{"id":6967,"date":"2019-05-03T07:28:03","date_gmt":"2019-05-03T00:28:03","guid":{"rendered":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/psy\/?p=6967"},"modified":"2019-05-18T04:17:10","modified_gmt":"2019-05-17T21:17:10","slug":"toleransi-dan-menghargai-perbedaan-siapa-takut","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/psy\/toleransi-dan-menghargai-perbedaan-siapa-takut\/","title":{"rendered":"Toleransi dan Menghargai Perbedaan? Siapa Takut!"},"content":{"rendered":"<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"size-full wp-image-6968 aligncenter\" src=\"https:\/\/static.uc.ac.id\/psy\/2019\/05\/S__24223762.jpg\" alt=\"\" width=\"1280\" height=\"718\" srcset=\"https:\/\/static.uc.ac.id\/psy\/2019\/05\/S__24223762.jpg 1280w, https:\/\/static.uc.ac.id\/psy\/2019\/05\/S__24223762-300x168.jpg 300w, https:\/\/static.uc.ac.id\/psy\/2019\/05\/S__24223762-768x431.jpg 768w, https:\/\/static.uc.ac.id\/psy\/2019\/05\/S__24223762-1024x574.jpg 1024w, https:\/\/static.uc.ac.id\/psy\/2019\/05\/S__24223762-255x143.jpg 255w\" sizes=\"auto, (max-width: 1280px) 100vw, 1280px\" \/><\/p>\n<p>Di era yang semakin berkembang ini, sikap toleransi dan saling menghargai perbedaan adalah sikap yang harus dikembangkan. Tak jarang, lingkungan di sekitar anak-anak memberikan stereotip-stereotip negatif tentang keberagaman, padahal keberagaman adalah hal yang indah dan jika dimaknai secara positif akan memberikan kebaikan bagi sesama. Dengan pengajaran akan toleransi dan menghargai perbedaan yang diajarkan sejak dini pada anak-anak, diharapkan anak-anak akan lebih aware dan terdidik terhadap adanya perbedaan. Dimulai dari satu persatu langkah kecil menuju kebersamaan, mengajarkan sikap toleransi pada anak-anak bukanlah hal yang sulit.<\/p>\n<p>Pada Selasa, 23 April 2019 silam, Ibu Livia Yuliawati, S.Psi., M.A., Ph.D. dan Ibu Fransisca Putri Intan Wardhani, S.Psi., M.Psi., Psikolog, selaku koordinator dari Kelompok Keilmuan Psikologi Pendidikan Universitas Ciputra mengadakan sebuah kegiatan pengabdian masyarakat di salah satu PAUD (Pendidikan Anak Usia Dini) di daerah Lakarsantri. Kegiatan tersebut diadakan di PAUD Mutiara Qolbu dan mengambil tema \u201cNegaraku\u201d. Berdasarkan tema tersebut, karakter yang ingin diterapkan oleh Tim Kelompok Keilmuan Psikologi Pendidikan Universitas Ciputra adalah pembelajaran tentang toleransi dan saling menghargai perbedaan. Di Indonesia sendiri, banyak sekali suku, ras, dan agama yang tentunya berbeda-beda sehingga anak-anak diharapkan dapat menerima berbedaan tersebut dan memaknainya secara positif.<\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"size-medium wp-image-6970 aligncenter\" src=\"https:\/\/static.uc.ac.id\/psy\/2019\/05\/S__24223761-300x168.jpg\" alt=\"\" width=\"300\" height=\"168\" srcset=\"https:\/\/static.uc.ac.id\/psy\/2019\/05\/S__24223761-300x168.jpg 300w, https:\/\/static.uc.ac.id\/psy\/2019\/05\/S__24223761-768x431.jpg 768w, https:\/\/static.uc.ac.id\/psy\/2019\/05\/S__24223761-1024x574.jpg 1024w, https:\/\/static.uc.ac.id\/psy\/2019\/05\/S__24223761-255x143.jpg 255w, https:\/\/static.uc.ac.id\/psy\/2019\/05\/S__24223761.jpg 1280w\" sizes=\"auto, (max-width: 300px) 100vw, 300px\" \/><\/p>\n<p>Kegiatan ini merupakan salah satu kegiatan yang menjembatani mahasiswa yang ingin belajar lebih jauh mengenai psikologi pendidikan. Dengan adanya kegiatan ini, mahasiswa mendapatkan kesempatan untuk belajar karena mahasiswa sendiri yang merancang jalannya kegiatan acara, mulai dari <em>ice breaking<\/em>, <em>story telling<\/em>, hingga <em>games<\/em>. Bu Livia, selaku koordinator KK Psikologi Pendidikan mengungkapkan bahwa tugas dosen hanya memberikan perlindungan dan arahan kepada mahasiswa, selebihnya mahasiswa sendiri yang mengeksekusikan jalannya acara. Beliau juga menyebutkan bahwa dengan adanya kegiatan ini, diharapkan dapat melatih kreativitas mahasiswa. Bahkan ada beberapa mahasiswa yang sebelumnya belum pernah melakukan kegiatan sosial seperti ini, namun tetap bisa beradaptasi dengan baik.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Di era yang semakin berkembang ini, sikap toleransi dan saling menghargai perbedaan adalah sikap yang harus dikembangkan. Tak jarang, lingkungan di sekitar anak-anak memberikan stereotip-stereotip negatif tentang keberagaman, padahal keberagaman adalah hal yang indah dan jika dimaknai secara positif akan memberikan kebaikan bagi sesama. Dengan pengajaran akan toleransi dan menghargai perbedaan yang diajarkan sejak dini&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":16,"featured_media":7002,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[6],"tags":[],"class_list":["post-6967","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-latest-news"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v27.6 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>Toleransi dan Menghargai Perbedaan? Siapa Takut! - Universitas Ciputra<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/psy\/toleransi-dan-menghargai-perbedaan-siapa-takut\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Toleransi dan Menghargai Perbedaan? Siapa Takut! - Universitas Ciputra\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Di era yang semakin berkembang ini, sikap toleransi dan saling menghargai perbedaan adalah sikap yang harus dikembangkan. Tak jarang, lingkungan di sekitar anak-anak memberikan stereotip-stereotip negatif tentang keberagaman, padahal keberagaman adalah hal yang indah dan jika dimaknai secara positif akan memberikan kebaikan bagi sesama. Dengan pengajaran akan toleransi dan menghargai perbedaan yang diajarkan sejak dini...