Penyakit Hati Metabolik (MASLD/NAFLD)

PENGERTIAN 

NAFLD adalah penyakit hati karena lemak menumpuk terlalu banyak akibat gangguan metabolisme tubuh. Artinya ada lemak berlebih di hati (minimal 5%, dicek lewat USG, tes darah, atau biopsi) pada orang kegemukan, diabetes tipe 2, atau ada minimal 2 masalah seperti perut buncit, darah tinggi, kolesterol yang tidak terkontrol, gula darah tidak terkontrol, insulin susah bekerja, atau CRP tinggi. Disebabkan banyak faktor seperti resistensi insulin, gemuk, makan tidak sehat, genetik, radang, dan bakteri usus yang membuat lemak susah hilang dari hati (liver).

FAKTOR RESIKO 

  • Kegemukan (BMI ≥25) dan diabetes tipe 2  sebagai pemicu utama.
  • Gangguan metabolik : perut besar, darah tinggi, kolesterol tinggi, gula darah abnormal.
  • Umur tua, laki-laki, faktor genetik  yang membuat  penyakit cepat parah

TANDA DAN GEJALA 

Tanda dan gejala MASLD sering tidak khas dan sering tidak ada gejala pada tahap awal. Banyak pasien baru terdeteksi secara tidak sengaja saat pemeriksaan. Jika ada keluhan, yang paling sering adalah mudah lelah. Selain itu bisa muncul nyeri perut bagian kanan atas (tajam atau tumpul), kembung, rasa haus, dan gangguan tidur.

Pada kondisi yang sudah berkembang menjadi NASH, sirosis, atau penyakit hati tahap akhir, gejala bisa lebih jelas seperti mual, muntah, kulit dan mata menguning (ikterus), gatal, perut membesar karena cairan (asites), gangguan daya ingat, mudah berdarah, dan nafsu makan menurun.

Tanda fisik yang paling sering ditemukan adalah pembesaran hati ringan hingga sedang (hepatomegali). Pada stadium lanjut dapat muncul tanda penyakit hati kronis seperti ikterus, spider angioma, palmar eritema, caput medusae, ginekomastia, kontraktur Dupuytren, asites, dan petechiae.

KOMPLIKASI

Penyakit ini awalnya hanya lemak di hati, tetapi bisa berkembang menjadi:

  1. Radang hati (hepatitis)
  2. Jaringan parut (fibrosis)
  3. Sirosis (kerusakan hati berat)
  4. Gagal hati atau kanker hati

TATALAKSANA

Setelah seseorang didiagnosa menderita MASLD/MAFLD, langkah pertama yang dilakukan di rumah sakit adalah pendampingan untuk mengubah pola hidup menjadi lebih sehat. Dokter biasanya akan memberikan konseling untuk membantu pasien menurunkan berat badan secara perlahan, sekitar 7% hingga 10% dari berat badan awal, melalui pengaturan makan yang rendah gula dan rutin berolahraga setidaknya 150 menit dalam seminggu. Selain fokus pada kesehatan hati, tenaga medis juga akan memantau kondisi kesehatan jantung dan kadar gula darah secara ketat, karena masalah perlemakan hati ini sering kali muncul bersamaan dengan risiko penyakit jantung dan diabetes.

Untuk memantau perkembangan kondisi hati penderita, pasien perlu menjalani pemeriksaan rutin menggunakan alat khusus seperti Fibroscan guna melihat apakah ada luka atau pengerasan pada jaringan hati. Jika perubahan gaya hidup dirasa belum cukup, pada kasus tertentu dokter mungkin akan meresepkan obat-obatan pendukung seperti Vitamin E atau obat pengatur hormon tertentu untuk membantu mengurangi peradangan pada hati. Pasien juga sangat disarankan untuk melengkapi vaksinasi hepatitis guna mencegah infeksi tambahan yang bisa memperparah kondisi organ hati. Pada kondisi yang sudah sangat lanjut atau jika pasien mengalami obesitas yang sulit dikontrol, rumah sakit mungkin akan menyarankan prosedur bedah bariatrik atau melakukan pemeriksaan skrining rutin setiap enam bulan untuk mengantisipasi risiko kanker hati.

PENCEGAHAN

Pencegahan penyakit hati metabolik terutama berfokus pada gaya hidup sehat dan kontrol faktor risiko metabolik. Strategi utamanya adalah mengurangi kelebihan lemak di hati melalui perubahan pola hidup yang mendukung kesehatan metabolik secara umum.

