Pada tanggal 22 dan 23 Agustus 2024, Universitas Ciputra Surabaya menjadi tuan rumah Semiloka Forum Komunikasi Perpustakaan Perguruan Tinggi Kristen Indonesia (FKPPTKI) dengan tema “Transformasi Perpustakaan Tradisional Menuju Perpustakaan Berbasis Kecerdasan Buatan: Peluang dan Tantangan“. Lebih dari 70 pustakawan dari 37 institusi pendidikan di seluruh Indonesia turut menghadiri acara ini. Kehadiran peserta dari berbagai penjuru, mulai dari Merauke hingga Sumba, menunjukkan betapa besarnya antusiasme terhadap penerapan AI untuk perpustakaan di era modern ini.

Sambutan Rektor Universitas Ciputra

Transformasi Perpustakaan: Masa Depan Ada di Tangan Kecerdasan Buatan

Dalam sambutannya, Rektor Universitas Ciputra, Bapak Ir. Yohannes Somawiharja, M.Sc., menekankan pentingnya inovasi berkelanjutan dalam dunia perpustakaan. “Pasca pandemi COVID-19, kita menyaksikan bagaimana dunia, termasuk dunia perpustakaan, mengalami perubahan signifikan. Perubahan akses informasi yang kini lebih banyak mengarah ke digital, metode pembelajaran yang semakin berkembang menuju hybrid learning, serta penetrasi kecerdasan buatan yang semakin meluas telah mengubah lanskap perpustakaan secara drastis.” ujar beliau. Bapak Yohannes juga menyoroti peran AI untuk perpustakaan sebagai elemen penting dalam mendukung Tri Dharma Perguruan Tinggi—pengajaran, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.

Semiloka ini dipenuhi dengan diskusi mendalam dan pelatihan yang membahas bagaimana AI untuk perpustakaan dapat mengubah wajah layanan informasi masa depan. Beberapa topik menarik yang diangkat selama acara meliputi:

  • Kecerdasan Buatan dalam Layanan Perpustakaan Masa Depan, yang mengeksplorasi cara AI dapat meningkatkan kualitas layanan kepada pengguna.
  • Kepustakawanan di Era Kecerdasan Buatan, yang menggarisbawahi perubahan besar dalam peran pustakawan di tengah era teknologi.
  • Pelatihan: Pemanfaatan AI untuk Administrasi dan Layanan Perpustakaan. Memberikan keterampilan praktis dalam memanfaatkan AI untuk mengelola koleksi dan interaksi dengan pengunjung perpustakaan.

Bapak Yohannes juga berharap agar semiloka ini menjadi tempat untuk berbagi praktik terbaik dari berbagai perpustakaan yang telah menerapkan AI. “Dengan berbagi pengalaman dan inovasi, kita bisa terus berinovasi dan berkontribusi secara signifikan terhadap perkembangan perpustakaan di masa depan,” pungkasnya.

Dengan hadirnya berbagai sesi pelatihan dan diskusi ini. Para peserta mendapatkan kesempatan untuk memahami secara mendalam peran kecerdasan buatan dalam mengakselerasi transformasi perpustakaan. AI untuk perpustakaan kini bukan lagi sekadar teori, melainkan kenyataan yang siap membawa perpustakaan Indonesia ke era baru. Era yang lebih modern dan efisien. Semiloka ini pun menjadi momentum penting bagi para pustakawan untuk terus bergerak maju. Memanfaatkan teknologi demi memberikan layanan yang lebih baik, lebih cepat, dan lebih relevan bagi para penggunanya.

Wujudkan impian kuliahmu di Universitas Ciputra!

Klik tombol di bawah untuk tahu lebih banyak tentang beasiswa & promo pendaftaran terbaru.

Artikel lain
WhatsApp