STD Gonore (Kencing Nanah)

PENGERTIAN 

Gonore (kencing nanah) adalah penyakit menular seksual yang disebabkan oleh bakteri Neisseria gonorrhoeae. Infeksi ini ditularkan melalui hubungan seks oral, vaginal, atau anal. 

FAKTOR RESIKO 

Faktor Individual

  1. Usia muda (< 25 tahun)
  2. Aktivitas seksual sejak usia dini
  3. Berganti-ganti pasangan seksual / multiple partners
  4. Status belum menikah
  5. Riwayat infeksi gonore sebelumnya (reinfection tinggi)
  6. Pekerja seks komersial (PSK)
  7. Penyalahgunaan NAPZA
  8. Status sosial ekonomi dan pendidikan rendah
  9. Penggunaan kondom yang tidak konsisten
  10. (Penggunaan kondom konsisten menurunkan risiko)

 Faktor Eksternal (Lingkungan & Sosial)

  1. Faktor sosial dan budaya
  2. Pengaruh globalisasi dan perubahan gaya hidup
  3. Kurangnya pengetahuan kesehatan reproduksi

 Faktor Biologis

  1. Faktor genetik
  2. Gangguan sistem imun
  3. Penyakit menular seksual lain (misalnya sifilis, klamidia, herpes genital, trikomoniasis, bacterial vaginosis) yang meningkatkan risiko infeksi dan transmisi

TANDA DAN GEJALA 

Gejala Gonore (Kencing Nanah) biasanya muncul dalam kurun waktu 1 hingga 14 hari setelah terjadi kontak seksual dengan penderita.

  1. Gejala pada Pria
    • Keluarnya cairan berwarna putih, kuning, atau kehijauan dari penis.
    • Rasa perih atau sensasi terbakar saat buang air kecil.
    • Testis yang terasa sakit atau membengkak.
  2. Gejala pada Wanita
    • Keputihan atau keluarnya cairan yang tidak biasa dari vagina.
    • Rasa sakit atau terbakar saat buang air kecil.
    • Terjadinya pendarahan di luar masa menstruasi atau saat sedang berhubungan intim.
  3. Infeksi pada Bagian Tubuh Lain
    1. Anus (Dubur): Baik pria maupun wanita dapat mengalami gatal-gatal, keluarnya cairan, pendarahan, nyeri di area dubur, hingga rasa sakit saat buang air besar.
    2. Tenggorokan: Sering kali tidak menunjukkan gejala sama sekali. Namun, jika ada, biasanya berupa sakit tenggorokan, kemerahan, dan rasa nyeri.
  4. Dampak pada Bayi Baru Lahir
    1. Ibu yang terinfeksi dapat menularkan bakteri ini kepada bayinya saat proses persalinan. Hal ini dapat memicu infeksi mata pada bayi yang ditandai dengan mata merah, nyeri, berair, hingga luka (ulkus).

KOMPLIKASI

Gonore dapat menyebabkan dampak kesehatan yang serius serta masalah sosial dan ekonomi jika tidak terdeteksi atau tidak diobati dengan benar. Pada wanita, infeksi yang tidak ditangani bisa menyebar ke organ reproduksi dan menyebabkan radang panggul, nyeri panggul berkepanjangan, sulit hamil, keguguran pada awal kehamilan, hingga kehamilan di luar kandungan. Dalam kasus yang jarang terjadi, bakteri bisa menyebar melalui aliran darah dan menyebabkan infeksi pada sendi atau bahkan jantung. Gonore juga dapat menyebabkan peradangan pada selaput hati (sindrom Fitz-Hugh-Curtis) dan berujung pada perlengketan di dalam perut.

Pada pria, komplikasi yang bisa terjadi antara lain peradangan pada saluran sperma (yang bisa menyebabkan gangguan kesuburan), peradangan kelenjar prostat, dan infeksi pada area rektum. Selain itu, setelah infeksi gonore, sebagian orang dapat mengalami reaksi peradangan pada sendi, saluran kencing, dan mata secara bersamaan. Pada ibu hamil, gonore dapat menular ke bayi saat proses persalinan melalui kontak dengan cairan kelamin. Hal ini bisa menyebabkan infeksi mata pada bayi yang berisiko menimbulkan kebutaan jika tidak segera diobati. Infeksi gonore juga meningkatkan risiko seseorang tertular atau menularkan HIV.

Masalah lain yang menjadi perhatian adalah bakteri penyebab gonore yang semakin kebal terhadap antibiotik. Semakin sering dan tidak tepat penggunaan antibiotik di suatu daerah, semakin besar kemungkinan bakteri menjadi kebal, sehingga pengobatan menjadi lebih sulit. Negara dengan penggunaan antibiotik yang lebih terkontrol cenderung memiliki tingkat kekebalan bakteri yang lebih rendah.

