
UC Library kembali mengadakan Movie Time @ UC Library yang pada Jumat, 22 November 2019 lalu memutar film berdasarkan kisah nyata berjudul “The Boy Who Harnessed the Wind”. Film ini menceritakan tentang perjuangan seorang anak yang menggunakan bakatnya untuk memecahkan masalah di desa tempat tinggalnya.
Film ini memotret kehidupan masyarakat Malawi yang sangat bergantung pada hujan. Intensitas hujan yang sangat jarang berakibat pada sedikitnya hasil panen dan pendapatan masyarakat. Kesulitan pangan memaksa mereka untuk menjarah satu dengan yang lainnya agar bisa bertahan hidup. Di tengah kesulitan ini hadir perusahaan multi nasional yang ingin memperluas lahan tembakau dengan mengiming-imingi warga dengan uang pengganti yang sangat rendah.

Dalam situasi seperti ini Trywell Kamkwamba (Chiwetel Ejiofor) masih sempat berusaha agar anak-anaknya memperoleh pendidikan. William Kamkwamba (Maxwell Simba) anak kedua Trywell memiliki ketertarikan pada sains dan sering memperbaiki radio dan tape warga sekitar. Pada suatu saat William terpaksa harus dikeluarkan dari sekolah karena orang tuanya belum membayar uang sekolah. Kondisi ini tidak mematahkan semangatnya untuk terus belajar. William merasa terpanggil untuk memecahkan masalah yang sedang mereka alami.
William mampu melihat peluang dari berbagai masalah yang sedang terjadi. Angin dan Sains. William menemukan ide inovatifnya untuk memadukan angin dan sains sebagai sumber energi pompa air. Ide ini muncul ketika dia melihat dinamo sepeda yang mampu memberi energi pada lampu sepeda. Dari situ William ingin menggunakan angin sebagai penggerak dinamo. Untuk mewujudkan idenya William membutuhkan ilmu pengetahuan, sumber daya dan kepercayaan. William yang sudah dikeluarkan dari sekolah harus bersekongkol dengan guru sains (pacar kakaknya) agar boleh belajar di perpustakaan, meskipun pada akhirnya ketahuan. Untuk membangun kincir angin yang besar William memanfaatkan barang-barang rongsokan. Dia masih harus meyakinkan ide gila ini pada ayahnya agar rangka sepeda ayahnya dapat dia manfaatkan sebagai salah satu bagian dari kincir angin. Tidak semulus yang diharapkan, ayahnya tidak setuju begitu saja. Setelah melewati proses yang sulit akhirnya kincir angin pun berhasil beroperasi dan air pun mulai mengalir ke kebun warga.
Apa yang dapat dipelajari dari film yang diangkat dari kisah nyata ini, adalah:
- Peka terhadap masalah sosial dan lingkungan. Meskipun curah hujan yang sangat rendah di daerah tersebut Trywell Kamkwamba (ayah William) tidak tertarik untuk menjual lahannya pada perusahaan multinasional yang akan membuka lahan tembakau secara masif. Dia tahu bahwa dengan memberikan lahan mereka pada tangan perusahaan tersebut pohon-pohon akan ditebang habis dan akan berujung pada bencana alam apabila musim hujan tiba. Pada akhirnya yang menanggung resiko tersebut adalah warga setempat.
- Kegigihan mewujudkan mimpi. Apa yang dapat kita pelajari dari seorang William Kamkwamba ialah kegigihannya untuk mewujudkan mimpi. Jika UC People menonton dari awal, William mengalami banyak sekali tantangan, antara lain keterbatasan dana untuk sekolah, kondisi masyarakat yang saling menjarah, keterbatasan sumber daya untuk membangun kincir angin. Tapi pada akhirnya William dapat memberikan kontribusi yang sangat berarti bagi masyarakat di desanya. Kincir angin berhasil dibangun dan air mulai mengalir ke kebun warga. Semangat pantang menyerah ialah kunci kesuksesan William untuk memecahkan masalah di desanya.
