
Dalam perjalanannya, Roomsche Kerkstraat atau saat ini dikenal dengan Jalan Cendrawasih tidak lepas dari aktivitas masyarakat pada zaman kolonial Belanda.
Aktivitas disana dahulu didominasi oleh perkantoran dan perdagangan, karena lokasinya strategis berdekatan dengan sungai Kalimas. Hingga saat ini, Kawasan tersebut masih melekat dengan aktivitas dahulu yakni perkantoran dan perdagangan.
Pustakawan Sejarah Chrisyandi Tri Kartika mengatakan, memang sejak dari zaman colonial Belanda sudah menjadi wilayah untuk perdagangan dan perkantoran, dan hingga saat ini masih seperti itu. Hal inilah yang membuat bangunan di Kawasan tersebut banyak yang berubah, namun untuk aktivitas masyarakatnya tidak berbeda dengan aktivitas zaman dahulu.
“Dahulu Belanda lebih dulu masuk, yang mana di area Jalan Cendrawasih selain ada bangunan gereja juga terdapat banteng, kemudian banteng tersebut dirobohkan sendiri oleh Belanda. Jadi seiring berjalannya waktu, di tempat tersebut digunakan sebagai tempat aktivitas perniagaan dan juga banyaknya kantor-kantor di wilayah Jalan Cendrawasih,” katanya.
Di Jalan Cendrawasih saat ini bisa dilihat ramai dengan kendaraan dan truk-truk pengangkut barang yang hilir mudik di jalan tersebut saat siang. Beberapa bangunan di sana juga digunakan sebagai kantor perusahaan.
“Tak hanya itu, lalu Lalang orang beraktivitas di jalan tersebut juga cukup ramai. Apalagi jalan tersebut juga menjadi jalan penghubung, pada jam-jam tertentu kendaraan juga ramai melintasi jalan itu,” imbuhnya.
Lokasi Kawasan tersebut yang berdekatan dengan sungai dan pelabuhan memudahkan para pebisnis maupun saudagar kala itu. Karena mudah dan strategis untuk mengirim dan mendatangkan barang. Oleh karenanya aktivitas niaga memang ramai di Kawasan itu. (*/nur)
Sumber: Radar Surabaya. 22 Desember 2019
