{"id":7064,"date":"2019-08-27T14:57:51","date_gmt":"2019-08-27T07:57:51","guid":{"rendered":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/psy\/?p=7064"},"modified":"2019-08-27T14:57:51","modified_gmt":"2019-08-27T07:57:51","slug":"mengapa-introspeksi-diri-saya-tidak-membuahkan-hasil","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/psy\/mengapa-introspeksi-diri-saya-tidak-membuahkan-hasil\/","title":{"rendered":"Mengapa Introspeksi Diri Saya Tidak Membuahkan Hasil?"},"content":{"rendered":"<p>Tasha Eurich, seorang Psikolog Industri dan Organisasi sempat berpikir bahwa orang-orang yang sering melakukan introspeksi dan refleksi diri akan memiliki kualitas hidup yang lebih baik dibanding mereka yang jarang. Atas dasar pemikiran itu, Eurich dan tim sepakat untuk meneliti hubungan antara introspeksi diri, kebahagiaan, stress, dan kepuasan kerja.<\/p>\n<p>Nasihat-nasihat di buku <em>self-help<\/em> mungkin sering berkoar tentang \u2018kenali diri sendiri\u2019 hingga akhirnya kalian terpengaruh untuk percaya bahwa orang yang sering menginstropeksi diri adalah orang yang sangat paham dengan dirinya dan pasti bahagia. Sayangnya, penelitian yang dilakukan Tasya memberikan hasil yang bertolak belakang dengan ekspektasinya. Dari hasil studi yang dilakukan, orang-orang yang sering melakukan introspeksi diri malah mudah merasa cemas, stres, depresi, dan tidak puas dengan kehidupannya.<\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"size-full wp-image-7065 aligncenter\" src=\"https:\/\/static.uc.ac.id\/psy\/2019\/08\/001.jpg\" alt=\"\" width=\"1024\" height=\"640\" srcset=\"https:\/\/static.uc.ac.id\/psy\/2019\/08\/001.jpg 1024w, https:\/\/static.uc.ac.id\/psy\/2019\/08\/001-300x188.jpg 300w, https:\/\/static.uc.ac.id\/psy\/2019\/08\/001-768x480.jpg 768w, https:\/\/static.uc.ac.id\/psy\/2019\/08\/001-255x159.jpg 255w\" sizes=\"auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px\" \/><\/p>\n<p style=\"text-align: center;\"><em>veeroes.com<\/em><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Untungnya, Eurich curiga dengan hasilnya dan jadi tertantang untuk melakukan studi lebih lanjut tentang hasil penelitiannya. Berkat kerja kerasnya ini, Eurich bisa menghindarkan kita untuk berpikir bahwa introspeksi diri tidak penting dan harusnya kita <em>go with the flow <\/em>saja.<\/p>\n<p><em>Nah, <\/em>bagaimana melakukan introspeksi diri yang lebih sehat?<\/p>\n<p><strong>Ganti pertanyaan \u2018Kenapa?\u2019 dengan \u2018Apa?&#8217;<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: center;\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-full wp-image-7066\" src=\"https:\/\/static.uc.ac.id\/psy\/2019\/08\/002.jpg\" alt=\"\" width=\"580\" height=\"340\" srcset=\"https:\/\/static.uc.ac.id\/psy\/2019\/08\/002.jpg 580w, https:\/\/static.uc.ac.id\/psy\/2019\/08\/002-300x176.jpg 300w, https:\/\/static.uc.ac.id\/psy\/2019\/08\/002-255x149.jpg 255w\" sizes=\"auto, (max-width: 580px) 100vw, 580px\" \/><\/p>\n<p style=\"text-align: center;\"><em>pixabay.com<\/em><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Eurich menyadari bahwa orang-orang dengan introspeksi diri yang tinggi sering bertanya \u2018Kenapa\u2019 ketika mengalami masalah-masalah sederhana dan rumit dalam hidupnya. Pertanyaan \u2018kenapa\u2019 ini menjadi masalah karena memaksa kita untuk mencari-cari alasan dan akhirnya membuat kita terfokus pada alasan. Sayangnya lagi, alasan ini seringkali tidak benar tapi sudah terlanjur kita percayai.<\/p>\n<p>Bertanya \u2018Apa?\u2019 dipercayai lebih efektif untuk mengenali diri sendiri dan situasi yang terjadi. Jadi, alih-alih bertanya \u201cKenapa <em>sih <\/em>aku susah mendengarkan ceramah dosen ini?\u201d, kamu bisa bertanya \u201cApa yang membuatku susah mendengarkan cermah dosen ini?\u201d. Jika kamu bertanya \u2018Kenapa\u2019, jawabanmu bisa menyerempet ke:<\/p>\n<p>\u201cSoalnya, dosen ini sudah tua\u201d,<\/p>\n<p>\u201cAku memang gak cocok sama dosen ini\u201d, dan<\/p>\n<p>\u201cAku bodoh\u201d<\/p>\n<p>Ketika kamu bertanya \u2018Apa\u2019, kamu bisa lebih objektif dalam menemukan jawaban seperti, \u201cJadwal dosen ini mengajar hari Senin pagi dan setiap Minggu malam durasi tidurku tidak cukup, jadi aku sulit berkonsentrasi\u201d.