{"id":7996,"date":"2024-08-19T13:03:13","date_gmt":"2024-08-19T06:03:13","guid":{"rendered":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/vcd\/?p=7996"},"modified":"2024-08-19T13:03:13","modified_gmt":"2024-08-19T06:03:13","slug":"olivia-rodrigo-penyanyi-muda-yang-mengembalikan-gaya-jadul-1990an-apakah-ini-yang-disebut-fenomena-anemoia","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/vcd\/olivia-rodrigo-penyanyi-muda-yang-mengembalikan-gaya-jadul-1990an-apakah-ini-yang-disebut-fenomena-anemoia\/","title":{"rendered":"Olivia Rodrigo, Penyanyi Muda yang Mengembalikan Gaya Jadul 1990an. Apakah Ini yang Disebut Fenomena Anemoia?"},"content":{"rendered":"<p><strong>BY JOSANDA PUTRA<\/strong><br \/>\nDECEMBER 20, 2023<\/p>\n<p style=\"text-align: center;\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"alignnone size-full wp-image-7998 aligncenter\" src=\"https:\/\/dieng.blob.core.windows.net\/vcd\/2024\/08\/Olivia-Rodrigo.png\" alt=\"\" width=\"602\" height=\"371\" srcset=\"https:\/\/dieng.blob.core.windows.net\/vcd\/2024\/08\/Olivia-Rodrigo.png 602w, https:\/\/dieng.blob.core.windows.net\/vcd\/2024\/08\/Olivia-Rodrigo-300x185.png 300w, https:\/\/dieng.blob.core.windows.net\/vcd\/2024\/08\/Olivia-Rodrigo-400x247.png 400w, https:\/\/dieng.blob.core.windows.net\/vcd\/2024\/08\/Olivia-Rodrigo-250x154.png 250w, https:\/\/dieng.blob.core.windows.net\/vcd\/2024\/08\/Olivia-Rodrigo-200x123.png 200w, https:\/\/dieng.blob.core.windows.net\/vcd\/2024\/08\/Olivia-Rodrigo-100x62.png 100w, https:\/\/dieng.blob.core.windows.net\/vcd\/2024\/08\/Olivia-Rodrigo-75x46.png 75w, https:\/\/dieng.blob.core.windows.net\/vcd\/2024\/08\/Olivia-Rodrigo-50x31.png 50w, https:\/\/dieng.blob.core.windows.net\/vcd\/2024\/08\/Olivia-Rodrigo-500x308.png 500w, https:\/\/dieng.blob.core.windows.net\/vcd\/2024\/08\/Olivia-Rodrigo-550x339.png 550w\" sizes=\"auto, (max-width: 602px) 100vw, 602px\" \/><br \/>\nOlivia Rodrigo on iHeartRADIO (Larissa Hofmann, 2023).<br \/>\nSource: https:\/\/www.iheartradio.ca\/news\/olivia-rodrigo-breaks-down-her-new-single-vampire-1.19843273<\/p>\n<p>Penyuka lagu barat pasti sudah tidak asing lagi dengan penyanyi cantik asal Amerika Serikat, Olivia Rodrigo. Pada usianya yang baru berkepala dua, ia sudah memenangkan tiga dari 13 nominasi <em>GRAMMY Awards <\/em>dalam dua tahun terakhir. Sebuah pencapaian yang luar biasa bagi seorang pendatang baru dalam industri musik. Olivia memiliki potensi yang besar dan didambakan menjadi ikon <em>Pop <\/em>generasi berikutnya.<\/p>\n<p>Seiring perkembangan industri musik yang terus berevolusi, video merupakan media yang sangat berperan untuk menggambarkan makna dari sebuah lagu. Para musisi memiliki gaya tersendiri untuk memvisualisasikan video mereka, mulai dari <em>style, <\/em>konsep, alur, properti, <em>mood, <\/em>warna, dan estetika. Seperti penyanyi papan atas lainnya, Olivia juga tidak luput untuk membuat video yang tidak hanya mengekspresikan lagunya, namun juga menentukan <em>\u201cpersonal branding<\/em>-nya<em>\u201d <\/em>sebagai seorang penyanyi.<\/p>\n<p>Uniknya, evolusi yang berkembang terasa seperti terbalik. Olivia mengambil langkah untuk menghidupkan kembali estetika 90an pada musik videonya. Sebuah era yang tidak pernah dialami olehnya, namun ia terinspirasi untuk mengangkat gaya visual masa tersebut. Apa yang membuatnya mengadaptasi estetika jadul tersebut? Mengapa ia ingin mengangkat kembali era masa muda orang tuanya? Lalu, apa hubungannya dengan fenomena <em>anemoia<\/em>? Yuk, simak lebih lanjut!<\/p>\n<p>Penyanyi keturunan Filipina tersebut sudah berkecimpung dalam dunia hiburan sejak berusia lima tahun. Ia gemar bernyanyi dan sudah bisa menulis lagu pertamanya pada usia 9 tahun. Selain bernyanyi, Olivia juga mendalami dunia akting yang mana ia mengawali karirnya pada periklanan dan perfilman. Ia membintangi film-film <em>Disney <\/em>seperti <em>Bizaardvark <\/em>dan <em>High School Musical: The Musical: The Series<\/em>. Dapat dikatakan bahwa Olivia merupakan seorang penampil yang sudah terbiasa berlakon di depan kamera dan di hadapan ribuan penonton.<\/p>\n<p>Pada tahun 2020, Olivia menandatangani kontrak dengan <em>Geffen Records <\/em>dan <em>Interscope Records. <\/em>Ia memulai karir musik solonya di usia 17 tahun. Setahun kemudian, ia meluncurkan <em>single <\/em>pertamanya berjudul <em>\u201cdrivers license\u201d.<\/em> Lagu debutnya membuat karirnya meroket seketika, menempati posisi teratas di <em>Spotify <\/em>dan <em>Billboard Hot 100 <\/em>hanya dalam kurun waktu seminggu<em>.<\/em> Hingga Desember 2023, musik video yang diunggah di YouTube hampir meraih 500 juta penonton. Sekarang, penyanyi berusia 20 tahun itu sudah meluncurkan dua album yang berjudul, <em>\u201cSOUR\u201d<\/em> dan <em>\u201cGUTS\u201d<\/em>. Kedua album tersebut membawa kesuksesan dan menunjukkan tren positif bagi karirnya.<\/p>\n<p>Olivia kerap merilis musik video untuk beberapa lagu dari albumnya. Ia konsisten mengadaptasi estetika yang hampir berusia 30 tahun tersebut, lebih spesifiknya estetika <em>90s grunge.<\/em> Ketika ditanyakan mengenai gaya estetikanya, Olivia mengemukakan bahwa ia menyukai hal-hal yang bernuansa 90an, <em>\u201cI really love 90s sort of\u2026grungy things\u2026PJ Harvey Style\u2026, I love Alexa Chung\u2019s style\u2026\u201d, <\/em>jawabnya pada saat wawancara dengan <em>WIRED. <\/em>Ia melengkapi masa kecilnya dengan mendengarkan lagu-lagu <em>rock <\/em>favorit orangtuanya, seperti <em>No Doubt, Pearl Jam, The White Stripes, <\/em>dan<em> Green Day<\/em>, yang bisa menjadi alasan obsesinya dengan 90an.