HARI Pahlawan 10 November pasti dikenang dengan cara pawai atau karnaval. Bahkan, sebelum hari H, sekolah-sekolah mengadakan pawai atau karnaval dengan memakai seragam tentara seperti angkatan darat dan angkatan laut serta suster. Bahkan, seorang anak tetangga teman saya menangis dan mogokk sekolah akrena tidak memakai pakaian tentara untuk karnaval. Sangat disayangkan.
Saya jadi berpikir, kita mengenang Hari Pahlawan atau hari tentara? Padahal, ketika pertempuran besar terjadi di Surabaya, para pejuang tidak hanya berasal dari Tentara Keamanan Rakyat (TKR), tetapi juga masyarakat sipil, para pelajar, tokoh-tokoh agama, dan para santri. Tentunya pakaian yang dipakai untuk perang juga beraneka ragam seperti menggunakan kopiah/peci, sarung, kaus oblong, bahkan baju yang hanya melekat di badan. Jadi, ketika mengenang Hari Pahlawan, tidak harus memakai pakaian tentara karena Hari Pahlawan bukan hari tentara, tapi hari rakyat.
Raden Panji Yohanes,
Staff Perpustakaan Ciputra, (panji@ciputra.ac.id)
Sumber: Jawa Pos.9 November 2013.Hal.4

