Jawa Pos 27 Maret 2014.Hal.32

SURABAYA – Frasa kreatif atau mati memang terasa begitu bombastis. Tapi, saat ini mereka yang tidak kreatif memang terasa so yesterday dan bakal dilibas saingan. Namun, kreativitas bukan melulu genetik dan warisan. Orang masih bisa mengupayakan jurus-jurus panas dalam menggapai kreativitas.

Itu, antara lain, yang disampaikan Hengki Setiawan dalam seminar Entrepreneurship 101: Creative Marketing di Universitas Ciputra (UC) kemarin (26/3). Hengki adalah seorang creativity booster alias perangsang kreativitas. Dia juga founder CreathinX Australia. Alumnus teknik elektro Institut Sepuluh Nopember (ITS) itu sedang bermukim di Australia. Di Negeri Kanguru tersebut, dia menekuni bidang konsultasi dan pelatihan di bidang kreativitas.

Nah, dalam pekan-pekan ini, Hengki memang sedang pulang kampung. Sambil pulang, dia membagi virus kreativitas tersebut ke sejumlah kampus dan sekolah. Pada Senin (24/3), misalnya, dia berbicara di depan ratusan mahasiswa Universitas Negeri Surabaya (Unesa). Lalu, pada Selasa (25/3), giliran murid-murid SMA Hendrikus yang dirangsang kreativitasnya.

Kemarin sekitar 900 mahasiswa UC mengikuti seminar dua sesi itu. Pada sesi-sesi itu, lulusan Edith Cowan University, Australia, tersebut kembali mengingatkan tiga jurus panas menggapai kreativitas. “Lirak-lirik, mudah terangsang, dan tidak pernah puas,” katanya.

Tidak pernah puas itu, kata dia, yang juga dilakukan Steve Jobs dalam membesarkan Apple Inc. “Apple mempekerjakan orang yang tidak pernah puas,” katanya.

Sejumlah mahasiswa merasa tidak puas hanya dengan berdialog lewat seminar itu. Setelah acara rampung, beberapa orang mendekati Hengki. Ada yang minta tanda tangan buku Paspor Kreatif: Jurus Panas Menggapai Sukses, tulisan Hengki yang terbit akhir 2013. Sebagian lagi “curhat” karena merasa tidak pernah kreatif dan minta saran membangkitkan kreativitas. “Kadang Anda harus mengistirahatkan alam sadar Anda. Sesekali perlu rileks, keluar dari rutinitas,” jawab Hengki. (c6/dos)

Sumber: Jawa-Pos-27-Maret-2014.Hal_.32