<\/p>\n<p><strong><em>drivers license<\/em><\/strong><\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"alignnone size-full wp-image-8001\" src=\"https:\/\/dieng.blob.core.windows.net\/vcd\/2024\/08\/Olivia-Rodrigo-2.png\" alt=\"\" width=\"295\" height=\"166\" srcset=\"https:\/\/dieng.blob.core.windows.net\/vcd\/2024\/08\/Olivia-Rodrigo-2.png 295w, https:\/\/dieng.blob.core.windows.net\/vcd\/2024\/08\/Olivia-Rodrigo-2-250x141.png 250w, https:\/\/dieng.blob.core.windows.net\/vcd\/2024\/08\/Olivia-Rodrigo-2-200x113.png 200w, https:\/\/dieng.blob.core.windows.net\/vcd\/2024\/08\/Olivia-Rodrigo-2-100x56.png 100w, https:\/\/dieng.blob.core.windows.net\/vcd\/2024\/08\/Olivia-Rodrigo-2-75x42.png 75w, https:\/\/dieng.blob.core.windows.net\/vcd\/2024\/08\/Olivia-Rodrigo-2-50x28.png 50w\" sizes=\"auto, (max-width: 295px) 100vw, 295px\" \/><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"alignnone size-full wp-image-8003\" src=\"https:\/\/dieng.blob.core.windows.net\/vcd\/2024\/08\/Olivia-Rodrigo-3.png\" alt=\"\" width=\"295\" height=\"166\" srcset=\"https:\/\/dieng.blob.core.windows.net\/vcd\/2024\/08\/Olivia-Rodrigo-3.png 295w, https:\/\/dieng.blob.core.windows.net\/vcd\/2024\/08\/Olivia-Rodrigo-3-250x141.png 250w, https:\/\/dieng.blob.core.windows.net\/vcd\/2024\/08\/Olivia-Rodrigo-3-200x113.png 200w, https:\/\/dieng.blob.core.windows.net\/vcd\/2024\/08\/Olivia-Rodrigo-3-100x56.png 100w, https:\/\/dieng.blob.core.windows.net\/vcd\/2024\/08\/Olivia-Rodrigo-3-75x42.png 75w, https:\/\/dieng.blob.core.windows.net\/vcd\/2024\/08\/Olivia-Rodrigo-3-50x28.png 50w\" sizes=\"auto, (max-width: 295px) 100vw, 295px\" \/><\/p>\n<p>Drivers license music video (2021). Source <u>https:\/\/youtu.be\/ZmDBbnmKpqQ<\/u><\/p>\n<p>Musik video pertamanya, <em>\u201cdrivers license\u201d <\/em>mengadaptasikan lebih banyak unsur modern daripada unsur 90an. Lagu ini bertemakan <em>\u201cteenage heartbreak\u201d, <\/em>Olivia menggambarkan dirinya sedang mengemudi ke pinggiran kota di malam hari sembari menangisi kenangan dengan mantannya. Ia bekerjasama dengan sutradara, Matthew Dillon Cohen. Proses pengambilan video terletak di rumah bernuansa <em>mid-century modern, <\/em>parkiran tua, dan jalan raya kosong. Terdapat sebuah efek menarik berupa proyeksi layar yang dipaparkan ke punggung Olivia dan seluruh ruangan, berisikan tulisan dan beberapa video amatir kabur.\u00a0 Unsur 90an dapat terlihat dari warna yang sedikit pucat dengan <em>tone <\/em>keunguan. Selain itu, Olivia mengendarai <em>Mercedes-Benz 450 SL, <\/em>mobil tua yang diproduksi pada tahun 1970-1980an yang juga merupakan mobil impiannya, <em>\u201cmy dream is to have a vintage Mercedes, and so that\u2019s what I\u2019m driving in this video and it\u2019s literally so stunning,\u201d <\/em>ujarnya pada video <em>Behind The Scenes <\/em>pembuatan <em>\u201cdrivers license\u201d<\/em>. Tidak lupa juga, terdapat beberapa rekaman menyerupai kamera <em>handycam <\/em>lama yang beresolusi rendah dan <em>noisy.<\/em><\/p>\n<p>Setelah kesuksesan besar <em>single <\/em>debutnya, Olivia kembali merilis <em>single <\/em>kedua dan ketiganya berjudul, <em>\u201cdeja vu\u201d <\/em>dan <em>\u201cgood 4 u\u201d <\/em>yang kembali menggunakan elemen 90an dengan <em>tone <\/em>keunguan. Dalam video <em>\u201cdeja vu\u201d, <\/em>ia mengendarai mobil <em>Mercedes convertible <\/em>tua yang berbeda jenis, yaitu <em>SL W113<\/em>, yang diproduksi pada tahun 1960an. Pada video tersebut juga terdapat properti kumpulan TV tabung. Tidak lupa juga dengan efek-efek <em>VHS <\/em>dan <em>glitch<\/em> yang menunjukkan sekilas nuansa jadul.<\/p>\n<p><strong><em>good 4 u<\/em><\/strong><\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"alignnone size-full wp-image-8005\" src=\"https:\/\/dieng.blob.core.windows.net\/vcd\/2024\/08\/Olivia-Rodrigo-4.png\" alt=\"\" width=\"195\" height=\"146\" srcset=\"https:\/\/dieng.blob.core.windows.net\/vcd\/2024\/08\/Olivia-Rodrigo-4.png 195w, https:\/\/dieng.blob.core.windows.net\/vcd\/2024\/08\/Olivia-Rodrigo-4-100x75.png 100w, https:\/\/dieng.blob.core.windows.net\/vcd\/2024\/08\/Olivia-Rodrigo-4-75x56.png 75w, https:\/\/dieng.blob.core.windows.net\/vcd\/2024\/08\/Olivia-Rodrigo-4-50x37.png 50w\" sizes=\"auto, (max-width: 195px) 100vw, 195px\" \/><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"alignnone size-full wp-image-8007\" src=\"https:\/\/dieng.blob.core.windows.net\/vcd\/2024\/08\/Olivia-Rodrigo-5.png\" alt=\"\" width=\"194\" height=\"147\" srcset=\"https:\/\/dieng.blob.core.windows.net\/vcd\/2024\/08\/Olivia-Rodrigo-5.png 194w, https:\/\/dieng.blob.core.windows.net\/vcd\/2024\/08\/Olivia-Rodrigo-5-100x76.png 100w, https:\/\/dieng.blob.core.windows.net\/vcd\/2024\/08\/Olivia-Rodrigo-5-75x57.png 75w, https:\/\/dieng.blob.core.windows.net\/vcd\/2024\/08\/Olivia-Rodrigo-5-50x38.png 50w\" sizes=\"auto, (max-width: 194px) 100vw, 194px\" \/><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"alignnone  wp-image-8009\" src=\"https:\/\/dieng.blob.core.windows.net\/vcd\/2024\/08\/Olivia-Rodrigo-6.png\" alt=\"\" width=\"198\" height=\"148\" srcset=\"https:\/\/dieng.blob.core.windows.net\/vcd\/2024\/08\/Olivia-Rodrigo-6.png 