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><strong>Ada batas tipis antara Instropeksi dan Ruminasi<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: center;\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-full wp-image-7067\" src=\"https:\/\/static.uc.ac.id\/psy\/2019\/08\/003.png\" alt=\"\" width=\"750\" height=\"331\" srcset=\"https:\/\/static.uc.ac.id\/psy\/2019\/08\/003.png 750w, https:\/\/static.uc.ac.id\/psy\/2019\/08\/003-300x132.png 300w, https:\/\/static.uc.ac.id\/psy\/2019\/08\/003-255x113.png 255w\" sizes=\"auto, (max-width: 750px) 100vw, 750px\" \/><\/p>\n<p style=\"text-align: center;\"><em>medium.com<\/em><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Ruminasi mungkin belum jadi kata yang akrab bagi kalian. Ruminasi terjadi ketika kalian sudah terjebak dalam pola pikir negatif dan terus mengulang-ulang persepsi negatif tersebut di berbagai kesempatan. Ruminasi dianggap menjadi\u00a0 langkah tercepat jika kamu ingin merusak harga dirimu sendiri. Orang yang terbiasa melakukan ruminasi akan menyamaratakan penyebab masalah hidupnya oleh satu alasan. Bisa dibilang, ruminasi akan membuatmu sulit untuk menemukan solusi karena selalu fokus pada masalah itu sendiri. Contoh sederhananya ketika kamu mendapat laporan bahwa kinerjamu di organisasi masih kurang dan perlu ditingkatkan. Jika kamu mendengar hal itu dan merasa bahwa turunnya kinerjamu adalah karena beberapa faktor luar, tapi kemudian kamu merasa bahwa ketuamu tidak mengerti dan akhirnya membuat hubungan kalian renggang karena kamu jarang ikut rapat, kamu sedang melakukan ruminasi.<\/p>\n<p>Kabar baiknya, ruminasi bisa diatasi, <em>kok<\/em>! Beberapa cara sederhana adalah mengambil jeda dan melakukan kegiatan yang menyenangkan bagimu. Dengan cara ini, kamu bisa tenang sejenak dan berpikir jernih.<\/p>\n<p>Jadi, tidak masalah kalau sebelumnya kamu termasuk orang yang sering introspeksi diri, tapi pastikan untuk melakukannya dengan benar ya!<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><strong>Disadur oleh:<\/strong><\/p>\n<ol>\n<li><a href=\"https:\/\/ideas.ted.com\/the-right-way-to-be-introspective-yes-theres-a-wrong-way\/\">https:\/\/ideas.ted.com\/the-right-way-to-be-introspective-yes-theres-a-wrong-way\/<\/a><\/li>\n<li><a href=\"https:\/\/www.psychologytoday.com\/us\/blog\/the-introverts-corner\/201302\/introspection-versus-rumination\">https:\/\/www.psychologytoday.com\/us\/blog\/the-introverts-corner\/201302\/introspection-versus-rumination<\/a><\/li>\n<li><a href=\"https:\/\/www.psychologytoday.com\/intl\/blog\/overcoming-self-sabotage\/201002\/rumination-problem-solving-gone-wrong\">https:\/\/www.psychologytoday.com\/intl\/blog\/overcoming-self-sabotage\/201002\/rumination-problem-solving-gone-wrong<\/a><\/li>\n<\/ol>\n<p><em>Ditulis oleh Elvira Linda Sihotang<\/em><\/p>\n<p><em>Konten ini merupakan kerjasama antara Fakultas Psikologi Universitas Ciputra dengan <\/em><em><a href=\"http:\/\/riliv.co\">Riliv<\/a><\/em><em>. <\/em><em><a href=\"http:\/\/riliv.co\">Riliv<\/a><\/em><em> adalah startup konseling online dengan psikolog nomor 1 di Indonesia. <\/em><em><a href=\"http:\/\/riliv.co\">Riliv<\/a><\/em><em> senantiasa mengajak masyarakat untuk lebih sadar dengan kesehatan mental mereka. <\/em><em>Kunjungi http:\/\/riliv.co\/rilivstory untuk informasi lebih lanjut.<\/em><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Tasha Eurich, seorang Psikolog Industri dan Organisasi sempat berpikir bahwa orang-orang yang sering melakukan introspeksi dan refleksi diri akan memiliki kualitas hidup yang lebih baik dibanding mereka yang jarang. Atas dasar pemikiran itu, Eurich dan tim sepakat untuk meneliti hubungan antara introspeksi diri, kebahagiaan, stress, dan kepuasan kerja. Nasihat-nasihat di buku self-help mungkin sering berkoar&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":5,"featured_media":7065,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[6],"tags":[],"class_list":["post-7064","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-latest-news"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v27.6 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>Mengapa Introspeksi Diri Saya Tidak Membuahkan Hasil? - Universitas Ciputra<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/psy\/mengapa-introspeksi-diri-saya-tidak-membuahkan-hasil\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Mengapa Introspeksi Diri Saya Tidak Membuahkan Hasil? - Universitas Ciputra\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Tasha Eurich, seorang Psikolog Industri dan Organisasi sempat berpikir bahwa orang-orang yang sering melakukan introspeksi dan refleksi diri akan memiliki kualitas hidup yang lebih baik dibanding mereka yang jarang. Atas dasar pemikiran itu, Eurich dan tim sepakat untuk meneliti hubungan antara introspeksi diri, kebahagiaan, stress, dan kepuasan kerja. Nasihat-nasihat di buku self-help mungkin sering berkoar...\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/psy\/mengapa-introspeksi-diri-saya-tidak-membuahkan-hasil\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Universitas Ciputra\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2019-08-27T07:57:51+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/static.uc.ac.id\/psy\/2019\/08\/001.