{"id":1470,"date":"2022-03-15T10:09:11","date_gmt":"2022-03-15T03:09:11","guid":{"rendered":"https:\/\/uc.ac.id\/bma\/?p=1470"},"modified":"2022-03-15T10:09:12","modified_gmt":"2022-03-15T03:09:12","slug":"kegiatan-e-fortion-untuk-melatih-jiwa-kompetitif-mahasiswa","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/sa\/2022\/03\/15\/kegiatan-e-fortion-untuk-melatih-jiwa-kompetitif-mahasiswa\/","title":{"rendered":"Kegiatan E-fortion untuk melatih jiwa kompetitif mahasiswa"},"content":{"rendered":"\n<p>E-Fortion 3.0 merupakan <em>annual event<\/em> terbesar dari Student Union IBM Universitas Ciputra 2021\/2022, dimana E-Fortion sendiri berarti Entrepreneurship for our Nation, yakni sebuah kegiatan yang terdiri dari berbagai sub-event yang menarik. a. E-Fortion 3.0 memiliki tema <strong>Stability in Diversity<\/strong> yang mengangkat 3 poin utama, yaitu (<em>Nusantara, Culture,<\/em> dan <em>Technology for Humanity<\/em>). Tema ini sendiri berbicara mengenai keberagaman Indonesia yang menghasilkan berbagai manusia yang beragam pula, terutama dengan adanya dampak dari modernisasi yang menyebabkan semakin beragamnya manusia. Semuanya pun menjadi terpusat pada media maya ketika pandemi terjadi. Di masa-masa seperti ini, para generasi muda ditantang untuk memanfaatkan teknologi untuk meningkatkan rasa kemanusiaan dan menciptakan sebuah stabilitas ditengah keberagaman yang ada. Dengan adanya tema ini, kami berharap bahwa kemajuan teknologi yang semakin pesat dapat digunakan dengan <em>wise<\/em> untuk meningkatkan <em>humanity<\/em> sesuai dengan budaya-budaya Indonesia, sehingga dapat menciptakan suatu kestabilan kehidupan bermasyarakat.<\/p>\n\n\n\n<p>Tujuan dari E-Fortion tahun ini adalah untuk menjadi wadah bagi para pelajar dan <em>entrepreneurs<\/em> untuk menuangkan semua bakat dan kemampuan serta keahlian yang dimiliki untuk bersaing menjadi yang terbaik sambil mengenal jurusan International Business Management di Universitas Ciputra secara lebih mendalam. Disisi lain, E-Fortion menjadi sarana bagi Departemen di SU IBM untuk berkolaborasi, sesuai dengan visi dan misi SU IBM 2021\/2022 yaitu Sinergi Berkolaborasi.<\/p>\n\n\n\n<p>Pada tahun ini, E-Fortion 3.0 terdiri dari 4 sub event utama. Sub event yang pertama adalah ETERNITY (virtual business rally games) yang diadakan untuk siswa\/i SMA di seluruh Indonesia. Selanjutnya ENSPIRIT (international business model canvas competition) yang diadakan untuk mahasiswa\/i di seluruh dunia. Lalu Eh! Market yang merupakan bazaar dengan berbagai acara menarik yang ditujukan untuk membuka peluang baru bagi <em>SMEs<\/em> untuk mengembangkan bisnisnya. Terakhir, ENTRITONS (lomba debat bertemakan <em>entrepreneurship and management<\/em>) yang diadakan untuk mahasiswa\/i di seluruh Indonesia, dimana ENTRITONS ini merupakan sub event baru di E-Fortion tahun ini.<\/p>\n\n\n\n<p>ENSPIRIT akan diadakan pada tanggal 27 Februari \u2013 6 Maret 2022, ETERNITY akan diadakan pada tanggal 5 \u2013 6 Maret 2022, ENTRITONS akan diadakan pada tanggal 11 \u2013 13 Maret 2022, dan Eh! Market akan diadakan pada tanggal 22 \u2013 24 April 2022.<\/p>\n\n\n\n<p>Tak bisa dipungkiri bahwa pandemi telah menghambat berbagai aktivitas dalam persiapan hingga pelaksanaan E-Fortion 3.0. Salah satu tantangan utama yang harus dihadapi adalah bagaimana dapat mempersiapkan event secara online namun tetap maksimal, serta bagaimana dapat menghindari miss-komunikasi meskipun tidak bertemu secara langsung. Namun, sebenarnya pandemi yang ada dijadikan peluang bagi E-Fortion untuk memperluas jangkauan kegiatannya. Karena bersifat online, maka peserta, juri, dan berbagai pihak lainnya menjadi tidak terbatas oleh ruang dan waktu, sehingga memampukan events yang dilaksanakan untuk go national bahkan go international. Karena dilaksanakan secara online, kini ETERNITY dan ENTRITONS telah memiliki peserta dari seluruh Indonesia, bahkan ENSPIRIT telah memiliki peserta dan juri dari Cina dan Amerika Serikat. Dengan demikian, semua keterbatasan yang ada dapat diubah menjadi <em>unlimited chances<\/em> yang semakin membawa E-Fortion 3.0 dikenal lebih banyak khalayak.<\/p>\n\n\n\n<p>Tentunya sebagai event yang sudah besar dan dilaksanakan turun-temurun, E-Fortion telah ter-<em>developed<\/em> dalam berbagai standar dan tantangan yang pasti ada setiap tahunnya. Tentunya dalam melaksanakan sebuah <em>annual event<\/em>, kita pasti ingin menjadi lebih baik dari tahun kemarin. Hal inilah yang menjadi tantangan terbesar E- Fortion, tentang bagaimana dapat menetapkan standar baru yang lebih baik dari tahun-tahun sebelumnya, meskipun di masa pandemi.