{"id":1466,"date":"2022-03-15T09:40:43","date_gmt":"2022-03-15T02:40:43","guid":{"rendered":"https:\/\/uc.ac.id\/bma\/?p=1466"},"modified":"2022-03-15T09:43:01","modified_gmt":"2022-03-15T02:43:01","slug":"is-self-diagnosing-bad","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/sa\/2022\/03\/15\/is-self-diagnosing-bad\/","title":{"rendered":"IS SELF DIAGNOSING BAD?"},"content":{"rendered":"\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Belakangan ini, orang-orang mulai peduli pada persoalan kesehatan mental dan menjadi<br>lebih peduli kepada para penderita gangguan mental. Tapi, ada reaksi lain yang timbul, banyak<br>anak-anak muda yang memandang gangguan mental sebagai sesuatu yang keren bahkan <em>mental<br>illness<\/em> sempat menjadi tren baru di Indonesia. Anak-anak muda mulai mengklaim dirinya<br>mengidap gangguan mental tanpa adanya pernyataan dan bantuan profesional seperti psikolog<br>atau psikiater. Karena inilah istilah \u2018<em>self diagnosing<\/em>\u2019 muncul.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><br><em>Self Diagnosing<\/em> adalah sebuah kegiatan mendiagnosis diri sendiri yang membuat<br>seseorang merasa memiliki sebuah penyakit hanya berdasarkan perkiraan dan info-info dari<br>media sosial. Dalam hal ini penyakit mental. Padahal, <strong>seseorang baru bisa dinyatakan<br>memiliki gangguan psikologis setelah mendapatkan penanganan khusus dan pernyataan<br>langsung dari psikolog atau psikiater<\/strong>. Ini merupakan perilaku berbahaya karena selain bisa<br>berdampak kepanikan, <em>self-diagnose<\/em> juga dapat menyebabkan seseorang mengonsumsi obat yang<br>salah dan seseorang bisa saja menyebarkan info yang salah kepada orang lain sehingga<br>menyebabkan kekacauan lainnya.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><br>Salah satu penyebab hal ini bisa terjadi adalah karena adanya media sosial. Informasi<br>mengenai kesehatan mental dapat diakses dan didistribusikan secara mudah di internet, terutama<br>melalui sosial media. Hal tersebut dapat menciptakan fenomena yang melebih-lebihkan<br>gangguan mental sebagai sesuatu yang seolah lebih baik dari kenyataannya, atau disebut<br>glorifikasi gangguan mental. Glorifikasi gangguan mental dapat dihindari jika pengguna internet<br>tidak hanya mendapat edukasi mengenai gangguan mental, namun juga tentang pentingnya<br>memeriksakan diri jika memang merasa mengalami hal yang sama agar mendapatkan<br>penanganan yang tepat. Kurangnya edukasi ini menyebabkan banyak sekali anak muda yang<br>melakukan diagnosa \u201casal-asalan\u201d pada dirinya sendiri, hanya berdasarkan info sekilas yang<br>didapat dari media sosial.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><br>Jadi, <strong>bagaimana caranya untuk tetap <em>aware<\/em> dengan kesehatan mental dengan tidak<br>melakukan <em>self diagnosing<\/em>?<\/strong> Tentunya, hal yang harus dilakukan adalah melakukan konsultasi<br>ke profesional seperti psikolog atau psikiater jika kita merasa kesehatan mental mulai terganggu.<br>Tenaga profesional tentunya akan lebih memahami situasi dan kondisi yang dialami dan jika<br>diperlukan bantuan obat-obatan, obat yang dikonsumsi pastinya tidak akan membuat kesehatan<br>semakin memburuk.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><br>Buat UC People yang ingin melakukan konseling, boleh banget lohh mendaftarkan diri<br>untuk konseling dengan konselor BMA melalui email bma@ciputra.ac.id. Remember that self<br>diagnosing can be dangerous, so seek professional help to help you!<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Penulis : Vania Loviena Timothy<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Referensi :<br>Bastaman, H. Djumhana. 2001. <em>Integrasi Psikologi dengan Islam<\/em>. Yogjakarta: Pustaka Belajar.<br>Daradjat, Z. 2001. <em>Kesehatan Mental<\/em>. Jakarta: PT Gunung Agung.