{"id":8484,"date":"2026-01-13T07:49:52","date_gmt":"2026-01-13T00:49:52","guid":{"rendered":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/psy\/?p=8484"},"modified":"2026-01-13T07:49:52","modified_gmt":"2026-01-13T00:49:52","slug":"stigma-kesehatan-mental-2","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/psy\/stigma-kesehatan-mental-2\/","title":{"rendered":"Stigma Kesehatan Mental: Akses ke Bantuan Psikologis"},"content":{"rendered":"<h1 style=\"text-align: center;\"><b>Stigma Kesehatan Mental: Akses ke Bantuan Psikologis<\/b><\/h1>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"size-full wp-image-8485 aligncenter\" src=\"https:\/\/static.uc.ac.id\/psy\/2025\/05\/young-depressed-adult-home-scaled.jpg\" alt=\"stigma kesehatan mental\" width=\"2560\" height=\"1703\" srcset=\"https:\/\/static.uc.ac.id\/psy\/2025\/05\/young-depressed-adult-home-scaled.jpg 2560w, https:\/\/static.uc.ac.id\/psy\/2025\/05\/young-depressed-adult-home-300x200.jpg 300w, https:\/\/static.uc.ac.id\/psy\/2025\/05\/young-depressed-adult-home-1024x681.jpg 1024w, https:\/\/static.uc.ac.id\/psy\/2025\/05\/young-depressed-adult-home-250x166.jpg 250w, https:\/\/static.uc.ac.id\/psy\/2025\/05\/young-depressed-adult-home-75x50.jpg 75w, https:\/\/static.uc.ac.id\/psy\/2025\/05\/young-depressed-adult-home-50x33.jpg 50w, https:\/\/static.uc.ac.id\/psy\/2025\/05\/young-depressed-adult-home-400x266.jpg 400w\" sizes=\"auto, (max-width: 2560px) 100vw, 2560px\" \/><\/p>\n<p><i><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cAku takut dianggap gila kalau pergi ke psikolog.\u201d<\/span><\/i><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ujar seorang remaja yang tengah berjuang melawan depresi. Ketakutan ini nyata dan dirasakan banyak orang di Indonesia. Akibat stigma kuat di masyarakat, ribuan orang dengan gangguan mental lebih memilih bungkam daripada meminta pertolongan profesional.<\/span><\/p>\n<h6><b>Stigma? Apa itu?<\/b><\/h6>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Stigma kesehatan mental merupakan pandangan negatif atau pelabelan yang diberikan masyarakat kepada seseorang yang mengalami gangguan mental. Di Indonesia, stigma ini masih sangat kuat dan mempengaruhi kehidupan sehari-hari penderitanya. Dalam masyarakat, stigma itu sendiri merupakan sebuah momok yang menakutkan, bahkan sesuatu yang memalukan. Akibatnya, penderita gangguan mental tidak hanya merasa terasingkan, tetapi juga kesulitan untuk mencari bantuan karena takut di label negatif oleh lingkungan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Selain itu, stigma yang melekat terhadap penderita gangguan mental tidak sekadar isu moral. Dampaknya nyata dan merusak kehidupan mereka secara psikologis dan sosial. Akibat stigma ini, penderita sering kali mengalami penurunan harga diri, rasa malu berlebihan, isolasi sosial, bahkan kesulitan mendapatkan pekerjaan. Lebih jauh lagi, banyak individu enggan mencari bantuan profesional karena takut dicap negatif oleh masyarakat sekitar.<\/span><\/p>\n<h6><b>Kesehatan Mental di Indonesia<\/b><\/h6>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kenyataan ini tentunya berdasar dan didukung dari sumber yang ada. Misalnya saja, menurut data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) tahun 2018, menunjukkan bahwa lebih dari 19 juta penduduk Indonesia mengalami gangguan mental emosional. Ironisnya, hanya sekitar 2,45%-4,67% dari mereka yang memutuskan untuk mencari pertolongan profesional. Angka ini jelas menunjukkan bahwa stigma telah menghambat ribuan bahkan jutaan orang dalam mengakses layanan yang mereka butuhkan. <\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Selain itu, di kalangan remaja Indonesia, tingkat kejadian gejala depresi mencapai angka mengkhawatirkan, yaitu 1 dari 3 remaja berusia 15 hingga 19 tahun memiliki setidaknya satu gejala depresi. Akan tetapi, banyak dari mereka yang tidak mengakses layanan kesehatan mental akibat takut dicap sebagai orang yang bermasalah (Antara, 2021). Hal ini diperburuk dengan keterbatasannya tenaga profesional dalam kesehatan mental. Dikutip dari data kementerian kesehatan pada tahun 2019, menyatakan bahwa Hingga Oktober 2021, jumlah psikiater di Indonesia hanya 1.053 orang, dan psikolog klinis aktif berjumlah 2.917 orang. Ini berarti, satu psikiater harus melayani sekitar 250.000 penduduk, dan satu psikolog klinis melayani sekitar 90.000 penduduk, jauh dari rasio ideal yang disarankan oleh WHO.<\/span><\/p>\n<h6><strong>Masalah Serius dalam Pencarian Bantuan Profesional<\/strong><\/h6>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dengan demikian, Stigma terhadap kesehatan mental merupakan permasalahan yang mendesak untuk diatasi. Berdasarkan data yang telah dipaparkan sebelumnya, terlihat jelas bahwa stigma ini bukan hanya sekadar masalah persepsi yang keliru, tetapi benar-benar memiliki dampak yang signifikan terhadap kehidupan masyarakat. Jika dibiarkan, stigma ini akan terus menghalangi jutaan penderita gangguan mental untuk mendapatkan pertolongan yang tepat, memperbesar risiko munculnya gangguan yang lebih berat, bahkan berpotensi meningkatkan angka kasus bunuh diri dan menurunkan kualitas hidup masyarakat secara umum.