{"id":9080,"date":"2017-07-21T13:18:08","date_gmt":"2017-07-21T06:18:08","guid":{"rendered":"http:\/\/library.uc.ac.id\/?p=9080"},"modified":"2017-07-31T07:43:43","modified_gmt":"2017-07-31T00:43:43","slug":"tidak-jamuran-menanti-masakan-jejamuran","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/tidak-jamuran-menanti-masakan-jejamuran\/","title":{"rendered":"Tidak Jamuran Menanti Masakan Jejamuran"},"content":{"rendered":"<p><a ref=\"magnificPopup\" href=\"https:\/\/dieng.blob.core.windows.net\/library\/2017\/07\/Tidak-Jamuran-Menanti-Masakan-Jejamuran.-Kontan-12-Januari-18-Januari-2015.Hal_.40.jpg\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"alignnone  wp-image-9081\" src=\"https:\/\/dieng.blob.core.windows.net\/library\/2017\/07\/Tidak-Jamuran-Menanti-Masakan-Jejamuran.-Kontan-12-Januari-18-Januari-2015.Hal_.40-942x1500.jpg\" alt=\"Tidak Jamuran Menanti Masakan Jejamuran. Kontan 12 Januari-18 Januari 2015.Hal.40\" width=\"826\" height=\"1315\" \/><\/a><\/p>\n<p>Aneka olahan jamur di jejamuran, Sleman, Yogyakarta.<\/p>\n<p>Pradita Devis Dukarno (Sleman)<\/p>\n<p>Sekarang makin banyak orang suka mengonsumsi jamur. Meklum, selain lezat, jamur juga menyehatkan. Jamur shiitake, misalnya, menjadi buruan lantaran bisa mencegah tumor dan kanker.<\/p>\n<p>Itu sebabnya, banyak restoran dan kedai yang menawarkan kuliner berbahan baku jamur.<\/p>\n<p>Nah, kalau Anda sedang pelesiran ke Yogyakarta, tawaran olahan makanan jamur nan lezat lagi mujarab salah satunya datang dari Jejamuran di daerah Sleman. Letak persisnya di Jalan Pramuka, Niron.<\/p>\n<p>Resto yang berdiri tahun 2003 itu menyajikan banyak masakan olahan jamur. Di buku menu, terdapat 24 jenis makanan berbahan jamur. Sebut saja, tongseng jamur, sate jamur, lodeh jamur, dan rendang jamur, yang bikin ketagihan banyak orang dari Jogja maupun luar Jogja. Termasuk sejumlah pesohor negeri ini seperi Wakil Presiden Jusuf Kalla.<\/p>\n<p>Dan, Anda jangan khawatir tidak kebagian tempat. Resto milik Ratidjo Hardjo Suwarno punya daya tapung jumbo, dengan kapasitas 300 pengunjung sekaligus. Tempat parkir kendaraan juga luas bingit, yang bisa menampung 100 motor dan 50 mobil.<\/p>\n<p>Tempatnya asyik, dengan bangunan berdesain Jawa yang didominsi kelir cokelat kayu. Udara di dalam restopun segar lantaran bangunannya cukyp terbuka. Dijamin, Anda akan menikmati waktu yang dilewatkan di sini.<\/p>\n<p>Meski penuh pengunjung seperti saat hari libur, pelayanan di resto ini tetap sama. Untuk menikmati masakan andalan resto tersebut, hanya butuh waktu 10 menit sampai 12 menit. Dalam tempo sesingkat itu, tongseng, sate, rendang, dan lodeh, semua dari jamur, sudah tertata rapi dan siap disantap. Anda tak bakal sampai jamuran menanti pesanan jadi.<\/p>\n<p>Ratidjo menjamin, penyajian yang cepat ini tidak mengurangi kualitas rasa.<\/p>\n<p>Mari kita mulai dari sate jamur. Lima tusuk jamur tiram ukuran sedang dan berwarna cokelat matang tersaji di piring. Berbalut lumuran bumbu kacang yang membuat tampangnya kian menggoda. Lalu, rajangan kembang kol, irisan tomat, cabai, dan bawang merah menambah segar penampilan.<\/p>\n<p>Coba dulu setusuk dan mulut anda akan merasakan sensasi jamur yang empuk. Belum lagi rangsangan yang muncul dari kehalusan bumbu kacang berjalin sempurna dengan paduan rasa manis, pedas, dan gurih.<\/p>\n<p>Muhamad Muchlis, pengunjung Jejamuran, mengaku jatuh cinta dengan sate jamur buatan resto ini. \u201cTekstur jamurnya hampir enggaak bisa dibedakan dengan daging ayam, mirip sekali,\u201d kata mahasiswa Pascasarjana Fakultas Ilmu Budaya Universitas Gadjah Mada ini. Puas menyantap sate jamur, lanjut ke tongseng jamur. Tampilannya tak kalah menawan. Kuahnya kental berwarna kuning kemerahan, tak beda degan tongseng kambing . Rajangan daun seledri, daun bawang, kol, dan omat tampak disitu. Seklas terlihat potongan jamur merang di dasar mangok.<\/p>\n<p>Begitu diseruput, kuahnya terasa pedas namun segar.