194w, https:\/\/dieng.blob.core.windows.net\/vcd\/2024\/08\/Olivia-Rodrigo-6-100x75.png 100w, https:\/\/dieng.blob.core.windows.net\/vcd\/2024\/08\/Olivia-Rodrigo-6-75x56.png 75w, https:\/\/dieng.blob.core.windows.net\/vcd\/2024\/08\/Olivia-Rodrigo-6-50x37.png 50w\" sizes=\"auto, (max-width: 198px) 100vw, 198px\" \/><\/p>\n<p>Good 4 u\u201d music video (2021). Source: <u>https:\/\/youtu.be\/gNi_6U5Pm_o<\/u><\/p>\n<p>Penggunaan elemen 90an baru terlihat sepenuhnya pada <em>single \u201cgood 4 u\u201d<\/em>. Olivia, dengan sutradara Petra Collins, mengambil inspirasi tema <em>\u201c90s cult feminist horror movies\u201d<\/em>. Dari detik pertama, rasio layar berukuran 4:3 yang menyerupai ukuran TV tabung digunakan. Dapat dikatakan bahwa ini merupakan video pertamanya yang secara <em>mood and look<\/em>, hampir seluruhnya meniru tampilan pada tahun 90an. Mulai dari ukuran TV, warna retro keunguan, efek kamera jadul, dan lain-lain. Setiap elemen saling melengkapi untuk menciptakan tampilan <em>vintage<\/em> 90an.<\/p>\n<p>Namun, ada satu hal yang cukup menarik perhatian. Pada 40 detik pertama, ada sebuah <em>smartphone <\/em>berupa <em>Samsung Z Flip <\/em>yang digunakan Olivia untuk mengaca, dan ada dua orang yang menggunakannya untuk merekam. Perangkat yang dirilis tahun 2020 ini bisa menjadi sebuah <em>easter egg <\/em>mengingat <em>flip phones <\/em>yang pernah populer pada era tersebut hingga tahun 2000an.<\/p>\n<p><strong><em>brutal<\/em><\/strong><\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"alignnone size-full wp-image-8011\" src=\"https:\/\/dieng.blob.core.windows.net\/vcd\/2024\/08\/Olivia-Rodrigo-7.png\" alt=\"\" width=\"602\" height=\"339\" srcset=\"https:\/\/dieng.blob.core.windows.net\/vcd\/2024\/08\/Olivia-Rodrigo-7.png 602w, https:\/\/dieng.blob.core.windows.net\/vcd\/2024\/08\/Olivia-Rodrigo-7-300x169.png 300w, https:\/\/dieng.blob.core.windows.net\/vcd\/2024\/08\/Olivia-Rodrigo-7-400x225.png 400w, https:\/\/dieng.blob.core.windows.net\/vcd\/2024\/08\/Olivia-Rodrigo-7-250x141.png 250w, https:\/\/dieng.blob.core.windows.net\/vcd\/2024\/08\/Olivia-Rodrigo-7-200x113.png 200w, https:\/\/dieng.blob.core.windows.net\/vcd\/2024\/08\/Olivia-Rodrigo-7-100x56.png 100w, https:\/\/dieng.blob.core.windows.net\/vcd\/2024\/08\/Olivia-Rodrigo-7-75x42.png 75w, https:\/\/dieng.blob.core.windows.net\/vcd\/2024\/08\/Olivia-Rodrigo-7-50x28.png 50w, https:\/\/dieng.blob.core.windows.net\/vcd\/2024\/08\/Olivia-Rodrigo-7-500x282.png 500w, https:\/\/dieng.blob.core.windows.net\/vcd\/2024\/08\/Olivia-Rodrigo-7-550x310.png 550w\" sizes=\"auto, (max-width: 602px) 100vw, 602px\" \/><\/p>\n<p>brutal music video (2021). Source: <u>https:\/\/youtu.be\/OGUy2UmRxJ0<\/u><\/p>\n<p>Sebuah <em>honorable mention <\/em>bagi salah satu lagunya, <em>\u201cbrutal\u201d <\/em>yang mengadaptasi tema <em>Y2K. <\/em>Secara fesyen dan visual, musik video ber-genre lagu <em>pop punk\/alternative rock <\/em>mengangkat <em>2000s punk <\/em>dengan mengambil referensi <em>game 8-bit, <\/em>gaya berpakaian artis <em>pop <\/em>tahun 2000an, serta film <em>\u201cThe Fifth Element\u201d<\/em> (1997)<em>, <\/em>yang menjadi inspirasi wig <em>bob hairstyle <\/em>dan <em>tone <\/em>warna video.<\/p>\n<p><strong><em>GUTS<\/em><\/strong><\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"alignnone size-full wp-image-8013\" src=\"https:\/\/dieng.blob.core.windows.net\/vcd\/2024\/08\/Olivia-Rodrigo-8.jpg\" alt=\"\" width=\"145\" height=\"145\" srcset=\"https:\/\/dieng.blob.core.windows.net\/vcd\/2024\/08\/Olivia-Rodrigo-8.jpg 145w, https:\/\/dieng.blob.core.windows.net\/vcd\/2024\/08\/Olivia-Rodrigo-8-100x100.jpg 100w, https:\/\/dieng.blob.core.windows.net\/vcd\/2024\/08\/Olivia-Rodrigo-8-75x75.jpg 75w, https:\/\/dieng.blob.core.windows.net\/vcd\/2024\/08\/Olivia-Rodrigo-8-50x50.jpg 50w\" sizes=\"auto, (max-width: 145px) 100vw, 145px\" \/><\/p>\n<p>GUTS album fanmade cover, by Josanda.<\/p>\n<p>Apakah gaya 90an berhenti pada album pertamanya? Tentu tidak! Olivia kembali bekerjasama dengan Petra Collins dan diimplementasikan pada <em>single \u201cvampire\u201d <\/em>dan <em>\u201cbad idea right?\u201d <\/em>pada album keduanya, <em>\u201cGUTS\u201d<\/em>. Pada pandangan visual dan <em>storytelling, <\/em>album ini mengadaptasi gaya industri perfilman 90an <em>Hollywood <\/em>dan melibatkan lebih banyak pemeran dalam skenario videonya. Video di album ini banyak menggunakan <em>tone <\/em>netral. Warna khas ungu Olivia lebih banyak diaplikasikan pada properti yang digunakan daripada <em>mood and look<\/em>.<\/p>\n<p><strong><em>vampire<\/em><\/strong><\/p>\n<p><em><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"alignnone size-full wp-image-8015\" src=\"https:\/\/dieng.blob.core.windows.net\/vcd\/2024\/08\/Olivia-Rodrigo-9.png\" alt=\"\" width=\"602\" height=\"301\" srcset=\"https:\/\/dieng.blob.core.windows.net\/vcd\/2024\/08\/Olivia-Rodrigo-9.png 602w, https:\/\/dieng.blob.core.windows.net\/vcd\/2024\/08\/Olivia-Rodrigo-9-300x150.png 300w, https:\/\/dieng.blob.core.windows.net\/vcd\/2024\/08\/Olivia-Rodrigo-9-400x200.png 400w, https:\/\/dieng.blob.core.windows.net\/vcd\/2024\/08\/Olivia-Rodrigo-9-250x125.png 250w, https:\/\/dieng.blob.core.windows.net\/vcd\/2024\/08\/Olivia-Rodrigo-9-200x100.png 200w, https:\/\/dieng.blob.core.windows.net\/vcd\/2024\/08\/Olivia-Rodrigo-9-100x50.png 100w, https:\/\/dieng.blob.core.windows.net\/vcd\/2024\/08\/Olivia-Rodrigo-9-75x38.png 75w, https:\/\/dieng.blob.core.windows.net\/vcd\/2024\/08\/Olivia-Rodrigo-9-50x25.png 50w, https:\/\/dieng.blob.core.windows.net\/vcd\/2024\/08\/Olivia-Rodrigo-9-500x250.png 500w, https:\/\/dieng.blob.core.windows.net\/vcd\/2024\/08\/Olivia-Rodrigo-9-550x275.png 550w\" sizes=\"auto, (max-width: 602px) 100vw, 602px\" \/><\/em><\/p>\n<p><em>Vampire music video (2023) Source: <u>https:\/\/youtu.be\/RlPNh_PBZb4<\/u> ; Pemeran Twilight, Kristen Steward sebagai Bella (2008) Source: Summit Entertainment.