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Rendahnya angka pencarian bantuan profesional (kurang dari 5%) dibandingkan jumlah penderita gangguan mental yang begitu besar, serta adanya kasus pemasungan ribuan penderita, menunjukkan bahwa stigma telah menciptakan situasi darurat yang harus segera ditangani. Keterbatasan tenaga profesional, stigma sosial yang kuat, serta kurangnya pemahaman masyarakat menciptakan lingkaran setan yang semakin memperparah kondisi ini. Tanpa perubahan nyata dari berbagai pihak, kondisi ini akan terus berlanjut, menyebabkan penderitaan individu, keluarga, dan kerugian sosial-ekonomi dalam skala yang luas. Oleh karena itu, masyarakat harus segera menyadari bahwa stigma bukan lagi isu sederhana, ini adalah masalah serius yang menuntut solusi nyata dan tindakan cepat dari semua pihak.<\/span><\/p>\n<h6><b>Stigma Negatif terkait Kesehatan Mental<\/b><\/h6>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dari apa yang sudah dibahas sebelumnya, terkait dengan stigma negatif. Hal ini berkaitan dengan bagaimana cara masyarakat melakukan \u201clabeling\u201d. Ketika seseorang diberi label negatif seperti \u2018gila\u2019 atau \u2018tidak normal\u2019,\u00a0 individu tersebut tidak hanya mendapatkan perlakuan berbeda dari lingkungannya, tetapi juga mulai memandang dirinya negatif. Hal ini membuat penderita merasa terisolasi dan cenderung menghindari bantuan profesional karena takut label tersebut semakin melekat.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Stigma buruk mengenai kesehatan mental memanglah suatu permasalahan yang harus segera diselesaikan. Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya jika permasalahan ini tidak segera diselesaikan, maka akan berakibat fatal bagi penderitanya. Melihat dampak yang ditimbulkan dari permasalahan ini, solusi yang tepat perlu diterapkan guna menciptakan perubahan yang positif.\u00a0<\/span><\/p>\n<h6><b>Solusi untuk Mengurangi Stigma<\/b><\/h6>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Salah satu solusi yang dapat diterapkan adalah dengan memberikan edukasi dan kampanye kesadaran melalui seminar maupun media sosial. Kampanye ini bisa dilakukan di sekolah, universitas, dan masyarakat untuk mengurangi stigma terhadap penderita kesehatan mental. Selain itu, kampanye juga bertujuan meyakinkan penderita bahwa pergi ke psikolog bukanlah hal yang perlu ditakuti. Media sosial dapat dimanfaatkan untuk menyebarkan informasi yang benar guna melawan mitos dan kesalahpahaman tentang kesehatan mental.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tidak hanya itu saja, pemberian emotional support juga menjadi salah satu hal yang diperlukan bagi penderitanya. Karena dengan diberikannya hal tersebut, dapat membantu penderitanya untuk mengatasi rasa kesepiannya. Dan juga dapat meningkatkan kepercayaan diri serta motivasi dari penderitanya. Dengan begitu, penderitanya dapat merasa jika ada yang memperhatikannya dan peduli dengannya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dari apa yang sudah dijelaskan sebelumnya, jelas terlihat bahwa stigma yang buruk terhadap kesehatan mental bukanlah sekedar isu yang biasa saja, melainkan masalah serius yang harus segera ditangani. Label negatif yang diberikan oleh masyarakat hanya memperburuk kondisi penderita, membuat penderita merasa semakin terisolasi dan enggan untuk pergi menemui professional.<\/span><\/p>\n<p><em><span style=\"font-weight: 400;\">Ditulis Oleh:<br \/>\n<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Devin Sebastian Tjahjo<br \/>\n<\/span>Yohanes Ega Vishnu Christian<\/em><br \/>\n<em>(Mahasiswa Fakultas Psikologi, Universitas Ciputra Surabaya)<br \/>\n<\/em><\/p>\n<p><em>Dibimbing oleh:<\/em><br \/>\n<em><span style=\"color: #0000ff;\"><a style=\"color: #0000ff;\" href=\"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/psy\/dosen-dan-staf\/\">Dr. Ersa Lanang Sanjaya, S.Psi., M.Si.<\/a><\/span><br \/>\nDosen\u00a0<span style=\"color: #0000ff;\"><a style=\"color: #0000ff;\" href=\"https:\/\/www.instagram.com\/uc_psy\/\">Fakultas Psikologi Universitas Ciputra Surabaya<\/a><\/span><\/em><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Stigma Kesehatan Mental: Akses ke Bantuan Psikologis \u201cAku takut dianggap gila kalau pergi ke psikolog.\u201d Ujar seorang remaja yang tengah berjuang melawan depresi. Ketakutan ini nyata dan dirasakan banyak orang di Indonesia. Akibat stigma kuat di masyarakat, ribuan orang dengan gangguan mental lebih memilih bungkam daripada meminta pertolongan profesional. Stigma? Apa itu? Stigma kesehatan mental&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":29,"featured_media":8485,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1532],"tags":[],"class_list":["post-8484","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-artikel"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v27.8 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>Stigma Kesehatan Mental: Akses ke Bantuan Psikologis - Universitas Ciputra<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Stigma kesehatan mental dan prasangka masyarakat sangat berdampak terhadap akses bantuan psikologis. Inilah penjelasannya!