\u00a0 Jejak-jejak rempah langsung menampilkan aromanya begitu kuah masuk tenggorokan. Saat jamur merang lumat, mulut Akan tertipu oleh sensasi daging kambing yang muncul. Bedanya, tentu tak ada aroma perengus khas kambing yang menguar dari situ.<\/p>\n<p>Jamur segar<\/p>\n<p>Sejian berikutnyam lodeh jamur dan rendang jamur sudah menanti. Wujud lodeh jamur merang degan kuah berwarna hijau terlihat beda dengan sayur lodeh kebanyakan. Tapi, jangan anggap sepele lantaran lodeh racikan resto ini cukup istimewa. \u00a0Rasanya menonjolkan peran santan yang gurih, meski tekstur kuahnya tak kental.<\/p>\n<p>Cuma, hati-hati, ya. Selain ada potongan jamur merang, terdapat cabai rawit merah dalam kondisi utuh di dalam kuah lodeh. Jika meletus digigit, lidan Anda akan tergoyang dengan hebat. Potongan kecil-kecil jamur merang yang kenyal dan empuk membuat penasaran untuk terus mengunyah.<\/p>\n<p>Menurut Ratidjo, semua sajian andalan restonya merupakan masakan rumahan. Untuk membuat pun tidak sulit. \u201cYang susah ngepaske (mencocokkan) rasa karena lidah setiap orang kan beda,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p>Walau menutup rapat rahasia kelezatan masakannya, pria 70 tahun ini bilang, kunci suksesnya sebenarnya adalah ketika ia berjualan keliling dari rumah ke rumah pada tahun 2003. Saat itu, Ratidjo banyak memperoleh masukan melalui diskusi dengan para pembeli.<\/p>\n<p>Khusus untuk bahan baku jamur, dalam sehari Ratidjo membutuhkan sekitar 200 kilogram (kg) \u2013 300 kg. Dia menjamin jamur dalam kondisi segar lantaran berasal dari perkebunan miliknya dan petani di Jogja. Persis dibelakang resto terdapat perkebunan jamur kepunyaan atidjo, dengan luas sekitar satu setengah hektare yang dilengkapi laboratorium.<\/p>\n<p>Nah, untuk menikmati bermacam olahan jamur nan lezat di resto ini, Anda tidak perlu merogoh kocek dalam-dalam, kok. Contoh, satu porsi sate jamur, banderolan harganya hanya Rp 11.818. Harga tongseng jamur Rp 10.000 se porsi, lodeh jamur Rp 14.000 per porsi, dan rendang jamur Rp 19.000 per porsi.<\/p>\n<p>Sebagai penawar dahaga, ada dua minuman yang patut Anda coba: alloevera aquash dan es dawet jejamuran. Harganya Rp 10.909 dan Rp 7.272 per gelas.<\/p>\n<p>Untuk sampai ke resto ini, gampang. Dari pusat Kota Jogja, anda mengambil arah ke magelang lewat jalan magelang. Selepas Stadion Tridadi Sleman, anda akan bertemu perempatan beran lor yang kalau belok kiri menuju kantor bupati sleman.<\/p>\n<p>Silakan belok kanan dan anda sudah berada di jalan pramuka. Lokasi jejamuran di sisi kiri jalan, sekitar 800 meter dari perempatan beran lor. Jam bukanya setiap hari, mulai pukul sembilan pagi sampai sembilan malam. \u201cJejamuran salah satu tempat yang wajib didatangii kalau ke Jogja,\u201d begitu saran Agni Mahisa, pelanggan Jejamuran, yang doyan menyantap sate jamur dan tongseng jamur.<\/p>\n<p>Jejamuran<\/p>\n<p>Jl. Pramuka, Sleman, Yogyakarta<\/p>\n<p>Telp. 0274-868170<\/p>\n<p>Koordinat GPS : S7\u00b070\u2019-E110\u00b036.1073\u2019<\/p>\n<p>Belajar tentang Jamur<\/p>\n<p>Kebanyakan orang pasti ingin usahanya berlanjut ke anak cucu. Begitu juga dengan Ratidjo Hardjo Suwarno, sang pemilik Jejamuran. Dia berharap, bisnis restonya diteruskan anak-anaknya dengan baik. Makanya, ia melibatkan anak anak dalam pengelolaan resto dan budidaya jamur.<\/p>\n<p>Ratidjo punya lima anak. Anak ketiga mengurusi keuangan dan pengadaan barang. Anak keempat menangani budidaya jamur dan pengalengan. Lali, si ragil alias bungsu mengelola resto. Sedang anak pertama dan kedua tidak mengambil bagian lantaran ada di luar Yogyakarta. Meski darah dagingnya, pria 70 tahun ini menggaji ketiga anaknya tersebut sesuai standar.<\/p>\n<p>Tak hanya menyiapkan agar mereka kelak siap meneruskan usahanya. Ratidjo juga kerp berpesan pada anak-anaknya. \u201cSaya bilang, kuncinya satu, selama pengeluaran lebih kecil dari penghasilan, kamu sudah kaya,\u201d katanya.