Sumber:https://beritajatim.com/universitas-ciputra-surabaya-bentuk-jiwa-kewirausahaan-mahasiswa-baru-lewat-o-week

Universitas Ciputra Surabaya Bentuk Jiwa Kewirausahaan Mahasiswa Baru Lewat O-Week

2 September 2024

Surabaya (beritajatim.com) – Universitas Ciputra (UC) Surabaya membentuk jiwa kewirausahaan mahasiswa baru melalui kegiatan Orientation Week (O-Week) yang berlangsung mulai tanggal 2 hingga 7 September 2024. Acara ini diikuti oleh sebanyak 1.600 mahasiswa baru.

Rektor UC Surabaya Ir Yohannes Somawiharja mengatakan bahwa acara ini tidak hanya mengenalkan mahasiswa pada lingkungan kampus, tetapi juga untuk membentuk pola pikir kewirausahaan yang kuat.

“Menjadi seorang entrepreneur tidak hanya berarti menjalankan bisnis, tetapi juga bagaimana menjadi kontributor positif bagi masyarakat,” kata rektor yang akrab disapa Yosoma itu, Senin (2/9/2024).

Untuk memfasilitasi pembentukan jiwa kewirausahaan, Yosoma menguraikan tiga langkah penting yang perlu dilakukan. Pertama, mahasiswa harus terus belajar untuk memahami kebutuhan masyarakat.

Kedua, mereka harus kreatif dalam memadukan keahlian, membangun jaringan, dan melakukan riset. Ketiga, perlu fokus pada implementasi rencana, memastikan bahwa solusi yang mereka tawarkan efektif dan aplikatif.

Sementara itu, Kepala Bagian Kemahasiswaan UC Surabaya Novi Rosita menambahkan bahwa mahasiswa baru akan terlibat dalam kegiatan praktis kewirausahaan.

Mereka akan mempelajari Business Model Canvas (BMC) dan berpartisipasi dalam acara Selling Day pada 6 September 2024, di mana mereka akan berinteraksi langsung dengan pelanggan. “Mahasiswa baru akan mulai belajar membuat Business Model Canvas dan akan langsung bertemu customer,” katanya.

Pentingnya aspek kewirausahaan ini, menurut Novi, adalah untuk merangsang kreativitas dan inovasi, serta membekali mahasiswa dengan keterampilan untuk menghadapi tantangan di dunia nyata.

Di kesempatan ini, O-Week juga mengenalkan maskot baru UC bernama Yucca, yang merupakan hasil kolaborasi antara kecerdasan buatan (AI) dan kecerdasan manusia (HI).

Kreator Yucca, Samuel Barrel Sagita mengungkapkan bahwa desain maskot ini selesai dalam dua bulan berkat penggunaan AI, yang kemudian disempurnakan dengan HI. Nama ‘Yucca’ diambil dari tanaman yang dikenal mampu beradaptasi dengan berbagai kondisi.

Maskot berbentuk unicorn ini dipilih karena simbolismenya yang mencerminkan transformasi positif, daya tahan, dan keindahan, selaras dengan misi UC untuk membentuk jiwa kewirausahaan yang tangguh.

“Dengan memaksimalkan AI, proses pembuatan Yucca bisa selesai dalam waktu dua bulan saja. AI tidak bisa bekerja sendiri, jadi dari AI lalu disempurnakan dengan human intelligence,” jelas Samuel.

Inisiatif ini tidak hanya bertujuan untuk memupuk semangat berwirausaha di kalangan mahasiswa baru tetapi juga sebagai bagian dari komitmen UC dalam menciptakan lingkungan kampus yang inklusif dan bebas dari bullying. [ipl/suf]

oleh Shohibul Anwar