\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/psy\/stigma-kesehatan-mental-2\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Stigma Kesehatan Mental: Akses ke Bantuan Psikologis - Universitas Ciputra\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Stigma kesehatan mental dan prasangka masyarakat sangat berdampak terhadap akses bantuan psikologis. Inilah penjelasannya!\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/psy\/stigma-kesehatan-mental-2\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Universitas Ciputra\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2026-01-13T00:49:52+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/static.uc.ac.id\/psy\/2025\/05\/young-depressed-adult-home-scaled.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"2560\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"1703\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Mopheta Audiola Dorkas\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Mopheta Audiola Dorkas\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"5 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/psy\\\/stigma-kesehatan-mental-2\\\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/psy\\\/stigma-kesehatan-mental-2\\\/\"},\"author\":{\"name\":\"Mopheta Audiola Dorkas\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/psy\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/da25c55e76713c0baac9e81f902848b7\"},\"headline\":\"Stigma Kesehatan Mental: Akses ke Bantuan Psikologis\",\"datePublished\":\"2026-01-13T00:49:52+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/psy\\\/stigma-kesehatan-mental-2\\\/\"},\"wordCount\":839,\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/psy\\\/stigma-kesehatan-mental-2\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/static.uc.ac.id\\\/psy\\\/2025\\\/05\\\/young-depressed-adult-home-scaled.jpg\",\"articleSection\":[\"Artikel\"],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/psy\\\/stigma-kesehatan-mental-2\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/psy\\\/stigma-kesehatan-mental-2\\\/\",\"name\":\"Stigma Kesehatan Mental: Akses ke Bantuan Psikologis - Universitas Ciputra\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/psy\\\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/psy\\\/stigma-kesehatan-mental-2\\\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/psy\\\/stigma-kesehatan-mental-2\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/static.uc.ac.id\\\/psy\\\/2025\\\/05\\\/young-depressed-adult-home-scaled.jpg\",\"datePublished\":\"2026-01-13T00:49:52+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/psy\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/da25c55e76713c0baac9e81f902848b7\"},\"description\":\"Stigma kesehatan mental dan prasangka masyarakat sangat berdampak terhadap akses bantuan psikologis. Inilah penjelasannya!\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/psy\\\/stigma-kesehatan-mental-2\\\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/psy\\\/stigma-kesehatan-mental-2\\\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/psy\\\/stigma-kesehatan-mental-2\\\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/static.uc.ac.id\\\/psy\\\/2025\\\/05\\\/young-depressed-adult-home-scaled.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/static.uc.ac.id\\\/psy\\\/2025\\\/05\\\/young-depressed-adult-home-scaled.jpg\",\"width\":2560,\"height\":1703,\"caption\":\"stigma kesehatan mental\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/psy\\\/stigma-kesehatan-mental-2\\\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/psy\\\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Stigma Kesehatan Mental: Akses ke Bantuan Psikologis\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/psy\\\/#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/psy\\\/\",\"name\":\"Universitas Ciputra\",\"description\":\"\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/psy\\\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/psy\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/da25c55e76713c0baac9e81f902848b7\",\"name\":\"Mopheta Audiola Dorkas\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/683889fee85fcdcdebba46b93c5400ac4bc089b269a8bf85d47ad299cb29ff26?s=96&d=mm&r=g\",\"url\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/683889fee85fcdcdebba46b93c5400ac4bc089b269a8bf85d47ad299cb29ff26?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/683889fee85fcdcdebba46b93c5400ac4bc089b269a8bf85d47ad299cb29ff26?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Mopheta Audiola Dorkas\"},\"url\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/psy\\\/author\\\/mopheta-dorkas\\\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Stigma Kesehatan Mental: Akses ke Bantuan Psikologis - Universitas Ciputra","description":"Stigma kesehatan mental dan prasangka masyarakat sangat berdampak terhadap akses bantuan psikologis. Inilah penjelasannya!","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/psy\/stigma-kesehatan-mental-2\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Stigma Kesehatan Mental: Akses ke Bantuan Psikologis - Universitas Ciputra","og_description":"Stigma kesehatan mental dan prasangka masyarakat sangat berdampak terhadap akses bantuan psikologis. Inilah penjelasannya!","og_url":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/psy\/stigma-kesehatan-mental-2\/","og_site_name":"Universitas Ciputra","article_published_time":"2026-01-13T00:49:52+00:00","og_image":[{"width":2560,"height":1703,"url":"https:\/\/static.uc.ac.id\/psy\/2025\/05\/young-depressed-adult-home-scaled.