
Apa Itu Vaksinasi?
Vaksinasi adalah proses pemberian vaksin untuk merangsang sistem imun tubuh dalam menghasilkan perlindungan terhadap penyakit tertentu. Vaksin mengandung antigen yang dapat berupa virus atau bakteri yang dilemahkan, dimatikan, atau bagian dari mikroorganisme tersebut. Dengan vaksinasi, tubuh dapat membentuk imunitas tanpa harus mengalami penyakit secara langsung.
Mengapa Orang Dewasa Perlu Divaksinasi?
Vaksinasi sering dikaitkan dengan anak-anak, tetapi orang dewasa juga memerlukan perlindungan yang sama. Beberapa alasan utama mengapa vaksinasi penting bagi orang dewasa adalah:
- Kekebalan yang menurun – Seiring bertambahnya usia, imunitas yang terbentuk sejak kecil bisa melemah, sehingga vaksinasi ulang diperlukan.
- Pencegahan penyakit yang bisa dicegah – Banyak penyakit menular masih menjadi ancaman bagi orang dewasa, seperti influenza, pneumonia, dan hepatitis yang sangat bisa dicegah dengan vaksinasi.
- Perlindungan terhadap komplikasi berat – Beberapa penyakit seperti pneumonia dan herpes zoster lebih sering menyebabkan komplikasi berat pada lansia atau orang dengan kondisi medis tertentu.
- Melindungi orang di sekitar – Vaksinasi tidak hanya melindungi individu yang divaksinasi tetapi juga membantu mencegah penyebaran penyakit kepada kelompok rentan seperti bayi, orang lanjut usia, dan individu dengan sistem imun lemah.
- Keamanan perjalanan – Beberapa vaksin diperlukan untuk perjalanan ke negara tertentu, seperti vaksin demam kuning untuk bepergian ke Afrika dan Amerika Selatan.
Jenis dan penjelasan vaksin untuk orang dewasa:
- Vaksin Influenza – Diberikan setiap tahun, terutama sebelum musim flu dimulai, untuk melindungi dari virus influenza yang dapat menyebabkan demam tinggi, batuk, nyeri otot, serta komplikasi serius seperti pneumonia dan gagal napas.
- Vaksin Tetanus, Difteri, Pertusis (Td/Tdap) – Diberikan sebagai booster setiap 10 tahun setelah vaksinasi dasar pada masa anak-anak. Bagi wanita hamil, vaksin Tdap dianjurkan pada trimester ketiga kehamilan untuk melindungi bayi dari pertusis setelah lahir.
- Vaksin Varicella (Cacar Air) – Diberikan dua dosis seumur hidup, terutama bagi orang yang belum pernah terkena cacar air atau belum divaksinasi sebelumnya.
- Vaksin Human Papilloma Virus (HPV) – Dianjurkan tiga dosis dalam rentang enam bulan, terutama bagi wanita dan pria usia 9–26 tahun untuk mencegah infeksi HPV yang bisa menyebabkan kanker serviks, kanker anus, kanker orofaringeal, serta kutil kelamin.
- Vaksin Herpes Zoster (Cacar Ular) – Diberikan dua dosis untuk orang usia ≥50 tahun atau individu dengan sistem imun lemah, untuk melindungi dari reaktivasi virus varicella-zoster yang dapat menyebabkan nyeri saraf berkepanjangan (neuralgia pasca-herpes).
- Vaksin Measles, Mumps, Rubella (MMR) – Bagi orang dewasa yang belum pernah divaksin, dianjurkan dua dosis dengan jarak 28 hari untuk mencegah infeksi virus campak (measles), gondongan (mumps), dan rubella.
- Vaksin Pneumokokus (PCV/PPSV) – Diberikan satu dosis pada usia ≥65 tahun atau lebih awal bagi individu dengan penyakit kronis seperti diabetes dan penyakit paru obstruktif kronis (PPOK).
- Vaksin Meningitis – Dianjurkan untuk individu dengan faktor risiko tinggi, seperti pelancong ke daerah endemis atau mahasiswa yang tinggal di asrama terutama wajib untuk jemaah haji dan sangat dianjurkan untuk jemaah umrah. Biasanya diberikan satu dosis, dengan booster setiap 5 tahun jika diperlukan.
- Vaksin Hepatitis A dan B – Hepatitis A diberikan dalam 2 dosis dengan jarak 6–12 bulan, sedangkan hepatitis B diberikan dalam tiga dosis dalam rentang enam bulan. Dianjurkan untuk individu yang berisiko tinggi terkena infeksi, seperti tenaga kesehatan dan pelancong ke daerah endemis.
- Vaksin COVID-19 – Dosis dasar dan booster diberikan sesuai rekomendasi yang berlaku, dengan prioritas pada lansia dan individu dengan kondisi medis tertentu.
