Sandiaga Uno di Universitas Ciputra: Entrepreneur Sejati Bukan Hanya Ciptakan Profit, Tapi Selesaikan Masalah Sosial

Surabaya, 23 Oktober 2025 – Universitas Ciputra (UC) Surabaya kembali menjadi pusat diskusi entrepreneurship nasional. Menghadirkan Dr. H. Sandiaga Salahuddin Uno, BBA, MBA, Seminar Nasional “Sinergi Entrepreneurship dan Kreativitas untuk Mendorong Kemajuan Ekonomi Daerah” (23/10/2025) mengupas tuntas masa depan ekonomi kreatif Indonesia.
Acara yang dihelat di Auditorium UC ini sekaligus menjadi momen Pelantikan Pengurus Ikatan Alumni (IKA) Magister Manajemen Universitas Ciputra Periode 2025-2028.
Makna Baru Entrepreneurship: 3 Kunci dan Dampak Sosial
Dalam paparannya, Sandiaga Uno menegaskan bahwa esensi entrepreneurship telah berevolusi. Menggemakan filosofi almarhum Dr. (HC) Ir. Ciputra, ia menyebut entrepreneur sejati tidak lagi semata-mata mencari profit, namun harus mampu menyelesaikan masalah sosial di sekitarnya.
Untuk mendorong UMKM naik kelas, Sandiaga menyoroti tiga pilar utama:
- Inovasi
- Digitalisasi
- Kolaborasi
Ia juga menanggapi pertanyaan dari Dr. Ir. Denny Bernardus, M.M., mengenai bagaimana bangkit dari kegagalan. Sandiaga berpesan agar tidak takut gagal, karena menurutnya, Kegagalan adalah anak tangga menuju kesuksesan yang harus dilihat sebagai bagian wajar dari proses belajar.
“Gagal adalah hal yang biasa. How do I manage failure? I treat it as an everyday circumstance. Kegagalan adalah anak tangga menuju kesuksesan,” ujarnya, seraya berbagi pengalamannya dalam bisnis dan politik sebagai “sekolah termahal” yang pernah ia jalani.
Pergeseran Ekonomi: Dari SDA ke Kreativitas dan Teknologi
Sesi tanya jawab menyoroti pergeseran ekonomi makro Indonesia. Menjawab pertanyaan kritis dari Brian, mahasiswa S1 IBM UC, Sandiaga memaparkan fakta bahwa ekonomi Indonesia sudah bergeser.
Ia menjelaskan bahwa kapitalisasi pasar (market cap) tertinggi di bursa kini dipegang oleh perusahaan Barito renewable energy (BREN) dan perbankan (BCA), bukan lagi perusahaan berbasis Sumber Daya Alam (SDA).
“Pesatnya industri data center menjadi bukti bahwa ekonomi kita sedang bergerak dari ekstraktif ke kreatif. Ini adalah momentum bagi Indonesia untuk mulai mengolah sumber daya alam (SDA) kita menjadi produk bernilai tambah, tidak lagi hanya menjualnya sebagai bahan mentah”. jelas Sandiaga.
Terkait pertanyaan Celo, mahasiswa S1 IBM UC soal masa depan wayang, Sandiaga menekankan pentingnya pengemasan kreatif di era digital, seperti melalui animasi, sambil tetap berpesan, “Kita boleh berwacana global, tapi jangan pernah meninggalkan kearifan lokal.”
Pendidikan UC Menjawab Tantangan: “Learning to Be” Melalui Eksekusi Nyata
Filosofi yang dipaparkan Sandiaga Uno ini selaras dengan DNA pendidikan Universitas Ciputra, Dr. Ir. Denny Bernardus, M.M., Direktur Board of Eksekutif UC, menegaskan identitas kampus dalam sambutannya.

“Kami bukan sekolah bisnis saja tapi kami sekolah entrepreneurship. Kami ada eksekusinya, tidak berhenti di business plan,” tegas Prof. Denny.
Ia menjelaskan bahwa model pembelajaran UC bertumpu pada filosofi “Learning to be”, sebuah pendekatan yang mendorong mahasiswa melihat masalah sebagai peluang dan berani mengambil risiko terkalkulasi.
Bukti nyata dari metode ini hadir langsung di panggung. Timothy Jason,

Alumni UC Venture yang menempuh studi S1, S2, dan S3 di UC, membagikan kisahnya. Bisnis camilannya, Renjana yang beromzet miliaran teryata lahir dari proyek tugas-nya di UC.
Kisah Timothy menjadi contoh sempurna bagaimana pendidikan di Universitas Ciputra mengubah ide di kelas menjadi eksekusi bisnis nyata yang berdampak.
Seminar nasional ini sukses menunjukkan sinergi antara visi ekonomi kreatif nasional dengan praktik pendidikan entrepreneurship yang diterapkan di Universitas Ciputra. Acara ditutup dengan pantun hangat dari Sandiaga Uno.
“Kolaborasi adalah inti.
Temen-temen UC, saya cinta sepenuh hati!”
Klik tombol di bawah untuk tahu lebih banyak tentang beasiswa & promo pendaftaran terbaru.









