Mengenal Tata Boga Prancis lewat Le Goût de France.

Pekan Gastronomi untuk Pertukaran Kuliner dan Budaya

Dan di Pekan Gastronomi Prancis yang pertama ini, setidaknya ada lebih dari 150 restoran yang turut berpartisipasi.

SURABAYA -PekanCitaRasa Prancis atau LeGoût de France dimulai sejak 12 Oktober kemarin. Berbagai resto di Indonesia merayakannya bersama dengan menghadirkan berbagai masakan khas Prancis kedalam menu mereka. Tak terkecualidi Surabaya.

Yang menarik, event yang digelar hingga 19 Oktober mendatang itu tidak hanya menghadirkan menu spesial di berbagai tempat makan, tetapi juga menghadirkan beragam kegiatan yang berhubungan dengan kuliner.

Duta Besar Prancis untuk Indonesia, Timor Leste, dan ASEAN Fabien Penone menerangkan bahwa event yang juga disebut sebagai Pekan Gastronomi itu merupakan kesempatan yang bagus bagi masyarakat Indonesia untuk mengenal keragaman gastronomi Prancis lebih baik. Terlebih, bisa menjadi ajang pertukaran kuliner dan budaya antara Prancis dan Indonesia.

Dalam pergelarannya yang pertama itu, Fabien mengungkapkan bahwa bentuk kerja sama untuk menghadirkan menu-menu khas Prancis pun tidak hanya hadir lewat resto-resto, tetapi juga lewat kampus dan l sekolah. Yang dikemas dengan kegiatan-kegiatan yang menarik. “Dengan begitu, kita nggak cuma mengenalkan menu Prancis ini lewat fine dining, tapi ada showcase-showcase yang menarik, terangnya saat ditemui di Universitas Ciputra kemarin (16/10).

Sebab,selama ini seni kuliner Prancis sering dianggap hanya bisa dijumpai di resto-resto besar ataupun dengan hidangan eksklusif. Padahal, restoran seperti bistro dan brasserie, toko-toko roti dan kue, maupun kafe-kafe juga ada yang menawarkan menu-menu khas Prancis dengan harga terjangkau.

Sementara itu, gastronomi Prancis sebenarnya lebih ke masakan keluarga. Resep-resepnya diwariskan turun-temurun dari generasi ke generasi. Hal itupun dianggap dekat dengan budaya bangsa Indonesia yang juga sering mewariskan resep-resep makanan. Dari situlah ide Pekan Cita Rasa itu lahir. (ama/c12/tia)

Hadirkan Bûche de Noël untuk Mengenang Tradisi

SALAH satu kegiatan untuk menyemarakkan Pekan Cita Rasa Prancis, live cooking búche de noël hadir di Universitas Ciputra(UC)kemarin (16/10). Dessert berupa kue berbentuk seperti potongan pohon itu didemokan langsung oleh chef Lidwina Wibisono, dosen culinary business UC, di depan para mahasiswanya dan Fabien Penone.

Menu tersebut dipilih Wina karena kue itu menjadi salah satu hidangan yang selalu disajikan di Prancis saat Natal tiba. “Selain itu,kue itu punya kenangan bagi setiap orang Prancis. Khususnya saat mereka masih kecil,” terangya.

Chef yang pernah berada di top 9 Masterchef Indonesia Season 10 itu juga mengungkapkan bahwa siapapun pasti pernah memakan kue tersebut.Entah dari mama, nenek, atau tante mereka.

Berbeda halnya dengan makanan khas Prancis yang mungkin tidak semua orang
pernah memakannya.

”Jadi, saya ingin membawa kenangan itu kembali lewat kue ini. Apalagi sekarang ini momennya sudah dekat sama Natal,” jelasnya saat ditemui seusai menyelesaikan cooking demo-nya.

Yang spesial lagi, chef lulusan LeCordon Bleu, AS, tersebut menggunakan vanilla been asli dalam pembuatan kue pagi itu. (ama/c6/tia)