Secara alami, tubuh kita sudah memiliki sistem pertahanan (imunisasi) yang sempurna. Jika sistem ini bekerja dengan baik, penyakit tidak akan gampang menyerang. Setiap hari sebetulnya kita terpapar dengan jutaan kuman sebab memang bakteri dan virus ada di dalam makanan, minuman, bahkan udara yang kita hirup. Tapi toh faktanya kita tidak lantas menjadi sakit, bukan? Itu adalah bukti kerja sistem daya tahan kita. Jika sistem ini mengalami gangguan, bisa dipastikan tubuh kita akan rentan terhadap penyakit. Mudah kena flu, sariawan, infeksi, batuk, radang tenggorokan, dan sebagainya.

Sistem daya tahan tubuh bekerja dengan cara yang cukup kompleks. Ada anyak faktor yang membuah daya tahan tubuh kita terganggu.

Gizi tidak seimbang

Ada beberapa pedoman umum agar asupan gizi kita seimbang, salah satu yang utama adalah memperbanyak makan buah dan sayur, sekitar 4 porsi sehari. Buah dan sayur banyak mengandung vitamin, mineral, dan antioksidan yang sangat diperlukan untuk menjaga daya tahan. Dari buah dan sayur saja kita bisa mencegah banyak sekali penyakit, di antaranya sembelit, hipertensi, tinggi lemak, tinggi kolesterol, kegemukan, diabetes, penuaan dini, dan masih banyak lagi. Dibandingkan suplemen multivitamin mana pun, buah dan sayur mengandung gizi jauh lebih komplet.

Poin penting lain dari pedoman gizi seimbang adalah mengurangi konsumsi karbohidrat. Menurut ukuran kesehatan, secara umum tingkat konsumsi nasi (dan karbohidrat) orang Indonesia cenderung berlebihan. Dalam satu piring, porsi nasi harusnya hanya sepertiga bagian. Setengah piring harus berisi sayur dan buah. Sisanya adalah lauk protein.

 

Kurang olahraga

Faktor-faktor yang memperngaruhi daya tahan tubuh saling mempengaruhi satu sama lain. Gizi yang baik saja tidaklah cukup, harus disertai dengan olahraga yang teratur. Dua orang yang sama-sama cukup gizi bisa saja punya daya tahan tubuh yang jauh berbeda. Olahraga dan aktivitas fisik membuat sistem peredaran darah menjadi lancar. Dengan begitu, pasokan nutrisi buah sel-sel tubuh penjaga imunitas pun akan lancar.

Olahraga tidak harus selalu berupa kegiatan yang kita kenal sebagai sport, yang sampai membuat kita terengah-engah dan mandi keringat. Jalan cepat selama setengah jam sampai satu jam yang dilakukan secara rutin pun bisa menjatuhkan kita dari aneka penyakit. Kita mungkin tidak bisa bermain badminton, berenang, atau bersepeda, tapi hampir semua orang bisa berjalan cepat. Jadi, tak ada alasan untuk tidak berolahraga.

 

 

Stres psikis

Secara langsung maupun tak langsung, stres bisa mengganggu kemampuan tubuh memproduksi sel-sel imun. Itu artinya, sekalipun gizi kita tercukupi, bisa saja kita mudah sakit-sakitan jika kita sering menderita stres. Banayk di antara kita yang sering meremehkan faktor ini padahal stres psikis sangat dekat dengan penyakit fisik. Saat kita mengalami stres, tubuh memproduksi hormon yang merusak sistem imun. Stres bisa menyebabkan sakit kepala,  maag, sariawan, asma, hipertensi, dan masih banyak lagi. Artinya, makin pandai kita mengelola stres, makin kecil kemungkinan kita sakit. Karena itulah, pengeetahuan tentang gii harus diimbangi dengan pengetahuan psikologi.

 

Kurang istirahat

Pengaruh kurang istirahat terhadap daya tahan tubuh mirip dengan pengaruh stres psikis. Saat kita kurang istirahat, kemampuan tubuh untuk memproduksi sel-sel imun juga akan terganggu. Itu sebabnya, orang yang kurang tidur biasanya menjadi mudah sakit, mudah uring-uringan, mudah stres, mudah sakit kepala, dan sebagainya.

Dalam hal ini, anjuran dokter masih berlaku untuk kebanyakan orang tidurlah delapan jam sehari. Sebagian orang memang bisa tidur kurang dari delapan jam sehari dan tetap sehat. Tapi ini bukan pembanding untuk orang kebanyakan. Ukuran tidur yang sehat tidak hanya dihitung berdasarkan kuantitas (lamanya) tapi juga kualitas (tingkat kenyenyakannya). Agar kualitas tidur kita optimal, sebelum tidur kita bisa melakukan relaksasi seperti mandi air hangat dan olah napas.

 

 

Faktor lain

Selain empat faktor di atas, masih ada hal-hal lain yang bisa menurunkan kemampuan tubuh memproduksi sel-sel imun, misalnya polusi, merokok, kelelahan fisik, paparan sinar matahari yang berlebihan, terlalu banyak minum obar, dan sejenisnya.

Semua faktor ini bisa merusak vitamin dan antioksidan yang kita peroleh dari makanan. Sekadar contoh, kalau kita makan jambu biji atau jeruk, kita akan memperoleh vitamin C yang cukup untuk kebutuhan hari itu. Tapi jika pada saat yang sama kita juga merokok, maka vitamin C itu akan langsung habis untuk menetralkan efek oksidasi dari rokok. Karena itu agar daya tahan tubuh kita terjaga dengan baik, kita harus menjauhi rokok, polusi, dan panas sinar matahari yang berlebihan.

Sumber : Sedap Edisi 5 2017 Hal 80-81