidak&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":8917,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[6],"tags":[],"class_list":["post-8916","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-artikel"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v27.4 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>Nina Estanto - Menanamkan Sikap Toleran kepada Anak - Library<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/nina-estanto-menanamkan-sikap-toleran-kepada-anak\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Nina Estanto - Menanamkan Sikap Toleran kepada Anak - Library\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Kepedulian pada kebutuhan perkembangan anak menjadi prinsip Nina Estanto (42) dalam mengelola lembaga pendidikan yang ia dirikan pada awal tahun 2002. Dan, keprihatinannya pada nilai toleransi negeri ini membuatnya mendirikan sekolah untuk anak usia dini dan sekolah dasar agar bisa menanamkan nilai toleransi sejak dini. OLEH IMAM PRIHADIYOKO \u201cToleransi itu bukan barang sekali jadi, tidak...\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/nina-estanto-menanamkan-sikap-toleran-kepada-anak\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Library\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2017-07-21T03:40:07+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2025-05-01T05:37:14+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-content\/uploads\/2017\/07\/Menanamkan-Sikap-Toleran-kepada-Anak.-Kompas.-7-Januari-2015.Hal_.16-e1500608385186.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"835\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"725\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"admin_library\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Ditulis oleh\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"admin_library\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"5 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/nina-estanto-menanamkan-sikap-toleran-kepada-anak\\\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/nina-estanto-menanamkan-sikap-toleran-kepada-anak\\\/\"},\"author\":{\"name\":\"admin_library\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/4cffc04a138a391647832a76dc126824\"},\"headline\":\"Nina Estanto &#8211; Menanamkan Sikap Toleran kepada Anak\",\"datePublished\":\"2017-07-21T03:40:07+00:00\",\"dateModified\":\"2025-05-01T05:37:14+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/nina-estanto-menanamkan-sikap-toleran-kepada-anak\\\/\"},\"wordCount\":953,\"commentCount\":0,\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/nina-estanto-menanamkan-sikap-toleran-kepada-anak\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2017\\\/07\\\/Menanamkan-Sikap-Toleran-kepada-Anak.-Kompas.-7-Januari-2015.Hal_.16-e1500608385186.jpg\",\"articleSection\":[\"Artikel Koran\"],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/nina-estanto-menanamkan-sikap-toleran-kepada-anak\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/nina-estanto-menanamkan-sikap-toleran-kepada-anak\\\/\",\"name\":\"Nina Estanto - Menanamkan Sikap Toleran kepada Anak - Library\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/nina-estanto-menanamkan-sikap-toleran-kepada-anak\\\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/nina-estanto-menanamkan-sikap-toleran-kepada-anak\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2017\\\/07\\\/Menanamkan-Sikap-Toleran-kepada-Anak.-Kompas.-7-Januari-2015.Hal_.16-e1500608385186.jpg\",\"datePublished\":\"2017-07-21T03:40:07+00:00\",\"dateModified\":\"2025-05-01T05:37:14+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/4cffc04a138a391647832a76dc126824\"},\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/nina-estanto-menanamkan-sikap-toleran-kepada-anak\\\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/nina-estanto-menanamkan-sikap-toleran-kepada-anak\\\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/nina-estanto-menanamkan-sikap-toleran-kepada-anak\\\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2017\\\/07\\\/Menanamkan-Sikap-Toleran-kepada-Anak.-Kompas.-7-Januari-2015.Hal_.16-e1500608385186.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2017\\\/07\\\/Menanamkan-Sikap-Toleran-kepada-Anak.-Kompas.-7-Januari-2015.Hal_.16-e1500608385186.jpg\",\"width\":835,\"height\":725},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/nina-estanto-menanamkan-sikap-toleran-kepada-anak\\\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Nina Estanto &#8211; Menanamkan Sikap Toleran kepada Anak\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/\",\"name\":\"Library\",\"description\":\"UC\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/4cffc04a138a391647832a76dc126824\",\"name\":\"admin_library\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/75781214a801ee0700a52770a6367c89fe1bf1dccd2c5f0a079ece6c531f4bae?s=96&d=mm&r=g\",\"url\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/75781214a801ee0700a52770a6367c89fe1bf1dccd2c5f0a079ece6c531f4bae?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/75781214a801ee0700a52770a6367c89fe1bf1dccd2c5f0a079ece6c531f4bae?