Padi merupakan tanaman akumulator usur silika (Si). Artinya dalam pertumbuhan Oryza sativa itu membutuhkan silika batuan jumlah banyak. Unsur yang berasal dari batuab itu berperan dalam meningkatkan ketahanan tanaman terhadap stres, mengurangi toksisitas pada tanaman khususnya padi.
Silika dikenal sebagai elemen yang bermanfaat, tetapi kerap luput dari perhatian petani. Unsur golongan 14 dalam tabel periodik itu sejatinya terdpat di dalam lapisan tanah dan diserap tanaman dalam bentuk asam monosilikat (H4SiO4). Namun, ketersediaannya terbatas karena masih berkaitan dengan unsur lain. Akibatnya sulit larut dan belum siap diserap langsung oleh tanaman.
Lebih Tersedia
Aplikasi pupuk kalsium silikat ke dalam tanah sebelum penanaman dapat meningkatkan ketersediaan silikat. Salah satu sumber pupuk ketersediaan silikat. Salah satu sumber pupuk silikat adalah tras. Tras adalah salah satu bahan alam yang terbentuk dari abu vulkanik yang mengandung unsur kalsium dan silika. Biasanya tras digunakan untuk pembuatan keperluan bangunan seperti batako. Penambahan tras pada pertanaman padi terbukti meningkatkan signifikan. Itu artinya unsur silikon bukan faktor pembatasan pada tanah inceptisol. Karena terdapat kandungan unsur besi (Fe) dan mangan (Mn) yang tinggi. Setiap tanah diberi perlakuan dosis tras yang berbeda. Tujuannya agar diketahui takaran yang pemberian tras yang tepat. Riset menunjukkan dosis 10 gram pupuk silika dari tras yang diberikan dalam 1 kg tanah yang terbaik.
Adapun produksi rata-rata meningkat menjadi 44,19 gram per pot atau setara 7,07 ton per hektare. Bila dibandingkan dengan tanpa penambahan tras (kontrol), rata-rata pproduksi hanya 36,36 gram per pot atau setara 6,13 ton perhektare. Tras yang digunakan berasal dari Kecamatan Ciampea, kabupaten Bogor, Jawa Barat. Penguji sebelumnya menunjukkan, pupuk silika terbaik besumber dari campuran tras dan kalsium karbonat (CaCO3) yang dipanaskan.Hal itu ditandai dengan kandungan Si tertinggi, yakni 156,12 mg SiO2 per kilogram. Sebelum dipanaskan tras diayak dengan saringan berukuran 10 mesh setara dengan diameter lubang 0,147 mm. Lalu tambahkan CaCO3 dengan perbandingan masing-masing 83,33% dan 16,67%. Campuran dipanaskan pada suhu 700oC selama 120 menit. Penamabhan CaCO3 dan air bertujuan mengubah bentuk silika yang tersediadan dapat diserap oleh hampir semua tanaman.
Pemanasan kedua bahan itu bertujuan meningkatkan kelarutan silika dalam air. Akibanya menjadi bentuk asam monosilikat yang dapat diserap oleh tanaman. Setelah pemanasan, campuran pupuk didinginkan hingga suhu ruangan. Lalu 330 mlakuades dan panaskan kembali pada suhu 500oC selama 60 menit.
Perawatan Tetap
Pada praktiknya, penambahan pupuk slika saat persiapan media tanam. Selain itu petani dapat memberikan silika ketika bahan tanah telah kering udaha dan dihaluskan. Tanah yang digunakan adalah tanah yang lolos saringan dengan diameter 5 milimeter. Selanjutnya tanah ditimbang masing-masing 5 kilogram kemudian campurkan dengan pupuk Si. Setelah pengadukan rata, inkubasi media dalam kondisi tergenang kurang lebih 5cm.
Setelah masa inkubasi berakhir, tanam bibit padi berumur 20 hari. Jumlah 3 bibit setiap pot. Pupuk dasar tetap diberikan sesuai dosis rekomendasi. Pupuk urea dan KCl diberikan 3 kali, yakni ketika penanaman dan 2 pekan setelah tanaman. Pemberian terakhir ketika padiberumur 8 pekan setelah pemberian kedua atau saat vegetatif maksimum. Pemberian Urea 0,6 gram per kg tanah setara 300 kg per hektare.
Sementara itu berikan 0,2 gram KCl per kg tanah setara dengan 100 kgper hektare. Adapun pemberuan pupuk SP36 hanya sekali ketika penanaman. Jumlahnya 0,2 gram per kg tanah atau setara 100 kg per hektare. Pertahankan kondisi air mengenang selama praktuk. Bila ditemukan gulma, lakukan penyiangan secara manual atau cabut langsung. Pengendalian hama menggunakan insektisida nabati berbagan aktif beta siflurin. Lakukan hal itu hingga panen tiba atau hingga masak kuning atau 90% mulai menguning. (Mirwanty Amin, S.P., M.Si., Penelitian ahli pertama BPTP Sulawesi Utara)
Sumber: Trubus Februari 2021

