Pabrik Bir Pertama di surabaya (6).

Produksi Bir di Surabaya Lebih Besar Dibandingkan Daerah Lain

RAHMAT SUDRAJAT

Radar Surabaya. 29 Agustus 2023. Hal. 6

Pada tahun 1970 pabrik bir mengembangkan sayapnya dengan memegang izin lisensi pembatalan untuk merk F&N dan 7 Up sampai tahun 1972.

NAMA Heineken’s Nederlandsch Indische Bier Brouwerij Maatschappij diubah menjadi PT Perusahaan Bir Indonesia yang ditandai dengan memegang lisensi Guiness Stout dari Sir Arthur Guiness & Sons Dubin dari Irlandia.

Pustakawan sejarah, Chrisyandi Tri Kartika mengatakan, setelah berganti nama menjadi PT Perusahaan Bir Indonesia, selain di Surabaya, juga membuka pabrik di Tangeran tahun 1973. Sedangkan produksinya tahun 1974.

“Semakin berkembang hingga ke Medan yang bernama PT Brasserisdel Indonesia ketika itu sahamnya dibeli oleh Prancis,” kata Chrisyandi kepada Radar Surabaya. Ketika tahun 1981 PT Perusahaan Bir Indonesia berubah nama lagu menjadi PT Multi Bintang Indonesia dengan ditandai perusahaan yang sudah go internasional dan go publik.

“Di Medan produksinya lebih kecil dibandingkan dengan di Surabaya, sehingga ketika itu pabrik bir dikembalikan lagi produksinya di Surabaya. Sedangkan di ‘Tangerang untuk produksi kalengnya,” terangnya.

Dengan adanya perkembangan Kota Surabaya yang sangat pesat dan bertambahnya penduduk yang datang dari luar negeri mengakibatkan kebutuhan produksi bir semakin besar “Jadi biarpun penduduk Eropa sudah berkurang pesat pascakemerdekaan, pangsa pasarnya masih ada, yakni penduduk lokal dan diekspor. (bersambung/nur)