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Belakangan ini, orang-orang mulai peduli pada persoalan kesehatan mental dan menjadilebih peduli kepada para penderita gangguan mental. Tapi, ada reaksi lain yang timbul, banyakanak-anak muda yang memandang gangguan mental sebagai sesuatu yang keren bahkan mentalillness sempat menjadi tren baru di Indonesia. Anak-anak muda mulai mengklaim dirinyamengidap gangguan mental tanpa adanya pernyataan dan bantuan profesional seperti [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":14,"featured_media":1469,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[],"class_list":["post-1466","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-uncategorized"],"blocksy_meta":{"styles_descriptor":{"styles":{"desktop":"","tablet":"","mobile":""},"google_fonts":[],"version":7}},"aioseo_notices":[],"aioseo_head":"\n\t\t<!-- All in One SEO 5.0.1.1 - aioseo.com -->\n\t<meta name=\"description\" content=\"Belakangan ini, orang-orang mulai peduli pada persoalan kesehatan mental dan menjadilebih peduli kepada para penderita gangguan mental. Tapi, ada reaksi lain yang timbul, banyakanak-anak muda yang memandang gangguan mental sebagai sesuatu yang keren bahkan mentalillness sempat menjadi tren baru di Indonesia. Anak-anak muda mulai mengklaim dirinyamengidap gangguan mental tanpa adanya pernyataan dan bantuan profesional seperti\" \/>\n\t<meta name=\"robots\" content=\"max-image-preview:large\" \/>\n\t<meta name=\"author\" content=\"timothy malawau\"\/>\n\t<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/sa\/2022\/03\/15\/is-self-diagnosing-bad\/\" \/>\n\t<meta name=\"generator\" content=\"All in One SEO (AIOSEO) 5.0.1.1\" \/>\n\n\t\t<!-- Google tag (gtag.js) -->\n<script async src=\"https:\/\/www.googletagmanager.com\/gtag\/js?id=G-T4MYYW2MQ9\"><\/script>\n<script>\n  window.dataLayer = window.dataLayer || [];\n  function gtag(){dataLayer.push(arguments);}\n  gtag('js', new Date());\n\n  gtag('config', 'G-T4MYYW2MQ9');\n<\/script>\n\t\t<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n\t\t<meta property=\"og:site_name\" content=\"Student Affairs Universitas Ciputra -\" \/>\n\t\t<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n\t\t<meta property=\"og:title\" content=\"IS SELF DIAGNOSING BAD? - Student Affairs Universitas Ciputra\" \/>\n\t\t<meta property=\"og:description\" content=\"Belakangan ini, orang-orang mulai peduli pada persoalan kesehatan mental dan menjadilebih peduli kepada para penderita gangguan mental. Tapi, ada reaksi lain yang timbul, banyakanak-anak muda yang memandang gangguan mental sebagai sesuatu yang keren bahkan mentalillness sempat menjadi tren baru di Indonesia. Anak-anak muda mulai mengklaim dirinyamengidap gangguan mental tanpa adanya pernyataan dan bantuan profesional seperti\" \/>\n\t\t<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/sa\/2022\/03\/15\/is-self-diagnosing-bad\/\" \/>\n\t\t<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/sa\/wp-content\/uploads\/2021\/05\/image-website-logo.png\" \/>\n\t\t<meta property=\"og:image:secure_url\" content=\"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/sa\/wp-content\/uploads\/2021\/05\/image-website-logo.png\" \/>\n\t\t<meta property=\"article:published_time\" content=\"2022-03-15T02:40:43+00:00\" \/>\n\t\t<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2022-03-15T02:43:01+00:00\" \/>\n\t\t<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n\t\t<meta name=\"twitter:title\" content=\"IS SELF DIAGNOSING BAD? - Student Affairs Universitas Ciputra\" \/>\n\t\t<meta name=\"twitter:description\" content=\"Belakangan ini, orang-orang mulai peduli pada persoalan kesehatan mental dan menjadilebih peduli kepada para penderita gangguan mental. Tapi, ada reaksi lain yang timbul, banyakanak-anak muda yang memandang gangguan mental sebagai sesuatu yang keren bahkan mentalillness sempat menjadi tren baru di Indonesia. Anak-anak muda mulai mengklaim dirinyamengidap gangguan mental tanpa adanya pernyataan dan bantuan profesional seperti\" \/>\n\t\t<meta name=\"twitter:image\" content=\"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/sa\/wp-content\/uploads\/2021\/05\/image-website-logo.png\" \/>\n\t\t<script type=\"application\/ld+json\" class=\"aioseo-schema\">\n\t\t\t{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"BlogPosting\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/sa\\\/2022\\\/03\\\/15\\\/is-self-diagnosing-bad\\\/#blogposting\",\"name\":\"IS SELF DIAGNOSING BAD? - Student Affairs Universitas Ciputra\",\"headline\":\"IS SELF DIAGNOSING BAD?