<\/em><\/p>\n<p><em>\u201cVampire\u201d <\/em>merupakan kelanjutan dari <em>\u201cgood 4 u\u201d.<\/em> Pada akhir video <em>\u201cgood 4 u\u201d, <\/em>Olivia sedang berjalan ke dalam hutan gelap yang mengarah ke sebuah danau. Ia kemudian berendam di sana, dengan bulan sebagai satu-satunya sumber cahaya. Kemudian, pada awal video <em>\u201cvampire\u201d, <\/em>terdapat refleksi cahaya bulan yang tersamar di danau.<\/p>\n<p>Video ini diklaim memiliki banyak referensi dari film \u201c<em>Twilight\u201d<\/em>. Olivia kerap mengisyaratkan film tahun 2008 ini di media sosialnya dan merekreasikan beberapa adegan ikonik dari film tersebut. Dari sisi cerita, Olivia mengeluh mengenai seseorang yang manipulatif yang telah mengubah hidupnya menjadi hancur karena cinta. Ia menganalogikan <em>\u201cvampire\u201d <\/em>di mana Edward (laki-laki vampir) mengubah Bella (karakter perempuan utama) menjadi vampir di film <em>\u201cTwilight\u201d. <\/em>Secara visual, ukuran 4:3 kembali digunakan seolah sudah menjadi standar utama. Ditambah dengan efek <em>VHS <\/em>atau kamera jadul yang diselipkan pada beberapa <em>shot<\/em> yang juga sering digunakan pada video-video sebelumnya. Meskipun mengangkat referensi dari film 2000an, musik video tetap menggunakan elemen 90an yang sudah menjadi ciri khas musik video penyanyi ini.<\/p>\n<p><strong><em>bad idea right?<\/em><\/strong><\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"alignnone size-full wp-image-8017\" src=\"https:\/\/dieng.blob.core.windows.net\/vcd\/2024\/08\/Olivia-Rodrigo-11.png\" alt=\"\" width=\"198\" height=\"148\" srcset=\"https:\/\/dieng.blob.core.windows.net\/vcd\/2024\/08\/Olivia-Rodrigo-11.png 198w, https:\/\/dieng.blob.core.windows.net\/vcd\/2024\/08\/Olivia-Rodrigo-11-100x75.png 100w, https:\/\/dieng.blob.core.windows.net\/vcd\/2024\/08\/Olivia-Rodrigo-11-75x56.png 75w, https:\/\/dieng.blob.core.windows.net\/vcd\/2024\/08\/Olivia-Rodrigo-11-50x37.png 50w\" sizes=\"auto, (max-width: 198px) 100vw, 198px\" \/><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"alignnone size-full wp-image-8019\" src=\"https:\/\/dieng.blob.core.windows.net\/vcd\/2024\/08\/Olivia-Rodrigo-13.png\" alt=\"\" width=\"201\" height=\"147\" srcset=\"https:\/\/dieng.blob.core.windows.net\/vcd\/2024\/08\/Olivia-Rodrigo-13.png 201w, https:\/\/dieng.blob.core.windows.net\/vcd\/2024\/08\/Olivia-Rodrigo-13-100x73.png 100w, https:\/\/dieng.blob.core.windows.net\/vcd\/2024\/08\/Olivia-Rodrigo-13-75x55.png 75w, https:\/\/dieng.blob.core.windows.net\/vcd\/2024\/08\/Olivia-Rodrigo-13-50x37.png 50w\" sizes=\"auto, (max-width: 201px) 100vw, 201px\" \/><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"alignnone size-full wp-image-8021\" src=\"https:\/\/dieng.blob.core.windows.net\/vcd\/2024\/08\/Olivia-Rodrigo-12.png\" alt=\"\" width=\"194\" height=\"147\" srcset=\"https:\/\/dieng.blob.core.windows.net\/vcd\/2024\/08\/Olivia-Rodrigo-12.png 194w, https:\/\/dieng.blob.core.windows.net\/vcd\/2024\/08\/Olivia-Rodrigo-12-100x76.png 100w, https:\/\/dieng.blob.core.windows.net\/vcd\/2024\/08\/Olivia-Rodrigo-12-75x57.png 75w, https:\/\/dieng.blob.core.windows.net\/vcd\/2024\/08\/Olivia-Rodrigo-12-50x38.png 50w\" sizes=\"auto, (max-width: 194px) 100vw, 194px\" \/><\/p>\n<p>Bad idea right? Music video (2023). Source: <u>https:\/\/youtu.be\/Dj9qJsJTsjQ<\/u><\/p>\n<p>Musik video <em>\u201cbad idea right?\u201d<\/em> memiliki visualisasi estetika 90an terkuat dibandingkan video-video sebelumnya. Banyak penonton sangat merasakan nostalgia lagu <em>alternative rock <\/em>ini, dan menuai banyak komentar positif di <em>YouTube<\/em>:<\/p>\n<p><em>\u201c90&#8217;s vibes are strong!!!!\u201d (@JordenTually)<\/em><\/p>\n<p><em>\u201cNever heard her stuff, but this screams the 90\u2019s so hard it\u2019s actually amazing. The creative level is there!\u201d (@Anlazo)<\/em><\/p>\n<p><em>\u201cThe story telling fits with the music and lyrics. It\u2019s giving late 90\u2019s Romcom vibe which is a lot of fun. This music is giving pure nostalgia and fresh at the same time.\u201d (@jwinterph)<\/em><\/p>\n<p>Siapa sangka alur dan visual video ini bisa mengingatkan kembali kepada film-film <em>romantic comedy <\/em>90an? Lagu ini menggambarkan Olivia, remaja yang sedang berada di sebuah pesta rumah dengan teman-temannya, tiba-tiba diajak mantannya untuk berkunjung ke tempatnya. Teman-temannya melarangnya karena merupakan ide buruk, namun ia tetap bersikeras menemuinya.<\/p>\n<p>Pada pembukaan video, terdapat dua mobil klasik yang diduga merupakan <em>Chevrolet Camaro 1980\/90an <\/em>dan <em>pick-up GM <\/em>yang tidak diketahui jenisnya. Keberadaan dua mobil tersebut langsung membawa penonton ke suasana 90an secara instan dengan ditambahnya rasio TV jadul, 4:3. Kemudian, terdapat sebuah <em>Ford F-series <\/em>tahun 1992 di pertengahan video saat Olivia sedang menumpang untuk pergi ke tempat mantannya secara diam-diam.