{"id":6634,"date":"2018-11-06T09:54:20","date_gmt":"2018-11-06T02:54:20","guid":{"rendered":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/psy\/?page_id=6634"},"modified":"2018-11-06T09:56:23","modified_gmt":"2018-11-06T02:56:23","slug":"belajar-ketangguhan-dari-finlandia","status":"publish","type":"page","link":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/psy\/belajar-ketangguhan-dari-finlandia\/","title":{"rendered":"Belajar Ketangguhan dari Finlandia"},"content":{"rendered":"<p>Jika kita membaca literatur-literatur pendidikan, kita akan mendapatkan suguhan informasi bahwa salah satu sistem pendidikan yang ideal adalah di Finlandia. Ketika membaca indeks kebahagiaan, kita akan menemukan bahwa negara paling bahagia di dunia juga adalah Finlandia. Ketika kita membaca indeks daya saing, indeks kewirausahaan global, indeks inovasi global, serta laporan-laporan kiprah antar-bangsa lainnya, kita akan hampir selalu menemukan bahwa Finlandia menduduki peringkat lima besar. Hal ini seyogyanya memantik rasa ingin tahu kita. Budaya apa yang mereka bangun sehingga menjadi negara yang sedemikian superior?<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Tidak dipungkiri, tentu ada banyak hipotesis tentang mengapa kiprah Finlandia sedemikian kuat dan menjadi <em>role model <\/em>bagi negara-negara lainnya. Namun salah satu alasan penting yang barangkali patut kita cermati adalah tentang bagaimana cara Finlandia membangun budaya tangguh pada masyarakatnya. Orang-orang Finlandia mempercayai bahwa untuk berhasil, mereka harus memiliki kondisi psikologis yang disebut <em>sisu. <\/em>Istilah <em>sisu <\/em>merupakan kombinasi dari beberapa istilah Inggris, yakni determinasi, keteguhan pada tujuan, ketabahan, keberanian, resiliensi, dan kengototan.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Konsep <em>sisu <\/em>ini bahkan dianggap sebagai karakter nasional. Ada sebuah adagium yang dipercayai orang-orang di Finlandia, <em>\u201cTo be real Finn, you must have willpower, tenacity, and persistency\u201d<\/em>. Anda belum disebut sebagai orang Finlandia jika Anda belum pernah gagal, bangkit lagi, gagal, bangkit lagi, dan seterusnya. Konsep <em>sisu<\/em> ini bahkan mendunia hingga para ilmuwan psikologi sepakat untuk mengangkatnya sebagai pembahasan internasional dalam the <em>3<sup>rd<\/sup> World Congress of Positive Psychology<\/em> di Los Angeles pada pertengahan 2013.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-full wp-image-6635\" src=\"https:\/\/static.uc.ac.id\/psy\/2018\/11\/bccb0430-e6d9-4d78-b8a2-0bf321734866_169.jpeg\" alt=\"\" width=\"620\" height=\"349\" srcset=\"https:\/\/static.uc.ac.id\/psy\/2018\/11\/bccb0430-e6d9-4d78-b8a2-0bf321734866_169.jpeg 620w, https:\/\/static.uc.ac.id\/psy\/2018\/11\/bccb0430-e6d9-4d78-b8a2-0bf321734866_169-300x169.jpeg 300w, https:\/\/static.uc.ac.id\/psy\/2018\/11\/bccb0430-e6d9-4d78-b8a2-0bf321734866_169-255x144.jpeg 255w\" sizes=\"auto, (max-width: 620px) 100vw, 620px\" \/><\/p>\n<p style=\"text-align: center;\">Sumber: travel.detik.com<\/p>\n<p><strong>Hari Kegagalan<\/strong><\/p>\n<p><strong>\u00a0<\/strong><\/p>\n<p>Pentingnya ketangguhan bagi Finlandia juga tercermin dalam tanggal 13 Oktober tiap tahunnya. Mereka merayakan Hari Kegagalan Nasional <em>(National Failure Day)<\/em> sebagai hari besar nasional. Bagi orang-orang Finlandia, kegagalan merupakan sebuah peristiwa yang patut untuk dirayakan. Masyarakat setempat menyadari bahwa setiap kegagalan mengajarkan kebijaksanaan yang membuat mereka lebih kuat. Budaya untuk bersahabat dengan kegagalan membuat mereka tidak merasa takut untuk mengeksplorasi potensi terbaiknya.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Di Hari Kegagalan Nasional, para <em>entrepreneur<\/em> besar dunia datang ke berbagai sekolah-sekolah untuk menceritakan pengalaman kegagalan bermakna <em>(meaningful failures)<\/em> yang mereka pernah alami saat membentuk <em>start-up<\/em>. Beberapa contoh yang terkenal berkontribusi memberikan inspirasi adalah Jorma Ollila (pemilik Nokia) dan Peter Vesterbacka (pencipta game Angry Bird). Belakangan, pemain hockey nasional, artis, dan bahkan politisi juga turut masuk ke sekolah-sekolah untuk juga membagikan pengalaman mereka.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Jika dicermati dengan seksama, penggarapan isu-isu negatif seperti kegagalan, kerugian, dan tema-tema sejenis untuk diangkat menjadi diskursus nasional dalam kacamata yang positif sebenarnya merupakan bentuk penciptaan budaya yang tangguh. Dari Finlandia kita dapat belajar bahwa untuk menciptakan generasi yang punya daya saing, tidak cukup hanya berfokus pada jenis intervensi yang kita berikan kepada anak didik, tetapi penting juga memberi penekanan pada sejauhmana kita telah menciptakan atmosfer yang membuat anak didik kita nyaman dalam menjalani proses pengembangan dirinya.