{"id":2389,"date":"2026-02-19T08:24:23","date_gmt":"2026-02-19T01:24:23","guid":{"rendered":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/mem\/?p=2389"},"modified":"2026-02-19T08:25:11","modified_gmt":"2026-02-19T01:25:11","slug":"mengapa-bisnis-gagal-salah-urutan-bukan-salah-produk-konsep-70-20-10","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/mem\/mengapa-bisnis-gagal-salah-urutan-bukan-salah-produk-konsep-70-20-10\/","title":{"rendered":"Mengapa Banyak Bisnis Gagal? Salah Urutan, Bukan Salah Produk (Konsep 70-20-10)"},"content":{"rendered":"<p data-start=\"771\" data-end=\"856\">Banyak bisnis tutup bukan karena produknya buruk. Mereka gagal karena salah urutan.<\/p>\n<p data-start=\"858\" data-end=\"1126\">Sebagian besar entrepreneur memulai usaha dengan asumsi sederhana: jika kualitas produk baik, pasar akan datang dengan sendirinya. Namun dalam praktiknya, pasar tidak bekerja berdasarkan kualitas semata. Pasar bergerak berdasarkan persepsi, keinginan, dan kepercayaan.<\/p>\n<p data-start=\"1128\" data-end=\"1171\"><strong>Di sinilah konsep 70-20-10 menjadi krusial.<\/strong><\/p>\n<p data-start=\"1128\" data-end=\"1171\">Konsep ini bukan sekadar formula <a href=\"https:\/\/bigevo.com\/blog\/detail\/konten-media-sosial\">konten media sosial<\/a>. Ia adalah kerangka berpikir strategis tentang bagaimana bisnis membangun komunikasi sebelum terjadi transaksi.<\/p>\n<h2 data-start=\"1173\" data-end=\"1337\"><strong>Konsep 70-20-10: Kerangka Strategis dalam Membangun Persepsi<\/strong><\/h2>\n<p data-start=\"1404\" data-end=\"1471\">Konsep 70-20-10 membagi komunikasi bisnis menjadi tiga tahap utama:<\/p>\n<p data-start=\"1404\" data-end=\"1471\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"alignnone wp-image-2390\" src=\"https:\/\/static.uc.ac.id\/mem\/2026\/02\/Jeanny-43-scaled.jpg\" alt=\"\" width=\"606\" height=\"303\" srcset=\"https:\/\/static.uc.ac.id\/mem\/2026\/02\/Jeanny-43-scaled.jpg 2560w, https:\/\/static.uc.ac.id\/mem\/2026\/02\/Jeanny-43-300x150.jpg 300w, https:\/\/static.uc.ac.id\/mem\/2026\/02\/Jeanny-43-1030x515.jpg 1030w, https:\/\/static.uc.ac.id\/mem\/2026\/02\/Jeanny-43-200x100.jpg 200w, https:\/\/static.uc.ac.id\/mem\/2026\/02\/Jeanny-43-175x88.jpg 175w, https:\/\/static.uc.ac.id\/mem\/2026\/02\/Jeanny-43-125x63.jpg 125w, https:\/\/static.uc.ac.id\/mem\/2026\/02\/Jeanny-43-100x50.jpg 100w, https:\/\/static.uc.ac.id\/mem\/2026\/02\/Jeanny-43-75x38.jpg 75w, https:\/\/static.uc.ac.id\/mem\/2026\/02\/Jeanny-43-50x25.jpg 50w\" sizes=\"auto, (max-width: 606px) 100vw, 606px\" \/><\/p>\n<ul>\n<li data-start=\"1404\" data-end=\"1471\"><strong data-start=\"1473\" data-end=\"1487\">70% Desire<\/strong><\/li>\n<\/ul>\n<p style=\"padding-left: 40px\" data-start=\"1473\" data-end=\"1749\">Tahap pertama bukan menjual, tetapi menciptakan <strong>keinginan<\/strong>. Bisnis perlu membangun <em>relevansi emosional melalui cerita, gaya hidup, masalah yang dialami audiens, serta gambaran masa depan yang ingin mereka capai.<\/em> <strong>Fokusnya bukan pada fitur, melainkan pada makna.<\/strong><\/p>\n<p style=\"padding-left: 40px\" data-start=\"1751\" data-end=\"1861\">Kesalahan umum pebisnis pemula adalah langsung mempromosikan produk, padahal audiens belum merasa membutuhkan.<\/p>\n<ul>\n<li data-start=\"1863\" data-end=\"1974\"><strong data-start=\"1863\" data-end=\"1878\">20% History<\/strong><br data-start=\"1878\" data-end=\"1881\" \/>Setelah muncul keinginan, konsumen akan bertanya: <strong>siapa Anda dan apakah Anda dapat dipercaya?<\/strong><\/li>\n<\/ul>\n<p style=\"padding-left: 40px\" data-start=\"1976\" data-end=\"2203\">Di tahap ini, brand perlu membangun <em>kredibilitas melalui cerita awal berdirinya usaha, proses di balik layar, nilai yang dipegang, serta bukti sosial seperti testimoni.<\/em> <strong>Kepercayaan dibangun melalui konsistensi dan transparansi.<\/strong><\/p>\n<p style=\"padding-left: 40px\" data-start=\"2205\" data-end=\"2264\"><strong>Orang tidak hanya membeli produk. Mereka membeli rasa aman.