<\/p>\n\n\n\n<p>E-Fortion tahun ini tentu memiliki perbedaan dari tahun-tahun sebelumnya. Salah satu perbedaan yang dapat dikatakan sebagai <em>milestone<\/em> adalah penambahan sub event baru ENTRITONS yang semakin memperluas jangkauan E-Fortion tidak hanya di mata Universitas Ciputra, namun juga di mata masyarakat Indonesia secara luas. Selain itu, E-Fortion 3.0 tahun ini juga hadir dengan tema yang lebih berfokus pada Indonesia dan bagaimana kita dapat memanfaatkan perkembangan teknologi yang ada untuk melestarikan budaya kita. Itulah sebabnya design visual dari E-Fortion 3.0 dibuat dengan mengkombinasikan berbagai unsur-unsur yang kental dengan Indonesia dengan modernisasi design digital.<\/p>\n\n\n\n<p>Sebagai event yang membawahi 4 sub-events berskala nasional dan internasional, tentunya diperlukan usaha dan kerja keras, koordinasi dan komunikasi yang baik dari semua panitia agar event dapat berjalan dengan lancar. Tak heran panitia E Fortion pasti terdiri dari banyak divisi, karena memang membutuhkan banyak <em>power<\/em> untuk melaksanakan <em>event<\/em> ini. Hal utama yang selalu ditanamkan pada setiap panitia E-Fortion adalah selalu mengawali dan mengakhiri setiap pekerjaan dan rapat dengan doa, karena pertolongan dan penyertaan Tuhan-lah yang membuat acara ini dapat berjalan. Selain itu, setiap divisi akan membuat <em>timeline<\/em> yang jelas dan secara rutin akan saling melakukan follow up untuk menghindari miss-komunikasi dan meningkatkan dinamika yang lebih teratur. Disisi lain, alur komunikasi yang teratur juga membuat panitia di E-Fortion 3.0 tidak mengalami <em>overload information<\/em> sehingga dapat bekerja dengan lebih maksimal. Terakhir, hal paling kental di E-Fortion 3.0 adalah bekerja dengan asas kekeluargaan, sehingga meskipun terdapat berbagai target yang harus dicapai, tetapi rasanya lebih ringan karena lingkungan organisasi yang suportif.<\/p>\n\n\n\n<p>Tak dapat dipungkiri bahwa terdapat berbagai tantangan tersendiri dalam memimpin E-Fortion 3.0 yang memiliki panitia dalam skala besar. Salah satu hal yang selalu saya lakukan adalah meminta hikmat dan pertolongan dari Tuhan agar dapat memimpin dan melaksanakan acara dengan baik. Di dalam E-Fortion, setiap divisi tentu telah memiliki koordinator dan PIC masing-masing, sehingga <em>managing<\/em> setiap human resource yang ada dapat dilakukan dengan lebih teratur melalui koor-koor tersebut.<\/p>\n\n\n\n<p>Selain itu, menciptakan alur koordinasi dan komunikasi yang sistematis juga membantu mengurangi miss-komunikasi antara HOD, koor, dan anggota divisi. Salah satu hal paling penting lainnya adalah mengurangi asumsi dan memperbanyak diskusi, baik dengan sesama rekan HOD maupun dengan koor-koor divisi (terutama dalam pengambilan keputusan). Hal-hal inilah yang membantu saya dalam mengkoordinasikan semua panitia yang terlibat dalam E-Fortion 3.0.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>E-Fortion 3.0 merupakan annual event terbesar dari Student Union IBM Universitas Ciputra 2021\/2022, dimana E-Fortion sendiri berarti Entrepreneurship for our Nation, yakni sebuah kegiatan yang terdiri dari berbagai sub-event yang menarik. a. E-Fortion 3.0 memiliki tema Stability in Diversity yang mengangkat 3 poin utama, yaitu (Nusantara, Culture, dan Technology for Humanity). Tema ini sendiri berbicara [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":8,"featured_media":1471,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[],"class_list":["post-1470","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-uncategorized"],"blocksy_meta":{"styles_descriptor":{"styles":{"desktop":"","tablet":"","mobile":""},"google_fonts":[],"version":6}},"aioseo_notices":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/sa\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1470","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/sa\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/sa\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/sa\/wp-json\/wp\/v2\/users\/8"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/sa\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=1470"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/sa\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1470\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":1472,"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/sa\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1470\/revisions\/1472"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/sa\/wp-json\/wp\/v2\/media\/1471"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/sa\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=1470"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/sa\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=1470"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/sa\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=1470"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}