{"id":8220,"date":"2025-04-09T16:47:40","date_gmt":"2025-04-09T09:47:40","guid":{"rendered":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/psy\/?p=8220"},"modified":"2025-04-09T16:47:40","modified_gmt":"2025-04-09T09:47:40","slug":"buku-dan-hp-pada-anak","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/psy\/buku-dan-hp-pada-anak\/","title":{"rendered":"Buku vs HP Pada Anak: Harus Setuju? Ini Faktanya!"},"content":{"rendered":"<h1 style=\"text-align: center;\"><b>Buku vs HP Pada Anak: Harus Setuju? Ini Faktanya!<\/b><\/h1>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"alignnone size-full wp-image-8221\" src=\"https:\/\/static.uc.ac.id\/psy\/2025\/03\/500300114_univ_lsr_lg.jpg\" alt=\"HP pada anak\" width=\"1200\" height=\"600\" srcset=\"https:\/\/static.uc.ac.id\/psy\/2025\/03\/500300114_univ_lsr_lg.jpg 1200w, https:\/\/static.uc.ac.id\/psy\/2025\/03\/500300114_univ_lsr_lg-300x150.jpg 300w, https:\/\/static.uc.ac.id\/psy\/2025\/03\/500300114_univ_lsr_lg-1024x512.jpg 1024w, https:\/\/static.uc.ac.id\/psy\/2025\/03\/500300114_univ_lsr_lg-400x200.jpg 400w, https:\/\/static.uc.ac.id\/psy\/2025\/03\/500300114_univ_lsr_lg-250x125.jpg 250w, https:\/\/static.uc.ac.id\/psy\/2025\/03\/500300114_univ_lsr_lg-75x38.jpg 75w, https:\/\/static.uc.ac.id\/psy\/2025\/03\/500300114_univ_lsr_lg-50x25.jpg 50w\" sizes=\"auto, (max-width: 1200px) 100vw, 1200px\" \/><\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Anak lebih tertarik pada <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">handphone <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">daripada buku, apakah kita harus setuju? Fenomena anak usia sekolah dasar di Surabaya yang lebih memilih telepon genggam sebagai sumber belajar utama dibandingkan buku menjadi perhatian serius. Rata-rata penggunaan telepon genggam mencapai lebih dari 5 jam sehari. Pergeseran ini menimbulkan pertanyaan penting mengenai pengaruh HP pada anak terhadap perkembangan pendidikan dan kebiasaan belajar mereka.<\/span><\/p>\n<h4><b>Mengupas Tuntas Dampak HP pada Pola Belajar Anak<\/b><\/h4>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Penggunaan HP pada anak dalam konteks belajar memiliki sisi ganda. Di satu sisi, kemudahan mengakses beragam sumber belajar daring, informasi terkini, dan materi yang lebih variatif menjadi keuntungan tak terbantahkan. Akan tetapi, dampak negatifnya, terutama penurunan minat membaca buku, menjadi ancaman serius. Membaca buku bukan hanya fondasi literasi, tetapi juga esensial bagi perkembangan kognitif, sosial, dan emosional anak. Oleh karena itu, hilangnya budaya membaca dapat menghambat perkembangan holistik mereka.<\/span><\/p>\n<h4><b>Mengurai Akar Permasalahan: Mengapa Anak Lebih Melekat pada HP?<\/b><\/h4>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ketertarikan anak pada HP pada anak adalah hasil interaksi kompleks antara faktor internal dan eksternal. Mari kita telaah lebih lanjut:<\/span><\/p>\n<h6><b>Faktor Eksternal (Perspektif Ekologis Brofenbrenner)<\/b><\/h6>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Lingkungan sekitar memainkan peran krusial dalam membentuk preferensi anak terhadap HP:<\/span><\/p>\n<ul>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><b>Mikrosistem (Lingkungan Terdekat):<\/b><span style=\"font-weight: 400;\"> Keluarga menjadi fondasi penting. Misalnya, orang tua yang memberikan akses tanpa batas atau menggunakan HP sebagai &#8220;pengasuh&#8221; tanpa sadar membentuk preferensi anak. Selain itu, teman sebaya yang aktif bermain HP juga memberikan pengaruh kuat. Lingkungan sekolah yang mengintegrasikan HP tanpa batasan yang jelas juga berkontribusi.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><b>Mesosistem (Keterkaitan Antar Lingkungan):<\/b><span style=\"font-weight: 400;\"> Lebih lanjut, ketika nilai yang ditanamkan di rumah tidak selaras dengan lingkungan sekolah atau pertemanan terkait penggunaan HP, anak cenderung mengikuti arus yang dominan.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><b>Eksosistem (Pengaruh Tidak Langsung):<\/b><span style=\"font-weight: 400;\"> Tak hanya itu, paparan media dan teknologi melalui televisi atau platform daring seringkali menampilkan konten yang menarik dan adiktif, mendorong anak untuk meniru.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><b>Makrosistem (Nilai dan Kebijakan):<\/b><span style=\"font-weight: 400;\"> Terakhir, kebijakan pendidikan yang mendukung digitalisasi tanpa menekankan pentingnya literasi tradisional dapat mempercepat pergeseran ini.