<\/strong><\/p>\n<ul>\n<li data-start=\"2266\" data-end=\"2545\"><strong data-start=\"2266\" data-end=\"2279\">10% Sales<\/strong><br data-start=\"2279\" data-end=\"2282\" \/>Baru setelah desire dan trust terbentuk, penawaran dilakukan secara eksplisit. <strong>Produk, harga, dan ajakan bertindak disampaikan dengan jelas.<\/strong> Menariknya, jika dua tahap sebelumnya dilakukan dengan benar, proses penjualan menjadi lebih natural dan minim resistensi.<\/li>\n<\/ul>\n<p style=\"padding-left: 40px\" data-start=\"2547\" data-end=\"2637\"><strong>Masalahnya, banyak bisnis membalik urutan ini: 70% jualan, 20% promosi diskon, 10% cerita.<\/strong><\/p>\n<h2 data-start=\"2639\" data-end=\"2705\"><strong>Kesalahan Mindset Entrepreneur: Fokus Transaksi, Bukan Strategi<\/strong><\/h2>\n<p data-start=\"2707\" data-end=\"2781\">Kesalahan mendasar bukan pada teknik pemasaran, tetapi pada cara berpikir.<\/p>\n<p data-start=\"2783\" data-end=\"3002\">Entrepreneur pemula sering kali memiliki pola pikir transaksional: bagaimana cepat menghasilkan penjualan. Padahal bisnis berkelanjutan dibangun melalui pola pikir strategis: bagaimana membangun persepsi jangka panjang.<\/p>\n<p data-start=\"3004\" data-end=\"3160\">Asumsi \u201cproduk bagus pasti laku\u201d adalah simplifikasi yang berbahaya. Tanpa sequencing komunikasi yang tepat, bahkan produk terbaik pun sulit diterima pasar.<\/p>\n<p style=\"padding-left: 40px\" data-start=\"3162\" data-end=\"3253\">Pebisnis reaktif fokus pada aksi cepat.<br data-start=\"3201\" data-end=\"3204\" \/>Pebisnis strategis memahami proses sebelum hasil.<\/p>\n<p data-start=\"3255\" data-end=\"3389\">Konsep 70-20-10 mengajarkan disiplin berpikir: membangun keinginan terlebih dahulu, menumbuhkan kepercayaan, lalu melakukan penawaran.<\/p>\n<p data-start=\"3255\" data-end=\"3389\">Bagi para pebisnis pemula, pemahaman seperti ini mencerminkan pergeseran dari sekadar praktik menjadi analisis. Bisnis bukan hanya tentang menjual, tetapi tentang memahami perilaku konsumen, menyusun strategi komunikasi berbasis data, serta mengelola brand secara sistematis. Di tingkat pendidikan lanjutan, pendekatan ini dipelajari secara komprehensif: bagaimana mengintegrasikan psikologi konsumen, manajemen strategi, dan komunikasi brand dalam satu kerangka keputusan.<\/p>\n<p data-start=\"3924\" data-end=\"4049\">Sebelum membuka usaha, pertanyaannya bukan lagi \u201capa yang akan dijual?\u201d<br data-start=\"3995\" data-end=\"3998\" \/>Tetapi <strong>\u201cbagaimana urutan membangun persepsi pasar?\u201d<\/strong><\/p>\n<p data-start=\"4051\" data-end=\"4188\" data-is-last-node=\"\" data-is-only-node=\"\">Karena dalam bisnis modern, yang menentukan keberhasilan bukan hanya produk<br data-start=\"4127\" data-end=\"4130\" \/>melainkan cara Anda menyusunnya di dalam pikiran konsumen.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Banyak bisnis tutup bukan karena produknya buruk. Mereka gagal karena salah urutan. Sebagian besar entrepreneur memulai usaha dengan asumsi sederhana: jika kualitas produk baik, pasar akan datang dengan sendirinya. Namun dalam praktiknya, pasar tidak bekerja berdasarkan kualitas semata. Pasar bergerak berdasarkan persepsi, keinginan, dan kepercayaan. Di sinilah konsep 70-20-10 menjadi krusial. Konsep ini bukan sekadar&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":12,"featured_media":2391,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[50],"tags":[361,362,363,364,360,358,359,116,118,96],"class_list":["post-2389","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-artikel","tag-bisnis-gagal","tag-branding","tag-calon-mahasiswa-pascasarjana","tag-kepemimpinan-bisnis","tag-komunikasi-brand","tag-konsep-70-20-10","tag-mindset-entrepreneur","tag-psikologi-konsumen","tag-strategi-bisnis","tag-strategi-pemasaran"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v27.4 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>Mengapa Bisnis Gagal? Pahami Konsep 70-20-10 Sebelum Terlambat<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Banyak bisnis gagal karena salah urutan komunikasi. Pelajari konsep 70-20-10 agar strategi usaha lebih terarah.