{"id":7113,"date":"2019-10-14T18:34:50","date_gmt":"2019-10-14T11:34:50","guid":{"rendered":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/psy\/?p=7113"},"modified":"2019-10-14T18:34:50","modified_gmt":"2019-10-14T11:34:50","slug":"siapapun-bisa-mengalami-ocd-cek-fakta-terkait-ocd-di-sini","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/psy\/siapapun-bisa-mengalami-ocd-cek-fakta-terkait-ocd-di-sini\/","title":{"rendered":"Siapapun Bisa Mengalami OCD, Cek Fakta Terkait OCD Di Sini"},"content":{"rendered":"<p>Di Amerika, 1 dari 40 orang dewasa dan 1 dari 100 anak mengalami <em>OCD<\/em>. Nah, tahukah kalian apa itu <em>OCD<\/em>?<\/p>\n<p style=\"text-align: center;\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-full wp-image-7114\" src=\"https:\/\/static.uc.ac.id\/psy\/2019\/10\/013.jpg\" alt=\"\" width=\"925\" height=\"625\" srcset=\"https:\/\/static.uc.ac.id\/psy\/2019\/10\/013.jpg 925w, https:\/\/static.uc.ac.id\/psy\/2019\/10\/013-300x203.jpg 300w, https:\/\/static.uc.ac.id\/psy\/2019\/10\/013-768x519.jpg 768w, https:\/\/static.uc.ac.id\/psy\/2019\/10\/013-255x172.jpg 255w\" sizes=\"auto, (max-width: 925px) 100vw, 925px\" \/><\/p>\n<p style=\"text-align: center;\"><a href=\"http:\/\/whatibeproject.com\/portfolio-item\/i-am-not-my-o-c-d-3\/\"><em>http:\/\/whatibeproject.com<\/em><\/a><\/p>\n<p>Secara sederhana <em>OCD<\/em> atau <em>Obsessive Compulsive Disorder<\/em> adalah suatu gangguan psikologis yang menyebabkan penderitanya merasa perlu melakukan suatu hal secara berulang-ulang. Apabila tidak melakukannya, penderita akan merasa cemas dan takut.<\/p>\n<p>Beberapa film pernah mengangkat topik <em>OCD<\/em>. Di dalam film, penderita sering digambarkan sebagai seorang yang sangat rapi dan perfeksionis dalam berbagai hal. Namun sayangnya, tidak jarang film-film ini justru melebih-lebihkan gejala dari <em>OCD<\/em>.<\/p>\n<p>Untuk mengetahui lebih lanjut mengenai fakta <em>OCD<\/em>, <strong> dan PSY <\/strong><strong>UC<\/strong> hadir khusus untukmu dengan fakta-fakta tentang <em>OCD<\/em>. Yuk simak selengkapnya dibawah ini!<\/p>\n<h3><strong>1. Ketahui 2 Ciri Utama <em>OCD<\/em><\/strong><strong>:<\/strong><strong> Kompulsi dan Obsesi<\/strong><\/h3>\n<p>Dua ciri utama gangguan ini adalah penderitanya yang memiliki pikiran obsesif, perilaku kompulsif (ritual) atau keduanya terhadap objek tertentu.<\/p>\n<p>Individu yang memiliki <em>OCD<\/em> sadar bahwa pikiran obsesif yang dimilikinya tidak rasional, namun ia hanya bisa melakukan kegiatan kompulsi untuk menghilangkan kecemasan terhadap pikiran obsesif.<\/p>\n<p style=\"text-align: center;\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-full wp-image-7115\" src=\"https:\/\/static.uc.ac.id\/psy\/2019\/10\/014.jpg\" alt=\"\" width=\"593\" height=\"480\" srcset=\"https:\/\/static.uc.ac.id\/psy\/2019\/10\/014.jpg 593w, https:\/\/static.uc.ac.id\/psy\/2019\/10\/014-300x243.jpg 300w, https:\/\/static.uc.ac.id\/psy\/2019\/10\/014-255x206.jpg 255w\" sizes=\"auto, (max-width: 593px) 100vw, 593px\" \/><\/p>\n<p style=\"text-align: center;\"><a href=\"https:\/\/www.cassiegoodluck.com\/past--new.html\"><em>cassiegoodluck.com<\/em><\/a><\/p>\n<p>Sebagai contoh, seseorang dengan pikiran obsesif terhadap penyusup dapat memeriksa ulang berkali-kali kunci pintu rumah untuk memastikan bahwa tidak ada yang bisa masuk.<\/p>\n<p>Perilaku kompulsi sering terlihat nampak. Namun, perilaku ini juga dapat dilakukan secara tidak nampak, seperti berdoa atau menghitung dalam hati berulang kali. Meskipun kita tidak bisa mengamatinya, perilaku kompulsi yang tidak nampak juga sangat mengganggu seperti halnya perilaku kompulsi yang nampak.<\/p>\n<h3><strong>2. Rata-Rata, Orang Didiagnosis Menderita <em>OCD<\/em> Ketika Mereka Berusia 19 Tahun Ke<\/strong><strong> A<\/strong><strong>tas<\/strong><\/h3>\n<p>Diagnosis <em>OCD<\/em> paling banyak ditemukan pada usia 19 tahun ke atas. Beberapa ahli berpendapat bahwa mungkin pada usia anak-anak, mereka mungkin sudah menunjukkan <a href=\"http:\/\/riliv.co\/rilivstory\/pengertian-ocd-adalah\/\"><strong>gejala<\/strong><\/a> <em>OCD<\/em>, namun anak dan orangtua masih belum mempermasalahkannya dan menganggap bahwa hal tersebut wajar.