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Dengan menciptakan Hari Kegagalan Nasional, hakikatnya Finlandia telah menciptakan mekanisme resiliensi, bukan hanya pada level individual, tetapi juga dalam tataran kebangsaan. Hal ini adalah sebuah potret ekosistem yang amat kondusif. Situasi seperti inilah yang kita butuhkan dalam upaya meningkatkan sumber daya yang kompetitif di masa depan. Selama ini kita cenderung terjebak dalam lingkungan yang tidak mentolerir kegagalan. Situasi ini kerap membuat anak didik kita terkungkung dalam situasi yang penuh tekanan.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><strong>Pendidikan Kewirausahaan Kita<\/strong><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Pendidikan kewirausahaan di Indonesia perlu dikelola dengan atmosfer yang positif. Para mentor perlu menegaskan kepada anak didik bahwa mencoba dan gagal adalah hal yang amat natural. Mereka akan tetap dipandu untuk belajar dari kegagalan yang telah dilalui. Proses tersebut hanya dapat terjadi ketika para pendidik memiliki paradigma yang benar tentang kegagalan. Sebaliknya, pendidik yang mudah marah dan frustrasi terhadap kegagalan anak didik akan cenderung sulit mengajarkan anak didik untuk dapat bersahabat dengan kegagalan.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Dari Finlandia, kita belajar bahwa kegagalan yang bermakna itu penting. Pendidik yang menggunakan kegagalan bermakna sebagai media refleksi untuk belajar akan memiliki kemungkinan lebih besar untuk menciptakan generasi-generasi yang tangguh. Anak-anak didik yang lahir dari ekosistem kewirausahaan yang kondusif akan cenderung memiliki profil risiko yang lebih kuat. Mereka melihat risiko dengan perspektif yang lebih positif dan objektif dengan sebuah cara berpikir yang optimis dan berani.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Penciptaan ekosistem belajar yang kondusif terhadap kegagalan bermakna ini relevan dengan sifat alami pendidikan kewirausahaan. Proses penciptaan <em>start-up<\/em> menuntut anak didik untuk terus merevisi bisnis model secara berkala agar dapat menciptakan skenario yang mampu secara presisi menjawab kebutuhan masyarakat. Dengan memiliki komunitas pendidik dan anak didik yang tangguh, maka kemungkinan untuk menciptakan ekosistem kewirausahaan yang kuat di Indonesia bukanlah sebuah mimpi yang utopis.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Penulis:<\/p>\n<p><strong>Jony Eko Yulianto, S.Psi., M.A.<br \/>\n<\/strong><\/p>\n<p>Dosen Psikologi Sosial Universitas Ciputra Surabaya<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Jika kita membaca literatur-literatur pendidikan, kita akan mendapatkan suguhan informasi bahwa salah satu sistem pendidikan yang ideal adalah di Finlandia. Ketika membaca indeks kebahagiaan, kita akan menemukan bahwa negara paling bahagia di dunia juga adalah Finlandia. Ketika kita membaca indeks daya saing, indeks kewirausahaan global, indeks inovasi global, serta laporan-laporan kiprah antar-bangsa lainnya, kita akan&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":5,"featured_media":0,"parent":0,"menu_order":0,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","template":"","meta":{"footnotes":""},"class_list":["post-6634","page","type-page","status-publish","hentry"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v27.6 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>Belajar Ketangguhan dari Finlandia - Universitas Ciputra<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/psy\/belajar-ketangguhan-dari-finlandia\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Belajar Ketangguhan dari Finlandia - Universitas Ciputra\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Jika kita membaca literatur-literatur pendidikan, kita akan mendapatkan suguhan informasi bahwa salah satu sistem pendidikan yang ideal adalah di Finlandia. Ketika membaca indeks kebahagiaan, kita akan menemukan bahwa negara paling bahagia di dunia juga adalah Finlandia. Ketika kita membaca indeks daya saing, indeks kewirausahaan global, indeks inovasi global, serta laporan-laporan kiprah antar-bangsa lainnya, kita akan...\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/psy\/belajar-ketangguhan-dari-finlandia\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Universitas Ciputra\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2018-11-06T02:56:23+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/static.uc.ac.id\/psy\/2018\/11\/bccb0430-e6d9-4d78-b8a2-0bf321734866_169.jpeg\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"4 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/psy\\\/belajar-ketangguhan-dari-finlandia\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/psy\\\/belajar-ketangguhan-dari-finlandia\\\/\",\"name\":\"Belajar Ketangguhan dari Finlandia - Universitas