\",\"author\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/sa\\\/author\\\/timothy-malawau\\\/#author\"},\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/sa\\\/#organization\"},\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/sa\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2022\\\/03\\\/Untitled-design.png\",\"width\":1280,\"height\":720},\"datePublished\":\"2022-03-15T09:40:43+07:00\",\"dateModified\":\"2022-03-15T09:43:01+07:00\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/sa\\\/2022\\\/03\\\/15\\\/is-self-diagnosing-bad\\\/#webpage\"},\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/sa\\\/2022\\\/03\\\/15\\\/is-self-diagnosing-bad\\\/#webpage\"},\"articleSection\":\"Uncategorized\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/sa\\\/2022\\\/03\\\/15\\\/is-self-diagnosing-bad\\\/#breadcrumblist\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/sa#listItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/sa\",\"nextItem\":{\"@type\":\"ListItem\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/sa\\\/category\\\/uncategorized\\\/#listItem\",\"name\":\"Uncategorized\"}},{\"@type\":\"ListItem\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/sa\\\/category\\\/uncategorized\\\/#listItem\",\"position\":2,\"name\":\"Uncategorized\",\"item\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/sa\\\/category\\\/uncategorized\\\/\",\"nextItem\":{\"@type\":\"ListItem\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/sa\\\/2022\\\/03\\\/15\\\/is-self-diagnosing-bad\\\/#listItem\",\"name\":\"IS SELF DIAGNOSING BAD?\"},\"previousItem\":{\"@type\":\"ListItem\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/sa#listItem\",\"name\":\"Home\"}},{\"@type\":\"ListItem\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/sa\\\/2022\\\/03\\\/15\\\/is-self-diagnosing-bad\\\/#listItem\",\"position\":3,\"name\":\"IS SELF DIAGNOSING BAD?\",\"previousItem\":{\"@type\":\"ListItem\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/sa\\\/category\\\/uncategorized\\\/#listItem\",\"name\":\"Uncategorized\"}}]},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/sa\\\/#organization\",\"name\":\"Biro Mahasiswa dan Alumni Universitas Ciputra\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/sa\\\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/sa\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2021\\\/05\\\/image-website-logo.png\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/sa\\\/2022\\\/03\\\/15\\\/is-self-diagnosing-bad\\\/#organizationLogo\",\"width\":1299,\"height\":222},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/sa\\\/2022\\\/03\\\/15\\\/is-self-diagnosing-bad\\\/#organizationLogo\"}},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/sa\\\/author\\\/timothy-malawau\\\/#author\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/sa\\\/author\\\/timothy-malawau\\\/\",\"name\":\"timothy malawau\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/sa\\\/2022\\\/03\\\/15\\\/is-self-diagnosing-bad\\\/#authorImage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/sa\\\/wp-content\\\/litespeed\\\/avatar\\\/1cabee60f5761345427d92ebb3c1defd.jpg?ver=1792035602\",\"width\":96,\"height\":96,\"caption\":\"timothy malawau\"}},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/sa\\\/2022\\\/03\\\/15\\\/is-self-diagnosing-bad\\\/#webpage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/sa\\\/2022\\\/03\\\/15\\\/is-self-diagnosing-bad\\\/\",\"name\":\"IS SELF DIAGNOSING BAD? - Student Affairs Universitas Ciputra\",\"description\":\"Belakangan ini, orang-orang mulai peduli pada persoalan kesehatan mental dan menjadilebih peduli kepada para penderita gangguan mental. Tapi, ada reaksi lain yang timbul, banyakanak-anak muda yang memandang gangguan mental sebagai sesuatu yang keren bahkan mentalillness sempat menjadi tren baru di Indonesia. Anak-anak muda mulai mengklaim dirinyamengidap gangguan mental tanpa adanya pernyataan dan bantuan profesional