<\/p>\n<h3><strong>3. Penduduk Negara Maju Lebih Banyak <\/strong><strong>y<\/strong><strong>ang Mengalami Gangguan Ini<\/strong><\/h3>\n<p>Menurut <em>World Health Organization<\/em> <em>(WHO),<\/em> gangguan kecemasan, seperti <em>OCD<\/em>, lebih banyak terjadi di negara maju daripada di negara berkembang.<\/p>\n<p>Di 6 Negara Eropa, yaitu Belgia, Prancis, Jerman, Italia, Belanda, dan Spanyol. Ditemukan bahwa dari jumlah 2804 orang, 13% darinya ditemukan memiliki gejala <em>OCD<\/em>.<\/p>\n<h3><strong>4. Belum Ditemukan Perbedaan Signifikan Pada Jenis Kelamin Penderita <em>OCD<\/em><\/strong><\/h3>\n<p><em>OCD<\/em> dapat dialami oleh siapapun, baik laki-laki ataupun perempuan. Selama ini, belum ada penelitian dan data yang menunjukkan perbedaan signifikan pada presentasi penderita berdasarkan jenis kelamin.<\/p>\n<h3><strong>5. Apa Penyebabnya? Salah Satu Penyebabnya Adalah Riwayat Keluarga loh!<\/strong><\/h3>\n<ul>\n<li>Keluarga dan Genetik: Studi pada saudara kembar dan keluarga telah menemukan bahwa orang dengan kerabat langsung (orang tua, saudara kandung, atau anak) yang mempunyai riwayat <em>OCD<\/em> akan memiliki resiko lebih tinggi untuk mengalami <em>OCD<\/em>. Sebuah studi yang dilakukan selama lebih dari 70 tahun menemukan:<\/li>\n<\/ul>\n<ol>\n<li>Kembar dewasa yang mengalami gejala <em>OCD<\/em> memiliki peluang 25-47% untuk mewarisi gejala tersebut.<\/li>\n<li>Anak kembar yang mengalami gejala <em>OCD<\/em> memiliki tingkat peluang 45-65% lebih tinggi untuk mewarisi gejala <em>OCD<\/em>.<\/li>\n<\/ol>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<ul>\n<li>Kimiawi Otak: Penelitian yang mempelajari otak telah menemukan bahwa orang yang menderita <em>OCD<\/em> menunjukkan aktivitas yang berbeda dan seringkali berlebihan di otak bagian depan, dibandingkan dengan individu non-<em>OCD<\/em><em>.<\/em><\/li>\n<li>Stres dan Trauma: Orang yang menderita pelecehan atau trauma lain di masa kecilnya memiliki risiko <em>OCD<\/em> yang lebih tinggi dibandingkan dengan orang yang tidak memiliki riwayat seperti itu.<\/li>\n<\/ul>\n<h3><strong>6. Tenang, <em>OCD<\/em> Dapat Diobati dan Individu <\/strong><strong>y<\/strong><strong>ang Mengalaminya Dapat Hidup Normal<\/strong><\/h3>\n<p>Penanganan seperti konseling, psikoterapi dengan <em>CBT (cognitive behavioural therapy)<\/em>, atau <em>Response Prevention (ERP)<\/em> serta konsumsi obat-obatan dapat diberikan pada penderita <em>OCD<\/em> untuk membantu mengontrol obsesi dan kompulsi mereka.<\/p>\n<p style=\"text-align: center;\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-full wp-image-7116\" src=\"https:\/\/static.uc.ac.id\/psy\/2019\/10\/015.jpg\" alt=\"\" width=\"720\" height=\"480\" srcset=\"https:\/\/static.uc.ac.id\/psy\/2019\/10\/015.jpg 720w, https:\/\/static.uc.ac.id\/psy\/2019\/10\/015-300x200.jpg 300w, https:\/\/static.uc.ac.id\/psy\/2019\/10\/015-255x170.jpg 255w\" sizes=\"auto, (max-width: 720px) 100vw, 720px\" \/><\/p>\n<p style=\"text-align: center;\"><a href=\"http:\/\/www.bcgavel.com\/2015\/01\/26\/checking-up-on-ugbcs-mental-health-initiative\/\"><em>bcgavel.com<\/em><\/a><\/p>\n<p>Selain itu, sebuah studi di Selandia Baru menemukan bahwa diet dan nutrisi yang tepat dapat memiliki pengaruh yang sangat kuat untuk meredakan gejala <em>OCD<\/em> dan keparahannya.<\/p>\n<p>Untuk itu, apabila kamu atau temanmu merasa memiliki obsesi yang tidak rasional disertai dengan perilaku kompulsif, jangan malu dan ragu untuk mengunjungi psikolog, dokter atau psikiater ya.<\/p>\n<p>Jangan segan untuk bicarakan dengan keluarga maupun orang terdekat juga ya. Kamu membutuhkan semangat dan dukungan dari mereka. <em>Have a nice day!<\/em><\/p>\n<p><strong>Disadur dari:<\/strong><\/p>\n<ol>\n<li>Van Grootheest, D. S., Cath, D. C., Beekman, A. T., &amp; Boomsma, D. I. (2005). Twin studies on obsessive\u2013compulsive disorder: a review. <em>Twin Research and Human Genetics, 8<\/em>, 450-458.<\/li>\n<li>Veale, D. M., Sahakian, B. J., Owen, A. M., &amp; Marks, I. M., 1996. Specific cognitive deficits in tests sensitive to frontal lobe dysfunction in obsessive\u2013compulsive disorder. <em>Psychological medicine<\/em>, 26, 1261-1269.)<\/li>\n<li>De Silva, P., &amp; Marks, M. (1999). The role of traumatic experiences in the genesis of obsessive\u2013compulsive disorder. <em>Behaviour Research and Therapy, 37<\/em>, 941-951.