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<h6><b>Faktor Internal (Aspek Psikologis Anak)<\/b><\/h6>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Di sisi lain, faktor dari dalam diri anak juga berperan:<\/span><\/p>\n<ul>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><b>Rendahnya Kontrol Diri:<\/b><span style=\"font-weight: 400;\"> Anak-anak dengan kemampuan regulasi diri yang belum matang lebih mudah terjerumus dalam penggunaan HP berlebihan.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><b><i>Sensation Seeking<\/i><\/b><b> (Dorongan Mencari Sensasi):<\/b><span style=\"font-weight: 400;\"> Selain itu, konten di HP seringkali menawarkan stimulasi visual dan auditori yang intens, menarik perhatian anak lebih dari buku.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><b>Harga Diri Rendah:<\/b><span style=\"font-weight: 400;\"> Bahkan, beberapa anak menggunakan HP sebagai pelarian atau sumber validasi diri ketika merasa tidak aman atau bosan.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<h4><b>Langkah Strategis Menuju Keseimbangan: Solusi Komprehensif<\/b><\/h4>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Mengatasi masalah preferensi <\/span><b>HP pada anak<\/b><span style=\"font-weight: 400;\"> memerlukan pendekatan holistik yang melibatkan semua pihak. Berikut adalah beberapa langkah strategis:<\/span><\/p>\n<h6><b>Peran Krusial Orang Tua<\/b><\/h6>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sebagai garda terdepan, orang tua memiliki tanggung jawab besar:<\/span><\/p>\n<ul>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><b>Memberikan Contoh:<\/b><span style=\"font-weight: 400;\"> Pertama-tama, orang tua harus menjadi <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">role model<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> dengan menunjukkan kebiasaan membaca yang baik.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><b>Menciptakan Waktu Membaca Bersama:<\/b><span style=\"font-weight: 400;\"> Selanjutnya, kegiatan membaca bersama keluarga dapat menumbuhkan minat dan menciptakan ikatan positif dengan buku.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><b>Membatasi Akses HP:<\/b><span style=\"font-weight: 400;\"> Kemudian, menetapkan aturan yang jelas dan konsisten mengenai waktu penggunaan HP sangat penting.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><b>Menawarkan Alternatif Kegiatan Menarik:<\/b><span style=\"font-weight: 400;\"> Selain itu, menyediakan kegiatan lain yang menarik seperti bermain di luar, berolahraga, atau melakukan hobi kreatif dapat mengurangi ketergantungan pada HP.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<h6><b>Intervensi Positif dari Sekolah<\/b><\/h6>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sekolah juga memegang peranan penting:<\/span><\/p>\n<ul>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><b>Edukasi Dampak <\/b><b><i>gadget<\/i><\/b><b>:<\/b><span style=\"font-weight: 400;\"> Sekolah dapat mengadakan program edukasi bagi siswa dan orang tua mengenai dampak positif dan negatif penggunaan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">gadget<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><b>Menciptakan Sudut Baca yang Menarik:<\/b><span style=\"font-weight: 400;\"> Selanjutnya, ruang membaca yang nyaman dan dilengkapi koleksi buku yang beragam dapat meningkatkan daya tarik buku.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><b>Mengintegrasikan Buku dalam Pembelajaran:<\/b><span style=\"font-weight: 400;\"> Kemudian, menggunakan buku sebagai sumber utama dan penunjang pembelajaran dapat mengembalikan citra positif buku di mata siswa.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><b>Mendorong Kegiatan Literasi:<\/b><span style=\"font-weight: 400;\"> Selain itu, mengadakan lomba membaca, bedah buku, atau klub literasi dapat menumbuhkan minat baca.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<h6><b>Pengaruh Positif Teman Sebaya<\/b><\/h6>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Lingkungan pertemanan juga dapat memberikan dampak:<\/span><\/p>\n<ul>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><b>Membentuk Komunitas Literasi:<\/b><span style=\"font-weight: 400;\"> Mendorong pembentukan klub buku atau kelompok diskusi buku di antara teman sebaya dapat menciptakan lingkungan yang mendukung kebiasaan membaca.