Merayakan Keberagaman: Universitas Ciputra Hadirkan Tokoh Lintas Iman dan Pemikiran dalam Kuliah Umum Agama
![]()
Surabaya, 03, Desember 2025 – Universitas Ciputra kembali menegaskan komitmennya sebagai institusi pendidikan yang menjunjung tinggi nilai-nilai keberagaman dan inklusivitas. Pada pekan pertama Desember 2025, UC menyelenggarakan rangkaian Kuliah Umum untuk Mata Kuliah Agama (MKA) yang menghadirkan deretan narasumber istimewa.
Berbeda dengan kuliah agama konvensional, acara ini tidak hanya mempertemukan tokoh dari agama yang berbeda, namun juga memperluas wawasan mahasiswa dengan menghadirkan beragam perspektif dan aliran pemikiran di dalam satu forum. Hal ini menjadi bukti nyata bahwa Universitas Ciputra adalah ruang yang terbuka bagi segala bentuk keberagaman.
Menjawab Realita Kehidupan Modern
Rangkaian kuliah umum yang digelar mulai tanggal 1 hingga 5 Desember 2025 ini mengusung topik-topik yang sangat relevan dengan tantangan hidup generasi muda masa kini. Agama didorong untuk dijadikan sebagai landasan karakter dalam menghadapi dinamika kehidupan modern.
Beberapa tema menarik yang diangkat antara lain “Ekspektasi Ambyar: Belajar Menerima dan Ikhlas”, “Patah Hati: Ruang Belajar untuk Legowo”, hingga diskusi kritis tentang materialisme bertajuk “Ketika Uang Jadi Segalanya, Apa Kata Agama?”.
Pendekatan topik yang “membumi” ini bertujuan agar mahasiswa Universitas Ciputra tidak hanya cerdas secara intelektual dan entrepreneurship, tetapi juga memiliki kematangan spiritual dan emosional yang kuat.
Inklusivitas Tanpa Sekat: Menghadirkan Tokoh Lintas Perspektif
Nilai utama dari rangkaian acara ini terletak pada kurasi narasumbernya. Universitas Ciputra menghadirkan tokoh-tokoh prominen dari berbagai latar belakang, mulai dari cendekiawan Muslim, pemuka agama Hindu, tokoh Kristen dan Katolik, hingga aktivis keberagaman.
Para pembicara yang hadir di antaranya:
Sr. Gerardette Philips (Ketua Tim Formasio Internasional Roma – Italy)
Moh. Aan Anshori (Tokoh Muda Nahdlatul Ulama & Aktivis Keberagaman)
Andri Purnawan (Ketua 1 PGI Jawa Timur)
Bhaktiar Sihombing, Ida Kristin Sianipar, Kim See Kian, R. Otto Bambang Wahyudi, dan banyak tokoh inspiratif lainnya.
Kehadiran narasumber dengan latar belakang aliran dan organisasi yang beragam ini menunjukkan bahwa Universitas Ciputra memfasilitasi dialog yang sehat. Mahasiswa diajak untuk melihat bahwa perbedaan tafsir dan cara pandang adalah kekayaan intelektual yang harus dihargai, bukan dipertentangkan.
Membangun Entrepreneur Berintegritas
Sebagai kampus yang mencetak World Class Entrepreneurs, pemahaman akan toleransi dan integritas adalah modal utama. Dalam sesi bertajuk “Integritas Terbuka” dan “Siapakah (Yang Bukan) Sesamaku?”, mahasiswa diajak merenungi posisi mereka di tengah masyarakat majemuk.
Seorang entrepreneur sukses tidak hanya diukur dari profit yang dihasilkan, tetapi juga dari kemampuannya berempati, menghargai sesama manusia, dan memegang teguh nilai spiritualitas di tengah keberagaman pasar global.
Kegiatan ini dilaksanakan di dua lokasi utama kampus UC, yakni Entrepreneur Room (X102) dan Theater (A713), mengundang seluruh mahasiswa untuk belajar langsung dari para praktisi dan pemuka agama yang moderat dan inspiratif.
Melalui kegiatan ini, Universitas Ciputra berharap dapat terus melahirkan lulusan yang tidak hanya kompeten dalam bisnis, tetapi juga menjadi agen perdamaian dan toleransi di Indonesia.