<\/li>\n<li>Fullana, M. A., Vilagut, G., Rojas-Farreras, S., Mataix-Cols, D., De Graaf, R., Demyttenaere, K., &amp; Alonso, J. (2010). Obsessive\u2013compulsive symptom dimensions in the general population: Results from an epidemiological study in six European countries. <em>Journal of affective disorders, 124<\/em>, 291-299.<\/li>\n<li>https:\/\/barendspsychology.com\/interesting-ocd-facts\/<\/li>\n<\/ol>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><em>Written by<\/em> Syarifah Muadzah<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><em>Konten ini merupakan kerjasama antara Fakultas Psikologi Universitas Ciputra dengan <\/em><em><a href=\"http:\/\/riliv.co\">Riliv<\/a><\/em><em>. <\/em><em><a href=\"http:\/\/riliv.co\">Riliv<\/a><\/em><em> adalah startup konseling online dengan psikolog nomor 1 di Indonesia. <\/em><em><a href=\"http:\/\/riliv.co\">Riliv<\/a><\/em><em> senantiasa mengajak masyarakat untuk lebih sadar dengan kesehatan mental mereka. <\/em><em>Kunjungi http:\/\/riliv.co\/rilivstory untuk informasi lebih lanjut.<\/em><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Di Amerika, 1 dari 40 orang dewasa dan 1 dari 100 anak mengalami OCD. Nah, tahukah kalian apa itu OCD? http:\/\/whatibeproject.com Secara sederhana OCD atau Obsessive Compulsive Disorder adalah suatu gangguan psikologis yang menyebabkan penderitanya merasa perlu melakukan suatu hal secara berulang-ulang. Apabila tidak melakukannya, penderita akan merasa cemas dan takut. Beberapa film pernah mengangkat&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":5,"featured_media":7114,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[6],"tags":[],"class_list":["post-7113","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-latest-news"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v27.4 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>Siapapun Bisa Mengalami OCD, Cek Fakta Terkait OCD Di Sini - Universitas Ciputra<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/psy\/siapapun-bisa-mengalami-ocd-cek-fakta-terkait-ocd-di-sini\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Siapapun Bisa Mengalami OCD, Cek Fakta Terkait OCD Di Sini - Universitas Ciputra\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Di Amerika, 1 dari 40 orang dewasa dan 1 dari 100 anak mengalami OCD. Nah, tahukah kalian apa itu OCD? http:\/\/whatibeproject.com Secara sederhana OCD atau Obsessive Compulsive Disorder adalah suatu gangguan psikologis yang menyebabkan penderitanya merasa perlu melakukan suatu hal secara berulang-ulang. Apabila tidak melakukannya, penderita akan merasa cemas dan takut. Beberapa film pernah mengangkat...\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/psy\/siapapun-bisa-mengalami-ocd-cek-fakta-terkait-ocd-di-sini\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Universitas Ciputra\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2019-10-14T11:34:50+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/static.uc.ac.id\/psy\/2019\/10\/013.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"925\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"625\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Cita Tri Kusuma\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Cita Tri Kusuma\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"4 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/psy\\\/siapapun-bisa-mengalami-ocd-cek-fakta-terkait-ocd-di-sini\\\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/psy\\\/siapapun-bisa-mengalami-ocd-cek-fakta-terkait-ocd-di-sini\\\/\"},\"author\":{\"name\":\"Cita Tri Kusuma\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/psy\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/de3992f3d0343102698f2030e681e5f7\"},\"headline\":\"Siapapun Bisa Mengalami OCD, Cek Fakta Terkait OCD Di Sini\",\"datePublished\":\"2019-10-14T11:34:50+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/psy\\\/siapapun-bisa-mengalami-ocd-cek-fakta-terkait-ocd-di-sini\\\/\"},\"wordCount\":793,\"commentCount\":0,\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/psy\\\/siapapun-bisa-mengalami-ocd-cek-fakta-terkait-ocd-di-sini\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/static.uc.ac.id\\\/psy\\\/2019\\\/10\\\/013.jpg\",\"articleSection\":[\"Latest News\"],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/psy\\\/siapapun-bisa-mengalami-ocd-cek-fakta-terkait-ocd-di-sini\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/psy\\\/siapapun-bisa-mengalami-ocd-cek-fakta-terkait-ocd-di-sini\\\/\",\"name\":\"Siapapun