seperti\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/sa\\\/#website\"},\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/sa\\\/2022\\\/03\\\/15\\\/is-self-diagnosing-bad\\\/#breadcrumblist\"},\"author\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/sa\\\/author\\\/timothy-malawau\\\/#author\"},\"creator\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/sa\\\/author\\\/timothy-malawau\\\/#author\"},\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/sa\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2022\\\/03\\\/Untitled-design.png\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/sa\\\/2022\\\/03\\\/15\\\/is-self-diagnosing-bad\\\/#mainImage\",\"width\":1280,\"height\":720},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/sa\\\/2022\\\/03\\\/15\\\/is-self-diagnosing-bad\\\/#mainImage\"},\"datePublished\":\"2022-03-15T09:40:43+07:00\",\"dateModified\":\"2022-03-15T09:43:01+07:00\"},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/sa\\\/#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/sa\\\/\",\"name\":\"Biro Mahasiswa dan Alumni Universitas Ciputra\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/sa\\\/#organization\"}}]}\n\t\t<\/script>\n\t\t<!-- All in One SEO -->\n\n","aioseo_head_json":{"title":"IS SELF DIAGNOSING BAD? - Student Affairs Universitas Ciputra","description":"Belakangan ini, orang-orang mulai peduli pada persoalan kesehatan mental dan menjadilebih peduli kepada para penderita gangguan mental. Tapi, ada reaksi lain yang timbul, banyakanak-anak muda yang memandang gangguan mental sebagai sesuatu yang keren bahkan mentalillness sempat menjadi tren baru di Indonesia. Anak-anak muda mulai mengklaim dirinyamengidap gangguan mental tanpa adanya pernyataan dan bantuan profesional seperti","canonical_url":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/sa\/2022\/03\/15\/is-self-diagnosing-bad\/","robots":"max-image-preview:large","keywords":"","webmasterTools":{"miscellaneous":"&lt;!-- Google tag (gtag.js) --&gt;\n&lt;script async src=\"https:\/\/www.googletagmanager.com\/gtag\/js?id=G-T4MYYW2MQ9\"&gt;&lt;\/script&gt;\n&lt;script&gt;\n  window.dataLayer = window.dataLayer || [];\n  function gtag(){dataLayer.push(arguments);}\n  gtag('js', new Date());\n\n  gtag('config', 'G-T4MYYW2MQ9');\n&lt;\/script&gt;"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"BlogPosting","@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/sa\/2022\/03\/15\/is-self-diagnosing-bad\/#blogposting","name":"IS SELF DIAGNOSING BAD? - Student Affairs Universitas Ciputra","headline":"IS SELF DIAGNOSING BAD?","author":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/sa\/author\/timothy-malawau\/#author"},"publisher":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/sa\/#organization"},"image":{"@type":"ImageObject","url":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/sa\/wp-content\/uploads\/2022\/03\/Untitled-design.png","width":1280,"height":720},"datePublished":"2022-03-15T09:40:43+07:00","dateModified":"2022-03-15T09:43:01+07:00","inLanguage":"en-US","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/sa\/2022\/03\/15\/is-self-diagnosing-bad\/#webpage"},"isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/sa\/2022\/03\/15\/is-self-diagnosing-bad\/#webpage"},"articleSection":"Uncategorized"},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/sa\/2022\/03\/15\/is-self-diagnosing-bad\/#breadcrumblist","itemListElement":[{"@type":"ListItem","@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/sa#listItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/sa","nextItem":{"@type":"ListItem","@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/sa\/category\/uncategorized\/#listItem","name":"Uncategorized"}},{"@type":"ListItem","@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/sa\/category\/uncategorized\/#listItem","position":2,"name":"Uncategorized","item":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/sa\/category\/uncategorized\/","nextItem":{"@type":"ListItem","@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/sa\/2022\/03\/15\/is-self-diagnosing-bad\/#listItem","name":"IS SELF DIAGNOSING BAD?"