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><b>Berbagi Rekomendasi Buku:<\/b><span style=\"font-weight: 400;\"> Selain itu, teman dapat saling merekomendasikan buku yang menarik, menciptakan rasa ingin tahu dan minat untuk membaca.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<h6><b>Inisiatif dari Anak Sendiri<\/b><\/h6>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pada akhirnya, kesadaran dari dalam diri anak juga penting:<\/span><\/p>\n<ul>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><b>Memilih Buku Sesuai Minat:<\/b><span style=\"font-weight: 400;\"> Mendorong anak untuk memilih buku yang sesuai dengan minat dan ketertarikan mereka adalah kunci untuk menumbuhkan kecintaan pada membaca.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><b>Menetapkan Tujuan Membaca:<\/b><span style=\"font-weight: 400;\"> Selanjutnya, membuat target membaca yang realistis dapat memberikan motivasi dan rasa pencapaian.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Menyeimbangkan penggunaan HP pada anak dengan kebiasaan membaca buku adalah investasi jangka panjang bagi perkembangan mereka. Dengan demikian, melalui upaya bersama dari keluarga, sekolah, teman, dan kesadaran dari anak itu sendiri, kita dapat memastikan bahwa teknologi dan literasi berjalan beriringan, memberikan manfaat yang optimal bagi masa depan generasi penerus.<\/span><\/p>\n<p><em>Ditulis oleh:<\/em><br data-start=\"311\" data-end=\"314\" \/><em>Tiara Angelina Tanumiharjo<br \/>\n<\/em><em>Avirina Greselda<br \/>\n(Mahasiswa Fakultas Psikologi, Universitas Ciputra Surabaya)<\/em><\/p>\n<p class=\"\" data-start=\"158\" data-end=\"301\"><em>Dibimbing oleh:<\/em><br data-start=\"175\" data-end=\"178\" \/><em><span style=\"color: #0000ff;\"><a style=\"color: #0000ff;\" href=\"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/psy\/dosen-dan-staf\/\">Dr. Cicilia Larasati Rembulan, S.Psi, M.Psi, Psikolog.,<\/a><\/span><\/em><br data-start=\"242\" data-end=\"245\" \/><em>(Dosen<span>\u00a0<\/span><span style=\"color: #0000ff;\"><a style=\"color: #0000ff;\" href=\"https:\/\/www.instagram.com\/uc_psy\/\">Fakultas Psikologi Universitas Ciputra Surabaya)<\/a><\/span><\/em><\/p>\n<p class=\"\" data-start=\"303\" data-end=\"377\"><em>\u00a0<\/em><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Buku vs HP Pada Anak: Harus Setuju? Ini Faktanya! Anak lebih tertarik pada handphone daripada buku, apakah kita harus setuju? Fenomena anak usia sekolah dasar di Surabaya yang lebih memilih telepon genggam sebagai sumber belajar utama dibandingkan buku menjadi perhatian serius. Rata-rata penggunaan telepon genggam mencapai lebih dari 5 jam sehari. Pergeseran ini menimbulkan pertanyaan&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":29,"featured_media":8221,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1532],"tags":[],"class_list":["post-8220","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-artikel"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v27.8 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>Buku vs HP Pada Anak: Harus Setuju? Ini Faktanya! - Universitas Ciputra<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Anak pilih HP daripada buku? Dampak HP pada anak, minat baca menurun? Peran orang tua, sekolah, teman. Solusi agar anak suka buku!\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/psy\/buku-dan-hp-pada-anak\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Buku vs HP Pada Anak: Harus Setuju? Ini Faktanya! - Universitas Ciputra\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Anak pilih HP daripada buku? Dampak HP pada anak, minat baca menurun? Peran orang tua, sekolah, teman. Solusi agar anak suka buku!\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/psy\/buku-dan-hp-pada-anak\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Universitas Ciputra\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2025-04-09T09:47:40+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/static.uc.ac.id\/psy\/2025\/03\/500300114_univ_lsr_lg.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"1200\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"600\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Mopheta Audiola Dorkas\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Mopheta Audiola Dorkas\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"4 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/psy\\\/buku-dan-hp-pada-anak\\\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/psy\\\/buku-dan-hp-pada-anak\\\/\"},\"author\":{\"name\":\"Mopheta Audiola Dorkas\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/psy\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/da25c55e76713c0baac9e81f902848b7\"},\"headline\":\"Buku vs HP Pada Anak: Harus Setuju? Ini Faktanya!