<\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"alignnone  wp-image-8023\" src=\"https:\/\/dieng.blob.core.windows.net\/vcd\/2024\/08\/Olivia-Rodrigo-14.png\" alt=\"\" width=\"204\" height=\"365\" srcset=\"https:\/\/dieng.blob.core.windows.net\/vcd\/2024\/08\/Olivia-Rodrigo-14.png 122w, https:\/\/dieng.blob.core.windows.net\/vcd\/2024\/08\/Olivia-Rodrigo-14-112x200.png 112w, https:\/\/dieng.blob.core.windows.net\/vcd\/2024\/08\/Olivia-Rodrigo-14-56x100.png 56w, https:\/\/dieng.blob.core.windows.net\/vcd\/2024\/08\/Olivia-Rodrigo-14-42x75.png 42w, https:\/\/dieng.blob.core.windows.net\/vcd\/2024\/08\/Olivia-Rodrigo-14-28x50.png 28w\" sizes=\"auto, (max-width: 204px) 100vw, 204px\" \/><\/p>\n<p>(2023). Source: TeenVOGUE;\u00a0 Instagram\/ Danielle Goldberg<\/p>\n<p>Dilansir dari <em>teenvogue.com, <\/em>musik video ini diduga mengambil inspirasi dari dua film <em>rom-com <\/em>90an. Adegan pesta rumah terinspirasi dari film <em>\u201cCan\u2019t Hardly Wait\u201d <\/em>(1998), yang mana sejumlah remaja mengadakan sebuah pesta untuk merayakan kelulusan mereka. Sementara, pakaian Olivia terinspirasi dari film <em>\u201cEmpire Records\u201d <\/em>(1995), yang diadaptasi dari Corey Mason, karakter utama film tersebut. Kedua film ini menjadi dugaan kuat karena unggahan seorang <em>celebrity stylist, <\/em>Danielle Goldberg, <em>\u00a0<\/em>yang mengunggah sebuah <em>story <\/em>berupa <em>moodboard <\/em>bertuliskan <em>\u201c90s mood board of my dreams\u201d, <\/em>yang memampangkan <em>screenshot <\/em>kedua film tersebut dengan adegan pesta rumah dalam video Olivia.<\/p>\n<p><strong>Gen-Z dan Estetika 90an<\/strong><\/p>\n<p>Penyanyi kelahiran 2003 ini memiliki ketertarikan mendalam dengan estetika 90an. Ia tertarik dengan era yang ia sendiri tidak pernah alami. Ketertarikan ini tentu disebabkan oleh pengaruh lingkungannya. Lagu-lagu <em>rock <\/em>kesukaan orang tuanya menjadi awal mula terumbang-ambingnya Olivia dengan dunia 90an sejak masa kecil.<\/p>\n<p>Tidak hanya Olivia, terdapat sejumlah penyanyi <em>pop <\/em>muda satu generasinya yang menerapkan estetika visual yang serupa, seperti NewJeans, NIKI, Tate McRae, dan banyak lagi. Aneh, bukan? Mereka terlahir di periode yang berbeda namun mereka seakan memutar balikkan waktu, bernostalgia ke masa TV tabung dan <em>VHS<\/em> dalam dunia hiburan yang semakin maju dan serba modern ini.<\/p>\n<p>Para peneliti dan psikolog dari perguruan tinggi ternama di dunia telah menemukan sebuah keunikan pada fenomena nostalgia yang sedang dialami kalangan Gen-Z. Rupanya, ada yang lebih luas lagi dari hanya sekedar fenomena nostalgia, yaitu fenomena \u201canemoia\u201d.<\/p>\n<p>Apa itu anemoia? Mengapa dan bagaimana fenomena anemoia bisa terjadi? Apakah Olivia dan penyanyi Gen-Z lainnya mengalami anemoia? Tetap membaca, yuk!<\/p>\n<p><strong>Anemoia<\/strong><\/p>\n<p>Diterjemahkan dari <em>Cambridge Dictionary, <\/em>\u201cnostalgia\u201d adalah perasaan senang\/puas dan sedikit sedih ketika memikirkan hal-hal yang terjadi di masa lalu. Perasaan kerinduan ini cenderung terjadi karena ketidakpuasan terhadap masa kini. Nostalgia juga dapat menambal perasaan kesendirian dan kecemasan.<\/p>\n<p>Sebuah wawancara dilakukan oleh sekelompok mahasiswa Universitas Chicago (2022) yang menerbitkan sebuah <em>Zine <\/em>seri <em>\u201cFuture Caf\u00e9: Post-X\u201d <\/em>edisi ke-3 berjudul <em>\u201cAnemoia\u201d<\/em>. Beberapa mahasiswa mengungkapkan mereka merindukan bersenang-senang secara spontan. Hal itu perlahan menjadi monoton karena seiring mereka bertumbuh, mereka semakin memahami resikonya. Kespontanan dan kepolosan itulah yang mereka rindukan. Bahkan, seorang mahasiswa mempertanyakan, <em>\u201cdid we learn to walk better or we just have less fun?\u201d<\/em><\/p>\n<p>Para psikolog menyadari ada dua macam nostalgia, yakni<em> \u201canticipated\u201d<\/em> dan <em>\u201canticipatory\u201d<\/em> nostalgia. Menurut Wing Yee Verbon Chun dari Universitas Winchester, <em>\u201canticipated nostalgia\u201d<\/em> adalah keadaan di mana seseorang masih memiliki sesuatu, namun ia mengimajinasikan kerinduan bila hal itu telah tiada di masa depan.<\/p>\n<p>Menurut Krystine Batcho dari <em>Le Moyne College<\/em> Syracuse, New York, <em>anticipatory<\/em> nostalgia adalah kerinduan terhadap sesuatu yang masih ada, namun akan merasakan kesedihan bahwa sesaat lagi hal itu akan tiada. Sebagai contoh, peristiwa yang dapat memicu <em>anticipatory <\/em>nostalgia adalah saat anggota keluarga dari jauh yang akan pergi setelah menjenguk, sehingga akan merasakan perasaan kerinduan dan kesedihan.<\/p>\n<p>Namun, Prof. Felipe De Brigard dari Duke University membantah bahwa nostalgia lebih dari sekedar memori dari pengalaman lampau seseorang. Nostalgia juga bisa terjadi karena sesuatu yang tidak dialami, yang disebut \u201canemoia\u201d.<\/p>\n<p>Menurutnya, anemoia bisa dipengaruhi oleh eksistensi media, cerita, dan propaganda dari masa lalu. Dalam kata lain, nostalgia dan anemoia terpicu oleh <em>\u201csensory stimuli\u201d<\/em>, seperti melodi lagu, bau makanan, pemandangan, dan rasa yang dialami yang membawa perasaan senang dan rindu.<\/p>\n<p>Anemoia tidak sepenuhnya mengingat memori yang terjadi, melainkan otak seseorang akan membuat sebuah simulasi fantasi dari hal-hal yang berkesan di masa lalu. Sehingga, otak kita mengimajinasikan bagaimana rasanya bila kita berada langsung di tempat atau periode itu.