},"previousItem":{"@type":"ListItem","@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/sa#listItem","name":"Home"}},{"@type":"ListItem","@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/sa\/2022\/03\/15\/is-self-diagnosing-bad\/#listItem","position":3,"name":"IS SELF DIAGNOSING BAD?","previousItem":{"@type":"ListItem","@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/sa\/category\/uncategorized\/#listItem","name":"Uncategorized"}}]},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/sa\/#organization","name":"Biro Mahasiswa dan Alumni Universitas Ciputra","url":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/sa\/","logo":{"@type":"ImageObject","url":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/sa\/wp-content\/uploads\/2021\/05\/image-website-logo.png","@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/sa\/2022\/03\/15\/is-self-diagnosing-bad\/#organizationLogo","width":1299,"height":222},"image":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/sa\/2022\/03\/15\/is-self-diagnosing-bad\/#organizationLogo"}},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/sa\/author\/timothy-malawau\/#author","url":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/sa\/author\/timothy-malawau\/","name":"timothy malawau","image":{"@type":"ImageObject","@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/sa\/2022\/03\/15\/is-self-diagnosing-bad\/#authorImage","url":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/sa\/wp-content\/litespeed\/avatar\/1cabee60f5761345427d92ebb3c1defd.jpg?ver=1792035602","width":96,"height":96,"caption":"timothy malawau"}},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/sa\/2022\/03\/15\/is-self-diagnosing-bad\/#webpage","url":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/sa\/2022\/03\/15\/is-self-diagnosing-bad\/","name":"IS SELF DIAGNOSING BAD? - Student Affairs Universitas Ciputra","description":"Belakangan ini, orang-orang mulai peduli pada persoalan kesehatan mental dan menjadilebih peduli kepada para penderita gangguan mental. Tapi, ada reaksi lain yang timbul, banyakanak-anak muda yang memandang gangguan mental sebagai sesuatu yang keren bahkan mentalillness sempat menjadi tren baru di Indonesia. Anak-anak muda mulai mengklaim dirinyamengidap gangguan mental tanpa adanya pernyataan dan bantuan profesional seperti","inLanguage":"en-US","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/sa\/#website"},"breadcrumb":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/sa\/2022\/03\/15\/is-self-diagnosing-bad\/#breadcrumblist"},"author":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/sa\/author\/timothy-malawau\/#author"},"creator":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/sa\/author\/timothy-malawau\/#author"},"image":{"@type":"ImageObject","url":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/sa\/wp-content\/uploads\/2022\/03\/Untitled-design.png","@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/sa\/2022\/03\/15\/is-self-diagnosing-bad\/#mainImage","width":1280,"height":720},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/sa\/2022\/03\/15\/is-self-diagnosing-bad\/#mainImage"},"datePublished":"2022-03-15T09:40:43+07:00","dateModified":"2022-03-15T09:43:01+07:00"},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/sa\/#website","url":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/sa\/","name":"Biro Mahasiswa dan Alumni Universitas Ciputra","inLanguage":"en-US","publisher":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/sa\/#organization"}}]},"og:locale":"en_US","og:site_name":"Student Affairs Universitas Ciputra -","og:type":"article","og:title":"IS SELF DIAGNOSING BAD? - Student Affairs Universitas Ciputra","og:description":"Belakangan ini, orang-orang mulai peduli pada persoalan kesehatan mental dan menjadilebih peduli kepada para penderita gangguan mental. Tapi, ada reaksi lain yang timbul, banyakanak-anak muda yang memandang gangguan mental sebagai sesuatu yang keren bahkan mentalillness sempat menjadi tren baru di Indonesia. Anak-anak muda mulai mengklaim dirinyamengidap gangguan mental tanpa adanya pernyataan dan bantuan profesional seperti","og:url":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/sa\/2022\/03\/15\/is-self-diagnosing-bad\/","og:image":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/sa\/wp-content\/uploads\/2021\/05\/image-website-logo.png","og:image:secure_url":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/sa\/wp-content\/uploads\/2021\/05\/image-website-logo.png","article:published_time":"2022-03-15T02:40:43+00:00","article:modified_time":"2022-03-15T02:43:01+00:00","twitter:card":"summary_large_image","twitter:title":"IS SELF DIAGNOSING BAD? - Student Affairs Universitas Ciputra","twitter:description":"Belakangan ini, orang-orang mulai peduli pada persoalan