\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/mem\/mengapa-bisnis-gagal-salah-urutan-bukan-salah-produk-konsep-70-20-10\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Mengapa Bisnis Gagal? Pahami Konsep 70-20-10 Sebelum Terlambat\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Banyak bisnis gagal karena salah urutan komunikasi. Pelajari konsep 70-20-10 agar strategi usaha lebih terarah.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/mem\/mengapa-bisnis-gagal-salah-urutan-bukan-salah-produk-konsep-70-20-10\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Pascasarjana | Magister Manajemen - Universitas Ciputra\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2026-02-19T01:24:23+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2026-02-19T01:25:11+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/static.uc.ac.id\/mem\/2026\/02\/BAR02108-scaled.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"2560\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"1707\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"MNA Apprentice\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"MNA Apprentice\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"3 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/mem\\\/mengapa-bisnis-gagal-salah-urutan-bukan-salah-produk-konsep-70-20-10\\\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/mem\\\/mengapa-bisnis-gagal-salah-urutan-bukan-salah-produk-konsep-70-20-10\\\/\"},\"author\":{\"name\":\"MNA Apprentice\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/mem\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/728ba48fce731a55818815a5fa05e65e\"},\"headline\":\"Mengapa Banyak Bisnis Gagal? Salah Urutan, Bukan Salah Produk (Konsep 70-20-10)\",\"datePublished\":\"2026-02-19T01:24:23+00:00\",\"dateModified\":\"2026-02-19T01:25:11+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/mem\\\/mengapa-bisnis-gagal-salah-urutan-bukan-salah-produk-konsep-70-20-10\\\/\"},\"wordCount\":429,\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/mem\\\/mengapa-bisnis-gagal-salah-urutan-bukan-salah-produk-konsep-70-20-10\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/static.uc.ac.id\\\/mem\\\/2026\\\/02\\\/BAR02108-scaled.jpg\",\"keywords\":[\"bisnis gagal\",\"branding\",\"calon mahasiswa pascasarjana\",\"kepemimpinan bisnis\",\"komunikasi brand\",\"konsep 70-20-10\",\"mindset entrepreneur\",\"psikologi konsumen\",\"strategi bisnis\",\"strategi pemasaran\"],\"articleSection\":[\"Artikel\"],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/mem\\\/mengapa-bisnis-gagal-salah-urutan-bukan-salah-produk-konsep-70-20-10\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/mem\\\/mengapa-bisnis-gagal-salah-urutan-bukan-salah-produk-konsep-70-20-10\\\/\",\"name\":\"Mengapa Bisnis Gagal? Pahami Konsep 70-20-10 Sebelum Terlambat\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/mem\\\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/mem\\\/mengapa-bisnis-gagal-salah-urutan-bukan-salah-produk-konsep-70-20-10\\\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/mem\\\/mengapa-bisnis-gagal-salah-urutan-bukan-salah-produk-konsep-70-20-10\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/static.uc.ac.id\\\/mem\\\/2026\\\/02\\\/BAR02108-scaled.jpg\",\"datePublished\":\"2026-02-19T01:24:23+00:00\",\"dateModified\":\"2026-02-19T01:25:11+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/mem\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/728ba48fce731a55818815a5fa05e65e\"},\"description\":\"Banyak bisnis gagal karena salah urutan komunikasi. Pelajari konsep 70-20-10 agar strategi usaha lebih terarah.\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/mem\\\/mengapa-bisnis-gagal-salah-urutan-bukan-salah-produk-konsep-70-20-10\\\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/mem\\\/mengapa-bisnis-gagal-salah-urutan-bukan-salah-produk-konsep-70-20-10\\\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/mem\\\/mengapa-bisnis-gagal-salah-urutan-bukan-salah-produk-konsep-70-20-10\\\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/static.uc.ac.id\\\/mem\\\/2026\\\/02\\\/BAR02108-scaled.