{"id":9995,"date":"2017-08-08T14:54:30","date_gmt":"2017-08-08T07:54:30","guid":{"rendered":"http:\/\/library.uc.ac.id\/?p=9995"},"modified":"2025-05-01T12:20:32","modified_gmt":"2025-05-01T05:20:32","slug":"mengenal-budaya-dayak","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/mengenal-budaya-dayak\/","title":{"rendered":"Festival Bantaran &#8211; Mengenal Budaya Dayak"},"content":{"rendered":"<p><a ref=\"magnificPopup\" href=\"https:\/\/dieng.blob.core.windows.net\/library\/2017\/08\/Mengenal-Budaya-Dayak.-Kompas.-2-September-2014.Hal_.24.jpg\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"alignnone size-extra_large wp-image-9996\" src=\"https:\/\/dieng.blob.core.windows.net\/library\/2017\/08\/Mengenal-Budaya-Dayak.-Kompas.-2-September-2014.Hal_.24-667x1500.jpg\" alt=\"Mengenal Budaya Dayak. Kompas. 2 September 2014.Hal.24\" width=\"667\" height=\"1500\" \/><\/a><\/p>\n<p>Apriandi (27) dan Okta Narung (24) memasang kuda-kuda pencak silat khas Dayak, kuntau. Tatapan mata mereka saling mengunci. Tangan mengambang dan berputar di udara, bersiap melepaskan pukulan. Kaki mereka menyapu tanah, kemudian pelan\u2013pelan saling mendekat dan beradu di bwah palang kayu. Tabuhan gendang manca di bawah palung kayu. Tabuhan gendang manca mengiringi setiap gerakan mereka, deiselingi sorakan dukungan dari penonton.<\/p>\n<p>Itulah kesenian Lawang Sekepeng salah satu kesenian budaya suku Dayak yang biasa digunakan pada upacara adat pernikahan dan penerimaan\u00a0 tamu. Pada acara pernikahan, pengantin laki-laki harus menunjukan kemampuan dengan melawan anggota keluartga yang dianggap kuat.<\/p>\n<p>Pertandingan adu kekuatan itu berada di bawah Lawang Sekepeng, yaitu semacam gerbang yang terbuat dari palang kayu. Di antara kedua tiangnya melintang sebuah <em>lawal <\/em>atau benang berhiaskan bunga yang melambangkan\u00a0 marabahaya dan rintangan yang harus diptuskan. \u201cBenang itu harus diputus sebagai tanda bahaya yang menghadang sudah dihilangkan,\u201d kata Apriandi, Sabtu (30\/8)<\/p>\n<p>Demikian juga dengan upacara penerimaan tamu atau pendatang. Seorang tamu pun harus menyampaikan tujuan kunjungannya\u00a0 gara dipahami dan diterima tuan rumah. Diharapkan, dalam relasinya kemudian tidak ada aral rintangn yang mengganggu.<\/p>\n<p>Apriandi dan Okta adalah perwakilan dari Kecamatan Jekan Raya, Palangkaraya, Kalimantan Tengah, yang mengikuti lomba Lawang Sekepeng pada Festival\u00a0 Bantaran Sungai Kahayan II yang digelar di Culture Park, yaitu di halaman kantor Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Palangkaraya, pada Jumat hingga Minggu (31\/8). Fsetival ini merupakan kali kedua yang digelarkan Pemerintah Kota Palangkaraya.<\/p>\n<p>Di sisi lain halaman, kelompok para bapak dan ibu dari lima kecematan di Palangkaraya sedang menumbuk padi ketan di lesung menggunakan alu. Mereka sedang berlomba membuat emping ketan atau <em>mangenta<\/em>.<\/p>\n<p>\u201c<em>Kenta<\/em> adalah masakan khas suku Dayak dan cara membuatnya perlu teknik yang harus dipelajari. Dalam menumbuk padi ketan, iramanya harus teratur dengan pasangan yang menumbuk padi ketan, iramanya harus teratur dengan pasangan yang menumbuk,\u201d kata Lame (53), perwakilan dari Kecamatan Bukit Batu.<\/p>\n<p>Berbagai macam jenis lomba kesenian suku dayak ditampilkan dengan peserta seluruh warga Palangkaraya, baik dari anak \u2013 anak hingga dewasa. Pada Jumat malam, misalnya, digelar lomba <em>fashion show<\/em> busana tradisional untuk kategori usia 6-11 tahun. Ada 13 peserta yang tampil mengenakan busana tradisional etnik Dayak.<\/p>\n<p>Safitri (6), salah satu peserta, misalnya, menampilkan pakaian Sangkarut yang berarti pula bajarat atau diikat. Bahan dasar pakaian itu adalah kulit kayu (nyamu) yang dikombinasikan dengan kain. Busana itu diperindah dengan payet berwarna kuning dan merah serta bermotif kalalawit atau tanaman rambat.<\/p>\n<p>Ratusan warga Palangkaraya pun antusias memeriahkan festival itu dengan datang berbondong-bondong ke acara festival. Pada Sabtu malam banyak warga\u00a0 yang mengisi waktu bermalam minggu bersama keluarga dengan menyaksikan aneka bersama keluarga dengan menyaksikan aneka pertunjukan tradisional itu.