Menjadi Mahasiswa Baru ISB di Tengah Pandemi

Hai, Perkenalkan namaku Baghiz Zuhdi Adzin. Aku adalah mahasiswa Information System for Business (ISB) Angkatan 2020.

Menjadi mahasiswa baru memang menjadi  pengalaman baru yang menyenangkan bahkan menegangkan. Tidak terasa waktu berjalan begitu cepat, perasaan baru kemarin memakai putih abu-abu, sekarang sudah mengunakan almamater universitas baru. Aku yang tadinya sebagai siswa, sekarang sudah bermetamorfosis menjadi seorang mahasiswa. Sosok orang yang dipandang lebih dewasa dan bisa melakukan pekerjaannya sendiri. Banyak sekali mitos-mitos yang menghampiri mahasiswa baru seperti masa orientasi yang mencekam, dosen yang galak, kakak tingkat yang tidak bersahabat, pelajaran yang susah, dll.

Berbagai macam mitos diatas tidak aku temui selama berkuliah di Universitas Ciputra. Walaupun dilakukan melalui daring akibat dampak dari pandemi Covid-19, semua mitos diatas seolah-olah terbantahkan di Universitas Ciputra. Mulai dari masa orientasi mahasiswa yang di Universitas Ciputra dikenal sebagai “O-Week”,  acara tersebut jauh akan senioritas bahkan perpeloncoan. Melalui acara O-Week yang dilakukan melalui daring kita bisa mendapatkan insight lebih banyak mengenai universitas, dapat lebih dekat dengan kakak tingkat, dan pastinya mendapatkan teman baru.

Kesan kakak tingkat yang ramah juga aku ditemui di ISB ini. Mulai dari mentoring yang dilaksanakan hampir tiap minggu dan dilakukan secara daring melalui platform Zoom. Dengan mentoring tersebut, aku merasa bisa lebih dekat dengan kakak tingkat dan lebih bisa beradaptasi dengan lingkungan universitas., walaupun pembelajaran dilakukan melalui virtual. Dengan mentoring kita juga dapat berkeluh-kesah kepada kakak mentor dan Dosen Pembimbing Akademik seputar perkuliahan. Banyak kakak tingkat menjadi Asisten Dosen yang membantu jalannya perkuliahan, membuat saya juga bisa menggenal kakak tingkat lebih banyak dan bisa menanyakan materi yang saya kurang paham  dan mengerti dalam pembelajaran perkuliahan.

Dosen-dosen di ISB juga ramah dan dekat dengan  mahasiswa. Banyak dari dosen tersebut yang menjadi Dosen Pembimbing Akademik sehingga bisa mengenal mahasiswanya lebih dekat lagi. Perkulihan di ISB dilaksanakan secara daring melalui platform Zoom. Mungkin tidak menjadi masalah besar jika perkuliahan ISB dilaksanakan secara Daring. Karena kebanyakan dari mata kuliah di ISB itu berbasis Teknologi sehingga tidak akan menjadi hambatan dalam perkuliahan.

Selama perkuliahan secara daring di ISB aku merasa bisa menangkap pembelajaran dengan baik, karena dosen selalu bertanya kepada mahasiswa mengenai kepahaman materi perkuliahan. Jika kita segan bertanya kepada dosen, ada juga asisten dosen yang siap melayani apa saja materi yang kita belum paham dan mengerti seputar pembelajaran perkuliahan. Kita dapat menggunakan platform lain sebagai penunjang pembelajaran seperti “UC App” dan “Moodle” sehingga perkuliahan dapat berjalan dengan lancar.

Lingkungan pertemanan di ISB menurutku juga sangat suportif. Tidak ada yang membeda-bedakan teman, kita dengan mudah mencari teman baru di ISB. Jauh dari kesan sulit mendapatkan pertemanan ketika kuliah daring. Dengan adanya pertemanan walaupun sekadar teman online, membuat situasi pembelajaran terasa seperti kuliah di kampus Universitas Ciputra.


Walaupun dalam situasi pandemi seperti ini, Student Union ISB juga meyelenggarakan lomba bagi siswa di SMA  yaitu kompetisi ERP yang dikenal dengan “Epic”. Kompestisi Epic merupakan kompetisi simulasi bisnis tingkat nasional berbasis cloud untuk peserta didik SMA.

Peserta didik SMA yang mengikuti perlombaan ini juga belajar mengenai bagaimana mengelola perusahaan menggunakan simulasi ERP (Enterprise Resource Planning) dengan menggunakan Monsoon. Meskipun saat ini masih terjadi pandemi, acara ini tetap bisa berjalan dengan lancar yang dilaksanakan secara daring melalui platform Zoom. Aku sebagai panitia Epic bisa merasakan antusiasme peserta lomba walaupun dilaksanakan secara daring. Acara ini juga benyak menarik minat siswa SMA, bahkan acara kemarin banyak calon peserta yang kehabisan slot untuk mendafar lomba Epic.

Pada Universitas Ciputra banyak UKM yang menunjang passion semua mahasiswa. Seperti dance, teater, futsal, basket, dll.  Dengan adanya unit kreatifitas mahasiswa (UKM) kita juga dapat menambah relasi pertemanan antar mahasiswa. Tentunya semua ukm masih dilaksanakan secara daring. Di Universitas Ciputra banyak organisasi yang dapat diikuti oleh mahasiswa seperti Student Union (SU), Student Representative Board (SRB), dll.

Selama masih pembalajan daring seperti ini, aku biasanya juga mengikuti webinar untuk menambah wawasan baru. Prodi ISB juga biasanya mengadakan webinar dengan menghadirkan pembicara seperti dari Traveloka dan masih banyak yang lainnya. Menurutku dengan kita belajar dari rumah seperti sekarang, kita bisa menggali skill dan kemampuan baru  dengan waktu yang kita punya. Kita mempunyai waktu yang lebih banyak untuk mengasah kemampuan kita saat pembelajaran daring, karena kita tidak perlu pergi ke kampus sehingga kita mempuyai waktu yang lebih banyak. Aku sangat enjoy selama perkuliahan daring ini, karena semua fasilitas yang aku butuhkan dalam perkuliahan di ISB Universitas Ciputra sudah terpenuhi dengan baik. Mungkin yang dipermasalahkan sebagian mahasiswa adalah masalah koneksi internet yang berbeda-beda. Namun secara keseluruhan perkulihan daring ini dapat berjalan dengan lancar selama pandemi. Aku berharap pandemi ini segera berakhir supaya pembelajaran di ISB bisa optimal dan bisa bertemu dengan teman-teman di ISB. Jangan lupa jaga Kesehatan ya teman-teman, terima kasih telah membaca.

Artikel lain