Kebanyakan anak-anak tidak dapat menyampaikan keluhan atas gejala gagguan yang terjadi pada matanya keapda orang tua, terlebih mereka yang masih begitu kecil. Akibatnya, tidka jarang orang tua belakangan baru mengetahui setelah persoal pada mata anaknya benar-benar serius.

Padahal, begitu banyak persoalan mata yang dapat dialami anak, baik yang hanya bersifat gangguan maupun penyakit serius. Beberpa ganguan mata uang umum ditemukan pada anak-anak adalah gangguan refraksi, ambliopia (mata malas), strabismus (mata juling), galukoma kongenital, katarak kongenital.

Ada juga retinopathy of prenaturity (ROP), ptosis (kelopak mata turun), retinoblastoma (tumor mata ganas) serta gangguan otak yang mempengaruhi penglihatan (cortical blindness). Termasuk masalah mata yang dapat menimpa anak-anak berkebutuhan khusus (spescial needs children) seperti down syndrome, cderebral palsy, autis dan hiperaktif.

“Karena itu, pemeriksaan dini sangat diperlukan dan orang tua perlu tahu kapan anaknya harus diperiksa matanya untuk pertama kali,” kata Ketua Layanan Children Eye & Squint Clinic Rumah Sakit Jakrta Eye Center (JEC) Kedoya Ni Retno Setyoningrum.

Menurut dokter Ni Retno, mata anak harus diperiksa pada tahun pertama kehidupannya jika orang tua atau dokter anak mencurigai ada gangguan pada matanya atau terdapat riwayat gangguan mata dalam keluarga. Selain itu, semua anak-anak harus mendapat pemeriksaan mata lengkap sebelum berusia 4 tahun meskipun tidak mengalami gangguan penglihatan atau riwayat keluarga. Mereka perlu menjalani screening kesehatan mata dan dicek kembali setiap 1-2 tahun.

Lebih lanjut, Damara Andalia, doketr spesialis mata di Rumah Sakit Mata JEC Kedoya mengatakan, diabetes anak dengan kondisi medis tertentu, seperti kelainan darah, gangguan metabolisme, dan kealainan genetik juga perlu diperiksa secara reguler. Perkembangan mata akan dialmai anak-anak sampai dengan usia sekitar 10 tahun sehingga pemeriksaan dan penanganan dini sangat penting untuk menjaga penglihatan yang baik.

Adapun gejala pada mata anak yang perlu diperiksakan ke dokter a.l. adanya putih-putih di anak-anak mata, kilatan seperti mata kucing, mata juling/tidak inkron/bergerak-gerak, mata merah serta banyak keluar kotoran/air. Kemudian jika menonton TV selalu mendekat atau memiringkan kepala, suka memicingkan mata, mata digosok-dosok, bayi lahir prematur atau kelainan gerak bola mata.

Orang tua pun tidak perlu khawwatir karena fasilitas-fasilitas kesehatan, termasuk JEC, dapat melakukan pemeriksaan mata terhadap anak-anak yang belum isa membaca atau belum mengenal gambar/angka. Jenis-jenis pemeriksaan mata yang dilakukan seperti pemeriksaan mata dengan slit lamp atau hand-held light, untuk melihat ada atau tidaknya kelainan anatomi mata.

Kemudian pemeriksaan posisi dam pergerakan mata, untuk melihat ada tidaknya juling (strabismus). Lalu pemeriksaan refraksi dengan alat refraksi sesuai usia anak untuk mencari apakah anak memerlukan kacamata, serta pemeriksaan saraf mata (retina) dengan alat khusus atau foto (retcam). Yoseph Pencawan

 

Sumber: Bisnis-Indonesia-Weekend.25-Maret-2018.Hal_.11