kesehatan mental dan menjadilebih peduli kepada para penderita gangguan mental. Tapi, ada reaksi lain yang timbul, banyakanak-anak muda yang memandang gangguan mental sebagai sesuatu yang keren bahkan mentalillness sempat menjadi tren baru di Indonesia. Anak-anak muda mulai mengklaim dirinyamengidap gangguan mental tanpa adanya pernyataan dan bantuan profesional seperti","twitter:image":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/sa\/wp-content\/uploads\/2021\/05\/image-website-logo.png"},"aioseo_meta_data":{"post_id":"1466","title":null,"description":null,"keywords":null,"keyphrases":null,"primary_term":null,"canonical_url":null,"og_title":null,"og_description":null,"og_object_type":"default","og_image_type":"default","og_image_url":null,"og_image_width":null,"og_image_height":null,"og_image_custom_url":null,"og_image_custom_fields":null,"og_video":null,"og_custom_url":null,"og_article_section":null,"og_article_tags":null,"twitter_use_og":false,"twitter_card":"default","twitter_image_type":"default","twitter_image_url":null,"twitter_image_custom_url":null,"twitter_image_custom_fields":null,"twitter_title":null,"twitter_description":null,"schema":{"blockGraphs":[],"customGraphs":[],"default":{"data":{"Article":[],"Course":[],"Dataset":[],"FAQPage":[],"Movie":[],"Person":[],"Product":[],"ProductReview":[],"Car":[],"Recipe":[],"Service":[],"SoftwareApplication":[],"WebPage":[]},"graphName":"","isEnabled":true},"graphs":[]},"schema_type":"default","schema_type_options":null,"pillar_content":false,"robots_default":true,"robots_noindex":false,"robots_noarchive":false,"robots_nosnippet":false,"robots_nofollow":false,"robots_noimageindex":false,"robots_noodp":false,"robots_notranslate":false,"robots_max_snippet":null,"robots_max_videopreview":null,"robots_max_imagepreview":"large","priority":null,"frequency":null,"local_seo":null,"breadcrumb_settings":null,"limit_modified_date":false,"ai":null,"created":"2023-04-12 06:54:43","updated":"2025-10-07 09:23:54","seo_analyzer_scan_date":null,"focus_keyword":null,"additional_keywords":null,"truseo_locale":null},"aioseo_breadcrumb":"<div class=\"aioseo-breadcrumbs\"><span class=\"aioseo-breadcrumb\">\n\t\t\t<a href=\"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/sa\" title=\"Home\">Home<\/a>\n\t\t<\/span><span class=\"aioseo-breadcrumb-separator\">&raquo;<\/span><span class=\"aioseo-breadcrumb\">\n\t\t\t<a href=\"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/sa\/category\/uncategorized\/\" title=\"Uncategorized\">Uncategorized<\/a>\n\t\t<\/span><span class=\"aioseo-breadcrumb-separator\">&raquo;<\/span><span class=\"aioseo-breadcrumb\">\n\t\t\tIS SELF DIAGNOSING BAD?\n\t\t<\/span><\/div>","aioseo_breadcrumb_json":[{"label":"Home","link":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/sa"},{"label":"Uncategorized","link":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/sa\/category\/uncategorized\/"},{"label":"IS SELF DIAGNOSING BAD?","link":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/sa\/2022\/03\/15\/is-self-diagnosing-bad\/"}],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/sa\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1466","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/sa\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/sa\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/sa\/wp-json\/wp\/v2\/users\/14"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/sa\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=1466"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/sa\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1466\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":1468,"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/sa\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1466\/revisions\/1468"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/sa\/wp-json\/wp\/v2\/media\/1469"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/sa\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=1466"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/sa\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=1466"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/sa\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=1466"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}