<\/p>\n<p>\u201cFestival ini sangat menghibur dan bisa mengenalkan kebudayaan Dayak kepada anak-anak,\u201d kata Heri (37), warga Jakarta Tjilik Riwut Km 7, yang datang bersama istri dan kedua anaknya.<\/p>\n<p><strong>Wisata berbasis sungai<\/strong><\/p>\n<p>Festival Bantaran Sungai Kahayan II digelar untuk melestarikan kebudayaan Dayak dan menarik minat wisatawan, baik dari dalam maupun luar negeri. Dalam pembukaan festival di kawasan Flamboyan, yaitu di tepi Sungai Kahayan, Jumat pagi. Wali Kota Palangkaraya Riban Satia berharap potensi sungai wisata dikembangkan.<\/p>\n<p>\u201cKawasan Flamboyan di tepi Sungai Kahayan ini bisa dijadikan\u00a0 tempat wisata. Memang fasilitas\u00a0 dan akses jalan masih perlu diperbaiki, warga setempat juga perlu dilibatkan,\u201d kata Riban.<\/p>\n<p>Sungai Kahayan adalah salah dari 11 sungai besar yang ada di Kalteng. Panjang sungai ini 600 kilometer, lebar sekitar 450 meter, dengan kedalaman sekitar 7 meter. Sungai yang berkelok-kelok itu berhulu di Kabupaten Pulang Pisau, dan Kota Palangkaraya, kemudian bermuara di daerah Bahaur, Kabupaten Pulang Pisau.<\/p>\n<p>Suku Dayak sebagai penduduk asli Kalteng banyak bermukim di sepanjang daerah aliran sungai itu dan menggantungkan hidupnya dari kekayaan alam di sekitarnya. Dari interaksinya dengan alam itu, lahirlah aneka kebudayaan yang mencerminkan kearifan lokal bagaimana hidup berdampingan dengan alam.<\/p>\n<p>Pembukaan festival dimeriahkan oleh tari Kahanak Atei yang ditarikan dua penari laki \u2013 laki dan tiga penari perempuan. Kahanjak Atei berasal dari bahasa Dayak Ngaju yang berarti kegembiraan hati. Tarian itu menggambarkan suasana sukacita dan keceriaan masyrakat suku dayak Ngaju dalam suatu perhelatan adat. Dalam perhelatan adat itu, disajikan pula tarian pergaulan disebut <em>Tasai atau Manasai<\/em>, diiringi tetabuhan tradisional <em>Pukul Gandang Garantung<\/em>\u00a0 yang dinamis.<\/p>\n<p>Pegiat Seni Kota Palangkaraya, Benny\u00a0 M Tundan, mengharapkan\u00a0 festival semacam itu terus diadakan secara rutin. \u201c Event Kebudayaan ini bisa menjadi produk unggulan dari Kota Palangkaraya yang dikenal secara nasional dan internasional,\u201d kata Benny.<\/p>\n<p>City manager of Oak Ridge, Tennesse, Amerika Serikat, Mark S Watson, yang sedang berkunjung ke Palangkaraya\u00a0 merupakan potensi pariwisata yang masih tertidur sehingga perlu dibangun dan dikembangkan.<\/p>\n<p>Sumber: Kompas, 2 September 2014<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Apriandi (27) dan Okta Narung (24) memasang kuda-kuda pencak silat khas Dayak, kuntau. Tatapan mata mereka saling mengunci. Tangan mengambang dan berputar di udara, bersiap melepaskan pukulan. Kaki mereka menyapu tanah, kemudian pelan\u2013pelan saling mendekat dan beradu di bwah palang kayu. Tabuhan gendang manca di bawah palung kayu. Tabuhan gendang manca mengiringi setiap gerakan mereka,&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":9996,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[6],"tags":[],"class_list":["post-9995","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-artikel"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v27.4 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>Festival Bantaran - Mengenal Budaya Dayak - Library<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/mengenal-budaya-dayak\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Festival Bantaran - Mengenal Budaya Dayak - Library\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Apriandi (27) dan Okta Narung (24) memasang kuda-kuda pencak silat khas Dayak, kuntau. Tatapan mata mereka saling mengunci. Tangan mengambang dan berputar di udara, bersiap melepaskan pukulan. Kaki mereka menyapu tanah, kemudian pelan\u2013pelan saling mendekat dan beradu di bwah palang kayu. Tabuhan gendang manca di bawah palung kayu. Tabuhan gendang manca mengiringi setiap gerakan mereka,...\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/mengenal-budaya-dayak\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Library\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2017-08-08T07:54:30+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2025-05-01T05:20:32+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-content\/uploads\/2017\/08\/Mengenal-Budaya-Dayak.-Kompas.