Bisa Mengalami OCD, Cek Fakta Terkait OCD Di Sini - Universitas Ciputra\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/psy\\\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/psy\\\/siapapun-bisa-mengalami-ocd-cek-fakta-terkait-ocd-di-sini\\\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/psy\\\/siapapun-bisa-mengalami-ocd-cek-fakta-terkait-ocd-di-sini\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/static.uc.ac.id\\\/psy\\\/2019\\\/10\\\/013.jpg\",\"datePublished\":\"2019-10-14T11:34:50+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/psy\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/de3992f3d0343102698f2030e681e5f7\"},\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/psy\\\/siapapun-bisa-mengalami-ocd-cek-fakta-terkait-ocd-di-sini\\\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/psy\\\/siapapun-bisa-mengalami-ocd-cek-fakta-terkait-ocd-di-sini\\\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/psy\\\/siapapun-bisa-mengalami-ocd-cek-fakta-terkait-ocd-di-sini\\\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/static.uc.ac.id\\\/psy\\\/2019\\\/10\\\/013.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/static.uc.ac.id\\\/psy\\\/2019\\\/10\\\/013.jpg\",\"width\":925,\"height\":625},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/psy\\\/siapapun-bisa-mengalami-ocd-cek-fakta-terkait-ocd-di-sini\\\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/psy\\\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Siapapun Bisa Mengalami OCD, Cek Fakta Terkait OCD Di Sini\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/psy\\\/#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/psy\\\/\",\"name\":\"Universitas Ciputra\",\"description\":\"\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/psy\\\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/psy\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/de3992f3d0343102698f2030e681e5f7\",\"name\":\"Cita Tri Kusuma\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/8573c00b5d01d0f9fe819f09e78cab829cb6af91a23c677e954f7c9b167f8e7b?s=96&d=mm&r=g\",\"url\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/8573c00b5d01d0f9fe819f09e78cab829cb6af91a23c677e954f7c9b167f8e7b?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/8573c00b5d01d0f9fe819f09e78cab829cb6af91a23c677e954f7c9b167f8e7b?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Cita Tri Kusuma\"},\"url\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/psy\\\/author\\\/citakusuma\\\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Siapapun Bisa Mengalami OCD, Cek Fakta Terkait OCD Di Sini - Universitas Ciputra","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/psy\/siapapun-bisa-mengalami-ocd-cek-fakta-terkait-ocd-di-sini\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Siapapun Bisa Mengalami OCD, Cek Fakta Terkait OCD Di Sini - Universitas Ciputra","og_description":"Di Amerika, 1 dari 40 orang dewasa dan 1 dari 100 anak mengalami OCD. Nah, tahukah kalian apa itu OCD? http:\/\/whatibeproject.com Secara sederhana OCD atau Obsessive Compulsive Disorder adalah suatu gangguan psikologis yang menyebabkan penderitanya merasa perlu melakukan suatu hal secara berulang-ulang. Apabila tidak melakukannya, penderita akan merasa cemas dan takut. Beberapa film pernah mengangkat...","og_url":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/psy\/siapapun-bisa-mengalami-ocd-cek-fakta-terkait-ocd-di-sini\/","og_site_name":"Universitas Ciputra","article_published_time":"2019-10-14T11:34:50+00:00","og_image":[{"width":925,"height":625,"url":"https:\/\/static.uc.ac.id\/psy\/2019\/10\/013.