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"1024\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"640\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Cita Tri Kusuma\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Cita Tri Kusuma\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"3 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/psy\\\/mengapa-introspeksi-diri-saya-tidak-membuahkan-hasil\\\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/psy\\\/mengapa-introspeksi-diri-saya-tidak-membuahkan-hasil\\\/\"},\"author\":{\"name\":\"Cita Tri Kusuma\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/psy\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/de3992f3d0343102698f2030e681e5f7\"},\"headline\":\"Mengapa Introspeksi Diri Saya Tidak Membuahkan Hasil?\",\"datePublished\":\"2019-08-27T07:57:51+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/psy\\\/mengapa-introspeksi-diri-saya-tidak-membuahkan-hasil\\\/\"},\"wordCount\":569,\"commentCount\":0,\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/psy\\\/mengapa-introspeksi-diri-saya-tidak-membuahkan-hasil\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/static.uc.ac.id\\\/psy\\\/2019\\\/08\\\/001.jpg\",\"articleSection\":[\"Latest News\"],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/psy\\\/mengapa-introspeksi-diri-saya-tidak-membuahkan-hasil\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/psy\\\/mengapa-introspeksi-diri-saya-tidak-membuahkan-hasil\\\/\",\"name\":\"Mengapa Introspeksi Diri Saya Tidak Membuahkan Hasil? - Universitas Ciputra\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/psy\\\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/psy\\\/mengapa-introspeksi-diri-saya-tidak-membuahkan-hasil\\\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/psy\\\/mengapa-introspeksi-diri-saya-tidak-membuahkan-hasil\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/static.uc.ac.id\\\/psy\\\/2019\\\/08\\\/001.jpg\",\"datePublished\":\"2019-08-27T07:57:51+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/psy\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/de3992f3d0343102698f2030e681e5f7\"},\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/psy\\\/mengapa-introspeksi-diri-saya-tidak-membuahkan-hasil\\\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/psy\\\/mengapa-introspeksi-diri-saya-tidak-membuahkan-hasil\\\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/psy\\\/mengapa-introspeksi-diri-saya-tidak-membuahkan-hasil\\\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/static.uc.ac.id\\\/psy\\\/2019\\\/08\\\/001.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/static.uc.ac.id\\\/psy\\\/2019\\\/08\\\/001.jpg\",\"width\":1024,\"height\":640},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/psy\\\/mengapa-introspeksi-diri-saya-tidak-membuahkan-hasil\\\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/psy\\\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Mengapa Introspeksi Diri Saya Tidak Membuahkan Hasil?\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/psy\\\/#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/psy\\\/\",\"name\":\"Universitas Ciputra\",\"description\":\"\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/psy\\\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/psy\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/de3992f3d0343102698f2030e681e5f7\",\"name\":\"Cita Tri Kusuma\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/8573c00b5d01d0f9fe819f09e78cab829cb6af91a23c677e954f7c9b167f8e7b?s=96&d=mm&r=g\",\"url\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/8573c00b5d01d0f9fe819f09e78cab829cb6af91a23c677e954f7c9b167f8e7b?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/8573c00b5d01d0f9fe819f09e78cab829cb6af91a23c677e954f7c9b167f8e7b?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Cita Tri Kusuma\"},\"url\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/psy\\\/author\\\/citakusuma\\\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Mengapa Introspeksi Diri Saya Tidak Membuahkan Hasil? - Universitas Ciputra","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/psy\/mengapa-introspeksi-diri-saya-tidak-membuahkan-hasil\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Mengapa Introspeksi Diri Saya Tidak Membuahkan Hasil? - Universitas Ciputra","og_description":"Tasha Eurich, seorang Psikolog Industri dan Organisasi sempat berpikir bahwa orang-orang yang sering melakukan introspeksi dan refleksi diri akan memiliki kualitas hidup yang lebih baik dibanding mereka yang jarang. Atas dasar pemikiran itu, Eurich dan tim sepakat untuk meneliti hubungan antara introspeksi diri, kebahagiaan, stress, dan kepuasan kerja. Nasihat-nasihat di buku self-help mungkin sering berkoar...","og_url":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/psy\/mengapa-introspeksi-diri-saya-tidak-membuahkan-hasil\/","og_site_name":"Universitas Ciputra","article_published_time":"2019-08-27T07:57:51+00:00","og_image":[{"width":1024,"height":640,"url":"https:\/\/static.uc.ac.id\/psy\/2019\/08\/001.