Ciputra\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/psy\\\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/psy\\\/belajar-ketangguhan-dari-finlandia\\\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/psy\\\/belajar-ketangguhan-dari-finlandia\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/static.uc.ac.id\\\/psy\\\/2018\\\/11\\\/bccb0430-e6d9-4d78-b8a2-0bf321734866_169.jpeg\",\"datePublished\":\"2018-11-06T02:54:20+00:00\",\"dateModified\":\"2018-11-06T02:56:23+00:00\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/psy\\\/belajar-ketangguhan-dari-finlandia\\\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/psy\\\/belajar-ketangguhan-dari-finlandia\\\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/psy\\\/belajar-ketangguhan-dari-finlandia\\\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/static.uc.ac.id\\\/psy\\\/2018\\\/11\\\/bccb0430-e6d9-4d78-b8a2-0bf321734866_169.jpeg\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/static.uc.ac.id\\\/psy\\\/2018\\\/11\\\/bccb0430-e6d9-4d78-b8a2-0bf321734866_169.jpeg\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/psy\\\/belajar-ketangguhan-dari-finlandia\\\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/psy\\\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Belajar Ketangguhan dari Finlandia\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/psy\\\/#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/psy\\\/\",\"name\":\"Universitas Ciputra\",\"description\":\"\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/psy\\\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Belajar Ketangguhan dari Finlandia - Universitas Ciputra","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/psy\/belajar-ketangguhan-dari-finlandia\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Belajar Ketangguhan dari Finlandia - Universitas Ciputra","og_description":"Jika kita membaca literatur-literatur pendidikan, kita akan mendapatkan suguhan informasi bahwa salah satu sistem pendidikan yang ideal adalah di Finlandia. Ketika membaca indeks kebahagiaan, kita akan menemukan bahwa negara paling bahagia di dunia juga adalah Finlandia. Ketika kita membaca indeks daya saing, indeks kewirausahaan global, indeks inovasi global, serta laporan-laporan kiprah antar-bangsa lainnya, kita akan...","og_url":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/psy\/belajar-ketangguhan-dari-finlandia\/","og_site_name":"Universitas Ciputra","article_modified_time":"2018-11-06T02:56:23+00:00","og_image":[{"url":"https:\/\/static.uc.ac.id\/psy\/2018\/11\/bccb0430-e6d9-4d78-b8a2-0bf321734866_169.jpeg","type":"","width":"","height":""}],"twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Est. reading time":"4 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/psy\/belajar-ketangguhan-dari-finlandia\/","url":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/psy\/belajar-ketangguhan-dari-finlandia\/","name":"Belajar Ketangguhan dari Finlandia - Universitas Ciputra","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/psy\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/psy\/belajar-ketangguhan-dari-finlandia\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/psy\/belajar-ketangguhan-dari-finlandia\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/static.uc.ac.id\/psy\/2018\/11\/bccb0430-e6d9-4d78-b8a2-0bf321734866_169.jpeg","datePublished":"2018-11-06T02:54:20+00:00","dateModified":"2018-11-06T02:56:23+00:00","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/psy\/belajar-ketangguhan-dari-finlandia\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/www.ciputra.ac.id\/psy\/belajar-ketangguhan-dari-finlandia\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/psy\/belajar-ketangguhan-dari-finlandia\/#primaryimage","url":"https:\/\/static.uc.ac.id\/psy\/2018\/11\/bccb0430-e6d9-4d78-b8a2-0bf321734866_169.jpeg","contentUrl":"https:\/\/static.uc.ac.id\/psy\/2018\/11\/bccb0430-e6d9-4d78-b8a2-0bf321734866_169.jpeg"},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/psy\/belajar-ketangguhan-dari-finlandia\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/psy\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Belajar Ketangguhan dari Finlandia"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/psy\/#website","url":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/psy\/","name":"Universitas Ciputra","description":"","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/psy\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/psy\/wp-json\/wp\/v2\/pages\/6634","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/psy\/wp-json\/wp\/v2\/pages"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/psy\/wp-json\/wp\/v2\/types\/page"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/psy\/wp-json\/wp\/v2\/users\/5"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/psy\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=6634"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/psy\/wp-json\/wp\/v2\/pages\/6634\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/psy\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=6634"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}