-2-September-2014.Hal_.24-e1502178804280.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"1412\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"967\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"admin_library\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Ditulis oleh\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"admin_library\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"4 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/mengenal-budaya-dayak\\\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/mengenal-budaya-dayak\\\/\"},\"author\":{\"name\":\"admin_library\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/4cffc04a138a391647832a76dc126824\"},\"headline\":\"Festival Bantaran &#8211; Mengenal Budaya Dayak\",\"datePublished\":\"2017-08-08T07:54:30+00:00\",\"dateModified\":\"2025-05-01T05:20:32+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/mengenal-budaya-dayak\\\/\"},\"wordCount\":729,\"commentCount\":0,\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/mengenal-budaya-dayak\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2017\\\/08\\\/Mengenal-Budaya-Dayak.-Kompas.-2-September-2014.Hal_.24-e1502178804280.jpg\",\"articleSection\":[\"Artikel Koran\"],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/mengenal-budaya-dayak\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/mengenal-budaya-dayak\\\/\",\"name\":\"Festival Bantaran - Mengenal Budaya Dayak - Library\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/mengenal-budaya-dayak\\\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/mengenal-budaya-dayak\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2017\\\/08\\\/Mengenal-Budaya-Dayak.-Kompas.-2-September-2014.Hal_.24-e1502178804280.jpg\",\"datePublished\":\"2017-08-08T07:54:30+00:00\",\"dateModified\":\"2025-05-01T05:20:32+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/4cffc04a138a391647832a76dc126824\"},\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/mengenal-budaya-dayak\\\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/mengenal-budaya-dayak\\\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/mengenal-budaya-dayak\\\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2017\\\/08\\\/Mengenal-Budaya-Dayak.-Kompas.-2-September-2014.Hal_.24-e1502178804280.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2017\\\/08\\\/Mengenal-Budaya-Dayak.-Kompas.-2-September-2014.Hal_.24-e1502178804280.jpg\",\"width\":1412,\"height\":967},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/mengenal-budaya-dayak\\\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Festival Bantaran &#8211; Mengenal Budaya Dayak\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/\",\"name\":\"Library\",\"description\":\"UC\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/4cffc04a138a391647832a76dc126824\",\"name\":\"admin_library\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/75781214a801ee0700a52770a6367c89fe1bf1dccd2c5f0a079ece6c531f4bae?s=96&d=mm&r=g\",\"url\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/75781214a801ee0700a52770a6367c89fe1bf1dccd2c5f0a079ece6c531f4bae?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/75781214a801ee0700a52770a6367c89fe1bf1dccd2c5f0a079ece6c531f4bae?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"admin_library\"},\"url\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/author\\\/admin_library\\\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Festival Bantaran - Mengenal Budaya Dayak - Library","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/mengenal-budaya-dayak\/","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Festival Bantaran - Mengenal Budaya Dayak - Library","og_description":"Apriandi (27) dan Okta Narung (24) memasang kuda-kuda pencak silat khas Dayak, kuntau. Tatapan mata mereka saling mengunci. Tangan mengambang dan berputar di udara, bersiap melepaskan pukulan. Kaki mereka menyapu tanah, kemudian pelan\u2013pelan saling mendekat dan beradu di bwah palang kayu. Tabuhan gendang manca di bawah palung kayu. Tabuhan gendang manca mengiringi setiap gerakan mereka,...","og_url":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/mengenal-budaya-dayak\/","og_site_name":"Library","article_published_time":"2017-08-08T07:54:30+00:00","article_modified_time":"2025-05-01T05:20:32+00:00","og_image":[{"width":1412,"height":967,"url":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-content\/uploads\/2017\/08\/Mengenal-Budaya-Dayak.