<\/p>\n<p><strong>Apakah Olivia Mengalami Anemoia?<\/strong><\/p>\n<p>Dapat dikatakan bahwa Olivia Rodrigo dan sejumlah artis ternama lainnya berkeinginan untuk mengingat dan menghidupkan kembali gaya kehidupan pada era 1990an hingga 2000an awal dalam musik videonya. Mulai dari gaya berpakaian, properti yang digunakan, serta visual yang menggambarkan era lampau tersebut. 90an memiliki aura dan ciri khas tersendiri sehingga kalangan Gen-Z ingin memposisikan diri mereka pada era itu.<\/p>\n<p>Pemeran <em>Bizaardvark <\/em>tersebut tidak pernah mengatakan ia tidak puas dengan lingkungannya saat ini atau pun bahwa ia terkena anemoia. Namun ia tentu menemukan kepuasan dan kesenangan untuk mendalami estetika jadul tersebut. Terlebih lagi, ia tidak pernah melupakan untuk mengaplikasikan unsur modern pada musik videonya mengingat perkembangan zaman yang tidak bisa dihindari. Estetika yang dipilihnya juga membawa ciri khas tersendiri untuknya dan penyanyi muda satu generasi dengannya.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>BY JOSANDA PUTRA DECEMBER 20, 2023 Olivia Rodrigo on iHeartRADIO (Larissa Hofmann, 2023). Source: https:\/\/www.iheartradio.ca\/news\/olivia-rodrigo-breaks-down-her-new-single-vampire-1.19843273 Penyuka lagu barat pasti sudah tidak asing lagi dengan penyanyi cantik asal Amerika Serikat, Olivia Rodrigo. Pada usianya yang baru berkepala dua, ia sudah memenangkan tiga dari 13 nominasi GRAMMY Awards dalam dua tahun terakhir. Sebuah pencapaian yang luar biasa&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":10,"featured_media":7998,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_monsterinsights_skip_tracking":false,"_monsterinsights_sitenote_active":false,"_monsterinsights_sitenote_note":"","_monsterinsights_sitenote_category":0,"footnotes":""},"categories":[6],"tags":[],"class_list":["post-7996","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-latest-news"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v27.4 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>Olivia Rodrigo, Penyanyi Muda yang Mengembalikan Gaya Jadul 1990an. Apakah Ini yang Disebut Fenomena Anemoia? - Program Studi Desain Komunikasi Visual Universitas Ciputra Surabaya<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/vcd\/olivia-rodrigo-penyanyi-muda-yang-mengembalikan-gaya-jadul-1990an-apakah-ini-yang-disebut-fenomena-anemoia\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Olivia Rodrigo, Penyanyi Muda yang Mengembalikan Gaya Jadul 1990an. Apakah Ini yang Disebut Fenomena Anemoia? - Program Studi Desain Komunikasi Visual Universitas Ciputra Surabaya\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"BY JOSANDA PUTRA DECEMBER 20, 2023 Olivia Rodrigo on iHeartRADIO (Larissa Hofmann, 2023). Source: https:\/\/www.iheartradio.ca\/news\/olivia-rodrigo-breaks-down-her-new-single-vampire-1.19843273 Penyuka lagu barat pasti sudah tidak asing lagi dengan penyanyi cantik asal Amerika Serikat, Olivia Rodrigo. Pada usianya yang baru berkepala dua, ia sudah memenangkan tiga dari 13 nominasi GRAMMY Awards dalam dua tahun terakhir. Sebuah pencapaian yang luar biasa...\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/vcd\/olivia-rodrigo-penyanyi-muda-yang-mengembalikan-gaya-jadul-1990an-apakah-ini-yang-disebut-fenomena-anemoia\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Program Studi Desain Komunikasi Visual Universitas Ciputra Surabaya\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2024-08-19T06:03:13+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/dieng.blob.core.windows.net\/vcd\/2024\/08\/Olivia-Rodrigo.png\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"602\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"371\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/png\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"ardtech\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Ditulis oleh\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"ardtech\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"14 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/vcd\\\/olivia-rodrigo-penyanyi-muda-yang-mengembalikan-gaya-jadul-1990an-apakah-ini-yang-disebut-fenomena-anemoia\\\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/vcd\\\/olivia-rodrigo-penyanyi-muda-yang-mengembalikan-gaya-jadul-1990an-apakah-ini-yang-disebut-fenomena-anemoia\\\/\"},\"author\":{\"name\":\"ardtech\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/vcd\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/8e727eddc9dfb963b79fcecd599493eb\"},\"headline\":\"Olivia Rodrigo, Penyanyi Muda yang Mengembalikan Gaya Jadul 1990an. Apakah Ini yang Disebut Fenomena Anemoia?