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"Cita Tri Kusuma","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"Cita Tri Kusuma","Est. reading time":"3 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/psy\/mengapa-introspeksi-diri-saya-tidak-membuahkan-hasil\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/psy\/mengapa-introspeksi-diri-saya-tidak-membuahkan-hasil\/"},"author":{"name":"Cita Tri Kusuma","@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/psy\/#\/schema\/person\/de3992f3d0343102698f2030e681e5f7"},"headline":"Mengapa Introspeksi Diri Saya Tidak Membuahkan Hasil?","datePublished":"2019-08-27T07:57:51+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/psy\/mengapa-introspeksi-diri-saya-tidak-membuahkan-hasil\/"},"wordCount":569,"commentCount":0,"image":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/psy\/mengapa-introspeksi-diri-saya-tidak-membuahkan-hasil\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/static.uc.ac.id\/psy\/2019\/08\/001.jpg","articleSection":["Latest News"],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/psy\/mengapa-introspeksi-diri-saya-tidak-membuahkan-hasil\/","url":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/psy\/mengapa-introspeksi-diri-saya-tidak-membuahkan-hasil\/","name":"Mengapa Introspeksi Diri Saya Tidak Membuahkan Hasil? - Universitas Ciputra","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/psy\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/psy\/mengapa-introspeksi-diri-saya-tidak-membuahkan-hasil\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/psy\/mengapa-introspeksi-diri-saya-tidak-membuahkan-hasil\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/static.uc.ac.id\/psy\/2019\/08\/001.jpg","datePublished":"2019-08-27T07:57:51+00:00","author":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/psy\/#\/schema\/person\/de3992f3d0343102698f2030e681e5f7"},"breadcrumb":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/psy\/mengapa-introspeksi-diri-saya-tidak-membuahkan-hasil\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/www.ciputra.ac.id\/psy\/mengapa-introspeksi-diri-saya-tidak-membuahkan-hasil\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/psy\/mengapa-introspeksi-diri-saya-tidak-membuahkan-hasil\/#primaryimage","url":"https:\/\/static.uc.ac.id\/psy\/2019\/08\/001.jpg","contentUrl":"https:\/\/static.uc.ac.id\/psy\/2019\/08\/001.jpg","width":1024,"height":640},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/psy\/mengapa-introspeksi-diri-saya-tidak-membuahkan-hasil\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/psy\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Mengapa Introspeksi Diri Saya Tidak Membuahkan Hasil?"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/psy\/#website","url":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/psy\/","name":"Universitas Ciputra","description":"","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/psy\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/psy\/#\/schema\/person\/de3992f3d0343102698f2030e681e5f7","name":"Cita Tri Kusuma","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/8573c00b5d01d0f9fe819f09e78cab829cb6af91a23c677e954f7c9b167f8e7b?s=96&d=mm&r=g","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/8573c00b5d01d0f9fe819f09e78cab829cb6af91a23c677e954f7c9b167f8e7b?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/8573c00b5d01d0f9fe819f09e78cab829cb6af91a23c677e954f7c9b167f8e7b?s=96&d=mm&r=g","caption":"Cita Tri Kusuma"},"url":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/psy\/author\/citakusuma\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/psy\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/7064","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/psy\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/psy\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/psy\/wp-json\/wp\/v2\/users\/5"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/psy\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=7064"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/psy\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/7064\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":7068,"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/psy\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/7064\/revisions\/7068"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/psy\/wp-json\/wp\/v2\/media\/7065"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/psy\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=7064"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/psy\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=7064"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/psy\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=7064"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}