<\/p>\n<p>Oh iya, di Jejamuran anda tidak hanya bisa makan berbagai makanan olahan jamur, juga belajar tentang jamur. Ratidjo, menaruh berbagai jamur hasil budidaya di salah satu sudut restonya. Kalau sedang ada di tempat, ia dengan senang hati menjelaskan berbagai jenis jamus pada pengunjung, mulai jamur tiram (bernama Latin Pleorotus ostreatus), jamur merang (volvariella volvacea), jamur shitake (lentinula edodes), jamur kancing (agrricus bisporus), hingga jamur lingzhi (ganoderma lucidium).<\/p>\n<p>Sebagai oleh-oleh, jejamuran menawarkan keripik jamur yang dikemas dalam plastik dan stoples.<\/p>\n<p>Sumber:\u00a0Kontan-12-Januari-18-Januari-2015.Hal_.40<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Aneka olahan jamur di jejamuran, Sleman, Yogyakarta. Pradita Devis Dukarno (Sleman) Sekarang makin banyak orang suka mengonsumsi jamur. Meklum, selain lezat, jamur juga menyehatkan. Jamur shiitake, misalnya, menjadi buruan lantaran bisa mencegah tumor dan kanker. Itu sebabnya, banyak restoran dan kedai yang menawarkan kuliner berbahan baku jamur. Nah, kalau Anda sedang pelesiran ke Yogyakarta, tawaran&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":9081,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[],"class_list":["post-9080","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-uncategorized-id"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v27.4 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>Tidak Jamuran Menanti Masakan Jejamuran - Library<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/tidak-jamuran-menanti-masakan-jejamuran\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Tidak Jamuran Menanti Masakan Jejamuran - Library\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Aneka olahan jamur di jejamuran, Sleman, Yogyakarta. Pradita Devis Dukarno (Sleman) Sekarang makin banyak orang suka mengonsumsi jamur. Meklum, selain lezat, jamur juga menyehatkan. Jamur shiitake, misalnya, menjadi buruan lantaran bisa mencegah tumor dan kanker. Itu sebabnya, banyak restoran dan kedai yang menawarkan kuliner berbahan baku jamur. Nah, kalau Anda sedang pelesiran ke Yogyakarta, tawaran...\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/tidak-jamuran-menanti-masakan-jejamuran\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Library\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2017-07-21T06:18:08+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2017-07-31T00:43:43+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-content\/uploads\/2017\/07\/Tidak-Jamuran-Menanti-Masakan-Jejamuran.-Kontan-12-Januari-18-Januari-2015.Hal_.40-e1500617856350.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"401\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"374\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"admin_library\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Ditulis oleh\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"admin_library\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"5 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/tidak-jamuran-menanti-masakan-jejamuran\\\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/tidak-jamuran-menanti-masakan-jejamuran\\\/\"},\"author\":{\"name\":\"admin_library\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/4cffc04a138a391647832a76dc126824\"},\"headline\":\"Tidak Jamuran Menanti Masakan Jejamuran\",\"datePublished\":\"2017-07-21T06:18:08+00:00\",\"dateModified\":\"2017-07-31T00:43:43+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/tidak-jamuran-menanti-masakan-jejamuran\\\/\"},\"wordCount\":1005,\"commentCount\":0,\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/tidak-jamuran-menanti-masakan-jejamuran\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2017\\\/07\\\/Tidak-Jamuran-Menanti-Masakan-Jejamuran.