\",\"datePublished\":\"2025-04-09T09:47:40+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/psy\\\/buku-dan-hp-pada-anak\\\/\"},\"wordCount\":778,\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/psy\\\/buku-dan-hp-pada-anak\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/static.uc.ac.id\\\/psy\\\/2025\\\/03\\\/500300114_univ_lsr_lg.jpg\",\"articleSection\":[\"Artikel\"],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/psy\\\/buku-dan-hp-pada-anak\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/psy\\\/buku-dan-hp-pada-anak\\\/\",\"name\":\"Buku vs HP Pada Anak: Harus Setuju? Ini Faktanya! - Universitas Ciputra\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/psy\\\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/psy\\\/buku-dan-hp-pada-anak\\\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/psy\\\/buku-dan-hp-pada-anak\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/static.uc.ac.id\\\/psy\\\/2025\\\/03\\\/500300114_univ_lsr_lg.jpg\",\"datePublished\":\"2025-04-09T09:47:40+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/psy\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/da25c55e76713c0baac9e81f902848b7\"},\"description\":\"Anak pilih HP daripada buku? Dampak HP pada anak, minat baca menurun? Peran orang tua, sekolah, teman. Solusi agar anak suka buku!\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/psy\\\/buku-dan-hp-pada-anak\\\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/psy\\\/buku-dan-hp-pada-anak\\\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/psy\\\/buku-dan-hp-pada-anak\\\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/static.uc.ac.id\\\/psy\\\/2025\\\/03\\\/500300114_univ_lsr_lg.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/static.uc.ac.id\\\/psy\\\/2025\\\/03\\\/500300114_univ_lsr_lg.jpg\",\"width\":1200,\"height\":600,\"caption\":\"HP pada anak\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/psy\\\/buku-dan-hp-pada-anak\\\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/psy\\\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Buku vs HP Pada Anak: Harus Setuju? Ini Faktanya!\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/psy\\\/#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/psy\\\/\",\"name\":\"Universitas Ciputra\",\"description\":\"\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/psy\\\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/psy\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/da25c55e76713c0baac9e81f902848b7\",\"name\":\"Mopheta Audiola Dorkas\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/683889fee85fcdcdebba46b93c5400ac4bc089b269a8bf85d47ad299cb29ff26?s=96&d=mm&r=g\",\"url\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/683889fee85fcdcdebba46b93c5400ac4bc089b269a8bf85d47ad299cb29ff26?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/683889fee85fcdcdebba46b93c5400ac4bc089b269a8bf85d47ad299cb29ff26?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Mopheta Audiola Dorkas\"},\"url\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/psy\\\/author\\\/mopheta-dorkas\\\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Buku vs HP Pada Anak: Harus Setuju? Ini Faktanya! - Universitas Ciputra","description":"Anak pilih HP daripada buku? Dampak HP pada anak, minat baca menurun? Peran orang tua, sekolah, teman. Solusi agar anak suka buku!","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/psy\/buku-dan-hp-pada-anak\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Buku vs HP Pada Anak: Harus Setuju? Ini Faktanya! - Universitas Ciputra","og_description":"Anak pilih HP daripada buku? Dampak HP pada anak, minat baca menurun? Peran orang tua, sekolah, teman. Solusi agar anak suka buku!","og_url":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/psy\/buku-dan-hp-pada-anak\/","og_site_name":"Universitas Ciputra","article_published_time":"2025-04-09T09:47:40+00:00","og_image":[{"width":1200,"height":600,"url":"https:\/\/static.uc.ac.id\/psy\/2025\/03\/500300114_univ_lsr_lg.