Selamat Hari Dokter Nasional 2025! Ini 3 Dokter Lulusan UC dengan Nilai Terbaik!

Selamat Hari Dokter Nasional 2025! Momen perayaan ini menjadi lebih istimewa bagi keluarga besar Universitas Ciputra (UC) yang baru saja melaksanakan Sumpah Dokter untuk lulusan angkatan 2019. Di balik jas putih dan stetoskop, ada perjuangan panjang yang akhirnya terbayar lunas.

Di antara para dokter baru yang berbahagia, kami berbincang dengan tiga lulusan inspiratif yang berhasil meraih nilai terbaik di bidangnya masing-masing. Mereka adalah Putri (Nilai OSCE Terbaik), Erico (Skor UKMPPD CBT Tinggi), dan Katrin (Lulusan IPK Terbaik).

Alih-alih hanya fokus pada hafalan, resep sukses mereka ternyata adalah kombinasi unik dari strategi belajar, disiplin, empati, dan lingkungan yang suportif. Simak kisah dan tips sukses dari para lulusan Fakultas Kedokteran Universitas Ciputra ini!

Resep Jitu Taklukkan Ujian

Menaklukkan ujian kompetensi seperti OSCE (Objective Structured Clinical Examination) dan UKMPPD (Uji Kompetensi Mahasiswa Program Profesi Dokter) adalah tantangan terbesar. Putri, peraih nilai OSCE terbaik membagikan metode belajarnya yang efektif.

“Aku itu banyak ngerangkum, terus sering ngomong sama teman, (dan) ngomong sendiri,” jelasnya. Menariknya, Aurelia juga memanfaatkan teknologi terkini. “Jangan lupa ada AI yang bisa bantu kita buat simulasikan dirinya jadi pasien,” tambahnya.

Sementara itu, Erico yang sukses meraih skor UKMPPD tinggi, menekankan pada kekuatan disiplin. Baginya, kunci sukses adalah “melawan malas”.

“Jangan belajar sekeingin kalian saja, tetapi harus didorong terus-menerus melawan keinginan kalian untuk bermalas-malasan. Dan jangan lupa doa dari orang tua,” tegas Erico.

Lingkungan Suportif Yang Jadi Kunci Pembeda

Ketiga lulusan sepakat bahwa prestasi mereka tidak lepas dari ekosistem belajar di FK UC. Faktor pembeda utamanya adalah hubungan erat antara mahasiswa dan dosen.

“Peran dosen di sini besar banget. Dosen langsung yang ngajarin ke kita satu-satu,” ungkap Putri. “Dokter sama kita itu dekat banget, udah kayak keluarga. Jadi kita sama mereka leluasa, belajar juga jadi lebih nyaman.”

Hal senada disampaikan Erico yang merasakan dukungan penuh di rumah sakit pendidikan. “Peran para dosen di Rumah Sakit Mitra Muhammad Suwandi sangat mendukung, interaksi antara dokter dan mahasiswa-nya jarang ditemukan sedekat ini di kampus yang lain,” ujarnya.

Katrin pun menegaskan hal yang sama. “Kekeluargaannya terasa banget,” katanya. “Bahkan kesulitan-kesulitan minor pun, aku bisa tanpa perlu malu langsung bilang ke dosennya, dan dosennya akan dengan sangat baik membimbing aku,” kenangnya.


Menempa Empati dengan Fasilitas Mumpuni

Selain itu, Katrin yang lulus dengan IPK Tertinggi menambahkan satu poin fundamental yang menjadi resep suksesnya yakni empati.

“Sebagai Dokter, terkadang kita harus mementingkan orang lain dibanding diri kita sendiri,” tuturnya. “Karena kalau jadi dokter, itu pusatnya bukan diri kita sendiri, tapi kesembuhan orang lain.”

Nilai-nilai ini, menurutnya, dapat bertumbuh berkat dukungan fasilitas kampus yang terus berkembang. “Harapanku, fasilitas yang ada itu benar-benar terus dikembangkan dari tahun ke tahun, supaya kita sebagai calon-calon dokter bisa terus belajar dan mengaplikasikannya ke pasien dengan lebih baik,” jelas Katrin.


Prestasi Lahir dari Ekosistem yang Tepat

Kisah Putri, Erico, dan Katrin membuktikan bahwa prestasi gemilang di dunia kedokteran lahir dari kombinasi sempurna antara kerja keras individu, doa, dan ekosistem pendidikan yang suportif.

Fakultas Kedokteran Universitas Ciputra (FK UC) membuktikan komitmennya untuk tidak hanya mencetak dokter yang kompeten secara akademis, tetapi juga dokter yang berempati, didukung oleh fasilitas modern dan lingkungan kekeluargaan yang erat antara mahasiswa dan dosen.

Selamat Hari Dokter Nasional 2025 untuk seluruh dokter di Indonesia!

Wujudkan impian kuliahmu di Universitas Ciputra!

Klik tombol di bawah untuk tahu lebih banyak tentang beasiswa & promo pendaftaran terbaru.

Artikel lain
WhatsApp