-Kontan-12-Januari-18-Januari-2015.Hal_.40-e1500617856350.jpg\",\"articleSection\":[\"Uncategorized @id\"],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/tidak-jamuran-menanti-masakan-jejamuran\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/tidak-jamuran-menanti-masakan-jejamuran\\\/\",\"name\":\"Tidak Jamuran Menanti Masakan Jejamuran - Library\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/tidak-jamuran-menanti-masakan-jejamuran\\\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/tidak-jamuran-menanti-masakan-jejamuran\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2017\\\/07\\\/Tidak-Jamuran-Menanti-Masakan-Jejamuran.-Kontan-12-Januari-18-Januari-2015.Hal_.40-e1500617856350.jpg\",\"datePublished\":\"2017-07-21T06:18:08+00:00\",\"dateModified\":\"2017-07-31T00:43:43+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/4cffc04a138a391647832a76dc126824\"},\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/tidak-jamuran-menanti-masakan-jejamuran\\\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/tidak-jamuran-menanti-masakan-jejamuran\\\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/tidak-jamuran-menanti-masakan-jejamuran\\\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2017\\\/07\\\/Tidak-Jamuran-Menanti-Masakan-Jejamuran.-Kontan-12-Januari-18-Januari-2015.Hal_.40-e1500617856350.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2017\\\/07\\\/Tidak-Jamuran-Menanti-Masakan-Jejamuran.-Kontan-12-Januari-18-Januari-2015.Hal_.40-e1500617856350.jpg\",\"width\":401,\"height\":374},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/tidak-jamuran-menanti-masakan-jejamuran\\\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Tidak Jamuran Menanti Masakan Jejamuran\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/\",\"name\":\"Library\",\"description\":\"UC\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/4cffc04a138a391647832a76dc126824\",\"name\":\"admin_library\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/75781214a801ee0700a52770a6367c89fe1bf1dccd2c5f0a079ece6c531f4bae?s=96&d=mm&r=g\",\"url\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/75781214a801ee0700a52770a6367c89fe1bf1dccd2c5f0a079ece6c531f4bae?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/75781214a801ee0700a52770a6367c89fe1bf1dccd2c5f0a079ece6c531f4bae?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"admin_library\"},\"url\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/author\\\/admin_library\\\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Tidak Jamuran Menanti Masakan Jejamuran - Library","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/tidak-jamuran-menanti-masakan-jejamuran\/","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Tidak Jamuran Menanti Masakan Jejamuran - Library","og_description":"Aneka olahan jamur di jejamuran, Sleman, Yogyakarta. Pradita Devis Dukarno (Sleman) Sekarang makin banyak orang suka mengonsumsi jamur. Meklum, selain lezat, jamur juga menyehatkan. Jamur shiitake, misalnya, menjadi buruan lantaran bisa mencegah tumor dan kanker. Itu sebabnya, banyak restoran dan kedai yang menawarkan kuliner berbahan baku jamur. Nah, kalau Anda sedang pelesiran ke Yogyakarta, tawaran...","og_url":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/tidak-jamuran-menanti-masakan-jejamuran\/","og_site_name":"Library","article_published_time":"2017-07-21T06:18:08+00:00","article_modified_time":"2017-07-31T00:43:43+00:00","og_image":[{"width":401,"height":374,"url":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-content\/uploads\/2017\/07\/Tidak-Jamuran-Menanti-Masakan-Jejamuran.-Kontan-12-Januari-18-Januari-2015.Hal_.40-e1500617856350.