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/static.uc.ac.id\\\/mem\\\/2026\\\/02\\\/BAR02108-scaled.jpg\",\"width\":2560,\"height\":1707},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/mem\\\/mengapa-bisnis-gagal-salah-urutan-bukan-salah-produk-konsep-70-20-10\\\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/mem\\\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Mengapa Banyak Bisnis Gagal? Salah Urutan, Bukan Salah Produk (Konsep 70-20-10)\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/mem\\\/#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/mem\\\/\",\"name\":\"Pascasarjana | Magister Manajemen - Universitas Ciputra\",\"description\":\"\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/mem\\\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/mem\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/728ba48fce731a55818815a5fa05e65e\",\"name\":\"MNA Apprentice\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/0e591783e1eba4a711a94af3df208f05c0a87c60a6260a1addacc921fe544fe1?s=96&d=mm&r=g\",\"url\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/0e591783e1eba4a711a94af3df208f05c0a87c60a6260a1addacc921fe544fe1?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/0e591783e1eba4a711a94af3df208f05c0a87c60a6260a1addacc921fe544fe1?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"MNA Apprentice\"},\"sameAs\":[\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/mem\"],\"url\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/mem\\\/author\\\/mna_apprentice\\\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Mengapa Bisnis Gagal? Pahami Konsep 70-20-10 Sebelum Terlambat","description":"Banyak bisnis gagal karena salah urutan komunikasi. Pelajari konsep 70-20-10 agar strategi usaha lebih terarah.","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/mem\/mengapa-bisnis-gagal-salah-urutan-bukan-salah-produk-konsep-70-20-10\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Mengapa Bisnis Gagal? Pahami Konsep 70-20-10 Sebelum Terlambat","og_description":"Banyak bisnis gagal karena salah urutan komunikasi. Pelajari konsep 70-20-10 agar strategi usaha lebih terarah.","og_url":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/mem\/mengapa-bisnis-gagal-salah-urutan-bukan-salah-produk-konsep-70-20-10\/","og_site_name":"Pascasarjana | Magister Manajemen - Universitas Ciputra","article_published_time":"2026-02-19T01:24:23+00:00","article_modified_time":"2026-02-19T01:25:11+00:00","og_image":[{"width":2560,"height":1707,"url":"https:\/\/static.uc.ac.id\/mem\/2026\/02\/BAR02108-scaled.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"MNA Apprentice","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"MNA Apprentice","Est. reading time":"3 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/mem\/mengapa-bisnis-gagal-salah-urutan-bukan-salah-produk-konsep-70-20-10\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/mem\/mengapa-bisnis-gagal-salah-urutan-bukan-salah-produk-konsep-70-20-10\/"},"author":{"name":"MNA Apprentice","@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/mem\/#\/schema\/person\/728ba48fce731a55818815a5fa05e65e"},"headline":"Mengapa Banyak Bisnis Gagal? Salah Urutan, Bukan Salah Produk (Konsep 70-20-10)","datePublished":"2026-02-19T01:24:23+00:00","dateModified":"2026-02-19T01:25:11+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/mem\/mengapa-bisnis-gagal-salah-urutan-bukan-salah-produk-konsep-70-20-10\/"},"wordCount":429,"image":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/mem\/mengapa-bisnis-gagal-salah-urutan-bukan-salah-produk-konsep-70-20-10\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/static.uc.ac.id\/mem\/2026\/02\/BAR02108-scaled.jpg","keywords":["bisnis gagal","branding","calon mahasiswa pascasarjana","kepemimpinan bisnis","komunikasi brand","konsep 70-20-10","mindset entrepreneur","psikologi konsumen","strategi bisnis","strategi