\",\"datePublished\":\"2024-08-19T06:03:13+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/vcd\\\/olivia-rodrigo-penyanyi-muda-yang-mengembalikan-gaya-jadul-1990an-apakah-ini-yang-disebut-fenomena-anemoia\\\/\"},\"wordCount\":2060,\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/vcd\\\/olivia-rodrigo-penyanyi-muda-yang-mengembalikan-gaya-jadul-1990an-apakah-ini-yang-disebut-fenomena-anemoia\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/dieng.blob.core.windows.net\\\/vcd\\\/2024\\\/08\\\/Olivia-Rodrigo.png\",\"articleSection\":[\"Latest News\"],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/vcd\\\/olivia-rodrigo-penyanyi-muda-yang-mengembalikan-gaya-jadul-1990an-apakah-ini-yang-disebut-fenomena-anemoia\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/vcd\\\/olivia-rodrigo-penyanyi-muda-yang-mengembalikan-gaya-jadul-1990an-apakah-ini-yang-disebut-fenomena-anemoia\\\/\",\"name\":\"Olivia Rodrigo, Penyanyi Muda yang Mengembalikan Gaya Jadul 1990an. Apakah Ini yang Disebut Fenomena Anemoia? - Program Studi Desain Komunikasi Visual Universitas Ciputra Surabaya\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/vcd\\\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/vcd\\\/olivia-rodrigo-penyanyi-muda-yang-mengembalikan-gaya-jadul-1990an-apakah-ini-yang-disebut-fenomena-anemoia\\\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/vcd\\\/olivia-rodrigo-penyanyi-muda-yang-mengembalikan-gaya-jadul-1990an-apakah-ini-yang-disebut-fenomena-anemoia\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/dieng.blob.core.windows.net\\\/vcd\\\/2024\\\/08\\\/Olivia-Rodrigo.png\",\"datePublished\":\"2024-08-19T06:03:13+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/vcd\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/8e727eddc9dfb963b79fcecd599493eb\"},\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/vcd\\\/olivia-rodrigo-penyanyi-muda-yang-mengembalikan-gaya-jadul-1990an-apakah-ini-yang-disebut-fenomena-anemoia\\\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/vcd\\\/olivia-rodrigo-penyanyi-muda-yang-mengembalikan-gaya-jadul-1990an-apakah-ini-yang-disebut-fenomena-anemoia\\\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/vcd\\\/olivia-rodrigo-penyanyi-muda-yang-mengembalikan-gaya-jadul-1990an-apakah-ini-yang-disebut-fenomena-anemoia\\\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/dieng.blob.core.windows.net\\\/vcd\\\/2024\\\/08\\\/Olivia-Rodrigo.png\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/dieng.blob.core.windows.net\\\/vcd\\\/2024\\\/08\\\/Olivia-Rodrigo.png\",\"width\":602,\"height\":371},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/vcd\\\/olivia-rodrigo-penyanyi-muda-yang-mengembalikan-gaya-jadul-1990an-apakah-ini-yang-disebut-fenomena-anemoia\\\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/vcd\\\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Olivia Rodrigo, Penyanyi Muda yang Mengembalikan Gaya Jadul 1990an. Apakah Ini yang Disebut Fenomena Anemoia?\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/vcd\\\/#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/vcd\\\/\",\"name\":\"Program Studi Desain Komunikasi Visual Universitas Ciputra Surabaya\",\"description\":\"Universitas Ciputra\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/vcd\\\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/vcd\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/8e727eddc9dfb963b79fcecd599493eb\",\"name\":\"ardtech\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/777d8f1135a5f87904da88c788eb66994b255320bdea4dadd595c846af3eb794?s=96&d=mm&r=g\",\"url\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/777d8f1135a5f87904da88c788eb66994b255320bdea4dadd595c846af3eb794?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/777d8f1135a5f87904da88c788eb66994b255320bdea4dadd595c846af3eb794?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"ardtech\"},\"url\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/vcd\\\/author\\\/ardtech\\\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Olivia Rodrigo, Penyanyi Muda yang Mengembalikan Gaya Jadul 1990an. Apakah Ini yang Disebut Fenomena Anemoia? - Program Studi Desain Komunikasi Visual Universitas Ciputra Surabaya","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/vcd\/olivia-rodrigo-penyanyi-muda-yang-mengembalikan-gaya-jadul-1990an-apakah-ini-yang-disebut-fenomena-anemoia\/","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Olivia Rodrigo, Penyanyi Muda yang Mengembalikan Gaya Jadul 1990an. Apakah Ini yang Disebut Fenomena Anemoia? - Program Studi Desain Komunikasi Visual Universitas Ciputra Surabaya","og_description":"BY JOSANDA PUTRA DECEMBER 20, 2023 Olivia Rodrigo on iHeartRADIO (Larissa Hofmann, 2023). Source: https:\/\/www.iheartradio.ca\/news\/olivia-rodrigo-breaks-down-her-new-single-vampire-1.19843273 Penyuka lagu barat pasti sudah tidak asing lagi dengan penyanyi cantik asal Amerika Serikat, Olivia Rodrigo. Pada usianya yang baru berkepala dua, ia sudah memenangkan tiga dari 13 nominasi GRAMMY Awards dalam dua tahun terakhir. Sebuah pencapaian yang luar biasa...","og_url":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/vcd\/olivia-rodrigo-penyanyi-muda-yang-mengembalikan-gaya-jadul-1990an-apakah-ini-yang-disebut-fenomena-anemoia\/","og_site_name":"Program Studi Desain Komunikasi Visual Universitas Ciputra Surabaya","article_published_time":"2024-08-19T06:03:13+00:00","og_image":[{"width":602,"height":371,"url":"https:\/\/dieng.blob.core.windows.net\/vcd\/2024\/08\/Olivia-Rodrigo.png","type":"image\/png"}],"author":"ardtech","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Ditulis oleh":"ardtech","Estimasi waktu membaca":"14 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/vcd\/olivia-rodrigo-penyanyi-muda-yang-mengembalikan-gaya-jadul-1990an-apakah-ini-yang-disebut-fenomena-anemoia\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/vcd\/olivia-rodrigo-penyanyi-muda-yang-mengembalikan-gaya-jadul-1990an-apakah-ini-yang-disebut-fenomena-anemoia\/"},"author":{"name":"ardtech","@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/vcd\/#\/schema\/person\/8e727eddc9dfb963b79fcecd599493eb"},"headline":"Olivia