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"admin_library\"},\"url\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/author\\\/admin_library\\\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Nina Estanto - Menanamkan Sikap Toleran kepada Anak - Library","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/nina-estanto-menanamkan-sikap-toleran-kepada-anak\/","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Nina Estanto - Menanamkan Sikap Toleran kepada Anak - Library","og_description":"Kepedulian pada kebutuhan perkembangan anak menjadi prinsip Nina Estanto (42) dalam mengelola lembaga pendidikan yang ia dirikan pada awal tahun 2002. Dan, keprihatinannya pada nilai toleransi negeri ini membuatnya mendirikan sekolah untuk anak usia dini dan sekolah dasar agar bisa menanamkan nilai toleransi sejak dini. OLEH IMAM PRIHADIYOKO \u201cToleransi itu bukan barang sekali jadi, tidak...","og_url":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/nina-estanto-menanamkan-sikap-toleran-kepada-anak\/","og_site_name":"Library","article_published_time":"2017-07-21T03:40:07+00:00","article_modified_time":"2025-05-01T05:37:14+00:00","og_image":[{"width":835,"height":725,"url":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-content\/uploads\/2017\/07\/Menanamkan-Sikap-Toleran-kepada-Anak.-Kompas.-7-Januari-2015.Hal_.16-e1500608385186.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"admin_library","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Ditulis oleh":"admin_library","Estimasi waktu membaca":"5 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/nina-estanto-menanamkan-sikap-toleran-kepada-anak\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/nina-estanto-menanamkan-sikap-toleran-kepada-anak\/"},"author":{"name":"admin_library","@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/#\/schema\/person\/4cffc04a138a391647832a76dc126824"},"headline":"Nina Estanto &#8211; Menanamkan Sikap Toleran kepada Anak","datePublished":"2017-07-21T03:40:07+00:00","dateModified":"2025-05-01T05:37:14+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/nina-estanto-menanamkan-sikap-toleran-kepada-anak\/"},"wordCount":953,"commentCount":0,"image":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/nina-estanto-menanamkan-sikap-toleran-kepada-anak\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-content\/uploads\/2017\/07\/Menanamkan-Sikap-Toleran-kepada-Anak.-Kompas.-7-Januari-2015.Hal_.16-e1500608385186.jpg","articleSection":["Artikel Koran"],"inLanguage":"id"},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/nina-estanto-menanamkan-sikap-toleran-kepada-anak\/","url":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/nina-estanto-menanamkan-sikap-toleran-kepada-anak\/","name":"Nina Estanto - Menanamkan Sikap Toleran kepada Anak - Library","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/nina-estanto-menanamkan-sikap-toleran-kepada-anak\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/nina-estanto-menanamkan-sikap-toleran-kepada-anak\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-content\/uploads\/2017\/07\/Menanamkan-Sikap-Toleran-kepada-Anak.-Kompas.-7-Januari-2015.Hal_.16-e1500608385186.jpg","datePublished":"2017-07-21T03:40:07+00:00","dateModified":"2025-05-01T05:37:14+00:00","author":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/#\/schema\/person\/4cffc04a138a391647832a76dc126824"},"breadcrumb":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/nina-estanto-menanamkan-sikap-toleran-kepada-anak\/#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/nina-estanto-menanamkan-sikap-toleran-kepada-anak\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/nina-estanto-menanamkan-sikap-toleran-kepada-anak\/#primaryimage","url":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-content\/uploads\/2017\/07\/Menanamkan-Sikap-Toleran-kepada-Anak.-Kompas.-7-Januari-2015.Hal_.16-e1500608385186.jpg","contentUrl":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-content\/uploads\/2017\/07\/Menanamkan-Sikap-Toleran-kepada-Anak.-Kompas.-7-Januari-2015.Hal_.16-e1500608385186.jpg","width":835,"height":725},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/nina-estanto-menanamkan-sikap-toleran-kepada-anak\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Nina Estanto &#8211; Menanamkan Sikap Toleran kepada Anak"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/#website","url":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/","name":"Library","description":"UC","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/#\/schema\/person\/4cffc04a138a391647832a76dc126824","name":"admin_library","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/75781214a801ee0700a52770a6367c89fe1bf1dccd2c5f0a079ece6c531f4bae?s=96&d=mm&r=g","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/75781214a801ee0700a52770a6367c89fe1bf1dccd2c5f0a079ece6c531f4bae?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/75781214a801ee0700a52770a6367c89fe1bf1dccd2c5f0a079ece6c531f4bae?s=96&d=mm&r=g","caption":"admin_library"},"url":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/author\/admin_library\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/8916","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=8916"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/8916\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":9334,"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/8916\/revisions\/9334"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-json\/wp\/v2\/media\/8917"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=8916"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=8916"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=8916"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}