pemasaran"],"articleSection":["Artikel"],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/mem\/mengapa-bisnis-gagal-salah-urutan-bukan-salah-produk-konsep-70-20-10\/","url":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/mem\/mengapa-bisnis-gagal-salah-urutan-bukan-salah-produk-konsep-70-20-10\/","name":"Mengapa Bisnis Gagal? Pahami Konsep 70-20-10 Sebelum Terlambat","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/mem\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/mem\/mengapa-bisnis-gagal-salah-urutan-bukan-salah-produk-konsep-70-20-10\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/mem\/mengapa-bisnis-gagal-salah-urutan-bukan-salah-produk-konsep-70-20-10\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/static.uc.ac.id\/mem\/2026\/02\/BAR02108-scaled.jpg","datePublished":"2026-02-19T01:24:23+00:00","dateModified":"2026-02-19T01:25:11+00:00","author":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/mem\/#\/schema\/person\/728ba48fce731a55818815a5fa05e65e"},"description":"Banyak bisnis gagal karena salah urutan komunikasi. Pelajari konsep 70-20-10 agar strategi usaha lebih terarah.","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/mem\/mengapa-bisnis-gagal-salah-urutan-bukan-salah-produk-konsep-70-20-10\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/www.ciputra.ac.id\/mem\/mengapa-bisnis-gagal-salah-urutan-bukan-salah-produk-konsep-70-20-10\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/mem\/mengapa-bisnis-gagal-salah-urutan-bukan-salah-produk-konsep-70-20-10\/#primaryimage","url":"https:\/\/static.uc.ac.id\/mem\/2026\/02\/BAR02108-scaled.jpg","contentUrl":"https:\/\/static.uc.ac.id\/mem\/2026\/02\/BAR02108-scaled.jpg","width":2560,"height":1707},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/mem\/mengapa-bisnis-gagal-salah-urutan-bukan-salah-produk-konsep-70-20-10\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/mem\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Mengapa Banyak Bisnis Gagal? Salah Urutan, Bukan Salah Produk (Konsep 70-20-10)"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/mem\/#website","url":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/mem\/","name":"Pascasarjana | Magister Manajemen - Universitas Ciputra","description":"","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/mem\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/mem\/#\/schema\/person\/728ba48fce731a55818815a5fa05e65e","name":"MNA Apprentice","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/0e591783e1eba4a711a94af3df208f05c0a87c60a6260a1addacc921fe544fe1?s=96&d=mm&r=g","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/0e591783e1eba4a711a94af3df208f05c0a87c60a6260a1addacc921fe544fe1?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/0e591783e1eba4a711a94af3df208f05c0a87c60a6260a1addacc921fe544fe1?s=96&d=mm&r=g","caption":"MNA Apprentice"},"sameAs":["https:\/\/www.ciputra.ac.id\/mem"],"url":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/mem\/author\/mna_apprentice\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/mem\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2389","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/mem\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/mem\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/mem\/wp-json\/wp\/v2\/users\/12"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/mem\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=2389"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/mem\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2389\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":2393,"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/mem\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2389\/revisions\/2393"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/mem\/wp-json\/wp\/v2\/media\/2391"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/mem\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=2389"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/mem\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=2389"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/mem\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=2389"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}