TATALAKSANA

Gonore dapat disembuhkan dengan pemberian antibiotik, berupa minum atau suntik. Dokter akan mempertimbangkan jenis antibiotik sesuai dengan kebutuhan. Sampaikan kepada dokter bila terdapat riwayat alergi obat atau bila sedang mengkonsumsi obat-obatan tertentu. Kepatuhan pengobatan sangat diperlukan sampai dokter menyatakan bahwa infeksi sudah sembuh. Tanyakan pada dokter kapan waktunya kontrol untuk memastikan pengobatan sudah tuntas.

Jika gonore tidak diobati secara tuntas, gonore  maka dapat menyebabkan komplikasi berupa gangguan kesehatan reproduksi atau kesuburan. Bila infeksi gonore terjadi pada kondisi tubuh yang menurun infeksi dapat meluas ke seluruh badan sehingga bahkan dapat menyebabkan demam, kelainan kulit berupa ruam, dan nyeri sendi. Pengobatan gonore pun juga menjadi lebih panjang. Selain itu, penting bagi pasien gonore untuk mengobati pasangan seksualnya dan mencegah terjadinya infeksi berulang. Karena Infeksi gonore dan juga sering disertai infeksi menular seksual lainnya yaitu chlamydia. hampir selalu bersamaan, maka dalam pengobatan gonore sebaiknya juga diperiksa/diagnosis dan diberikan pengobatan untuk chlamydia.

PENCEGAHAN

Upaya pencegahan gonore berfokus pada pemutusan rantai penularan bakteri Neisseria gonorrhoeae yang menyebar melalui kontak seksual. Mengingat meningkatnya kasus resistensi bakteri ini terhadap antibiotik, langkah pencegahan menjadi jauh lebih krusial dibandingkan pengobatan. Beberapa langkah pencegahan yang efektif meliputi:

  • Menggunakan kondom berbahan lateks secara benar dan konsisten setiap kali melakukan hubungan seksual.
  • Melakukan praktik seks setia pada satu pasangan (monogami) yang sudah diketahui status kesehatannya. 
  • Tidak berganti-ganti pasangan seksual guna meminimalkan risiko terpapar infeksi menular seksual lainnya.
  • Melakukan pemeriksaan atau skrining kesehatan seksual secara rutin, terutama bagi individu yang aktif secara seksual atau memiliki pasangan baru.
  • Menghindari hubungan seksual sementara waktu apabila muncul gejala luka atau cairan tidak normal pada organ intim, baik pada diri sendiri maupun pasangan.
  • Memastikan pasangan seksual juga mendapatkan pengobatan jika kita terdiagnosa positif gonore untuk mencegah terjadinya infeksi berulang (ping-pong effect).
  • Memberikan edukasi kesehatan reproduksi sejak dini untuk meningkatkan kesadaran akan resiko infeksi menular seksual.

Meskipun saat ini belum tersedia vaksin khusus untuk gonore, penelitian terbaru menunjukkan bahwa vaksin tertentu untuk bakteri lain (seperti meningitis) mungkin memberikan perlindungan silang terbatas, namun penelitian ini masih terus dikembangkan.

SUMBER : 

  • Pencegahan :
    Bennett, J. E., Dolin, R., & Blaser, M. J. (2020). Mandell, Douglas, and Bennett’s Principles and Practice of Infectious Diseases (9th ed.). Elsevier. (Bagian: Neisseria gonorrhoeae).
    Kasper, D. L., & Fauci, A. S. (2022). Harrison’s Principles of Internal Medicine (21st ed.). McGraw-Hill Education.
    Unemo, M., et al. (2021). Gonorrhoea. Nature Reviews Disease Primers, 7(1), 1-22.
    Workowski, K. A., et al. (2021). Sexually Transmitted Infections Treatment Guidelines, 2021. MMWR Recommendations and Reports, 70(4), 1-187.
    World Health Organization (WHO). (2023). Multi-drug resistant gonorrhoea: Global surveillance and treatment guidelines.

Artikel Lain

Pekan Menyusui Sedunia, World Breastfeeding Week

Peran Penting Pengobatan Tradisional dalam Dunia Kedokteran

Peran Penting Pengobatan Tradisional dalam Dunia Kedokteran

Telemedis dalam Kedokteran

Telemedis dalam Kedokteran

Diabetes Mellitus Tipe II

Kegiatan DM PKM