\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/psy\/toleransi-dan-menghargai-perbedaan-siapa-takut\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Universitas Ciputra\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2019-05-03T00:28:03+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2019-05-17T21:17:10+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/static.uc.ac.id\/psy\/2019\/05\/S__24223762-5cdf24ae19789.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"1280\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"718\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Fakultas Psikologi\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Fakultas Psikologi\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"1 minute\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/psy\\\/toleransi-dan-menghargai-perbedaan-siapa-takut\\\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/psy\\\/toleransi-dan-menghargai-perbedaan-siapa-takut\\\/\"},\"author\":{\"name\":\"Fakultas Psikologi\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/psy\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/104f25bb1393466e110b68420d6b78fc\"},\"headline\":\"Toleransi dan Menghargai Perbedaan? Siapa Takut!\",\"datePublished\":\"2019-05-03T00:28:03+00:00\",\"dateModified\":\"2019-05-17T21:17:10+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/psy\\\/toleransi-dan-menghargai-perbedaan-siapa-takut\\\/\"},\"wordCount\":295,\"commentCount\":0,\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/psy\\\/toleransi-dan-menghargai-perbedaan-siapa-takut\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/static.uc.ac.id\\\/psy\\\/2019\\\/05\\\/S__24223762-5cdf24ae19789.jpg\",\"articleSection\":[\"Latest News\"],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/psy\\\/toleransi-dan-menghargai-perbedaan-siapa-takut\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/psy\\\/toleransi-dan-menghargai-perbedaan-siapa-takut\\\/\",\"name\":\"Toleransi dan Menghargai Perbedaan? Siapa Takut! - Universitas Ciputra\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/psy\\\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/psy\\\/toleransi-dan-menghargai-perbedaan-siapa-takut\\\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/psy\\\/toleransi-dan-menghargai-perbedaan-siapa-takut\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/static.uc.ac.id\\\/psy\\\/2019\\\/05\\\/S__24223762-5cdf24ae19789.jpg\",\"datePublished\":\"2019-05-03T00:28:03+00:00\",\"dateModified\":\"2019-05-17T21:17:10+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/psy\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/104f25bb1393466e110b68420d6b78fc\"},\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/psy\\\/toleransi-dan-menghargai-perbedaan-siapa-takut\\\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/psy\\\/toleransi-dan-menghargai-perbedaan-siapa-takut\\\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/psy\\\/toleransi-dan-menghargai-perbedaan-siapa-takut\\\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/static.uc.ac.id\\\/psy\\\/2019\\\/05\\\/S__24223762-5cdf24ae19789.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/static.uc.ac.id\\\/psy\\\/2019\\\/05\\\/S__24223762-5cdf24ae19789.jpg\",\"width\":1280,\"height\":718},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/psy\\\/toleransi-dan-menghargai-perbedaan-siapa-takut\\\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/psy\\\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Toleransi dan Menghargai Perbedaan? Siapa Takut!\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/psy\\\/#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/psy\\\/\",\"name\":\"Universitas Ciputra\",\"description\":\"\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/psy\\\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/psy\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/104f25bb1393466e110b68420d6b78fc\",\"name\":\"Fakultas Psikologi\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/1964b18800a9a351b0a15823bde690e9c79b8b58bd9b26dd670ebeb25ef69c8d?s=96&d=mm&r=g\",\"url\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/1964b18800a9a351b0a15823bde690e9c79b8b58bd9b26dd670ebeb25ef69c8d?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/1964b18800a9a351b0a15823bde690e9c79b8b58bd9b26dd670ebeb25ef69c8d?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Fakultas Psikologi\"},\"url\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/psy\\\/author\\\/psyuc\\\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Toleransi dan Menghargai Perbedaan? Siapa Takut! - Universitas Ciputra","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/psy\/toleransi-dan-menghargai-perbedaan-siapa-takut\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Toleransi dan Menghargai Perbedaan? Siapa Takut! - Universitas Ciputra","og_description":"Di era yang semakin berkembang ini, sikap toleransi dan saling menghargai perbedaan adalah sikap yang harus dikembangkan. Tak jarang, lingkungan di sekitar anak-anak memberikan stereotip-stereotip negatif tentang keberagaman, padahal keberagaman adalah hal yang indah dan jika dimaknai secara positif akan memberikan kebaikan bagi sesama. Dengan pengajaran akan toleransi dan menghargai perbedaan yang diajarkan sejak dini...","og_url":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/psy\/toleransi-dan-menghargai-perbedaan-siapa-takut\/","og_site_name":"Universitas Ciputra","article_published_time":"2019-05-03T00:28:03+00:00","article_modified_time":"2019-05-17T21:17:10+00:00","og_image":[{"width":1280,"height":718,"url":"https:\/\/static.uc.ac.id\/psy\/2019\/05\/S__24223762-5cdf24ae19789.