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"Mopheta Audiola Dorkas","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"Mopheta Audiola Dorkas","Est. reading time":"4 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/psy\/buku-dan-hp-pada-anak\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/psy\/buku-dan-hp-pada-anak\/"},"author":{"name":"Mopheta Audiola Dorkas","@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/psy\/#\/schema\/person\/da25c55e76713c0baac9e81f902848b7"},"headline":"Buku vs HP Pada Anak: Harus Setuju? Ini Faktanya!","datePublished":"2025-04-09T09:47:40+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/psy\/buku-dan-hp-pada-anak\/"},"wordCount":778,"image":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/psy\/buku-dan-hp-pada-anak\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/static.uc.ac.id\/psy\/2025\/03\/500300114_univ_lsr_lg.jpg","articleSection":["Artikel"],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/psy\/buku-dan-hp-pada-anak\/","url":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/psy\/buku-dan-hp-pada-anak\/","name":"Buku vs HP Pada Anak: Harus Setuju? Ini Faktanya! - Universitas Ciputra","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/psy\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/psy\/buku-dan-hp-pada-anak\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/psy\/buku-dan-hp-pada-anak\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/static.uc.ac.id\/psy\/2025\/03\/500300114_univ_lsr_lg.jpg","datePublished":"2025-04-09T09:47:40+00:00","author":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/psy\/#\/schema\/person\/da25c55e76713c0baac9e81f902848b7"},"description":"Anak pilih HP daripada buku? Dampak HP pada anak, minat baca menurun? Peran orang tua, sekolah, teman. Solusi agar anak suka buku!","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/psy\/buku-dan-hp-pada-anak\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/www.ciputra.ac.id\/psy\/buku-dan-hp-pada-anak\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/psy\/buku-dan-hp-pada-anak\/#primaryimage","url":"https:\/\/static.uc.ac.id\/psy\/2025\/03\/500300114_univ_lsr_lg.jpg","contentUrl":"https:\/\/static.uc.ac.id\/psy\/2025\/03\/500300114_univ_lsr_lg.jpg","width":1200,"height":600,"caption":"HP pada anak"},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/psy\/buku-dan-hp-pada-anak\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/psy\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Buku vs HP Pada Anak: Harus Setuju? Ini Faktanya!"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/psy\/#website","url":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/psy\/","name":"Universitas Ciputra","description":"","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/psy\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/psy\/#\/schema\/person\/da25c55e76713c0baac9e81f902848b7","name":"Mopheta Audiola Dorkas","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/683889fee85fcdcdebba46b93c5400ac4bc089b269a8bf85d47ad299cb29ff26?s=96&d=mm&r=g","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/683889fee85fcdcdebba46b93c5400ac4bc089b269a8bf85d47ad299cb29ff26?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/683889fee85fcdcdebba46b93c5400ac4bc089b269a8bf85d47ad299cb29ff26?s=96&d=mm&r=g","caption":"Mopheta Audiola Dorkas"},"url":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/psy\/author\/mopheta-dorkas\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/psy\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/8220","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/psy\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/psy\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/psy\/wp-json\/wp\/v2\/users\/29"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/psy\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=8220"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/psy\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/8220\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":8223,"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/psy\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/8220\/revisions\/8223"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/psy\/wp-json\/wp\/v2\/media\/8221"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/psy\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=8220"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/psy\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=8220"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/psy\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=8220"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}