
Gagal Berkali-Kali, Mahasiswa UC Ini Bangkit dan Sukses Berkat Kacang Mete
Kisah ketangguhan wirausaha muda kembali datang dari Universitas Ciputra Surabaya. Adalah Timothy Jason Lianto, mahasiswa yang kini menjadi CEO Renjana Cashew, yang membuktikan bahwa kegagalan bukan alasan untuk berhenti—melainkan titik awal untuk bangkit.
Nama Timothy akrab di lingkungan kampus, bukan hanya karena prestasinya hari ini, tetapi karena perjalanannya yang penuh jatuh bangun sejak semester pertama kuliah. Ia selalu teringat satu kutipan yang menempel di dinding kampus:
“The biggest risk is not taking any risk.”
Kutipan ini menjadi penguat ketika berbagai usaha rintisan yang ia coba berulang kali gagal.
Rangkaian Kegagalan yang Menjadi Guru Terbaik
Sejak awal kuliah, Timothy mencoba banyak hal: menjual siomay, membuka usaha kaos, menjual baju olahraga, hingga bisnis makanan ringan. Hampir semuanya berakhir gagal. Salah satu yang paling diingat adalah ketika bisnis dessert miliknya harus tutup di tengah jalan.
Namun rasa ingin mencoba tidak pernah padam.
Pada 2021, ia kembali menjajal bisnis smart home tetapi proyeknya terhenti karena pandemi.
“Pasti saya merasa down, tapi dosen dan orang dekat selalu menguatkan,” kenangnya.
Pengalaman tersebut justru menyiapkannya untuk menemukan peluang nyata—kacang mete.
Renjana Cashew: Dari Eksperimen Dapur ke Bisnis Nasional
Timothy mulai bereksperimen membuat camilan kacang mete oven dengan rasa gurih yang sehat dan tidak digoreng. Ia terinspirasi dari tren camilan premium di berbagai negara. Ia mencoba berbagai varian rasa, memperbaiki tekstur, dan memastikan produknya bisa diterima pasar.
Permintaan pertama datang dari teman-teman kampus, kemudian menyebar dari mulut ke mulut. Dalam enam minggu, omsetnya menembus Rp 1 miliar.
Permintaan pun terus meluas. Renjana Cashew kini telah didistribusikan ke lebih dari 40 lokasi termasuk kafe, restoran, toko oleh-oleh, salon, hingga gerai ritel modern. Bahkan, Timothy mulai mengekspor produknya ke Hongkong dan Singapura.
Dari Kegagalan Menjadi Momentum Sukses
Timothy menyadari bahwa kegagalan yang dialaminya bukan akhir, tetapi bagian penting dari perjalanan sebagai entrepreneur.
Ia melanjutkan kuliah hingga S-3 di Universitas Ciputra sambil mengembangkan usahanya dan memperluas jejaring.
Sebagai kontribusi balik kepada almamater, ia aktif membagikan pengalaman bisnis, memberikan kuliah tamu, dan menjadi inspirasi mahasiswa UC lainnya.
Belajar Berani Mengambil Risiko, Seperti Entrepreneur Dunia
Kisah Timothy menguatkan filosofi UC bahwa entrepreneur sejati dibentuk melalui pengalaman nyata, keberanian mengambil risiko, serta ketangguhan untuk bangkit setelah jatuh.
Dengan semangat “Creating World Class Entrepreneurs,” Universitas Ciputra terus menghadirkan pendidikan yang menekankan praktik, pembelajaran langsung dari lapangan, dan keberanian untuk mencoba hal baru—bahkan ketika hasilnya tak selalu sesuai harapan.
Perjalanan Timothy Jason Lianto adalah bukti bahwa kegigihan dapat mengubah kesulitan menjadi kesuksesan, dan setiap kegagalan dapat menjadi batu loncatan menuju masa depan yang lebih besar.
Failing Many Times, Rising Again: UC Student Finds Success Through Cashew Innovation
A story of resilience and entrepreneurial spirit emerges once again from Universitas Ciputra Surabaya. Timothy Jason Lianto, now the CEO of Renjana Cashew, is living proof that failure is not the end—it is the foundation from which success begins.
For Timothy, the road to success was anything but smooth. Since his early semesters, he experienced failure after failure in different business attempts. Yet one quote from a wall inside the UC campus stayed with him:
“The biggest risk is not taking any risk.”
That phrase became his anchor every time a business attempt collapsed.
Failure as the Most Valuable Teacher
Throughout his time in university, Timothy tried almost everything: selling dim sum, running a clothing brand, sportswear, and various snack businesses. Many of them failed. One of the most memorable was when his dessert business closed down midway.
Still, he persisted.
In 2021, he launched a smart-home product line, only for the project to collapse during the pandemic.
“I felt down, of course. But my lecturers and close friends kept motivating me,” Timothy recalls.
Those failures prepared him for what would eventually become his breakthrough: the cashew business.
Renjana Cashew: From Kitchen Experiment to National Brand
Timothy began experimenting with oven-roasted cashew snacks—healthier, crispier, and built on global snacking trends. After countless trials to perfect the texture and flavor, his products began gaining traction.
Initial orders came from his fellow students. Soon, demand surged.
Within just six weeks, revenue soared to over Rp 1 billion.
Renjana Cashew expanded rapidly across Indonesia, now available in more than 40 retail points, including cafés, stores, souvenir outlets, salons, and modern retailers. Timothy has also started exporting to Hong Kong and Singapore.
Turning Failures into Growth Opportunities
For Timothy, setbacks were stepping stones, not obstacles.
He continued his studies up to the doctoral level at Universitas Ciputra while growing his business and sharing what he learned with younger students.
He now contributes as a guest lecturer and mentor, inspiring the next generation of UC entrepreneurs.
Shaped by Courage, Driven by Real Experience
Timothy’s journey embodies the entrepreneurial philosophy of Universitas Ciputra: that true entrepreneurship is forged through practice, resilience, and the courage to take risks—even when failure is part of the process.
Aligned with UC’s vision of “Creating World Class Entrepreneurs,” his story illustrates the power of persistence and the transformative potential of real-world learning.
Timothy Jason Lianto’s success is a reminder that every failure carries the seed of future triumph, and that courage—paired with perseverance—can turn small beginnings into extraordinary impact.