-Kompas.-2-September-2014.Hal_.24-e1502178804280.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"admin_library","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Ditulis oleh":"admin_library","Estimasi waktu membaca":"4 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/mengenal-budaya-dayak\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/mengenal-budaya-dayak\/"},"author":{"name":"admin_library","@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/#\/schema\/person\/4cffc04a138a391647832a76dc126824"},"headline":"Festival Bantaran &#8211; Mengenal Budaya Dayak","datePublished":"2017-08-08T07:54:30+00:00","dateModified":"2025-05-01T05:20:32+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/mengenal-budaya-dayak\/"},"wordCount":729,"commentCount":0,"image":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/mengenal-budaya-dayak\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-content\/uploads\/2017\/08\/Mengenal-Budaya-Dayak.-Kompas.-2-September-2014.Hal_.24-e1502178804280.jpg","articleSection":["Artikel Koran"],"inLanguage":"id"},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/mengenal-budaya-dayak\/","url":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/mengenal-budaya-dayak\/","name":"Festival Bantaran - Mengenal Budaya Dayak - Library","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/mengenal-budaya-dayak\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/mengenal-budaya-dayak\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-content\/uploads\/2017\/08\/Mengenal-Budaya-Dayak.-Kompas.-2-September-2014.Hal_.24-e1502178804280.jpg","datePublished":"2017-08-08T07:54:30+00:00","dateModified":"2025-05-01T05:20:32+00:00","author":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/#\/schema\/person\/4cffc04a138a391647832a76dc126824"},"breadcrumb":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/mengenal-budaya-dayak\/#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/mengenal-budaya-dayak\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/mengenal-budaya-dayak\/#primaryimage","url":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-content\/uploads\/2017\/08\/Mengenal-Budaya-Dayak.-Kompas.-2-September-2014.Hal_.24-e1502178804280.jpg","contentUrl":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-content\/uploads\/2017\/08\/Mengenal-Budaya-Dayak.-Kompas.-2-September-2014.Hal_.24-e1502178804280.jpg","width":1412,"height":967},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/mengenal-budaya-dayak\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Festival Bantaran &#8211; Mengenal Budaya Dayak"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/#website","url":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/","name":"Library","description":"UC","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/#\/schema\/person\/4cffc04a138a391647832a76dc126824","name":"admin_library","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/75781214a801ee0700a52770a6367c89fe1bf1dccd2c5f0a079ece6c531f4bae?s=96&d=mm&r=g","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/75781214a801ee0700a52770a6367c89fe1bf1dccd2c5f0a079ece6c531f4bae?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/75781214a801ee0700a52770a6367c89fe1bf1dccd2c5f0a079ece6c531f4bae?s=96&d=mm&r=g","caption":"admin_library"},"url":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/author\/admin_library\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/9995","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=9995"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/9995\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":10984,"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/9995\/revisions\/10984"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-json\/wp\/v2\/media\/9996"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=9995"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=9995"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=9995"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}