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"admin_library","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Ditulis oleh":"admin_library","Estimasi waktu membaca":"5 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/tidak-jamuran-menanti-masakan-jejamuran\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/tidak-jamuran-menanti-masakan-jejamuran\/"},"author":{"name":"admin_library","@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/#\/schema\/person\/4cffc04a138a391647832a76dc126824"},"headline":"Tidak Jamuran Menanti Masakan Jejamuran","datePublished":"2017-07-21T06:18:08+00:00","dateModified":"2017-07-31T00:43:43+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/tidak-jamuran-menanti-masakan-jejamuran\/"},"wordCount":1005,"commentCount":0,"image":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/tidak-jamuran-menanti-masakan-jejamuran\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-content\/uploads\/2017\/07\/Tidak-Jamuran-Menanti-Masakan-Jejamuran.-Kontan-12-Januari-18-Januari-2015.Hal_.40-e1500617856350.jpg","articleSection":["Uncategorized @id"],"inLanguage":"id"},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/tidak-jamuran-menanti-masakan-jejamuran\/","url":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/tidak-jamuran-menanti-masakan-jejamuran\/","name":"Tidak Jamuran Menanti Masakan Jejamuran - Library","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/tidak-jamuran-menanti-masakan-jejamuran\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/tidak-jamuran-menanti-masakan-jejamuran\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-content\/uploads\/2017\/07\/Tidak-Jamuran-Menanti-Masakan-Jejamuran.-Kontan-12-Januari-18-Januari-2015.Hal_.40-e1500617856350.jpg","datePublished":"2017-07-21T06:18:08+00:00","dateModified":"2017-07-31T00:43:43+00:00","author":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/#\/schema\/person\/4cffc04a138a391647832a76dc126824"},"breadcrumb":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/tidak-jamuran-menanti-masakan-jejamuran\/#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/tidak-jamuran-menanti-masakan-jejamuran\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/tidak-jamuran-menanti-masakan-jejamuran\/#primaryimage","url":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-content\/uploads\/2017\/07\/Tidak-Jamuran-Menanti-Masakan-Jejamuran.-Kontan-12-Januari-18-Januari-2015.Hal_.40-e1500617856350.jpg","contentUrl":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-content\/uploads\/2017\/07\/Tidak-Jamuran-Menanti-Masakan-Jejamuran.-Kontan-12-Januari-18-Januari-2015.Hal_.40-e1500617856350.jpg","width":401,"height":374},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/tidak-jamuran-menanti-masakan-jejamuran\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Tidak Jamuran Menanti Masakan Jejamuran"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/#website","url":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/","name":"Library","description":"UC","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/#\/schema\/person\/4cffc04a138a391647832a76dc126824","name":"admin_library","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/75781214a801ee0700a52770a6367c89fe1bf1dccd2c5f0a079ece6c531f4bae?s=96&d=mm&r=g","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/75781214a801ee0700a52770a6367c89fe1bf1dccd2c5f0a079ece6c531f4bae?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/75781214a801ee0700a52770a6367c89fe1bf1dccd2c5f0a079ece6c531f4bae?s=96&d=mm&r=g","caption":"admin_library"},"url":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/author\/admin_library\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/9080","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=9080"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/9080\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":9551,"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/9080\/revisions\/9551"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-json\/wp\/v2\/media\/9081"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=9080"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=9080"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=9080"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}