Universitas Ciputra bersama TAR UMT Malaysia Gelar Program Cross-Cultural Learning Journey di Surabaya

Menjawab tantangan modernisasi, peserta melakukan heritage walk dan urban sketching di kawasan kota lama Surabaya. Mereka menelusuri ikon kolonial seperti Gedung Internatio, Jembatan Merah, PTPN I, dan Balai Pemuda, yang menjadi saksi perubahan kota. Dr. Susan, S.T., M.T., Dean School of Creative Industry Universitas Ciputra, menyebut sketsa ini sebagai “catatan visual atas memori kota,” bukan sekadar estetika.
“Sketsa yang dihasilkan bukan hanya karya estetika, tetapi juga catatan visual atas memori kota. Karya-karya ini rencananya akan dipamerkan dalam joint exhibition TAR-UMT x UC x Urban Sketchers di Balai Pemuda yang dapat menghadirkan dialog antara masa lalu dan masa depan arsitektur kota” Ujarnya.
Kegiatan ini dirancang untuk membangkitkan kembali perhatian publik pada pelestarian warisan dan memperkuat citra internasional Surabaya sebagai kota heritage yang kreatif.
Memandang Surabaya Melalui Dua Kacamata Budaya
Program ini dirancang berbeda dari aktivitas akademik biasa, dengan fokus utama membangkitkan kembali perhatian publik terhadap pelestarian warisan kota. Kehadiran mahasiswa dari dua negara yang berbeda sekaligus menjadi momentum untuk memperkuat citra Surabaya di panggung internasional sebagai kota heritage yang kreatif.
Kolaborasi ini juga membawa dampak sosial langsung:
- Menjadi wadah interaksi internasional baik untuk kampus maupun komunitas kreatif Surabaya seperti Urban Sketchers Surabaya dan Pernak-pernik Surabaya Lama (PSL)
- Menarik minat wisata budaya, karena dokumentasi dan pameran ini dapat memperluas narasi pariwisata heritage kota.
- Menjadi model kolaborasi akademik lintas negara di bidang heritage revitalization, yang berpotensi mendukung kebijakan kota menuju kota berkelanjutan dan berkarakter budaya.
Dengan dukungan komunitas, kegiatan ini diharapkan menjadi ekosistem pembelajaran lintas budaya yang berkelanjutan. Tujuannya adalah mempertemukan akademisi, komunitas kreatif, dan pemerintah dalam satu semangat untuk melestarikan identitas Surabaya melalui kreativitas generasi muda.
Dr. Susan menyimpulkan bahwa esensi kegiatan ini jauh melampaui sekadar jalan-jalan atau menggambar. “Ini tentang memahami warisan kota sebagai ruang hidup,” pungkasnya. “Dengan keterlibatan mahasiswa Malaysia dan Indonesia, kami belajar melihat Surabaya melalui dua kacamata budaya sekaligus. Harapannya, dari sinilah lahir kesadaran baru untuk menjaga, merawat, dan menghidupkan kembali warisan kota melalui pendekatan yang kreatif”.
UC Wujudkan Pendidikan Inovatif Berwawasan Global
Universitas Ciputra secara konsisten menunjukkan komitmennya untuk membawa pendidikan keluar dari ruang kelas. Program “Cross-Cultural Learning Journey” ini menjadi bukti nyata bagaimana UC secara proaktif menciptakan platform bagi mahasiswa untuk terlibat langsung dalam isu-isu urban, berkolaborasi dengan mitra internasional sekelas TAR UMT, dan terhubung langsung dengan komunitas.
Inisiatif seperti ini menegaskan visi UC dalam membentuk lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kepekaan budaya dan pemahaman praktis. Dengan mengubah lanskap perkotaan menjadi sebuah “laboratorium hidup”, Universitas Ciputra membuktikan perannya sebagai institusi yang relevan dan berkontribusi aktif terhadap pelestarian warisan sekaligus inovasi di Kota Surabaya.
Klik tombol di bawah untuk tahu lebih banyak tentang beasiswa & promo pendaftaran terbaru.