Rodrigo, Penyanyi Muda yang Mengembalikan Gaya Jadul 1990an. Apakah Ini yang Disebut Fenomena Anemoia?","datePublished":"2024-08-19T06:03:13+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/vcd\/olivia-rodrigo-penyanyi-muda-yang-mengembalikan-gaya-jadul-1990an-apakah-ini-yang-disebut-fenomena-anemoia\/"},"wordCount":2060,"image":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/vcd\/olivia-rodrigo-penyanyi-muda-yang-mengembalikan-gaya-jadul-1990an-apakah-ini-yang-disebut-fenomena-anemoia\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/dieng.blob.core.windows.net\/vcd\/2024\/08\/Olivia-Rodrigo.png","articleSection":["Latest News"],"inLanguage":"id"},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/vcd\/olivia-rodrigo-penyanyi-muda-yang-mengembalikan-gaya-jadul-1990an-apakah-ini-yang-disebut-fenomena-anemoia\/","url":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/vcd\/olivia-rodrigo-penyanyi-muda-yang-mengembalikan-gaya-jadul-1990an-apakah-ini-yang-disebut-fenomena-anemoia\/","name":"Olivia Rodrigo, Penyanyi Muda yang Mengembalikan Gaya Jadul 1990an. Apakah Ini yang Disebut Fenomena Anemoia? - Program Studi Desain Komunikasi Visual Universitas Ciputra Surabaya","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/vcd\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/vcd\/olivia-rodrigo-penyanyi-muda-yang-mengembalikan-gaya-jadul-1990an-apakah-ini-yang-disebut-fenomena-anemoia\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/vcd\/olivia-rodrigo-penyanyi-muda-yang-mengembalikan-gaya-jadul-1990an-apakah-ini-yang-disebut-fenomena-anemoia\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/dieng.blob.core.windows.net\/vcd\/2024\/08\/Olivia-Rodrigo.png","datePublished":"2024-08-19T06:03:13+00:00","author":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/vcd\/#\/schema\/person\/8e727eddc9dfb963b79fcecd599493eb"},"breadcrumb":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/vcd\/olivia-rodrigo-penyanyi-muda-yang-mengembalikan-gaya-jadul-1990an-apakah-ini-yang-disebut-fenomena-anemoia\/#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/www.ciputra.ac.id\/vcd\/olivia-rodrigo-penyanyi-muda-yang-mengembalikan-gaya-jadul-1990an-apakah-ini-yang-disebut-fenomena-anemoia\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/vcd\/olivia-rodrigo-penyanyi-muda-yang-mengembalikan-gaya-jadul-1990an-apakah-ini-yang-disebut-fenomena-anemoia\/#primaryimage","url":"https:\/\/dieng.blob.core.windows.net\/vcd\/2024\/08\/Olivia-Rodrigo.png","contentUrl":"https:\/\/dieng.blob.core.windows.net\/vcd\/2024\/08\/Olivia-Rodrigo.png","width":602,"height":371},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/vcd\/olivia-rodrigo-penyanyi-muda-yang-mengembalikan-gaya-jadul-1990an-apakah-ini-yang-disebut-fenomena-anemoia\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/vcd\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Olivia Rodrigo, Penyanyi Muda yang Mengembalikan Gaya Jadul 1990an. Apakah Ini yang Disebut Fenomena Anemoia?"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/vcd\/#website","url":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/vcd\/","name":"Program Studi Desain Komunikasi Visual Universitas Ciputra Surabaya","description":"Universitas Ciputra","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/vcd\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/vcd\/#\/schema\/person\/8e727eddc9dfb963b79fcecd599493eb","name":"ardtech","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/777d8f1135a5f87904da88c788eb66994b255320bdea4dadd595c846af3eb794?s=96&d=mm&r=g","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/777d8f1135a5f87904da88c788eb66994b255320bdea4dadd595c846af3eb794?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/777d8f1135a5f87904da88c788eb66994b255320bdea4dadd595c846af3eb794?s=96&d=mm&r=g","caption":"ardtech"},"url":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/vcd\/author\/ardtech\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/vcd\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/7996","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/vcd\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/vcd\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/vcd\/wp-json\/wp\/v2\/users\/10"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/vcd\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=7996"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/vcd\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/7996\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":8033,"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/vcd\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/7996\/revisions\/8033"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/vcd\/wp-json\/wp\/v2\/media\/7998"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/vcd\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=7996"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/vcd\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=7996"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/vcd\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=7996"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}