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"Cita Tri Kusuma","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"Cita Tri Kusuma","Est. reading time":"4 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/psy\/siapapun-bisa-mengalami-ocd-cek-fakta-terkait-ocd-di-sini\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/psy\/siapapun-bisa-mengalami-ocd-cek-fakta-terkait-ocd-di-sini\/"},"author":{"name":"Cita Tri Kusuma","@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/psy\/#\/schema\/person\/de3992f3d0343102698f2030e681e5f7"},"headline":"Siapapun Bisa Mengalami OCD, Cek Fakta Terkait OCD Di Sini","datePublished":"2019-10-14T11:34:50+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/psy\/siapapun-bisa-mengalami-ocd-cek-fakta-terkait-ocd-di-sini\/"},"wordCount":793,"commentCount":0,"image":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/psy\/siapapun-bisa-mengalami-ocd-cek-fakta-terkait-ocd-di-sini\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/static.uc.ac.id\/psy\/2019\/10\/013.jpg","articleSection":["Latest News"],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/psy\/siapapun-bisa-mengalami-ocd-cek-fakta-terkait-ocd-di-sini\/","url":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/psy\/siapapun-bisa-mengalami-ocd-cek-fakta-terkait-ocd-di-sini\/","name":"Siapapun Bisa Mengalami OCD, Cek Fakta Terkait OCD Di Sini - Universitas Ciputra","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/psy\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/psy\/siapapun-bisa-mengalami-ocd-cek-fakta-terkait-ocd-di-sini\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/psy\/siapapun-bisa-mengalami-ocd-cek-fakta-terkait-ocd-di-sini\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/static.uc.ac.id\/psy\/2019\/10\/013.jpg","datePublished":"2019-10-14T11:34:50+00:00","author":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/psy\/#\/schema\/person\/de3992f3d0343102698f2030e681e5f7"},"breadcrumb":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/psy\/siapapun-bisa-mengalami-ocd-cek-fakta-terkait-ocd-di-sini\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/www.ciputra.ac.id\/psy\/siapapun-bisa-mengalami-ocd-cek-fakta-terkait-ocd-di-sini\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/psy\/siapapun-bisa-mengalami-ocd-cek-fakta-terkait-ocd-di-sini\/#primaryimage","url":"https:\/\/static.uc.ac.id\/psy\/2019\/10\/013.jpg","contentUrl":"https:\/\/static.uc.ac.id\/psy\/2019\/10\/013.jpg","width":925,"height":625},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/psy\/siapapun-bisa-mengalami-ocd-cek-fakta-terkait-ocd-di-sini\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/psy\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Siapapun Bisa Mengalami OCD, Cek Fakta Terkait OCD Di Sini"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/psy\/#website","url":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/psy\/","name":"Universitas Ciputra","description":"","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/psy\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/psy\/#\/schema\/person\/de3992f3d0343102698f2030e681e5f7","name":"Cita Tri Kusuma","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/8573c00b5d01d0f9fe819f09e78cab829cb6af91a23c677e954f7c9b167f8e7b?s=96&d=mm&r=g","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/8573c00b5d01d0f9fe819f09e78cab829cb6af91a23c677e954f7c9b167f8e7b?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/8573c00b5d01d0f9fe819f09e78cab829cb6af91a23c677e954f7c9b167f8e7b?s=96&d=mm&r=g","caption":"Cita Tri Kusuma"},"url":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/psy\/author\/citakusuma\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/psy\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/7113","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/psy\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/psy\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/psy\/wp-json\/wp\/v2\/users\/5"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/psy\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=7113"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/psy\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/7113\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":7117,"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/psy\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/7113\/revisions\/7117"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/psy\/wp-json\/wp\/v2\/media\/7114"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/psy\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=7113"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/psy\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=7113"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/psy\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=7113"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}