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"Fakultas Psikologi","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"Fakultas Psikologi","Est. reading time":"1 minute"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/psy\/toleransi-dan-menghargai-perbedaan-siapa-takut\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/psy\/toleransi-dan-menghargai-perbedaan-siapa-takut\/"},"author":{"name":"Fakultas Psikologi","@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/psy\/#\/schema\/person\/104f25bb1393466e110b68420d6b78fc"},"headline":"Toleransi dan Menghargai Perbedaan? Siapa Takut!","datePublished":"2019-05-03T00:28:03+00:00","dateModified":"2019-05-17T21:17:10+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/psy\/toleransi-dan-menghargai-perbedaan-siapa-takut\/"},"wordCount":295,"commentCount":0,"image":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/psy\/toleransi-dan-menghargai-perbedaan-siapa-takut\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/static.uc.ac.id\/psy\/2019\/05\/S__24223762-5cdf24ae19789.jpg","articleSection":["Latest News"],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/psy\/toleransi-dan-menghargai-perbedaan-siapa-takut\/","url":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/psy\/toleransi-dan-menghargai-perbedaan-siapa-takut\/","name":"Toleransi dan Menghargai Perbedaan? Siapa Takut! - Universitas Ciputra","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/psy\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/psy\/toleransi-dan-menghargai-perbedaan-siapa-takut\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/psy\/toleransi-dan-menghargai-perbedaan-siapa-takut\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/static.uc.ac.id\/psy\/2019\/05\/S__24223762-5cdf24ae19789.jpg","datePublished":"2019-05-03T00:28:03+00:00","dateModified":"2019-05-17T21:17:10+00:00","author":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/psy\/#\/schema\/person\/104f25bb1393466e110b68420d6b78fc"},"breadcrumb":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/psy\/toleransi-dan-menghargai-perbedaan-siapa-takut\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/www.ciputra.ac.id\/psy\/toleransi-dan-menghargai-perbedaan-siapa-takut\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/psy\/toleransi-dan-menghargai-perbedaan-siapa-takut\/#primaryimage","url":"https:\/\/static.uc.ac.id\/psy\/2019\/05\/S__24223762-5cdf24ae19789.jpg","contentUrl":"https:\/\/static.uc.ac.id\/psy\/2019\/05\/S__24223762-5cdf24ae19789.jpg","width":1280,"height":718},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/psy\/toleransi-dan-menghargai-perbedaan-siapa-takut\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/psy\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Toleransi dan Menghargai Perbedaan? Siapa Takut!"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/psy\/#website","url":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/psy\/","name":"Universitas Ciputra","description":"","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/psy\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/psy\/#\/schema\/person\/104f25bb1393466e110b68420d6b78fc","name":"Fakultas Psikologi","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/1964b18800a9a351b0a15823bde690e9c79b8b58bd9b26dd670ebeb25ef69c8d?s=96&d=mm&r=g","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/1964b18800a9a351b0a15823bde690e9c79b8b58bd9b26dd670ebeb25ef69c8d?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/1964b18800a9a351b0a15823bde690e9c79b8b58bd9b26dd670ebeb25ef69c8d?s=96&d=mm&r=g","caption":"Fakultas Psikologi"},"url":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/psy\/author\/psyuc\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/psy\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/6967","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/psy\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/psy\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/psy\/wp-json\/wp\/v2\/users\/16"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/psy\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=6967"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/psy\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/6967\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":6972,"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/psy\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/6967\/revisions\/6972"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/psy\/wp-json\/wp\/v2\/media\/7002"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/psy\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=6967"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/psy\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=6967"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/psy\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=6967"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}