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"Mopheta Audiola Dorkas","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"Mopheta Audiola Dorkas","Est. reading time":"5 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/psy\/stigma-kesehatan-mental-2\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/psy\/stigma-kesehatan-mental-2\/"},"author":{"name":"Mopheta Audiola Dorkas","@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/psy\/#\/schema\/person\/da25c55e76713c0baac9e81f902848b7"},"headline":"Stigma Kesehatan Mental: Akses ke Bantuan Psikologis","datePublished":"2026-01-13T00:49:52+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/psy\/stigma-kesehatan-mental-2\/"},"wordCount":839,"image":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/psy\/stigma-kesehatan-mental-2\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/static.uc.ac.id\/psy\/2025\/05\/young-depressed-adult-home-scaled.jpg","articleSection":["Artikel"],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/psy\/stigma-kesehatan-mental-2\/","url":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/psy\/stigma-kesehatan-mental-2\/","name":"Stigma Kesehatan Mental: Akses ke Bantuan Psikologis - Universitas Ciputra","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/psy\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/psy\/stigma-kesehatan-mental-2\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/psy\/stigma-kesehatan-mental-2\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/static.uc.ac.id\/psy\/2025\/05\/young-depressed-adult-home-scaled.jpg","datePublished":"2026-01-13T00:49:52+00:00","author":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/psy\/#\/schema\/person\/da25c55e76713c0baac9e81f902848b7"},"description":"Stigma kesehatan mental dan prasangka masyarakat sangat berdampak terhadap akses bantuan psikologis. Inilah penjelasannya!","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/psy\/stigma-kesehatan-mental-2\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/www.ciputra.ac.id\/psy\/stigma-kesehatan-mental-2\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/psy\/stigma-kesehatan-mental-2\/#primaryimage","url":"https:\/\/static.uc.ac.id\/psy\/2025\/05\/young-depressed-adult-home-scaled.jpg","contentUrl":"https:\/\/static.uc.ac.id\/psy\/2025\/05\/young-depressed-adult-home-scaled.jpg","width":2560,"height":1703,"caption":"stigma kesehatan mental"},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/psy\/stigma-kesehatan-mental-2\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/psy\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Stigma Kesehatan Mental: Akses ke Bantuan Psikologis"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/psy\/#website","url":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/psy\/","name":"Universitas Ciputra","description":"","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/psy\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/psy\/#\/schema\/person\/da25c55e76713c0baac9e81f902848b7","name":"Mopheta Audiola Dorkas","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/683889fee85fcdcdebba46b93c5400ac4bc089b269a8bf85d47ad299cb29ff26?s=96&d=mm&r=g","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/683889fee85fcdcdebba46b93c5400ac4bc089b269a8bf85d47ad299cb29ff26?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/683889fee85fcdcdebba46b93c5400ac4bc089b269a8bf85d47ad299cb29ff26?s=96&d=mm&r=g","caption":"Mopheta Audiola Dorkas"},"url":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/psy\/author\/mopheta-dorkas\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/psy\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/8484","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/psy\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/psy\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/psy\/wp-json\/wp\/v2\/users\/29"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/psy\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=8484"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/psy\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/8484\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":9024,"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/psy\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/8484\/revisions\/9024"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/psy\/wp-json\/wp\/v2\/media\/8485"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/psy\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=8484"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/psy\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=8484"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/psy\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=8484"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}