Cara pencegahan:

  • Menjaga berat badan ideal : Menurunkan berat badan secara bertahap sekitar 5–10% dapat mengurangi penumpukan lemak di hati.
  • Pola makan sehat : Mengikuti diet seimbang seperti diet Mediterania (sayur, buah, biji-bijian, ikan, dan lemak sehat) serta mengurangi gula, makanan olahan, lemak jenuh, dan minuman manis membantu mencegah akumulasi lemak hati.
  • Aktivitas fisik teratur : Olahraga moderat setidaknya 150 menit per minggu membantu mengendalikan berat badan, meningkatkan sensitivitas insulin, dan mengurangi lemak hati.
  • Hindari alkohol dan kebiasaan buruk : Mengurangi atau menghentikan konsumsi alkohol dan merokok penting karena kedua hal ini dapat memperburuk kesehatan hati.
  • Kontrol kondisi medis: Mengendalikan diabetes, tekanan darah tinggi, dan kolesterol tinggi melalui diet, olahraga, serta pengobatan bila perlu dapat mengurangi risiko MASLD berkembang.
  • Kebiasaan tambahan: Asupan serat tinggi, konsumsi kopi dalam jumlah moderat, dan mempertahankan pola makan kaya antioksidan juga dikaitkan dengan manfaat bagi kesehatan hati.

SUMBER : 

  1. ‌Dapus pengertian :
    Boccatonda A, Andreetto L, D’Ardes D, Cocco G, Rossi I, Vicari S, et al. From NAFLD to MAFLD: Definition, Pathophysiological Basis and Cardiovascular Implications. Biomedicines [Internet]. 2023 Mar 1;11(3):883. Available from: https://www.mdpi.com/2227-9059/11/3/883#:~:text=Non%2Dalcoholic%20fatty%20liver%20disease
  2. Dapus faktor resiko :
    Girish V, John S. Metabolic Dysfunction-Associated Steatotic Liver Disease (MΑSLD) [Updated 2025 Aug 9]. In: StatPearls [Internet]. Treasure Island (FL): StatPearls Publishing; 2025 Jan-. Available from: https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK541033/
  3. Dapus tanda dan gejala :
    Girish V, John S. Metabolic Dysfunction-Associated Steatotic Liver Disease (MΑSLD) [Updated 2025 Aug 9]. In: StatPearls [Internet]. Treasure Island (FL): StatPearls Publishing; 2026 Jan-. Available from: https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK541033/ 
  4. Dapus komplikasi :
    Cleveland Clinic. (n.d.). Non-alcoholic fatty liver disease (NAFLD). https://my.clevelandclinic.org/health/diseases/22437-non-alcoholic-fatty-liver-disease
  5. Dapus tatalaksana :
    Cusi, K., & Isaacs, S. (2024). Management of Metabolic Dysfunction-Associated Steatotic Liver Disease (MASLD) in Clinical Practice. Endocrine Practice, 30(2).
    Feldman, M., Friedman, L. S., & Brandt, L. J. (2021). Sleisenger and Fordtran’s Gastrointestinal and Liver Disease (11th ed.). Elsevier.
    Kasper, D. L., & Fauci, A. S. (2022). Harrison’s Principles of Internal Medicine (21st ed.). McGraw-Hill Education.
    Madhwal, S., et al. (2023). Evolving Pharmacological Strategies in the Treatment of MAFLD. Clinical Liver Disease, 22(1).
    Rinella, M. E., et al. (2024). A Multi-society Delphi Consensus on New Nomenclature for Steatotic Liver Disease. Journal of Hepatology, 79(6).
    Younossi, Z. M., et al. (2021). The Global Epidemiology of NAFLD and NASH. Hepatology, 74(4).
  6. Dapus pencegahan :
    Zeng, X-F. et al. 2024, The role of dietary modification in the prevention and management of metabolic dysfunction-associated fatty liver disease: An international multidisciplinary expert consensus, Metabolism, viewed 27 February 2026, Available from :  https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/39270816/
    StatPearls 2025, Metabolic Dysfunction-Associated Steatotic Liver Disease (MASLD), StatPearls (Internet), U.S. National Library of Medicine, viewed 27 February 2026. Available from : https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK574980/

Artikel Lain

Teknik Anamnesis: Fondasi Emas dalam Dunia Kedokteran

ANEMIA

Medulloblastoma

Sistem Rekam Medis Elektronik: Transformasi Layanan Kesehatan di Era Digital

Sistem Rekam Medis Elektronik: Transformasi Layanan Kesehatan di Era Digital

Physiology Masterclass