https://suryamalang.tribunnews.com/amp/2023/01/15/tumbuhkan-jiwa-nasionalisme-melalui-kompetisi-pbb-dan-kreasi

SURYAMALANG.COM, SURABAYA – Terlihat ada ratusan siswa dari tingkat SMP dan SMA se-Jawa Timur menampilkan kepiawaiannya dalam hal baris berbaris dengan sentuhan seni dan kreasi.

Ratusan siswa tersebut terbagi menjadi 54 tim yang bersaing untuk menjadi yang terbaik dalam kompetisi UCLYMPIC yang digelar Universitas Ciputra (UC) melalui Peminatan Performance Art and Sport Management (PASM), Minggu (15/1/2023).

Bertempat di Plaza kampus UC, tim-tim dari berbagai sekolah itu menampilkan gerakan PBB (Peraturan Baris Berbaris) yang dikreasikan dengan gerakan tari yang rancaknya mengikuti irama. Mereka tampil secara bergantian dan dinilai langsung oleh para juri.

Wakil Rektor Bidang Akademik Universitas Ciputra, Prof Widya Utami berharap melalui kegiatan ini dapat memberikan dampak positif bagi remaja, khususnya dapat membangun rasa Nasionalisme sebagai generasi penerus bangsa.

Kepala Program PASM, Dr Henry Susanto Pranoto mengatakan kegiatan ini memang ditujukan untuk membangun rasa nasionalisme pada generasi penerus bangsa terutama menjelang pesta demokrasi tahun 2024 nantinya.

“Melalui kegiatan ini kami berupaya untuk mengantisipasi sikap apatis remaja terhadap pesta demokrasi. Kami sampaikan pesan dengan cara unik yaitu melalui kegiatan yang dekat dengan kegemaran remaja masa kini, dengan gerak dan lagu,” katanya.

Hendri menyebut didalam kata nasionalisme terkandung nilai toleransi, kerjasama dan tanggung jawab.

“Inilah yang ingin kami tumbuhkan kepada para siswa. Dengan diperkuat dengan narasi atau slogan-slogan yang disampaikan tiap tim saat berlaga,” ungkapnya.

Salah satu peserta berseragam kuning berasal dari MTS 4 Surabaya, dalam penampilannya menyuarakan NKRI sampai dibawa mati. Slogan itupun diperagakan dengan koreo yang menarik dan kompak.

Menanggapi hal itu, Hendri menyampaikan PBB ini membawa dampak pembentukan fisik yang sehat, menanamkan tata cara kebiasaan dipandu (persatuan dan disiplin), pembentukan perwatakan tertentu seperti mengutamakan orang lain dan tanggung jawab.

Tiap tim mendapatkan waktu perform maksimal 8 menit. Selama itulah kesempatan tiap tim untuk menyajikan kekompakan gerakan, kreasi gerakan dan juga keserasian dengan musik.