Keliling Perusahaan Bersama Indomie (PT. Indofood CBP Sukses Makmur Tbk)

Pada tanggal 9 April 2019 mahasiswa program studi Sistem Informasi mengadakan company visit ke salah satu divisi dari PT. Indofood CBP Sukses Makmur Tbk yaitu pabrik Indomie (Jalan Cangkring Malang Km. 32 Beji, Pasuruan) yang merupakan salah satu mi instan yang sudah merakyat sekali di Indonesia. PT. Indofood CBP Sukses Makmur Tbk sendiri merupakan produsen berbagai jenis makanan dan minuman yang bermarkas di Jakarta yang didirikan oleh Sudono Salim. Selain Indomie, ada juga berbagai merk-merk ternama hasil produksi dari PT.Indofood sendiri seperti Chitato, Cheetos, bubur SUN, air mineral Club, Indomilk, sampai bumbu masakan Racik Indofood.

Tetapi kali ini kita hanya khusus melihat cara pembuatan mie instan, penasaran banget kan gimana sih proses pengolahan Indomie yang sering kita makan? apalagi untuk asupan anak kos di akhir bulan. Langsung aja ini dia tahapan-tahapan pembuatannya.

Proses Produksi Mie Instan
Proses Produksi Mie Instan

Siapkan bahan baku untuk adonan indomie yaitu tepung terigu, air, dan garam, lalu campurkan adonan dan masukkan ke dalam mesin untuk diaduk agar tercampur merata, untuk mendapat adonan yang baik kadar air harus berkisar 32-34% selanjutnya adalah tahap pembentukan mie (roll press). Setelah adonan tercampur, pres adonan menggunakan unit pressing sehingga terbentuklah lembaran adonan mie sampai ketebalan tertentu. Lalu lembaran adonan tersebut dipotong dengan pisau unit slitter secara membujur menjadi untaian mie. Kemudian dibentuk bergelombang dengan wave conveyor.

proses pembuatan dan pengemasan mie instan
Proses Pembuatan dan Pengemasan Mie Instan

Selanjutnya untaian mie yang bergelombang tersebut dimasukkan ke dalam steam box untuk dikukus (melalui proses pematangan). Pada proses ini mie mengalami perubahan fisik menjadi lebih keras dan kuat. Kemudian mie dipotong dan didistribusikan ke dalam cetakan dan digoreng pada suhu 140-150 derajat Celsius selama 60-120 detik, agar kadar air dalam mie berkurang secara sempurna.

Mie hasil penggorengan kemudian didinginkan, ditiriskan, dan dikeringkan dalam suhu 40 derajat celsius agar minyak memadat dan menempel pada mie serta membuat mie menjadi semakin keras. Proses terakhir adalah pengemasan mie dan memasukan bumbu yang telah dibungkus dalam kemasan dengan menggunakan mesin yang dapat berjalan secara otomatis, dalam setiap mesin terdapat orang yang menjaga/memastikan agar 1 bungkus mie tersebut terdapat 1 bungkus paket bumbu. Kemudian mie yang telah dibungkus dimasukkan ke dalam karton dan siap untuk di distribusikan.

Setelah berjalan-jalan melihat proses pembuatan mie, kami melakukan sesi incip-incip dan Tanya jawab dan menurut saya inilah beberapa pertanyaan mitos dan fakta seputar mi instan:

  1. Katanya mi instan itu ada lilinnya ya? Jadi kita tidak boleh memakai air rebusan mi sebagai air kuah mie tersebut? Kita tidak perlu membuang air rebusan mie/merebus air baru lagi untuk kuah mie, karena kandungan dalam air rebusan tersebut mengandung vitamin dan asam folat yang baik untuk tubuh. Lalu mengapa air rebusan mie tersebut berwarna kuning? Karena bahan dasar pembuatan mie adalah tepung terigu sehingga warna kuning tersebut berasal dari kandungan tepung dalam mie.
  2. Kenapa kok ada sarimi, indomie, popmie dan supermi, kok ga Indomie aja semua namanya? Karena terdapat berbagai market segment tertentu bagi produk-produk PT.Indofood yang tersebar merata di Indonesia, dari segi harga, rasa di tiap daerah pasti mempengaruhi tingkat permintaan produk yang berbeda sehingga Indofood memang sengaja tidak menghilangkan salah satu produk tersebut.
  3. Apakah PT.Indofood sudah menggunakan software tertentu untuk mendukung segala proses di perusahaannya? Iya, PT.Indofood sudah menggunakan software SAP untuk absensi, keluar masuknya barang, jumlah produksi (stok) per hari, dll. Untuk penjualan di koperasi pabrik yang kami kunjungi pun sudah menggunakan aplikasi kasir yang menggunakan barcode lalu barang yang kita beli sudah otomatis terinput dan terprint menjadi struk pembelian kita.
  4. Apakah terdapat standar/kemasan yang berbeda antara indomie yang dipasarkan di Indonesia dengan yang diekspor ke luar negeri? Tidak ada, semua indomie itu sama standarnya tidak ada indomie kw 1 dll. Harga kualitas semua sama.

Dari kunjungan ke pabrik indomie kali ini, mahasiswa-mahasiswi program studi Sistem Informasi, Universitas Ciputra Surabaya mendapatkan pengalaman dan melihat secara langsung pembuatan Indomie yang merupakan salah satu produk yang sangat terkenal dan telah merakyat di Indonesia karena sudah lama sekali dipasarkan dan banyak sekali orang yang telah merasakan Indomie dan sampai sekarang Indomie telah memiliki banyak sekali varian rasa dan masih tetap berusaha berinovasi mengembangkan varian rasa dan berbagai macam produknya.

Dibuat Oleh : Melisa Krisnawati (0206021810008)

Artikel lain