- Vaksin Demam Berdarah Dengue – Diberikan dua dosis dalam rentang enam bulan, hanya untuk individu dengan riwayat infeksi dengue sebelumnya.
- Vaksin Polio (IPV) – Diberikan sebagai satu dosis booster seumur hidup bagi orang dewasa yang belum mendapatkan vaksinasi lengkap saat kecil atau berisiko tinggi terpapar virus polio seperti jemaah haji dari wilayah tertentu.
Hal-hal Penting yang Perlu Diketahui
- Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI)
Setelah vaksinasi, seseorang bisa mengalami efek samping ringan seperti nyeri di tempat suntikan, demam ringan, atau kelelahan. Efek samping yang lebih serius jarang terjadi tetapi perlu diwaspadai, misalnya reaksi alergi berat (anafilaksis). Oleh karena itu, penerima vaksin dianjurkan untuk menunggu sekitar 15-30 menit di fasilitas kesehatan setelah mendapatkan vaksinasi. - Pelaporan dan Pemantauan
Setiap reaksi yang tidak biasa setelah vaksinasi harus dilaporkan ke tenaga kesehatan. Selain itu, penting untuk mencatat riwayat vaksinasi agar dapat mengetahui kapan booster selanjutnya diperlukan. - Efektivitas Vaksin
Tidak semua vaksin memberikan perlindungan seumur hidup. Beberapa vaksin, seperti influenza dan COVID-19, memerlukan pembaruan berkala untuk menjaga efektivitasnya terhadap mutasi virus. - Kontraindikasi dan Kewaspadaan
Beberapa individu, seperti mereka yang memiliki alergi berat terhadap komponen vaksin atau sedang mengalami kondisi imunodefisiensi, mungkin perlu berkonsultasi dengan dokter sebelum menerima vaksin tertentu.
Hal-hal Lain yang Perlu Diperhatikan
- Konsultasi dengan Tenaga Kesehatan:
Sebelum menerima vaksinasi, konsultasikan dengan dokter atau tenaga kesehatan untuk memastikan vaksin yang sesuai berdasarkan usia, kondisi kesehatan, riwayat medis, dan faktor risiko lainnya. - Efek Samping:
Seperti halnya obat atau prosedur medis lainnya, vaksin dapat menimbulkan efek samping ringan seperti nyeri di lokasi suntikan, demam ringan, atau rasa lelah. Efek samping serius jarang terjadi, dan manfaat vaksinasi jauh lebih besar dibandingkan risikonya. Namun bila keluhan semakin memberat atau sangat mengganggu, segera konsultasi kembali dengan dokter. - Catatan Vaksinasi:
Simpan catatan vaksinasi Anda dan perbarui sesuai rekomendasi. Hal ini penting untuk memastikan Anda mendapatkan perlindungan optimal terhadap penyakit yang dapat dicegah dengan vaksin.
Kesimpulan
Vaksinasi pada orang dewasa memiliki peran penting dalam mencegah berbagai penyakit infeksi yang dapat berdampak serius pada kesehatan. Rekomendasi vaksinasi yang diberikan oleh PAPDI harus diikuti untuk memastikan perlindungan optimal terhadap berbagai penyakit menular. Jangan ragu untuk berkonsultasi dengan dokter untuk menentukan vaksinasi yang sesuai dengan usia, kondisi kesehatan, dan kebutuhan perjalanan Anda. Dengan mengikuti jadwal vaksinasi yang dianjurkan, kita dapat mencegah penyebaran penyakit menular dan menciptakan lingkungan yang lebih sehat bagi semua.
Referensi
- Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2024). Apa pengertian dari vaksin, vaksinasi, imunisasi, dan imunitas? Pusat Krisis Kesehatan. https://pusatkrisis.kemkes.go.id/apa-pengertian-dari-vaksin-vaksinasi-imunisasi-dan-imunitas
- Centers for Disease Control and Prevention (CDC). (2024). Vaccines and immunizations: Basics.S. Department of Health & Human Services. https://www.cdc.gov/vaccines/basics/index.html
- Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2024). Apa itu KIPI? Ayo Sehat. https://ayosehat.kemkes.go.id/apa-itu-kipi
- Satgas Imunisasi PAPDI. (2024). Jadwal imunisasi dewasa. Perhimpunan Dokter Spesialis Penyakit Dalam Indonesia (PAPDI). https://satgasimunisasipapdi.com/jadwal-imunisasi-dewasa/
Berikut lampiran jadwal imunisasi untuk dewasa berdasarkan rekomendasi dari Perhimpunan Dokter Spesialis Penyakit Dalam Indonesia.










